Berita

Info Jakarta Terkini Meragukan? Cara Cek Fakta atau Hoaks

Ajaib.co.id – Info Jakarta terkini selalu beredar setiap waktu di internet. Mulai dari berita politik, ekonomi, kriminal, kesehatan, dan masih banyak lagi. Sayangnya tidak semua berita yang beredar ini merupakan fakta. Ada berita hoaks yang sengaja maupun tidak sengaja ikut beredar luas.

Sebagai pembaca yang cerdas, kamu perlu mengetahui cara cek fakta dari suatu berita. Jangan sampai kamu memercayai berita yang ternyata hoaks, apalagi ikut menyebarkannya. Misalnya ketika kamu membaca tentang info Jakarta terbaru, sebaiknya kamu menyaringnya terlebih dahulu apakah itu fakta atau hoaks.

Hoaks adalah informasi bohong yang biasanya disebarkan melalui internet kepada masyarakat. Hoaks ini ada dua jenis, yaitu misinformasi dan disinformasi. Misinformasi adalah hoaks yang disebarkan oleh orang yang meyakini bahwa berita tersebut adalah fakta.

Sedangkan disinformasi adalah hoaks  yang disebarkan oleh orang dengan tujuan tertentu, walaupun penyebar ini mengetahui bahwa berita tersebut hoaks.

Hoaks misinformasi dan dinformasi ini dapat muncul sebagai bentuk satire atau sindiran, misleading atau konten menyesatkan, maupun konten Aspal yang dibuat sembarangan tanpa sumber kredibel.

Selain itu, ada juga konten pabrikasi yang isi beritanya 100% tidak benar serta berita yang “enggak nyambung” antara isi berita, foto, dan lokasi kejadian. Semua jenis hoaks ini sebenarnya dapat dikenali bila kita mau meluangkan sedikit waktu untuk memeriksa beberapa kejanggalannya.

Jika kamu ragu dengan info Jakarta terkini yang kamu dapat, sebaiknya periksa dulu. Begini cara cek hoaks atau fakta dari suatu berita. Tidak sulit, kok!

1.     Judul Bombastis

Salah satu tujuan orang sengaja membuat hoaks adalah untuk mencari uang. Berita bohong yang disebarkan akan dibuat semenarik mungkin dengan judul yang bombastis dan sensasional. Tujuannya agar banyak orang yang penasaran dan membuka website-nya. Teknik ini dinamakan umpan klik atau clickbait.

Website abal-abal biasanya memberikan judul berita yang sangat sensasional. Bahkan, mereka juga tidak segan-segan untuk menambahkan kalimat-kalimat yang tidak masuk akal dalam beritanya. Cara cek fakta atau hoaks yang bisa dilakukan pertama kali adalah identifikasi judulnya.

Oleh karena itu, AJI atau Aliansi Jurnalis Indonesia mengimbau media kredibel untuk menghindari penggunaan judul yang sensasional. Seyogianya media kredibel tetap berimbang dalam menyampaikan informasi. Hal ini untuk membedakan antara media kredibel dengan media abal-abal.

2.     Isi Berita

Isi berita hoaks biasanya berlebihan dan tidak masuk akal. Narasinya pun terkesan berlebihan. Jika kamu sering membaca berita, kamu dapat membedakan narasi yang wajar dengan yang berlebihan. Kamu juga dapat meneliti ejaan dan tata bahasa yang digunakan.

Media yang kredibel dengan berita tepercaya akan memperhatikan PUEBI atau Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Biasanya media massa yang besar juga memiliki editor khusus yang mengedit berita dari reporter. Sehingga kemungkinan untuk salah ketik bisa diminimalisir.

Lain halnya dengan media abal-abal yang menyebarkan hoaks. Media seperti ini biasanya tidak memperhatikan PUEBI dan menulis berita dengan terburu-buru atau asal copas. Alhasil akan banyak ditemukan kesalahaan ejaan dan salah ketik.

3.     Detail Visual

Cara cek hoaks atau fakta pada suatu berita seperti info Jakarta terkini selanjutnya adalah perhatikan detail visual. Jika terdapat foto atau gambar, perhatikan logo, pakaian seragam, gedung, lokasi, atau petunjuk lainnya yang bisa dikenali. Kamu bisa memerhatikan suasana di sekitar objek foto. Selain itu, lihat juga kemungkinan foto telah diedit.

Kamu dapat menggunakan mesin pencari gambar seperti Google atau yang lainnya untuk melakukan verifikasi terkait gambar yang dicantumkan. Media kredibel akan mencantumkan sumber pada setiap gambar yang ditampilkan.

4.     Alamat Website

Alamat website media abal-abal banyak yang dibuat mirip dengan media mainstream. Kamu perlu teliti dalam membaca alamat website atau URL link yang dibagikan. Kadang-kadang, ada tambahan satu huruf atau ekstensi yang dibuat semirip mungkin dengan media besar.

Selain itu, media besar tidak mugkin menggunakan alamat website dengan domain gratis seperti WordPress dan Blogspot. Biasanya domain gratis seperti ini digunakan perorangan. Kamu dapat memeriksa sebuah website tepercaya atau tidak melalui domainbigdata.com.

5.     Iklan

Kamu juga dapat membedakan fakta atau hoaks dari iklan yang tampil pada halaman website. Iklan yang terlalu banyak, bahkan lebih banyak dari sisi berita, serta diletakkan berantakan perlu diwaspadai. Apalagi jika iklan tersebut menampilkan gambar tak senonoh dan produk-produk ilegal.

Media yang kredibel memang membutuhkan pemasukan uang dari iklan juga. Namun, seyogianya iklan yang tampil telah disaring terlebih dahulu. Produk-produk ilegal biasanya tidak punya kesempatan untuk pasang iklan di media besar. Lagi pula harga penempatan iklan di media besar cukup mahal, tidak semua jenis iklan bisa masuk.

6.     Cek Profil

Lebih lanjut, cara cek fakta atau hoaks adalah memeriksa profil atau bagian “About Us” di website. Media kredibel akan melengkapi bagian ini dengan nama perusahaan, alamat, dan nama-nama orang yang bertanggung jawab pada media tersebut. Kamu bisa mencari di Google reputasi dari perusahaan tersebut.

7.     Ikut Grup Anti Hoaks

Saat ini, perang melawan hoaks terus dilakukan berbagai pihak. Pelatihan dan diskusi terkait pemberantasan hoaks dapat kamu ikuti untuk menambah pengetahuanmu. Kamu juga bisa bertanya pada grup tersebut ketika menemukan sebuah berita yang mencurigakan.

Hoaks atau berita palsu tentang info Jakarta terkini atau info apapun dapat menyebar dengan mudah di media sosial. Kamu bisa klik laporkan pada konten-konten yang menyesatkan tersebut.

Media sosial seperti Facebook, Instagram, atau Twitter akan menghapus konten yang dilaporkan banyak orang. Kamu juga dapat melayangkan aduan terkait hoaks ini ke Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui email [email protected]

Artikel Terkait