Analisa Saham

Saham BBTN: Kinerja Keuangan dan Strategi Bisnis 2021

Profil Singkat

Meski performa saham BBTN bergejolak, tetapi kinerja keuangan emiten berstatus baik. Tahun ini, Bank BTN memiliki beragam strategi bisnis.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mempunyai sejarah panjang di industri perbankan Indonesia. Bank ini sudah ada sejak masa kolonial hingga pasca kemerdekaan. Bermula dari pendirian Postspaarbank di Batavia pada 1897, lalu berubah nama menjadi Tyokin Kyoku atau Chokin Kyoku pada 1942.

Setelah proklamasi, bank diambil alih oleh pemerintah Indonesia. Saat itu, nama bank adalah Kantor Tabungan Pos. Pada 1942, nama bank berubah menjadi Bank Tabungan Negara (Bank BTN) sampai sekarang.

Pada 1976, Bank BTN menjadi tempat untuk pembiayaan proyek perumahan bagi rakyat. Sehingga bank melayani jasa Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Bahkan hingga saat ini, Bank BTN fokus terhadap pembiayaan perumahan tanpa subsidi.

Pada Desember 2009, Bank BTN melakukan penawaran umum perdana (initial public offering, IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Pemegang saham per Desember 2018 adalah pemerintah Republik Indonesia dengan porsi 60,61% dan publik sebesar 39,39%.

Kinerja Keuangan dari Laporan Keuangan Terakhir

Di tengah pandemi Covid-19, Bank BTN mampu mencetak kinerja keuangan yang cukup baik. Berikut ini laporan keuangan emiten saham BBTN, data dari laman perseroan.

Meski dunia sedang dilanda pandemi, tetapi Bank BTN mampu mencetak laba Rp1,6 triliun (unaudited). Walaupun pendapatan bersih dari bunga dan bagi hasil sedikit menurun.

Empunya saham BBTN memiliki kinerja keuangan cukup baik saat pandemi. Karena berhasil mencetak laba bersih, maka ROE dan ROA-nya naik. Sepanjang 2020, penyaluran kredit (LDR) dan kredit macet (NPL) juga turun. Namun rasio kecukupan modal (CAR) naik.

Riwayat Kinerja BBTN

Dalam lima tahun ini, riwayat kinerja BBTN dalam kondisi baik. Bahkan perseroan berhasil mencetak laba bersih dan mengumpulkan Dana Pihak Ketiga saat pandemi (2020) melebihi tahun sebelumnya. Begitu pula dengan penyaluran kredit yang mengalami peningkatan.

Pembagian Dividen untuk Pemegang Saham

Sejak tercatat di bursa, emiten BBTN selalu memberikan dividen untuk para pemegang saham. Dividen tertinggi BBTN senilai Rp57,18 per lembar saham untuk tahun buku 2017. Tahun buku 2019, BBTN hanya memberikan dividen Rp1,97. Tahun sebelumnya dividen sebesar Rp53,02.

Prospek Bisnis BBTN

Prospek bisnis Bank BTN masih terbuka lebar dalam beberapa tahun ke depan. Plt. Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan perseroan ingin menjadi The Best Mortgage Bank di Asia Tenggara pada 2025, swa.co.id (18/02/2021).

Untuk mewujudkan hal tersebut, perseroan telah menyusun beragam strategi, yakni melipatgandakan perolehan dana murah, memberikan akses pemilikan rumah yang semakin mudah, serta membangun one stop financial solution untuk konsumen dan bisnis yang terkait perumahan. Perseroan juga melakukan repricing dana-dana mahal dan memperbaiki struktur likuiditas di tengah pandemi Covid-19.

Akhir Februari lalu, Bank BTN meluncurkan produk terbaru, Tabungan BTN Investa. Ini adalah produk perbankan yang memberikan fitur menabung dan berinvestasi dengan bonus poin loyalitas. Target pasar untuk tabungan ini adalah kalangan menengah atas, pelaku usaha, dan profesional.

Selain itu, prospek bisnis emiten saham BBTN juga siap mengembangkan layanan digital untuk KPR. Menurut Direktur Operation, IT dan Digital Banking BTN, Andi Nirwoto, pengembangan konsep super apps pada kanal utama BTN Property memudahkan nasabah dalam mengajukan KPR secara digital sekaligus melakukan transaksi sehari-hari, Kontan.co.id (22/02/2021).

Layanan digital banking yang akan ditawarkan kepada nasabah adalah penambahan fitur dan layanan di mobile banking, pembuatan New Internet Banking Business, dan memperluas layanan open banking (API service). Perseroan telah mengambangkan layanan digital sejak 2019.

Kesimpulan

Secara garis besar, kinerja Bank BTN memiliki berstatus baik. Investor layak mengoleksi saham BBTN, karena emiten memiliki fundamental bagus. Meskipun secara teknikal, harga saham BBTN mengalami gejolak sejak pertengahan 2018 hingga pertengahan 2020.

Pada penutupan bursa, Jumat (26/02/2021), BBTN berada pada level Rp2.070. Data dari Ajaib, saham BBTN memiliki PER 13,68 kali dan PBV 1,10 kali. Sebagai perbandingan, BBTN dan BBRI, yaitu BBRI memiliki PER 31,14 kali dan PBV 2,94 kali.

Disclaimer

Tulisan ini berdasarkan riset dan opini pribadi. Bukan rekomendasi investasi dari Ajaib. Setiap keputusan investasi dan trading merupakan tanggung jawab masing-masing individu yang membuat keputusan tersebut. Harap berinvestasi sesuai profil risiko pribadi.

Artikel Terkait