Analisis Fundamental Saham KLBF, Akankah Terus Melonjak?

Analisis Fundamental Saham KLBF, Akankah Terus Melonjak?
Analisis Fundamental Saham KLBF, Akankah Terus Melonjak?

Harga saham KLBF atau PT Kalbe Farma Tbk adalah salah satu pemain penting dalam industri farmasi nasional hingga saat ini. Di tengah dinamika yang cukup mengguncang indeks harga saham gabungan (IHSG), gerak saham Kalbe yang diperdagangkan dengan kode KLBF terlihat masih terlalu tenang.

Saham KLBF yang sempat mencetak titik tertingginya pada sesi  7 Desember tahun lalu di Rp1.645, namun hingga kini kisaran tersebut terlihat masih terlalu sulit untuk diraih kembali. Berikut ini adalah hasil analisis fundamental terhadap saham KLBF di 2019. Simak yuk!

Peluang Bisnis

Rentang gerak harga yang terbatas, terlihat masih berlaku hingga sepanjang sesi perdagangan. Saham KLBF yang telah kembali memasuki fase ketiadaan tren sejak 15 Maret lalu. Fase ketiadaan tren ini sangat kukuh dengan ditunjukkan beberapa indikator. Di antaranya adalah titik P-Sar yang berjarak sempit dengan garis MA-Signal. Serta yang lebih meyakinkan lagi adalah indikator ADX, di mana kini terlihat berada di kisaran 20 namun cenderung menurun.

Katalis positif bagi penjualan didapat KLBF dari program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang akan terus dikembangkan pemerintah. Ditambah dengan rencana pemerintah untuk menambah anggaran Penerima Bantuan Iuran (PBI) kepada BPJS Kesehatan di 2020 sebesar Rp48,8 triliun.

Analisis Fundamental Saham KLBF

Berdasarkan laporan keuangannya, Kalbe Farma membukukan pendapatan Rp5,01 triliun pada kuartal I 2018. Pencapaian tersebut hanya tumbuh 2,38% secara tahunan dari sebelumnya Rp4,89 triliun. Kendati demikian, beban pokok penjualan emiten berkode saham KLBF itu naik lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan. 

Tercatat, beban pokok penjualan naik 3,98% secara tahunan menjadi Rp2,58 triliun pada kuartal I 2018. Alhasil, KLBF meraup laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk hanya Rp589,43 miliar. Jumlah itu hanya naik 0,2% dibandingkan dengan periode sebelumnya Rp588,25 miliar.

Strategi KLBF

Pada 2019, KLBF mengalokasikan belanja modal sebesar Rp1 triliun untuk pembangunan dua pabrik milik anak usaha Bintang Toedjoe dan Saka Farma. Langkah KLBF untuk menjajaki segmen obat biologis melalui eritropoietin akan semakin memperkuat presensi pasar KLBF.

Atas pertimbangan tersebut, terdapat rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga Rp1.760. April lalu, saham ini ditutup di level Rp1.495, sehingga masih ada potensi kenaikan 18%. Valuasi saham ini juga cukup tinggi, sehingga rentan terkoreksi cukup dalam bila ada katalis negatif seperti kurs dollar yang bisa meningkatkan harga impor bahan baku.

Itulah hasil dari analisis teknikal terhadap saham KLBF. Menurut kamu, apakah KLBF akan tetap berjaya hingga akhir nanti? Sebelum memulai investasi saham, kamu wajib melihat tren pelaku saham sekaligus cek harga saham klbf hari ini. Setelah semua kamu cek dan pastikan memiliki tren positif, kamu bisa mulai berinvestasi di Ajaib sekarang juga!


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Ayo bergabung dengan Ajaib, investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Ikuti Kami
Artikel Populer
Artikel Terkait