Milenial

Harga Mobil Bekas Turun, Mau Beli? Pertimbangkan 5 Hal Ini

mobil bekas harganya turun di masa pandemi

Ajaib.co.id – Sejak pandemi berlangsung, banyak penjualan mobil bekas. Jika kamu berencana beli, pertimbangkan empat hal ini dulu.

Saat virus korona (COVID-19) menjadi pandemi, semua negara menjadi pincang. COVID-19 menyerang hampir seluruh kegiatan di dunia, termasuk Indonesia. Mulai dari bidang kesehatan, transportasi, otomotif, hingga perekonomian.

Akibatnya tak sedikit perusahaan yang harus memutus hubungan kerja para karyawan atau mengurangi gajinya. Tak sedikit juga pengusaha kecil dan menengah kesulitan dana.

Namun kebutuhan harian harus dipenuhi. Para karyawan tetap harus bekerja. Para pengusaha harus kembali menjalankan bisnis. Salah satu jalan keluarnya adalah menjual aset yang cukup mudah dijual, seperti mobil.

Menjual Mobil Bekas Saat Pandemi

Kini ketersediaan mobil bekas melonjak. Hal tersebut disebabkan oleh efek pandemi yang menyerang Indonesia sejak Maret 2020. Sehingga menjual mobil bekas adalah pemandangan lumrah di marketplace. Begitu pula yang menggadaikan mobil di Pegadaian.

Yuli Arsyanti, Kepala Cabang Pegadaian Syariah Islamic Centre Bekasi, Jawa Barat, menjelaskan transaksi gadai kendaraan untuk April 2020 melonjak hingga 102% atau tumbuh 23% dibanding tahun lalu (Gridoto.com, 30/04/2020). Masyarakat ingin menggadaikan asetnya karena membutuhkan modal usaha.

Halomoan Fischer, Presiden Direktur Mobil88, pun mengatakan hal yang sama seperti Tuli Arsyanti. Menurut Fischer, ketersediaan mobil bekas menjadi lebih banyak jelang minggu keempat Maret, Kompas.com (14/4/2020). Namun jumlah orang membeli berkurang.

Kondisi orang yang menjual rumah dikarenakan dua faktor, berdasarkan Budi Rahardjo, Perencana keuangan OneShildt Financial Planning:

Faktor pertama, kebutuhan mendesak. Seseorang yang menjual mobilnya di tengah pandemi, karena memiliki kebutuhan mendesak yang harus dipenuhi. Misal pengusaha jual mobil untuk menutup kerugian bisnis, membutuhkan dana segar, menambah dana darurat, atau hal lainnya.

Faktor kedua, ingin mengganti mobil. Sebaliknya, ada orang-orang yang tak begitu terdampak oleh pandemi. Mereka adalah karyawan yang bekerja di perusahaan stabil, gaji masih utuh, atau pengusaha yang bisnisnya sedang naik daun saat pandemi.

Mereka tertarik mengganti mobil karena suplainya melimpah dan harga cukup ramah kantong. Bahkan tak sedikit mobil bekas yang kondisinya masih bagus atau seperti baru. Ditambah lagi dealer memiliki harga khusus atau promo cicilan untuk menarik minat pembeli.

Pertimbangkan Hal Ini Sebelum Beli Mobil Bekas

Membeli mobil bekas boleh saja. Asal kamu memperhatikan kondisi mobil secara menyeluruh. Mengingat barang yang kamu beli adalah mobil bekas dan setiap pemilik memperlakukan mobilnya dengan cara berbeda. Berikut ini empat hal yang harus kamu pertimbangkan sebelum beli mobil bekas.

Perusahaan Terpercaya

Kalau ingin membeli mobil bekas, sebisa mungkin beli dengan orang terdekat atau perusahaan terpercaya. Karena jika mobil ada masalah tepat setelah pembelian, kamu bisa menanyakannya ke mereka.

Mengenai perusahaan terpercaya, pilih perusahaan yang memang menyediakan mobil bekas berkualitas (misal dealer mobil) atau Pegadaian yang mengadakan lelang mobil bekas. Kalau mencari mobil bekas di marketplace, tanyakan detail mobil dan identitas penjualnya.

Membawa Sang Ahli

Jika kamu kurang mengerti tentang mesin mobil, bawa seorang ahli yang mengerti seluk-beluk mobil. Misal sahabat, saudara, pacar, atau kerabat dekat. Mintalah ia mengecek kondisi mesin, air conditioner (AC), transmisi boks, interior, hingga lihat body mobil.

Test Drive

Selanjutnya, lakukan test drive agar pembeli mengetahui performa mobil dan mesin saat dikendarai. Cek juga kondisi kemudi mobil. Caranya kendarai dengan kecepatan normal, lepas kemudi pada kecepatan rendah dan lihat gerakan mobil, lurus atau tidak, dan lakukan beberapa manuver (detik.com, 30/07/2019).

Jika ternyata ada masalah pada mesin, setir, atau apapun, harga yang ditawarkan pun tidak bisa kurang, sebaiknya pertimbangkan untuk membelinya. Karena jika dipaksakan untuk tetap membeli, cek perkiraan biaya dan butuh waktu berapa lama untuk memperbaikinya di bengkel.

Kelengkapan Dokumen

Ini yang tak kalah penting. Cek kelengkapan dokumen, seperti Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Pastikan BPKB dan STNK ada pengesahan dari Polda setempat, nomor rangka, dan nomor mesin. Lalu verifikasi keduanya di kantor SAMSAT atau via daring (Mobil88.astra.co.id, 28/02/2019).

Harga

Pada umumnya, harga mobil bekas lebih rendah daripada mobil baru. Kecuali mobil bekas seri kolektor. Kalau kamu punya dana segar, belilah mobil secara tunai. Jika tidak, pilihannya adalah kredit melalui perusahaan pembiayaan (leasing).

Namun yang harus jadi pertimbangan adalah uang muka pembelian mobil melonjak saat pandemi. Hal ini berlaku pada mobil baru dan bekas. Sebelum pandemi, uang muka tak lebih dari 20%. Ketika pandemi, uang muka pembelian mobil bisa lebih dari 40%.

Dikutip dari Liputan6.com (29/04/2020), Halim dari dealer Langgeng Makmur, uang muka kredit mobil saat pandemi 30% hingga 50%, tergantung kebijakan perusahaan leasing.

Menurut Suwandi Wiratno, Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI), penetapan uang muka tinggi oleh perusahaan leasing ada manfaatnya (Kompas.com, 5/06/2020). Karena dengan uang muka tinggi, jangka waktu cicilan bulanan semakin sedikit (dibanding uang muka rendah, cicilan bulanan dengan suku bunga yang cukup tinggi) dan memicu nasabah membayar cicilan tepat waktu. Alhasil skor kredit nasabah positif dan kemungkinan pengajuan restrukturisasi pun kecil.

Pertimbangkan secara matang kelima hal tersebut sebelum membeli mobil bekas. Apakah harganya sesuai kemampuanmu atau tidak? Pertimbangkan nilai uang muka dan cicilan jika memengaruhi alokasi investasi.

Pilihlah mobil terbaik untukmu, jika mobilmu masih baik-baik saja, coba alokasikan 10% uangmu ke instrumen investasi. Untuk pemilihan investasi, coba yang aman saja. Terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Indonesia Stock Exchange (IDX), investasimu di Ajaib pasti aman. Coba sekarang!

Artikel Terkait