Cara Mendaftarkan Merek Dagang untuk UKM

mendaftarkan merek dagang
mendaftarkan merek dagang

Apakah kamu ingin menjalani sebuah bisnis? Jika iya, maka ada beberapa hal penting yang harus kamu perhatikan sebelum menjalankan bisnis tersebut. Salah satunya adalah mendaftarkan merek dagang.

Kalau kamu berbisnis di bidang waralaba atau franchise, hal tersebut tidak terlalu penting untuk masuk ke dalam tahap perencanaanmu.

Namun, jika kamu memulai bisnis dengan merek dagang yang diciptakan sendiri, maka harus mendaftarkan merek dagang terlebih dahulu.

Saat ini, sudah banyak jenis bisnis yang bisa ditemukan dengan berbagai merek dagang. Beberapa merek dagang yang digunakan belum ada yang terdaftar. Alasannya adalah masalah pendanaan yang dibutuhkan untuk mendaftarkan merek dagang ke lembaga/instansi terkait.

Persaingan bisnis yang semakin ketat, tentunya akan berpengaruh terhadap merek dagang kamu. Salah satu permasalahan yang sering muncul adalah produk saingan dengan merek dagang yang sama.

Supaya merek dagang tidak sama dengan pesaing, kamu harus mendaftar ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI).

Pendaftaran merek dagang sudah diatur dalam Undang-Undang No 15 Tahun 2001 tentang Merek. Berdasarkan undang-undang tersebut, permohonan pendaftaran merek dagang akan ditolak jika:

  • Sama dengan pokok atau keseluruhan merek lain yang telah terdaftar lebih dulu untuk barang/jasa.
  • Sama dengan pokok atau keseluruhan merek milik pihak lain untuk barang/jasa.

Bagi kamu yang ingin mendaftarkan merek dagang, berikut ini adalah prosedurnya:

Menelusuri Merek Dagang

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah menelusuri merek dagang. Sebab, kamu akan terhindar dari penolakan pihak terkait yang ingin mendaftarkan merek dagang milikmu.

Untuk menelusuri merek dagang, kamu bisa mencarinya lewat Google atau bertanya langsung kepada pihak yang menangani masalah ini. Jika ingin mendaftarkan merek dagang, kamu bisa mengajukannya melalui website www.dgip.go.id.

Syarat Mengajukan Merek Dagang

Setelah mengunjungi situs tersebut, kamu harus menyiapkan persyaratan untuk mendaftarkan merek dagang.

Berikut ini adalah persyaratan yang harus dipenuhi:

  • Mengisi biodata (nama, alamat, dan kewarganegaraan).
  • Menyiapkan 30 contoh merek dagang berukuran maksimal 9×9 cm dan minimal 2×2 cm.
  • Menyiapkan daftar barang/jasa yang sudah diberi merek dagang.
  • Surat Pernyataan Kepemilikan.
  • Surat Kuasa (jika dibutuhkan).
  • Fotokopi KTP.
  • Fotokopi NPWP (untuk perusahaan).
  • Prosedur Mendaftarkan Merek Dagang

Prosedur pendaftaran merek dagang terdiri dari dua bagian, yaitu pengajuan merek dagang oleh pemohon langsung dan melalui proses verifikasi yang akan dilakukan oleh Ditjen HKI.

Nantinya, pemohon akan mengisi formulir pendaftaran merek dagang dengan syarat lain yang harus dipenuhi, seperti surat keterangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), etiket merek dagang, surat kuasa, bukti pembayaran pendaftaran merek dagang, dan bukti penerimaan pendaftaraan merek dagang.

Pemeriksaan Formalitas dan Substantif

Setelah itu, Ditjen HKI akan memeriksa seluruh kelengkapan persyaratan registrasi merek dagang (formalitas). Jika persyaratannya kurang, maka Ditjen HKI akan meminta kelengkapannya dalam waktu dua bulan, sejak surat permintaannya diterima.

Sementara untuk substantif dalam jangka waktu satu bulan, terhitung sejak tanggal penerimaan pengajuan registrasi merek dagang. Umumnya, pemeriksaan substantif dilakukan paling lama sembilan bulan.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait