Saham

Cara Investasi Saham BCA untuk Keuntungan di Masa Depan

cara investasi saham bca

Ketahui cara investasi saham BCA yang mudah dan cepat via registrasi online dan aplikasi jual-beli saham untuk keuntungan di masa depan. Untuk lebih jelasnya, simak ulasan redaksi Ajaib berikut ini.

Jika kamu adalah salah satu investor milenial yang punya ingatan panjang ke belakang dan visi jernih jauh ke depan, fenomena lumayan besar yang terjadi di pertengahan Februari ini pasti jadi punya makna cukup besar. Bukan, bukan Valentine’s day.

Fenomena besar itu adalah anjloknya nilai saham emiten blue chip legendaris PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), akibat pelepasan (penjualan) kepemilikan saham itu oleh pihak asing, di samping beberapa saham blue chip lainnya. Pihak asingnya kira-kira siapa saja ya?

Tapi yang paling penting bagi kamu sebagai investor, ataupun masih calon investor milenial, ini adalah momentum tepat untuk segera mengetahui cara investasi saham BCA, agar bisa segera memanfaatkan momentum ini untuk menggemukkan potensi keuntungan investasi saham kamu di masa depan. Ajaib akan membantu menginfokannya untuk kamu, berikut dengan rangkaian data dan penjelasan lainnya yang perlu untuk kamu ketahui.

Momentum BBCA di 14 Februari 2020

Fenomena besar itu adalah saat IHSG di BEI hingga akhir perdagangan saham pada Jumat 14 Februari sempat ditutup turun 5 poin (0,08%) di level Rp5.866,94, menyentuh titik terendahnya dalam 9 tahun terakhir, yang bahkan sudah terjun menembus Rp5.950 sebagai ambang batas terendah kinerja indeks (support trend line), sebagaimana dipaparkan oleh para pakar analisa (William Hartanto, Analis Panin Sekuritas dan Lanjar Nafi, Head of Research Reliance Sekuritas dan William, Analis Paramitra Alfa Sekuritas), padahal di akhir tahun lalu IHSG ditutup masih pada level Rp6.328,32.

Penyebabnya utamanya adalah pelepasan saham emiten blue chip legendaris PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) oleh investor asing sebesar Rp530 miliar, di samping PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp129,3 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Rp91 miliar, PT Astra International Tbk (ASII) Rp91 miliar dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) sebesar Rp45,2 miliar.

Padahal, BBCA sempat mencatatkan harga penutupan tertinggi sejak diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia pada 17 Desember 2019 lalu. Tapi karena perilaku masif investor asing menarik dananya hingga senilai Rp530,3 miliar, saham bank yang berada di bawah naungan Djarum Group pun anjlok 0,62 poin atau 0,62% ke level terendah Rp31.850/saham dan tertinggi Rp32.925/saham, dengan ditransaksikan sebanyak 17.303 kali. Dan jika kamu menyempatkan diri mempelajari perilaku harga saham ini di beberapa masa peralihan tahun yang lalu, fenomena ini bukan yang pertama. Apakah ini pola yang berulang tanpa sengaja?

Atau apakah ini memang siklus keberuntungan berulang yang ditujukan bagi para investor baru, yang jeli menangkap peluang potensi keuntungan dan tahu cara investasi saham BCA?

Analisis Latar Belakang

Pakar analis menilai bahwa pelemahan IHSG secara umum dan khususnya BBCA dipicu oleh banyak faktor. Deretan faktor yang membuat investor asing melepas saham BCA, adalah:

  • Transaksi kapitalisasi pasar BBCA terbesar di IHSG sehingga porsi investor asing pada saham IHSG sudah lebih besar dari porsi investor saham lain.
  • Saham BBCA telah mengalami kenaikan sangat signifikan sebesar 28,56% sejak tahun 2019 lalu, dari Rp26.000 menjadi Rp33.425, sehingga 4,78% mengungguli Price to Book Value bank-bank sekelasnya.
  • Ekspektasi market regional melemah seiring impact dari wabah virus Corona Wuhan.
  • Penurunan komoditas domestik.
  • Kasus Asuransi Jiwasraya, yang berkontribusi menjadikan pasar sepi dan memperparah pergerakan IHSG.
  • Investor pastinya kini cenderung untuk memilih safe heaven (emas dan obligasi).

Namun, BBCA adalah blue chip yang sudah terbukti dan tercatat membanjiri para investornya dengan keuntungan deviden dan capital gain dari tahun ke tahun, berkat kinerja fundamentalnya yang tak tergoyahkan. Dampak sentimen-sentimen tersebut hanya akan terbatas pada harga saham saja, sedangkan performa kinerja perusahaan hanya terpengaruh secara sangat minimal. Prediksinya, pekan depan IHSG berpotensi melonjak (rebound) menguji support di rentang level 5.900 – 6.020.

Jadi, ini memang momentum keberuntungan kamu sebagai investor dan calon investor milenial, kan? Yuk, segera pelajari cara investasi saham BCA di bawah ini, dan segera beli saham BBCA sesuai tingkat profil risiko kamu ya:

  1. Pilih perusahaan sekuritas sesuai keyakinanmu (misal: Indo Premier Sekuritas)
  2. Kunjungi https://www.indopremier.com/lpregister/ registrasi via online.
  3. Isi form, lalu klik Lanjut, pilih opsi akun IPOT secara Syariah jika ingin.
  4.  Isi data pribadi selengkap-lengkapnya
  5. Isi data pekerjaan selengkap-lengkapnya, dan di sini pun kamu akan diminta untuk mengkonfirmasi Sumber Dana untuk akun kamu.
  6. Buat akse login berupa username dan password.
  7. Akan muncul notifikasi Terima Kasih. Selanjutnya akan dialihkan ke email untuk kelanjutan pendaftaran.
  8. Bila email sudah diterima baik, download semua data yang dikirimkan, lalu print.
  9. Lengkapi tanda tangan di atas materai Rp6.000 pada kolom yang tersedia.
  10. Masukkan semua dokumen (4 dokumen email, 1 fotokopi e-KTP, 1 fotokopi NPWP jika ada, 1 fotokopi halaman pertama buku tabungan, 1 foto selfie memegang e-KTP) ke amplop.
  11. Kirimkan ke alamat yang ditentukan di email. Dalam 2 hari akun kamu akan siap.
  12. Download aplikasi IPOTGO.
  13. Login dan masukkan PIN.
  14. Masukan kode BBCA di kolom SMART SEARCH.
  15. Di halaman BBCA, cek harga Jual dan Beli, klik pilihan done summary, done detail, company profile, fundamental, corp. action dan rups, target prices ataupun statistic untuk data sebagai bahan pertimbangan.
  16. Klik BUY.
  17. Di halaman BUY ORDER, masukkan jumlah Lot (saham) yang kamu inginkan. Akan tertera harga total beli.
  18. Klik SUMMIT BUY.
  19.  Di halaman CONFIRM BUY ORDER, cek lagi kebenaran semua data, lalu CONFIRM BUY.
  20. Di halaman portofolio akan tertera data tentang saham BBCA yang baru kamu beli. Mudah kan?

Ternyata gampang banget ya cara investasi saham BCA dan bersiap-siap menjadi investor saham blue chip sukses di masa depan! Jangan sia-siakan momentum ini, langsung sambar saham BBCA sambil terus kembangkan portfolio investasi kamu dengan berinvestasi reksa dana yang berintegritas, fleksibel dan menguntungkan seperti Ajaib. Dengan aplikasi mudah, menu pilihan paket investasi variatif, minimum modal hanya Rp10.000 dan menyandang status kelulusan dari program pembinaan inkubator startup terkemuka Y Combinator di Silicon Valley, serta pengawasan penuh Otoritas Jasa Keuangan. Ajaib tetap jadi pilihan keren untuk kaum milenial!

Bacaan menarik lainnya:

Halim, A. (2005). Analisis Investasi. Jakarta: Alfabeta


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait