Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak

Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak

BPJS Ketenagakerjaan merupakan jaminan dan perlindungan bagi tenaga kerja di Indonesia dengan sistem asuransi. Setiap bulannya, ada sejumlah potongan yang diambil dari gaji pekerja dan subsidi dari perusahaan sebagai jaminan pensiun. Simpanan ini yang kemudian bisa dicairkan ketika sudah tidak lagi bekerja atau resign dari perusahaan tempatmu bekerja.

Berdasarkan PP Nomor 60/2015, kini Jaminan Hari Tua (JHT) BPJS Ketenagakerjaan bisa dicairkan 100% tanpa waktu kepesertaan 10 tahun. Pencairannya juga tidak perlu lagi menunggu hingga masuk usia pensiun. Karena itu, banyak milenial yang bergegas mencairkan dana setelah berhenti bekerja untuk modal hidup selanjutnya.

Pencairan JHT bisa dilakukan dengan datang langsung ke kantor BPJS dengan membawa sejumlah dokumen. Namun banyak yang kemudian terkendala status kepesertaannya yang masih aktif sehingga dana tidak bisa diambil. Ada banyak alasan yang menyebabkan status kepesertaanmu masih belum nonaktif, salah satunya adalah perusahaan yang belum melapor.

Ada sejumlah cara cek BPJS ketenagakerjaan aktif atau tidak yang bisa kamu lakukan dengan bantuan teknologi sebelum melakukan pencairan. Jangan sampai sudah datang ke kantornya dan belum bisa mengambil uangmu karena statusnya masih aktif.

Via Situs Resmi BPJS Ketenagakerjaan

Cara cek BPJS ketenagakerjaan aktif atau tidak bisa dilakukan melalui situs resmi lembaga ini yakni di www.bpjsketenagakerjaan.go.id

•   Pilih menu ‘Layanan Peserta’ dan pilih layanan ‘BPJSTKU’.

•   Kalau baru pertama kali mengunjungi laman ini, lakukan registrasi untuk memiliki akun.

•   Daftarkan email, isi ‘Data Pengguna’ sebagaimana yang tertera di kartu BPJS Ketenagakerjaan dan tunggu aktivasinya.

•   Cek statusmu dengan memasukkan nomor KTP dan BPJS di kolom profil.

•   Jika data yang dimasukkan menghasilkan status ‘tidak valid’ berarti kepesertaanmu sudah nonaktif sehingga JHT bisa langsung dicairkan. Namun bila masih valid maka segera hubungi mantan perusahaan agar melaporkan perubahan status tersebut.

Via Aplikasi BPJSTKU

Aplikasi resmi ini bisa didapatkan dengan download langsung di Playstore dan App Store.

•   Registrasi akun di aplikasi dengan email aktif dan ikuti proses aktivasinya.

•   Aplikasi akan menampilkan menu home dan klik di menu ‘Profile’.

•   Masukkan pin aplikasi BPJSTKU dan nomor kepesertaan yang tertera di kartu milikmu.

•   Aplikasi akan menampilkan data mengenai status keanggotannya. Jika valid maka kamu masih terdaftar sebagai anggota BPJS dan belum bisa mencairkan JHT.

Segera hubungi HRD kantor lama untuk melaporkan perubahan statusmu di perusahaan. Jika kesulitan, bisa pula berkonsultasi dengan petugas BPJS untuk mendapatkan solusi.

Mengelola Dana JHT

Besaran dana JHT yang dicairkan biasanya cukup besar apalagi jika sudah bekerja cukup lama. Umumnya orang menggunakan dana tersebut sebagai modal hidup sembari menunggu gaji dari pekerjaan yang baru. Ada pula yang menggunakan dana pencairan itu untuk berfoya-foya dan belanja.

Akan sangat lebih baik jika dana yang kamu dapat dari pencairan BPJS Ketenagakerjaan diinvestasikan agar nilainya bertambah. Manfaatnya jelas jauh dibandingkan sekedar dibelanjakan atau disimpan di tabungan. Kamu bisa berinvestasi reksa dana dengan dana JHT milikmu.

Investasi reksa dana paling ideal karena modalnya tidak terlalu besar dan dikelola oleh profesional. Hasil dari investasi ini kemudian bisa digunakan untuk banyak hal termasuk modal nikah dan dana pensiun.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait