Ajaib
Menu

Saham

Daftar Saham Terbaik 2026 Berdasarkan Performa YTD

MaulidaSeptember 4, 2026

BNP Paribas Sri Kehati vs. Reksa Dana Syariah

Key Takeaways

  • AMMN, ANTM, TINS, BRMS, BREN, CUAN, dan DOID menjadi beberapa saham yang menarik masuk watchlist ketika mencari saham dengan performa kuat sepanjang 2026.
  • Performa saham selama 2026 banyak dipengaruhi oleh harga komoditas, pertumbuhan laba, ekspansi bisnis, aksi korporasi, hingga sentimen sektoral.
  • Return YTD sebaiknya digunakan sebagai filter awal, lalu dilengkapi dengan analisis fundamental, valuasi, likuiditas, dan momentum harga sebelum mengambil keputusan investasi.

Mencari saham terbaik 2026 dapat dimulai dengan melihat saham yang mencatat performa harga kuat sejak awal tahun. Salah satu indikator yang dapat digunakan adalah Year-to-Date (YTD), yaitu perubahan harga saham sejak awal tahun kalender hingga periode tertentu.

Return YTD dapat membantu investor menemukan saham yang sedang outperform dibandingkan saham lain. Namun, kenaikan harga yang tinggi tidak selalu berarti saham tersebut otomatis layak dibeli. Investor tetap perlu melihat fundamental perusahaan, katalis bisnis, likuiditas, valuasi, dan risiko koreksi harga.

Dalam artikel ini, beberapa saham dipilih sebagai referensi asset discovery berdasarkan performa harga yang menonjol sepanjang 2026 serta katalis yang menyertainya. Daftar ini bukan urutan saham dengan return tertinggi di seluruh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan bukan rekomendasi untuk membeli saham tertentu.

Apa Itu Performa YTD pada Saham?

Year-to-Date atau YTD menunjukkan perubahan harga suatu saham dari awal tahun hingga periode tertentu.

Misalnya, jika harga saham pada awal tahun berada di Rp1.000 dan pada awal September naik menjadi Rp1.500, maka secara sederhana saham tersebut telah memberikan return YTD sekitar 50%, belum memperhitungkan dividen dan biaya transaksi.

Data YTD berguna untuk beberapa hal, antara lain:

  • menemukan saham yang sedang memiliki momentum kuat;
  • membandingkan performa beberapa saham dalam periode yang sama;
  • mengidentifikasi sektor yang sedang diminati pasar; dan
  • menyusun watchlist untuk analisis lebih lanjut.

Namun, performa masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Saham yang sudah naik ratusan persen justru dapat memiliki risiko koreksi lebih tinggi apabila kenaikannya tidak sejalan dengan perkembangan fundamental.

7 Saham Terbaik 2026 yang Menarik Dipantau Berdasarkan Performa YTD

Berikut beberapa saham yang dapat masuk radar investor di 2026 berdasarkan performa harga sepanjang tahun dan katalis yang menyertainya.

1. AMMN — Amman Mineral Internasional Tbk.

AMMN menjadi salah satu saham yang menarik diperhatikan dari sektor barang baku karena memberikan eksposur terhadap industri pertambangan tembaga dan emas.

Pergerakan AMMN sepanjang 2026 tidak terlepas dari perkembangan harga komoditas, kegiatan produksi perusahaan, serta prospek industri tembaga yang berkaitan dengan kebutuhan elektrifikasi dan pembangunan infrastruktur energi.

Bagi investor yang sedang menyaring saham berdasarkan performa YTD, AMMN dapat menjadi salah satu kandidat untuk dipelajari lebih lanjut.

Beberapa faktor yang perlu dipantau antara lain:

  • perkembangan produksi tembaga dan emas;
  • harga komoditas global;
  • realisasi proyek perusahaan;
  • pertumbuhan pendapatan dan laba; serta
  • valuasi setelah terjadi kenaikan harga.

2. ANTM — ANTAM (Persero) Tbk.

Saham ANTM juga menarik perhatian sepanjang 2026, terutama karena eksposurnya terhadap beberapa komoditas seperti emas dan nikel.

Dari sisi fundamental, ANTAM mencatat laba bersih sekitar Rp3,66 triliun pada kuartal I 2026. Pertumbuhan kinerja tersebut memberikan dukungan fundamental di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap saham-saham berbasis komoditas.

ANTM juga termasuk saham yang aktif diperdagangkan sehingga relatif mudah dipantau oleh investor.

Hal yang dapat diperhatikan pada saham ANTM antara lain:

  • perkembangan harga emas dan nikel;
  • volume penjualan komoditas;
  • pertumbuhan laba;
  • kebijakan pemerintah terhadap sektor mineral; dan
  • aliran dana investor asing.

3. TINS — TIMAH (Persero) Tbk.

TINS menjadi salah satu saham komoditas yang mencatat momentum menarik pada 2026.

Performa tersebut sejalan dengan perkembangan kinerja perusahaan. Pada semester I 2026, PT TIMAH membukukan laba bersih sekitar Rp2,71 triliun. Angka tersebut bahkan telah melampaui target laba bersih perseroan untuk satu tahun penuh.

Kinerja perusahaan juga sensitif terhadap pergerakan harga timah global. Ketika harga komoditas meningkat dan produksi berjalan sesuai target, ekspektasi pasar terhadap laba perusahaan juga dapat meningkat.

Beberapa faktor yang perlu dipantau adalah:

  • harga timah dunia;
  • pertumbuhan produksi dan penjualan;
  • margin keuntungan perusahaan;
  • perkembangan regulasi pertambangan; dan
  • keberlanjutan pertumbuhan laba.

4. BRMS — Bumi Resources Minerals Tbk.

Bagi investor yang mengikuti tema emas, BRMS menjadi saham lain yang cukup menarik perhatian pasar.

BRMS memiliki eksposur terhadap bisnis pertambangan mineral dan emas. Karena itu, perkembangan kapasitas produksi serta harga emas dapat menjadi katalis penting bagi pergerakan sahamnya.

Namun, saham yang mengalami kenaikan tinggi juga dapat memiliki volatilitas yang lebih besar. Investor perlu berhati-hati apabila harga sudah naik jauh dalam waktu singkat.

Beberapa hal yang dapat dipantau pada BRMS meliputi:

  • pertumbuhan produksi emas;
  • ekspansi kapasitas;
  • perkembangan harga emas;
  • laba dan arus kas;
  • volume transaksi; serta
  • momentum teknikal saham.

5. BREN — Barito Renewables Energy Tbk.

Berbeda dengan sejumlah saham sebelumnya yang berkaitan dengan pertambangan, BREN memberikan eksposur terhadap tema energi terbarukan.

Pada semester I 2026, Barito Renewables membukukan pendapatan konsolidasian sekitar US$334 juta atau meningkat 11,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong antara lain oleh peningkatan penjualan listrik dari portofolio panas bumi dan angin.

Tema transisi energi membuat BREN memiliki katalis yang berbeda dibandingkan saham berbasis komoditas.

Investor dapat memperhatikan:

  • pertumbuhan kapasitas pembangkit;
  • volume penjualan listrik;
  • ekspansi proyek energi terbarukan;
  • pertumbuhan EBITDA dan laba; serta
  • valuasi saham.

6. CUAN — Petrindo Jaya Kreasi Tbk.

CUAN merupakan saham dari sektor energi yang memiliki eksposur ke bisnis pertambangan, mineral, energi, dan infrastruktur melalui sejumlah entitas dalam grupnya.

Selain perkembangan operasional, pergerakan CUAN juga dapat dipengaruhi oleh aksi korporasi. Sepanjang 2026, perusahaan memiliki beberapa perkembangan yang dapat dicermati pasar, termasuk rencana ekspansi dan aksi korporasi.

Hal tersebut membuat CUAN menarik dipantau oleh investor yang mencari saham dengan kombinasi antara momentum harga dan perkembangan bisnis.

Beberapa faktor penting yang dapat diperhatikan meliputi:

  • ekspansi pertambangan;
  • perkembangan investasi baru;
  • aksi korporasi;
  • pertumbuhan pendapatan dan laba; serta
  • tingkat utang setelah ekspansi.

7. DOID — BUMA Internasional Grup Tbk.

Pilihan berikutnya adalah DOID, emiten yang terkait erat dengan bisnis jasa pertambangan melalui BUMA International Group.

Karakter bisnisnya membuat kinerja DOID dipengaruhi oleh aktivitas pertambangan, kontrak baru, volume produksi pelanggan, hingga kondisi industri komoditas secara keseluruhan.

Perusahaan juga terus menyampaikan perkembangan kinerja keuangan dan operasional sepanjang 2026. Kondisi tersebut membuat DOID dapat menjadi salah satu saham yang dipantau ketika investor mencari peluang dari sektor pertambangan dan jasa pendukungnya.

Beberapa faktor yang perlu dicermati antara lain:

  • kontrak baru;
  • volume produksi;
  • EBITDA dan arus kas;
  • tingkat utang;
  • diversifikasi bisnis; dan
  • perkembangan industri pertambangan.

Apakah Saham dengan Return YTD Tinggi Selalu Layak Dibeli?

Belum tentu.

Return YTD yang tinggi menunjukkan bahwa pasar telah memberikan apresiasi besar terhadap suatu saham sepanjang tahun berjalan. Namun, kenaikan tersebut justru dapat meningkatkan risiko jika harga sudah terlalu jauh dibandingkan fundamentalnya.

Sebagai contoh, harga saham dapat naik karena:

  • pertumbuhan laba yang kuat;
  • kenaikan harga komoditas;
  • kontrak atau ekspansi baru;
  • perubahan ekspektasi terhadap bisnis;
  • aksi korporasi; atau
  • sentimen dan spekulasi pasar.

Kenaikan yang didukung pertumbuhan fundamental tentu memiliki karakter berbeda dengan kenaikan yang hanya didorong sentimen jangka pendek.

Karena itu, setelah menemukan saham dengan return YTD tinggi, investor perlu mencari tahu apa yang sebenarnya menyebabkan saham tersebut naik.

Cara Menyaring Saham Terbaik 2026 dengan Lebih Terukur

Return YTD dapat menjadi titik awal, tetapi ada beberapa faktor lain yang sebaiknya diperhatikan sebelum memilih saham.

1. Bandingkan dengan Performa 1 Tahun

Jangan hanya melihat kenaikan sejak Januari. Bandingkan juga dengan performa dalam satu tahun terakhir untuk memahami apakah tren harga baru terbentuk pada 2026 atau merupakan bagian dari tren yang lebih panjang.

2. Periksa Pertumbuhan Fundamental

Kenaikan harga akan lebih menarik apabila dibarengi dengan perbaikan fundamental.

Perhatikan beberapa indikator seperti:

  • pendapatan;
  • laba bersih;
  • EBITDA;
  • margin keuntungan;
  • arus kas; dan
  • tingkat utang.

3. Pahami Katalis Kenaikannya

Cari tahu alasan pasar memberikan valuasi lebih tinggi terhadap saham tersebut.

Apakah karena harga komoditas naik? Ada ekspansi kapasitas? Laba melonjak? Atau hanya karena sentimen jangka pendek?

Katalis yang jelas dapat membantu investor menilai apakah tren tersebut berpotensi berlanjut.

4. Perhatikan Likuiditas

Likuiditas penting karena menentukan seberapa mudah investor membeli dan menjual saham.

Saham yang naik tinggi tetapi memiliki transaksi tipis dapat mengalami pergerakan harga yang lebih ekstrem.

5. Jangan Abaikan Valuasi

Perusahaan yang bagus belum tentu menarik untuk dibeli pada semua harga.

Setelah harga naik tinggi, bandingkan valuasinya dengan:

  • riwayat valuasi perusahaan;
  • pertumbuhan laba;
  • perusahaan sejenis; dan
  • prospek bisnisnya.

6. Tentukan Risiko Sebelum Membeli

Saham yang sudah mengalami kenaikan besar dapat mengalami koreksi sewaktu-waktu.

Karena itu, tentukan sejak awal:

  • berapa dana yang akan dialokasikan;
  • berapa potensi kerugian yang siap ditanggung;
  • alasan membeli saham; dan
  • kondisi yang membuat saham perlu dievaluasi kembali.

Dengan pendekatan tersebut, investor tidak hanya mengejar saham yang sedang naik, tetapi juga memiliki dasar yang lebih terukur dalam mengambil keputusan.

Eksplor Saham Terbaik dan Potensial di Ajaib

Performa YTD dapat membantu mempersempit pilihan saham yang sedang menunjukkan momentum kuat sepanjang 2026. Namun, keputusan investasi sebaiknya tetap mempertimbangkan kondisi fundamental, valuasi, likuiditas, serta katalis yang mendukung pergerakan harga saham tersebut.

Di Ajaib, kamu dapat mengeksplorasi berbagai saham Indonesia dan membuka halaman masing-masing emiten untuk melihat informasi harga, chart, statistik utama, data finansial, hingga perkembangan terbaru perusahaan.

Dengan begitu, kamu bisa membandingkan saham yang masuk watchlist dan menentukan pilihan yang paling sesuai dengan strategi serta profil risikomu.

Eksplor saham-saham terbaik dan potensial, lalu mulai investasi di Ajaib. Download aplikasinya sekarang.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi  ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Google Play StoreApple App Store

Profil Penulis

Maulida
Maulida

Writer

-

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!