Ajaib
Menu

Saham

7 Saham Teknologi Indonesia yang Menarik Masuk Watchlist Trader

MaulidaSeptember 4, 2026

Saham Astra (ASII)

Key Takeaways

  • GOTO, DCII, BELI, BUKA, MTDL, WIFI, dan CYBR menjadi beberapa saham teknologi Indonesia yang menarik dipantau karena menawarkan eksposur ke tema yang berbeda, mulai dari platform digital, data center, hingga cybersecurity.
  • Trader dapat memperhatikan pertumbuhan bisnis, profitabilitas, katalis, volume, dan momentum harga sebelum mengambil posisi.
  • Saham yang menarik secara bisnis belum tentu berada pada momentum atau valuasi yang menarik untuk dibeli.

Perkembangan ekonomi digital, kebutuhan data center, adopsi cloud, hingga meningkatnya perhatian terhadap keamanan siber membuat sektor teknologi memiliki banyak tema yang dapat dicermati trader. Namun, karakter setiap emiten teknologi tidak sama. Ada perusahaan yang sudah menghasilkan laba, ada yang baru memasuki fase profitabilitas, dan ada pula yang sedang melakukan transformasi bisnis.

Karena itu, mencari saham teknologi Indonesia sebaiknya tidak sekadar melihat perusahaan yang sedang ramai diperbincangkan. Trader juga perlu memahami model bisnis, perkembangan kinerja, katalis, likuiditas, hingga risiko yang dapat memengaruhi pergerakan harganya.

Berikut beberapa saham teknologi Indonesia yang dapat menjadi referensi untuk menyusun watchlist. Daftar ini bersifat informatif dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual saham tertentu.

Kenapa Saham Teknologi Menarik untuk Dipantau?

Sektor teknologi tidak hanya berisi perusahaan aplikasi atau e-commerce. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten teknologi memiliki lini bisnis yang cukup beragam, mulai dari platform digital, distribusi perangkat IT, data center, infrastruktur internet, hingga cybersecurity.

Keragaman tersebut menciptakan katalis yang berbeda untuk masing-masing saham. Pertumbuhan transaksi digital dapat berdampak pada perusahaan platform, sedangkan peningkatan kebutuhan komputasi dan cloud dapat menjadi katalis bagi perusahaan data center.

Bagi trader, perubahan ekspektasi terhadap pertumbuhan maupun profitabilitas dapat memicu pergerakan harga yang signifikan. Karena itu, selain membaca fundamental, penting juga memperhatikan volume transaksi, tren harga, area support-resistance, dan aliran dana pasar.

Daftar Saham Teknologi Indonesia yang Menarik Dipantau

1. GOTO (GoTo Gojek Tokopedia Tbk.)

GOTO merupakan salah satu emiten teknologi dengan ekosistem digital terbesar di Indonesia. Bisnisnya saat ini terutama mencakup layanan on-demand melalui Gojek serta layanan keuangan digital melalui GoTo Financial.

Salah satu perkembangan yang menarik perhatian pasar adalah perbaikan profitabilitas. Pada kuartal II-2026, GOTO mencatat laba bersih sekitar Rp252 miliar dan adjusted EBITDA Grup mencapai Rp1,01 triliun. Pendapatan bersih juga tumbuh 31% secara tahunan menjadi Rp5,65 triliun.

Bagi trader, GOTO dapat menarik dipantau karena fundamental yang membaik belum selalu diikuti pergerakan harga yang sama kuatnya. Kondisi ini membuat perkembangan likuiditas dan tekanan jual menjadi faktor penting.

Hal yang perlu dipantau: konsistensi laba, pertumbuhan fintech, arus dana asing, likuiditas, serta respons harga terhadap laporan keuangan berikutnya.

2. DCII (DCI Indonesia Tbk.)

Jika ingin mendapatkan eksposur pada pertumbuhan infrastruktur digital, DCII menjadi salah satu saham teknologi Indonesia yang menarik diperhatikan.

DCI Indonesia menjalankan bisnis data center, salah satu infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung cloud computing, penyimpanan data, layanan digital, hingga pengembangan teknologi berbasis AI.

Kinerja bisnisnya masih mencatat pertumbuhan. Pada semester I-2026, pendapatan DCII naik sekitar 33,2% YoY menjadi Rp1,78 triliun, sedangkan laba bersih meningkat sekitar 18,7% menjadi Rp732,5 miliar.

Namun, pertumbuhan tersebut juga perlu dibandingkan dengan valuasi yang diberikan pasar. Saham DCII diperdagangkan pada valuasi yang relatif premium sehingga perubahan ekspektasi pasar dapat memengaruhi harga secara signifikan.

Hal yang perlu dipantau: ekspansi kapasitas data center, pertumbuhan pendapatan dan laba, perkembangan permintaan cloud dan AI, serta valuasi saham.

3. BELI (Global Digital Niaga Tbk.)

BELI merupakan emiten di balik ekosistem Blibli yang menjalankan strategi perdagangan omnichannel. Bisnisnya tidak hanya bergantung pada e-commerce, tetapi juga mencakup toko fisik dan berbagai layanan dalam ekosistem digitalnya.

Pada semester I-2026, pendapatan bersih konsolidasian BELI mencapai Rp14,83 triliun atau tumbuh sekitar 55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Efisiensi juga membaik, terlihat dari kerugian EBITDA yang menyusut dari sekitar Rp867 miliar menjadi Rp194,7 miliar.

Artinya, salah satu tema utama yang dapat menjadi katalis bagi saham BELI adalah kemampuan perusahaan mempertahankan pertumbuhan sekaligus bergerak menuju profitabilitas.

Hal yang perlu dipantau: pertumbuhan pendapatan, margin, perkembangan EBITDA, ekspansi omnichannel, dan kemampuan perusahaan memperkecil rugi bersih.

4. BUKA (Bukalapak.com Tbk.)

Nama BUKA masih identik dengan e-commerce, tetapi bisnis Bukalapak telah mengalami perubahan cukup besar sehingga karakter sahamnya juga berbeda dibandingkan periode awal setelah IPO.

Kinerja semester I-2026 menunjukkan pendapatan sekitar Rp4 triliun, tumbuh 29% secara tahunan. Pada periode yang sama, adjusted EBITDA tercatat positif Rp10 miliar dibandingkan negatif Rp34 miliar pada semester I-2025.

Bagi trader, perubahan model bisnis dan kemajuan menuju profitabilitas dapat menjadi sumber katalis. Namun, keberlanjutan hasil transformasi tersebut tetap perlu dibuktikan melalui beberapa periode laporan keuangan.

Hal yang perlu dipantau: komposisi pendapatan setelah transformasi bisnis, keberlanjutan adjusted EBITDA positif, penggunaan kas, dan respons pasar terhadap laporan keuangan.

5. MTDL (Metrodata Electronics Tbk.)

Tidak semua saham teknologi memiliki profil seperti perusahaan digital yang masih mengejar profitabilitas. MTDL menawarkan karakter berbeda karena bisnisnya sudah mapan dan menghasilkan laba.

Metrodata menjalankan dua lini utama, yaitu distribusi produk teknologi serta solusi dan konsultasi digital untuk perusahaan.

Pada semester I-2026, pendapatannya tumbuh sekitar 16,7% menjadi Rp13,6 triliun dan laba bersih meningkat sekitar 6,6% menjadi Rp313,7 miliar. Kontribusi recurring revenue pada bisnis solusi dan konsultasi juga meningkat menjadi sekitar 57,5%.

Profil tersebut membuat MTDL dapat menjadi alternatif bagi trader yang ingin memantau emiten teknologi dengan fundamental lebih matang dibandingkan sejumlah saham teknologi berbasis platform.

Hal yang perlu dipantau: belanja teknologi korporasi, pertumbuhan bisnis solusi digital, margin distribusi, recurring revenue, serta tren laba.

6. WIFI (Solusi Sinergi Digital Tbk.)

WIFI atau Surge menawarkan eksposur pada tema infrastruktur dan konektivitas digital.

Perusahaan mengembangkan berbagai layanan seperti jaringan fiber, konektivitas, data center, serta layanan digital. Salah satu hal yang membuat saham ini menarik diperhatikan adalah fase monetisasi dari pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan sebelumnya.

Pada semester I-2026, pendapatan WIFI mencapai sekitar Rp1,57 triliun atau melonjak sekitar 206% secara tahunan. Segmen telekomunikasi telah menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan.

Pertumbuhan yang tinggi dapat menjadi katalis, tetapi trader perlu mengingat bahwa ekspektasi pertumbuhan yang tinggi juga dapat menciptakan volatilitas ketika realisasi kinerja berbeda dari harapan pasar.

Hal yang perlu dipantau: monetisasi jaringan, pertumbuhan pelanggan, perkembangan pendapatan telekomunikasi, ekspansi infrastruktur, dan volatilitas harga.

7. CYBR (ITSEC Asia Tbk.)

Tema teknologi lain yang semakin relevan adalah cybersecurity, dan salah satu emiten yang memberikan eksposur cukup langsung terhadap tema tersebut adalah CYBR.

PT ITSEC Asia Tbk bergerak dalam layanan keamanan siber dan juga mengembangkan strategi yang berkaitan dengan AI.

Kinerja kuartal II-2026 menunjukkan perbaikan dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan kuartalan meningkat 21% menjadi Rp115,03 miliar, sementara laba usaha mencapai Rp23,01 miliar. Secara semesteran, perusahaan mencatat laba bersih sekitar Rp34,3 miliar.

Karakter bisnis berbasis proyek membuat pengakuan pendapatan dapat berbeda antar-kuartal. Karena itu, trader sebaiknya tidak hanya membaca satu periode laporan keuangan.

Hal yang perlu dipantau: kontrak baru, realisasi proyek, pertumbuhan cybersecurity dan AI, margin bisnis, serta volatilitas kinerja antar-kuartal.

Apa yang Perlu Dicek Sebelum Trading Saham Teknologi?

Fundamental dapat membantu menentukan saham mana yang menarik masuk watchlist, tetapi timing transaksi tetap perlu dianalisis secara terpisah.

Sebelum mengambil posisi, trader dapat memperhatikan beberapa hal berikut:

  • Volume dan likuiditas, untuk melihat seberapa aktif transaksi berlangsung.
  • Support dan resistance, sebagai referensi menentukan area masuk maupun keluar.
  • Trend harga, untuk mengetahui apakah saham sedang berada dalam fase bullish, bearish, atau sideways.
  • Katalis, seperti laporan keuangan, aksi korporasi, kontrak baru, atau perkembangan industri.
  • Valuasi, terutama ketika harga saham sudah naik jauh karena ekspektasi pertumbuhan.
  • Manajemen risiko, termasuk menentukan batas kerugian dan ukuran posisi sebelum transaksi.

Dengan demikian, saham yang memiliki prospek bisnis menarik tidak otomatis harus langsung dibeli. Trader tetap perlu menunggu kondisi harga yang sesuai dengan strategi masing-masing.

Beli Saham Teknologi Indonesia di Ajaib

Ada banyak pilihan saham teknologi Indonesia dengan karakter dan katalis yang berbeda. Kamu bisa memasukkan saham yang menarik ke watchlist, lalu memantau perkembangan harga dan fundamental sebelum menentukan momentum transaksi.

Melalui Ajaib, kamu dapat melihat chart, statistik saham, Broker Summary, data finansial, hingga analisis teknikal untuk membantu membandingkan saham yang sedang dipantau.

Beli saham Teknologi Indonesia favoritmu di Ajaib. Download Ajaib sekarang!

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi  ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Google Play StoreApple App Store

Profil Penulis

Maulida
Maulida

Writer

-

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!