Rekomendasi Saham Ajaib Sekuritas Hari Ini: BRMS, DMAS, INCO
Ratih Mustikoningsih•September 3, 2026

Key Takeaway
- IHSG ditutup melemah tipis 0,06% atau 4,16 poin ke level 6.595 pada perdagangan 2 September 2026.
- Rupiah berada di level Rp17.770/USD, sementara harga minyak mentah Brent naik 5,6% WtD ke sekitar USD95 per barel pada 3 September 2026.
- DMAS telah merealisasikan marketing sales Rp1,15 triliun, atau 72,3% dari target 2026 sebesar Rp1,59 triliun.
- Wall Street menguat dengan Nasdaq naik 0,45% dan S&P 500 naik 0,46% pada 2 September 2026.
IHSG dan Pasar Global Hari Ini
Pada perdagangan Rabu, 2 September 2026, IHSG ditutup melemah 0,06% atau 4,16 poin ke level 6.595. Investor asing mencatat outflow di pasar reguler sebesar Rp235 miliar.
Di tengah pergerakan pasar tersebut, rupiah masih berada di level Rp17.770 per USD. Sementara itu, harga minyak mentah Brent naik 5,6% WtD pada pekan ini dan berada di sekitar USD95 per barel pada 3 September 2026.
Dari global, bursa Wall Street menguat. Nasdaq naik 0,45%, sedangkan S&P 500 terapresiasi 0,46% pada perdagangan 2 September 2026.
Wall Street rebound setelah imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun terkoreksi usai mencatat reli selama lima hari akibat aksi jual di pasar obligasi. IHSG hari ini diprediksi bergerak bervariasi dengan rentang 6.500–6.600.
DMAS Catat Marketing Sales Rp1,15 Triliun
Per Juni 2026, DMAS telah merealisasikan marketing sales sebesar Rp1,15 triliun, setara dengan 72,3% dari target tahun 2026 sebesar Rp1,59 triliun.
DMAS mengembangkan zona industri khusus di GIIC (Greenland International Industrial Center) Cikarang yang difokuskan untuk penyedia Data Center dan industri berbasis teknologi tinggi.
Total landbank DMAS hingga 1H26 mencapai 581 hektare, yang terdiri dari:
| Segmen | Landbank |
|---|---|
| Komersial | 357 ha |
| Residensial | 164 ha |
| Industri | 60 ha |
| Total | 581 ha |
Selain itu, DMAS tidak memiliki pinjaman bank atau finansial (zero financial loan), sehingga bebas dari risiko biaya bunga di tengah dinamika suku bunga.
Broadcom Catat Pendapatan USD29,6 Miliar
Broadcom Inc. (Nasdaq: AVGO) melaporkan pendapatan USD29,6 miliar pada 3QFY26, meningkat 86% yoy.
Pada periode yang sama, laba bersih GAAP Broadcom mencapai USD13,1 miliar, naik 216% yoy. Dengan asumsi kurs Rp17.700/USD, angka tersebut setara sekitar Rp231,8 triliun.
Kinerja tersebut didorong oleh tingginya permintaan untuk akselerator AI kustom dan jaringan. Pendapatan dari semikonduktor AI mencapai USD16,7 miliar, meningkat 221% yoy.
Pada kuartal tersebut, Broadcom juga melakukan capital return sebesar USD3,1 miliar kepada pemegang saham melalui pembayaran dividen tunai sebesar USD0,65 per saham.
Setelah laporan keuangan dirilis, harga saham AVGO turun 0,82% pada sesi after hours.
Saham Pilihan Ajaib Sekuritas 3 September 2026
1. BRMS — Trading Buy
Closing Price: 720
Target Price: 750
Stop Loss: 690
BRMS dalam jangka menengah berada dalam tren naik (uptrend), namun saat ini membentuk retracement di area support yang berpotensi menjadi titik reversal.
Harga emas rebound setelah mengalami koreksi selama tiga hari. Pada 3 September 2026, harga emas berada di sekitar USD4.400/oz.
Apresiasi harga emas terjadi seiring dengan koreksi harga minyak Brent secara intraday pada 3 September 2026 serta penurunan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun setelah reli selama lima hari berturut-turut.
2. DMAS — Trading Buy
Closing Price: 202
Target Price: 212
Stop Loss: 190
DMAS berpotensi mengalami bullish continuation di atas MA 5, 20, dan 100. Posisi harga berada dalam strong uptrend dengan kenaikan volume beli pada fase retracement.
DMAS telah merealisasikan marketing sales sebesar Rp1,15 triliun, atau 72,3% dari target tahun 2026 sebesar Rp1,59 triliun.
DMAS juga mengembangkan zona industri khusus di GIIC (Greenland International Industrial Center) Cikarang yang difokuskan untuk penyedia Data Center dan industri berbasis teknologi tinggi.
Total landbank hingga 1H26 mencapai 581 hektare, terdiri dari 357 hektare komersial, 164 hektare residensial, dan 60 hektare industri.
Selain itu, DMAS tidak memiliki pinjaman bank atau finansial (zero financial loan).
3. INCO — Accum Buy
Closing Price: 4.820
Target Price: 5.000
Stop Loss: 4.600
INCO berpotensi mengalami reversal dalam jangka pendek. Indikator stochastic berada di area oversold, yang mengindikasikan peluang rebound jangka pendek.
Trading Saham-saham Potensial Hari Ini di Ajaib
Ingin tahu lebih banyak peluang trading saham menarik? Cek rekomendasi saham hari ini dari Ajaib Sekuritas yang diperbarui secara rutin untuk membantu kamu memilih saham dengan potensi pergerakan terbaik di pasar.
Download Ajaib Terminal untuk analisis dan monitor saham lebih mudah. Susun layout sesuai gaya tradingmu, pantau beberapa saham sekaligus lewat multi-orderbook template, hingga akses broker summary untuk melihat broker mana yang sedang akumulasi atau distribusi besar-besaran.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis
Financial Expert Ajaib
Ratih Mustikoningsih merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman lebih 10 tahun di pasar modal Indonesia, khususnya dalam analisis saham dan strategi investasi. Melalui artikel dan edukasi yang ia sajikan, Ratih membantu investor memahami fundamental perusahaan, dinamika pasar, serta mengambil keputusan investasi saham yang lebih tepat.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!