
















Broadcom Inc
Market Recap US Pasar saham AS ditutup menguat pada perdagangan Senin kemarin (24/11). Index DJI (+0.44%), S&P 500 (+1.55%), NASDAQ (+2.69%). Pembicaraan telepon antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping memberikan sinyal moderasi hubungan AS-China setelah kedua pemimpin membahas trade, tarif, dan rencana kunjungan diplomatik, termasuk proposal impor gandum AS dan potensi penyesuaian barrier perdagangan yang dapat meredakan tekanan rantai pasok global. Namun, pernyataan Xi bahwa “kembalinya Taiwan” adalah bagian dari tatanan internasional pasca perang menjadi titik sensitif geopolitik yang tetap menahan risk-on sentiment, terutama untuk sektor semikonduktor, defense, dan teknologi strategis. Sementara itu, isu perang Ukraina tetap menjadi bagian dari diskusi, dengan implikasi pada kebijakan energi dan defense spending. Broadcom ($AVGO) mengalami lonjakan saham sekitar +10% dalam satu hari setelah muncul laporan bahwa perusahaan semakin terlibat dalam infrastruktur AI dan dikaitkan dengan pengarahan besar dari OpenAI, termasuk potensi kontrak multi-miliar untuk akselerator AI dan chip khusus. Lonjakan ini menunjukkan bahwa investor menarik dana kembali ke sektor chip AI dan melihat pergeseran narasi dari “software saja” ke “chip + konektivitas AI spesialis”. Meskipun momentum pertumbuhan terlihat kuat, muncul peringatan bahwa margin bisa tertekan karena produk custom sering memiliki margin lebih rendah dibanding chip tradisional—yang berarti bahwa walaupun pipeline terlihat sangat menjanjikan, eksekusi konversi backlog ke pendapatan dan stabilitas margin akan menjadi kunci untuk mempertahankan valuasi premium. Alvin Timothy Murthi | Financial Expert Ajaib
Menyala , Take Parsial & Buy Again, Take Parsial & Buy Again 📈🚀 $MSFT $AAPL $NVDA $GOOGL $TSLA $AVGO $TXN $DAL
AVGO - Broadcom Inc. ($AVGO) melaporkan revenue 1Q26 sebesar US$19.31 miliar (+29% YoY) yang melampaui ekspektasi analis dengan segmen Semiconductor Solutions mencatat kenaikan pendapatan 52% YoY menjadi US$12.5 miliar, didorong oleh permintaan kuat untuk chip AI dan solusi jaringan yang mencerminkan peran perusahaan yang semakin penting di AI infrastructure global. Perusahaan mencatat pertumbuhan non-GAAP EBITDA mencapai 68% dari revenue dan menghasilkan free cash flow sekitar US$8.0 miliar, serta mengumumkan dividend kuartalan US$0.65 per saham dan program buyback saham senilai US$10 miliar. Manajemen juga memproyeksikan revenue Q2 sekitar US$22 miliar (+47% YoY) dengan pendapatan AI chip yang diperkirakan mencapai US$10.7 miliar, menunjukkan momentum pertumbuhan yang solid di tengah ekosistem permintaan AI yang terus berkembang.
*What's on The Market* Pasar saham AS pada pre-market diperdagangkan melemah pada hari ini (25/11), dimana index S&P 500 (-0.19%), DJIA (-0.16%), dan NASDAQ (-0.34%). Indeks S&P 500 diproyeksikan diperdagangkan pada range 6,600-6,800. Saham yang mencatatkan kenaikan terbesar pada pre-market adalah $GOOGL (+3.16%), $AVGO (+2.38%), $BBY (+1.82%), $TSCO (+1.04%), dan $ALB (+0.96%). Pasar Asia-Pasifik ditutup menguat pada perdagangan hari ini (25/11) dengan posisi terakhir Nikkei 225 (+0.07%), SSE Composite (+0.87%), HSI (+0.69%), KOSPI (+0.30%), dan NIFTY 50 (-0.34%). Selain itu di pasar Eropa dibuka mix dimana indeks FTSE 100 (-0.04%), DAX (-0.11%), CAC (+0.06%) dan AEX Amsterdam (+0.24%). Amazon ($AMZN) melalui AWS berkomitmen menggelontorkan hingga US$50 miliar untuk memperluas layanan AI dan infrastruktur cloud khusus pemerintahan AS, termasuk penambahan kapasitas data center sekitar 1.3 gigawatt di wilayah GovCloud, Secret, dan Top Secret mulai 2026. Langkah ini mempertegas ambisi Amazon memperkuat posisinya di segmen government cloud yang dikenal sticky dan high-retention, terutama karena pasar ini kini mulai mengadopsi layanan AI seperti Bedrock, SageMaker, Nova, dan model dari Anthropic dalam skala lebih luas. Bagi investor, pengumuman ini menjadi potensi katalis jangka panjang bagi pertumbuhan recurring revenue AWS, tetapi komitmen capex yang besar juga berarti margin bisa tertekan dalam jangka pendek dan timeline monetisasi kemungkinan akan lebih panjang. Alvin Timothy Murthi | Financial Expert Ajaib
AVGO - Saham Broadcom ($AVGO) menguat setelah perusahaan dilaporkan terlibat dalam pengembangan chip AI custom untuk Google, menandai ekspansi lebih dalam ke ekosistem AI hyperscaler. Langkah ini memperkuat positioning Broadcom sebagai pemain penting di belakang layar AI infrastructure, tidak hanya melalui networking dan semiconductor, tetapi juga melalui custom silicon yang menjadi tren baru di kalangan Big Tech. Kolaborasi ini membuka potensi recurring revenue jangka panjang sekaligus memperkuat moat bisnis di tengah meningkatnya kompetisi di sektor AI chip.
Market Recap US Pasar saham AS ditutup menguat pada perdagangan Senin kemarin (24/11). Index DJI (+0.44%), S&P 500 (+1.55%), NASDAQ (+2.69%). Pembicaraan telepon antara Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping memberikan sinyal moderasi hubungan AS-China setelah kedua pemimpin membahas trade, tarif, dan rencana kunjungan diplomatik, termasuk proposal impor gandum AS dan potensi penyesuaian barrier perdagangan yang dapat meredakan tekanan rantai pasok global. Namun, pernyataan Xi bahwa “kembalinya Taiwan” adalah bagian dari tatanan internasional pasca perang menjadi titik sensitif geopolitik yang tetap menahan risk-on sentiment, terutama untuk sektor semikonduktor, defense, dan teknologi strategis. Sementara itu, isu perang Ukraina tetap menjadi bagian dari diskusi, dengan implikasi pada kebijakan energi dan defense spending. Broadcom ($AVGO) mengalami lonjakan saham sekitar +10% dalam satu hari setelah muncul laporan bahwa perusahaan semakin terlibat dalam infrastruktur AI dan dikaitkan dengan pengarahan besar dari OpenAI, termasuk potensi kontrak multi-miliar untuk akselerator AI dan chip khusus. Lonjakan ini menunjukkan bahwa investor menarik dana kembali ke sektor chip AI dan melihat pergeseran narasi dari “software saja” ke “chip + konektivitas AI spesialis”. Meskipun momentum pertumbuhan terlihat kuat, muncul peringatan bahwa margin bisa tertekan karena produk custom sering memiliki margin lebih rendah dibanding chip tradisional—yang berarti bahwa walaupun pipeline terlihat sangat menjanjikan, eksekusi konversi backlog ke pendapatan dan stabilitas margin akan menjadi kunci untuk mempertahankan valuasi premium. Alvin Timothy Murthi | Financial Expert Ajaib
Menyala , Take Parsial & Buy Again, Take Parsial & Buy Again 📈🚀 $MSFT $AAPL $NVDA $GOOGL $TSLA $AVGO $TXN $DAL
AVGO - Broadcom Inc. ($AVGO) melaporkan revenue 1Q26 sebesar US$19.31 miliar (+29% YoY) yang melampaui ekspektasi analis dengan segmen Semiconductor Solutions mencatat kenaikan pendapatan 52% YoY menjadi US$12.5 miliar, didorong oleh permintaan kuat untuk chip AI dan solusi jaringan yang mencerminkan peran perusahaan yang semakin penting di AI infrastructure global. Perusahaan mencatat pertumbuhan non-GAAP EBITDA mencapai 68% dari revenue dan menghasilkan free cash flow sekitar US$8.0 miliar, serta mengumumkan dividend kuartalan US$0.65 per saham dan program buyback saham senilai US$10 miliar. Manajemen juga memproyeksikan revenue Q2 sekitar US$22 miliar (+47% YoY) dengan pendapatan AI chip yang diperkirakan mencapai US$10.7 miliar, menunjukkan momentum pertumbuhan yang solid di tengah ekosistem permintaan AI yang terus berkembang.
*What's on The Market* Pasar saham AS pada pre-market diperdagangkan melemah pada hari ini (25/11), dimana index S&P 500 (-0.19%), DJIA (-0.16%), dan NASDAQ (-0.34%). Indeks S&P 500 diproyeksikan diperdagangkan pada range 6,600-6,800. Saham yang mencatatkan kenaikan terbesar pada pre-market adalah $GOOGL (+3.16%), $AVGO (+2.38%), $BBY (+1.82%), $TSCO (+1.04%), dan $ALB (+0.96%). Pasar Asia-Pasifik ditutup menguat pada perdagangan hari ini (25/11) dengan posisi terakhir Nikkei 225 (+0.07%), SSE Composite (+0.87%), HSI (+0.69%), KOSPI (+0.30%), dan NIFTY 50 (-0.34%). Selain itu di pasar Eropa dibuka mix dimana indeks FTSE 100 (-0.04%), DAX (-0.11%), CAC (+0.06%) dan AEX Amsterdam (+0.24%). Amazon ($AMZN) melalui AWS berkomitmen menggelontorkan hingga US$50 miliar untuk memperluas layanan AI dan infrastruktur cloud khusus pemerintahan AS, termasuk penambahan kapasitas data center sekitar 1.3 gigawatt di wilayah GovCloud, Secret, dan Top Secret mulai 2026. Langkah ini mempertegas ambisi Amazon memperkuat posisinya di segmen government cloud yang dikenal sticky dan high-retention, terutama karena pasar ini kini mulai mengadopsi layanan AI seperti Bedrock, SageMaker, Nova, dan model dari Anthropic dalam skala lebih luas. Bagi investor, pengumuman ini menjadi potensi katalis jangka panjang bagi pertumbuhan recurring revenue AWS, tetapi komitmen capex yang besar juga berarti margin bisa tertekan dalam jangka pendek dan timeline monetisasi kemungkinan akan lebih panjang. Alvin Timothy Murthi | Financial Expert Ajaib
AVGO - Saham Broadcom ($AVGO) menguat setelah perusahaan dilaporkan terlibat dalam pengembangan chip AI custom untuk Google, menandai ekspansi lebih dalam ke ekosistem AI hyperscaler. Langkah ini memperkuat positioning Broadcom sebagai pemain penting di belakang layar AI infrastructure, tidak hanya melalui networking dan semiconductor, tetapi juga melalui custom silicon yang menjadi tren baru di kalangan Big Tech. Kolaborasi ini membuka potensi recurring revenue jangka panjang sekaligus memperkuat moat bisnis di tengah meningkatnya kompetisi di sektor AI chip.