
ALB
Albemarle Corp




Albemarle Corp






Market Close US Stock 🇺🇸 25 July 2025 *Top Gainer $ALB +6.84% $NDAQ +5.91% $TMUS +5.80% $TECH +5.71% *Top Losers $DOW -17.45% $CMG -13.34% $LUV -11.16% $LYB –9.70% *Data perdagangan 24 Juli
“What's on The Market” 🇺🇸 Pasar saham AS pada pre-market diperdagangkan menguat pada hari ini (21/07), dimana index S&P 500 (+0.27%), DJIA (+0.25%), dan NASDAQ (+0.32%). Indeks S&P 500 diproyeksikan diperdagangkan pada range 6,300-6,400. Saham yang mencatatkan kenaikan terbesar pada pre-market adalah $ALB (+3.13%), $MSTR (+2.71%), $GEV (+2.68%), $FCX (+2.28%), dan $IVZ (+2.11%). Pasar Asia ditutup cenderung mix pada perdagangan hari ini (21/07) dengan posisi terakhir Nikkei 225 (-0.21%), HSI (+0.72%), KOSPI (+0.71%), SSE Composite (+0.72%), dan ASX Australia (-1.02%). Selain itu di pasar Eropa dibuka mix dimana indeks FTSE 100 (+0.12%), DAX (+0.03%), CAC (-0.21%) dan AEX Amsterdam (-0.06%). Chicago Federal Reserve President Austan Goolsbee menyatakan bahwa gelombang pengumuman tarif impor yang terus menerus membuat Fed kesulitan membaca tren inflasi secara jelas, sehingga bisa menunda rencana penurunan suku bunga. Menurut dia, tarif ini bukan hanya berdampak satu kali saja tetapi menimbulkan ketidakpastian berkepanjangan yang memerlukan waktu untuk dianalisis dampaknya sebelum kebijakan moneter dilonggarkan. Goolsbee menekankan bahwa The Fed tidak akan mengambil keputusan pemangkasan suku bunga sebelum ada kepastian soal efek tarif terhadap inflation path yang menuju target 2%. Pernyataan ini bertentangan dengan Chris Waller, Gubernur The Fed yang menyatakan siap menurunkan suku bunga. Alvin Timothy Murthi | Financial Expert Ajaib
*What's on The Market* Pasar saham AS pada pre-market diperdagangkan melemah pada hari ini (25/11), dimana index S&P 500 (-0.19%), DJIA (-0.16%), dan NASDAQ (-0.34%). Indeks S&P 500 diproyeksikan diperdagangkan pada range 6,600-6,800. Saham yang mencatatkan kenaikan terbesar pada pre-market adalah $GOOGL (+3.16%), $AVGO (+2.38%), $BBY (+1.82%), $TSCO (+1.04%), dan $ALB (+0.96%). Pasar Asia-Pasifik ditutup menguat pada perdagangan hari ini (25/11) dengan posisi terakhir Nikkei 225 (+0.07%), SSE Composite (+0.87%), HSI (+0.69%), KOSPI (+0.30%), dan NIFTY 50 (-0.34%). Selain itu di pasar Eropa dibuka mix dimana indeks FTSE 100 (-0.04%), DAX (-0.11%), CAC (+0.06%) dan AEX Amsterdam (+0.24%). Amazon ($AMZN) melalui AWS berkomitmen menggelontorkan hingga US$50 miliar untuk memperluas layanan AI dan infrastruktur cloud khusus pemerintahan AS, termasuk penambahan kapasitas data center sekitar 1.3 gigawatt di wilayah GovCloud, Secret, dan Top Secret mulai 2026. Langkah ini mempertegas ambisi Amazon memperkuat posisinya di segmen government cloud yang dikenal sticky dan high-retention, terutama karena pasar ini kini mulai mengadopsi layanan AI seperti Bedrock, SageMaker, Nova, dan model dari Anthropic dalam skala lebih luas. Bagi investor, pengumuman ini menjadi potensi katalis jangka panjang bagi pertumbuhan recurring revenue AWS, tetapi komitmen capex yang besar juga berarti margin bisa tertekan dalam jangka pendek dan timeline monetisasi kemungkinan akan lebih panjang. Alvin Timothy Murthi | Financial Expert Ajaib
Market Close US Stock 🇺🇸 25 July 2025 *Top Gainer $ALB +6.84% $NDAQ +5.91% $TMUS +5.80% $TECH +5.71% *Top Losers $DOW -17.45% $CMG -13.34% $LUV -11.16% $LYB –9.70% *Data perdagangan 24 Juli
“What's on The Market” 🇺🇸 Pasar saham AS pada pre-market diperdagangkan menguat pada hari ini (21/07), dimana index S&P 500 (+0.27%), DJIA (+0.25%), dan NASDAQ (+0.32%). Indeks S&P 500 diproyeksikan diperdagangkan pada range 6,300-6,400. Saham yang mencatatkan kenaikan terbesar pada pre-market adalah $ALB (+3.13%), $MSTR (+2.71%), $GEV (+2.68%), $FCX (+2.28%), dan $IVZ (+2.11%). Pasar Asia ditutup cenderung mix pada perdagangan hari ini (21/07) dengan posisi terakhir Nikkei 225 (-0.21%), HSI (+0.72%), KOSPI (+0.71%), SSE Composite (+0.72%), dan ASX Australia (-1.02%). Selain itu di pasar Eropa dibuka mix dimana indeks FTSE 100 (+0.12%), DAX (+0.03%), CAC (-0.21%) dan AEX Amsterdam (-0.06%). Chicago Federal Reserve President Austan Goolsbee menyatakan bahwa gelombang pengumuman tarif impor yang terus menerus membuat Fed kesulitan membaca tren inflasi secara jelas, sehingga bisa menunda rencana penurunan suku bunga. Menurut dia, tarif ini bukan hanya berdampak satu kali saja tetapi menimbulkan ketidakpastian berkepanjangan yang memerlukan waktu untuk dianalisis dampaknya sebelum kebijakan moneter dilonggarkan. Goolsbee menekankan bahwa The Fed tidak akan mengambil keputusan pemangkasan suku bunga sebelum ada kepastian soal efek tarif terhadap inflation path yang menuju target 2%. Pernyataan ini bertentangan dengan Chris Waller, Gubernur The Fed yang menyatakan siap menurunkan suku bunga. Alvin Timothy Murthi | Financial Expert Ajaib
*What's on The Market* Pasar saham AS pada pre-market diperdagangkan melemah pada hari ini (25/11), dimana index S&P 500 (-0.19%), DJIA (-0.16%), dan NASDAQ (-0.34%). Indeks S&P 500 diproyeksikan diperdagangkan pada range 6,600-6,800. Saham yang mencatatkan kenaikan terbesar pada pre-market adalah $GOOGL (+3.16%), $AVGO (+2.38%), $BBY (+1.82%), $TSCO (+1.04%), dan $ALB (+0.96%). Pasar Asia-Pasifik ditutup menguat pada perdagangan hari ini (25/11) dengan posisi terakhir Nikkei 225 (+0.07%), SSE Composite (+0.87%), HSI (+0.69%), KOSPI (+0.30%), dan NIFTY 50 (-0.34%). Selain itu di pasar Eropa dibuka mix dimana indeks FTSE 100 (-0.04%), DAX (-0.11%), CAC (+0.06%) dan AEX Amsterdam (+0.24%). Amazon ($AMZN) melalui AWS berkomitmen menggelontorkan hingga US$50 miliar untuk memperluas layanan AI dan infrastruktur cloud khusus pemerintahan AS, termasuk penambahan kapasitas data center sekitar 1.3 gigawatt di wilayah GovCloud, Secret, dan Top Secret mulai 2026. Langkah ini mempertegas ambisi Amazon memperkuat posisinya di segmen government cloud yang dikenal sticky dan high-retention, terutama karena pasar ini kini mulai mengadopsi layanan AI seperti Bedrock, SageMaker, Nova, dan model dari Anthropic dalam skala lebih luas. Bagi investor, pengumuman ini menjadi potensi katalis jangka panjang bagi pertumbuhan recurring revenue AWS, tetapi komitmen capex yang besar juga berarti margin bisa tertekan dalam jangka pendek dan timeline monetisasi kemungkinan akan lebih panjang. Alvin Timothy Murthi | Financial Expert Ajaib