Saham AS

Wall Street Hari Ini: Nasdaq Anjlok 2,86%, S&P 500 dan Dow Jones Ikut Melemah

Miftahul Khaer•November 2, 2026

Key Takeaways:

  • Wall Street melemah pada Jumat (30/10/2026), dengan Nasdaq turun 2,86%, S&P 500 terkoreksi 1,82%, dan DJI melemah 1,09%.
  • Intel (INTC) anjlok 28,58% setelah memberikan proyeksi pendapatan kuartal IV di bawah ekspektasi, menghapus sekitar US$140 miliar kapitalisasi pasar dalam sehari.
  • Kekhawatiran terhadap valuasi AI dan besarnya belanja modal perusahaan teknologi memperdalam aksi jual saham teknologi dan semikonduktor.
  • REGN memimpin top gainers dengan kenaikan 13,33%, sedangkan INTC menjadi top losers dengan penurunan 28,58%.
  • Trader perlu mencermati volatilitas menjelang pemilu midterm AS pada 3 November serta pergerakan yield US Treasury dan harga minyak.

Wall Street Melemah, Nasdaq Turun 2,86%

Wall Street ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (30/10/2026). Nasdaq Composite memimpin koreksi dengan penurunan 2,86%, diikuti S&P 500 yang turun 1,82% dan Dow Jones Industrial Average (DJI) yang terkoreksi 1,09%.

Koreksi terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap valuasi saham berbasis AI. Pasar mulai menuntut bukti bahwa belanja besar untuk infrastruktur AI mampu menghasilkan pertumbuhan pendapatan dan arus kas yang sepadan. 

Kekhawatiran serupa turut menekan Alphabet, yang sahamnya telah anjlok lebih dari 12% pada perdagangan sebelumnya. Amazon juga menjadi sorotan setelah sahamnya turun 1,4%. Perusahaan melaporkan laba di bawah ekspektasi dan arus kas bebas (free cash flow) 12 bulan sebesar minus US$42,4 miliar, di tengah belanja modal AI yang mencapai US$94,8 miliar.

Di luar sektor teknologi, sejumlah saham justru menguat. ExxonMobil naik 2,2% dan Chevron bertambah 1,8% setelah membukukan kinerja keuangan di atas ekspektasi. Mondelez menguat 3,9%, sementara Colgate-Palmolive naik 2,3%.

Di pasar aset lainnya, yield US Treasury 10 tahun turun menjadi 4,93% dari 4,98% seiring meningkatnya minat investor terhadap aset yang lebih aman. Sebaliknya, harga minyak Brent naik 2,4% menjadi US$113,43 per barel.

Top Gainers dan Top Losers Saham AS 

Perdagangan saham AS pada 30 Oktober 2026 menunjukkan perbedaan kinerja yang cukup lebar antara saham-saham yang menguat dan melemah. Regeneron Pharmaceuticals (REGN) memimpin daftar top gainers dengan kenaikan 13,33%. Sebaliknya, Intel (INTC) menjadi saham dengan penurunan terdalam, yakni 28,58%.

Top Gainer

StockReturn
$REGN+13.33%
$ACN+4.46%
$MDLZ+3.85%
$VRTX+3.50%

Top Loser

StockReturn
$INTC-28.58%
$QCOM-11.12%
$AMD-10.88%
$DELL-10.77%

Data perdagangan Jumat, 30 Oktober 2026.

Saham Intel Anjlok 28,58%, Kapitalisasi Pasar Hilang US$140 Miliar

Saham Intel (INTC) anjlok 28,58% pada Jumat (30/10/2026) setelah perusahaan memproyeksikan pendapatan kuartal IV sebesar US$15 miliar–US$16 miliar, di bawah konsensus FactSet sebesar US$17,1 miliar. 

Penurunan tersebut menghapus sekitar US$140 miliar kapitalisasi pasar Intel dalam sehari dan menjadi yang terbesar dalam lebih dari empat dekade, menurut AP News dan Dow Jones Market Data dengan titik pembanding historis berbeda.

Tekanan juga berasal dari penurunan pendapatan segmen PC pada kuartal III. CFO Intel, David Zinsner, menyebut kenaikan harga chip memori dan pengetatan anggaran IT korporasi sebagai penyebab melemahnya permintaan PC. Selain itu, ledakan di fasilitas produksi Intel di Israel pada awal bulan memangkas sekitar US$300 juta dari proyeksi pendapatan kuartal IV.

Meski laba kuartal III melampaui ekspektasi dan permintaan CPU server untuk kebutuhan agentic AI tetap kuat, kekurangan komponen membuat Intel belum mampu memanfaatkan peluang tersebut secara optimal. Tekanan turut menjalar ke saham semikonduktor lain, dengan AMD turun 10,9% dan Nvidia melemah 4,2%.

Morgan Stanley menilai saham Intel belum menarik meski telah terkoreksi dalam. Salah satu pertimbangannya adalah perkiraan bahwa Intel masih akan kehilangan pangsa pasar dari pesaing fabless sepanjang 2027.

Rekomendasi Saham AS Hari Ini: AAPL, KO, dan COP

Di tengah tekanan Wall Street, trader dapat mencermati sejumlah saham dalam watchlist berdasarkan skenario trading yang tersedia. Saham Apple (AAPL), Coca-Cola (KO), dan ConocoPhillips (COP) masuk dalam daftar rekomendasi. Berikut level entry, target harga, dan stop loss yang dapat menjadi acuan dalam menyusun rencana transaksi.

SahamBuyTake ProfitStop LossUpside
AAPLUS$343,84US$361,64US$334,69+5,24%
KOUS$94,08US$101,07 US$91,45+7,52%
COPUS$150,52US$158,19US$146,57+5,09%

1. Apple Inc. (AAPL)

Apple (AAPL) memiliki potensi upside sebesar 5,24% dengan strategi buy on dip atau trend continuation pada grafik harian (1D). Strategi ini memanfaatkan peluang dari pullback sehat di sepanjang saluran tren naik untuk menguji kembali area resistance atas.

Level entry AAPL berada di 343,84, dengan target price (TP) di 361,64 dan stop loss (SL) di 334,69. Skenario tersebut memiliki potensi risiko penurunan sebesar 2,69% dan Risk/Reward Ratio (RRR) sebesar 1,95.

2. The Coca-Cola (KO)

Coca-Cola (KO) menawarkan potensi upside sebesar 7,52% dengan strategi buy on dip atau trend continuation. Skenario pada grafik harian memanfaatkan momentum pemulihan dan kelanjutan tren naik dari area konsolidasi untuk menguji resistance di 101,07.

Trader dapat memperhatikan level entry di 94,08, dengan target price di 101,07 dan stop loss di 91,45. Potensi risiko penurunan dalam skenario ini sebesar 2,83%, dengan Risk/Reward Ratio mencapai 2,66.

3. ConocoPhillips (COP)

ConocoPhillips (COP) memiliki potensi upside sebesar 5,09% dengan strategi buy on breakout atau trend continuation pada grafik harian. Skenario ini memanfaatkan momentum penguatan untuk menguji kembali area resistance atas di 158,19.

Level entry COP ditetapkan pada 150,52, sedangkan target price berada di 158,19 dan stop loss di 146,57. Potensi risiko penurunan sebesar 2,62%, dengan Risk/Reward Ratio sebesar 1,94.

Jangan lewatkan peluang di pasar saham AS. Pantau pergerakan saham pilihan seperti AAPL, KO, dan COP, lalu manfaatkan momentum pasar untuk menyusun strategi trading yang lebih terarah. Download Ajaib sekarang untuk mulai trading saham dan ETF Amerika sebagai alternatif diversifikasi portofolio.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Profil Penulis

Miftahul Khaer
Miftahul Khaer

Financial Expert Ajaib

Miftahul Khaer merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengikuti perkembangan pasar saham Amerika Serikat. Ia menyajikan analisis dan edukasi mengenai saham AS, kondisi ekonomi global, serta strategi investasi yang membantu investor memahami peluang di pasar internasional.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!