Saham AS

Saham Oracle (ORCL) Melonjak 11% usai Pasang Target Pendapatan US$225 Miliar

Pamela•October 30, 2026

Key Takeaways

  • Saham Oracle (ORCL) ditutup melesat 10,73% hingga mencapai US$144,54 pada Rabu (28/10/2026) waktu New York, kenaikan harian terbesar sejak Mei, setelah perusahaan memaparkan target keuangan baru di investor day.
  • Oracle mempertahankan target pendapatan minimal US$225 miliar pada tahun fiskal 2030, memproyeksikan arus kas bebas sekitar US$30 miliar pada tahun fiskal 2029, dan membatasi pendanaan baru maksimal US$20 miliar.
  • Kendatipun harga saham melonjak, ORCL masih tertekan 25% sepanjang 2026, sehingga trader perlu mencermati level teknikal dan agenda laporan keuangan berikutnya.

Saham ORCL Melonjak 11% Usai Investor Day Oracle

Oracle Corporation (NYSE: ORCL) memaparkan target keuangan jangka panjang dalam acara investor day pada Rabu (28/10/2026). Sepanjang tahun 2026, investor terus mempertanyakan cara Oracle membiayai ekspansi pusat data untuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dan kali ini perusahaan menjawabnya dengan data-data dan angka. Saham ORCL pun langsung mencatat hari terbaiknya sejak Mei.

Kenaikan ini menambah kapitalisasi pasar Oracle lebih dari US$40 miliar dalam satu sesi perdagangan. Bagi trader yang memantau saham Amerika di Ajaib, pergerakan seperti ini menunjukkan besar pengaruh panduan kinerja jangka panjang terhadap harga saham teknologi.

Lonjakan Terbesar Saham ORCL sejak Mei

Sebelum pengumuman, saham ORCL bergerak datar di rentang harga US$130 hingga pukul 14.20 waktu New York. Beberapa menit setelah rilis resmi Oracle beredar, harga melonjak hingga 13% sebelum ditutup naik 10,73% di level US$144,54. Volume transaksi mencapai 79,1 juta lembar, mencapai 161% di atas rata-rata tiga bulan.

Lonjakan ini perlu dilihat dalam konteks yang lebih panjang. Pada 10 September 2025 silam, saham ORCL melesat 36% dalam sehari, kenaikan terbesar sejak 1992, setelah Oracle melaporkan lonjakan kontrak bisnis cloud AI. Harga kemudian mencetak rekor penutupan di level US$323.

Setelah itu, saham ORCL kehilangan lebih dari separuh nilainya karena investor meragukan kemampuan Oracle mendanai pembangunan pusat data. Harga sempat menyentuh titik terendah di rentang US$115 pada 24 Juli 2026. Bahkan setelah reli pada hari Rabu kemarin, harga saham ORCL masih tertekan 25% sejak awal tahun, atau year–to–date/ytd.

Target Jangka Panjang Oracle hingga Tahun Fiskal 2030

Tahun fiskal Oracle ditutup setiap bulan Mei. Artinya, tahun fiskal 2030 akan tercatat pada Mei 2030. Berikut target utama yang dipaparkan manajemen:

IndikatorTargetPeriode
PendapatanMinimal US$225 miliarTahun fiskal 2030
Pertumbuhan pendapatan tahunan (CAGR)Di atas 35%Tahun fiskal 2026–2030
Laba per saham (EPS) non-GAAPMinimal US$21Tahun fiskal 2030
Margin operasional non-GAAPMinimal 40%Tahun fiskal 2030
PendapatanMinimal US$90 miliar (ditegaskan ulang)Tahun fiskal 2027
EPS non-GAAPUS$8,10 (ditegaskan ulang)Tahun fiskal 2027

Sebagai pembanding, pendapatan Oracle pada tahun fiskal 2026 tercatat US$67,36 miliar. Untuk mencapai US$225 miliar, pendapatan perlu tumbuh lebih dari tiga kali lipat dalam empat tahun.

Jawaban atas Kekhawatiran Utang dan Belanja AI

Target pendapatan sebenarnya bukan hal baru bagi pasar. Yang membuat saham ORCL melonjak adalah kejelasan soal arus kas dan pendanaan, dua hal yang selama ini menjadi sumber kekhawatiran terbesar investor.

Pada tahun fiskal yang ditutup pada Mei 2026, Oracle menggunakan arus kas bebas (free cash flow) sejumlah US$24 miliar. Manajemen saat ini memproyeksikan arus kas bebas kembali positif pada paruh kedua tahun fiskal 2028, lalu mencapai US$30 miliar atau lebih pada tahun fiskal 2029.

Belanja modal (Capital Expenditure/CAPEX) diperkirakan memuncak pada tahun fiskal 2027 dan 2028, kemudian mulai turun pada tahun fiskal 2029. Oracle juga membatasi penggalangan dana baru di pasar modal maksimal US$20 miliar hingga Mei 2030, terdiri dari US$10 miliar saham dan US$10 miliar utang, di luar pembiayaan ulang utang lama.

Selain itu, rasio utang bersih terhadap EBITDA disesuaikan ditargetkan lebih rendah dari 3,5 kali pada tahun fiskal 2029. Target ini penting karena utang jangka panjang Oracle terbilang US$117 miliar dengan peringkat BBB-, satu tingkat di atas kategori spekulatif.

Sebelum investor day, Jurrien Timmer, direktur makro global Fidelity, sempat menyoroti naiknya biaya asuransi gagal bayar atas utang Oracle dan CoreWeave. Menurutnya, pasar obligasi sedang menjalankan fungsi disiplin, dan alokasi modal yang lebih hati-hati dapat mencegah ‘gelembung pecah’ di kemudian hari.

Efek ke Saham Infrastruktur AI Lain

Reli Oracle merembet ke saham pemasok dan operator pusat data. Vertiv (VRT), produsen sistem daya dan pendingin, melonjak 16%. Micron (MU) melesat 6%, sementara CoreWeave (CRWV) dan Nebius (NBIS) masing-masing menguat 7%.

Sebaliknya, saham AI berkapitalisasi terbesar justru tidak ikut euforia. Nvidia (NVDA) dan Meta (META) masing-masing turun 1%, sedang Microsoft (MSFT) ditutup flat dan/atau stagnan. Pola ini menunjukkan pasar lebih menghargai kejelasan pendanaan dibanding sekadar cerita pertumbuhan AI.

Level Harga Saham ORCL yang Dipantau Trader

Setelah reli, saham ORCL dibuka melemah tipis di sesi pre-market Kamis (29/10/2026), di rentang terbatas US$141,96 atau turun 1,65%. Kondisi ini wajar setelah kenaikan tajam dalam satu hari perdagangan.

Secara teknikal, area level US$148–US$150 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus dengan volume yang signifikan. Di rentang harga US$141–US$143 dijadikan support awal, diikuti rata-rata pergerakan 20 hari (MA20) di level US$135.

Agenda berikutnya yang perlu dicatat adalah laporan keuangan kuartal II tahun fiskal 2027 yang dijadwalkan sekitar pertengahan Desember 2026. Laporan ini menjadi ujian pertama apakah jalur belanja modal dan pendanaan Oracle berjalan sesuai rencana perusahaan.

Contoh:

Seorang trader membeli 20 lembar saham ORCL di US$144,54 dan memasang stop loss di bawah MA20, yaitu US$134.

Potensi kerugian maksimal = 20 x (US$144,54 − US$134) = US$210,80 sebelum biaya.

Artinya, trader sudah mengetahui batas risikonya sejak awal, meskipun harga saham AS dapat melompat melewati level stop loss saat ada berita besar di luar jam reguler.

Apa Artinya bagi Saham ORCL?

Target jangka panjang memberi gambaran arah bisnis, tetapi tidak menjamin realisasinya. Pandangan pasar dan investor terhadap saham ORCL saat ini cenderung terbelah:

  • Sisi optimis: Oracle saat ini punya peta jalan yang jelas soal arus kas bebas, batas pendanaan baru, dan penurunan belanja modal mulai tahun fiskal 2029, sehingga kekhawatiran soal utang mulai mereda.
  • Sisi hati-hati: pertumbuhan pendapatan di atas 35% per tahun membutuhkan permintaan cloud AI yang terus kuat, sementara belanja modal yang besar tetap menekan arus kas hingga 2028.

Pelajarannya, reli satu hari belum cukup untuk memastikan arah tren selanjutnya. Saham ORCL masih perlu membuktikan diri lewat realisasi kinerja kuartalan, atau dari sisi fundamentalnya.

Hal yang Perlu Dipantau

Berikut beberapa faktor yang dapat memengaruhi arah saham ORCL ke depan:

  • Laporan keuangan kuartal II tahun fiskal 2027: dijadwalkan sekitar pertengahan Desember 2026, menjadi ujian pertama atas jalur belanja modal yang baru dipaparkan.
  • Realisasi pendanaan: apakah penggalangan dana tetap di bawah batas US$20 miliar.
  • Peringkat utang: posisi BBB- membuat biaya pendanaan sensitif terhadap perubahan peringkat.
  • Arah suku bunga AS: suku bunga yang lebih tinggi menambah beban bunga bagi perusahaan dengan utang besar.

Pantau Saham AS Potensial di Ajaib

Target jangka panjang dan reaksi pasar sering menjadi dua sinyal yang perlu dibaca bersamaan. Ajaib adalah platform bagi trader aktif yang ingin memanfaatkan peluang di pasar saham global, dengan akses ke saham Oracle (ORCL) dan lebih dari 600 saham AS lainnya, termasuk di sesi pre-market dan post-market.

Pantau pergerakan saham ORCL dan mulai trading saham AS di Ajaib sesuai strategi dan profil risikomu.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Sumber: Finance Yahoo

Profil Penulis

Pamela
Pamela

Writer

Pamela Anisa adalah Writer di Ajaib yang menghasilkan berbagai konten edukasi mengenai investasi, pasar modal, dan keuangan. Ia berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan mudah dipahami untuk membantu pembaca memahami dunia investasi.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!