Saham AS

Wall Street Hari Ini: Nasdaq Turun 1,38%, Investor Soroti Belanja AI Amazon

Miftahul Khaer•October 30, 2026

Key Takeaways

  • Wall Street ditutup melemah pada Kamis (29/10/2026), dengan Nasdaq turun 1,38%, S&P 500 terkoreksi 0,30%, dan Dow Jones melemah 0,25% akibat tekanan saham teknologi.
  • Saham Amazon (AMZN) mencatat pendapatan US$201,9 miliar pada Q3 2026, naik 12% secara tahunan, sementara AWS tumbuh 39,3% menjadi US$46 miliar.
  • Amazon memperkirakan CapEx 2026 mencapai sekitar US$220 miliar dan berpotensi meningkat signifikan pada 2027 untuk mendukung ekspansi infrastruktur AI dan cloud.
  • Investor mencermati laporan keuangan Exxon Mobil (XOM) dan Chevron (CVX), perkembangan akuisisi MarineMax oleh afiliasi Blackstone, serta penentuan kapitalisasi pasar Russell U.S. Indexes.
  • BlackRock (BLK), SLB (SLB), dan Apple (AAPL) menjadi saham yang dapat dipantau trader, dengan potensi kenaikan masing-masing 5,91%, 6,53%, dan 5,12% berdasarkan skenario trading yang tersedia.

Wall Street Melemah, Nasdaq Terkoreksi 1,38% Akibat Tekanan Saham Teknologi

Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup di zona merah pada perdagangan Kamis (29/10/2026). Nasdaq Composite mencatat penurunan terbesar sebesar 1,38%, sedangkan S&P 500 terkoreksi 0,30% dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,25%.

Tekanan terhadap pasar terutama berasal dari saham teknologi, khususnya Alphabet. Investor mulai mencermati besarnya kebutuhan belanja modal untuk pengembangan AI dan mempertanyakan apakah investasi infrastruktur tersebut dapat menghasilkan keuntungan yang sepadan.

Kekhawatiran terhadap besarnya CapEx AI menjadi salah satu faktor yang membebani sentimen pasar. Hal ini membuat saham teknologi berada dalam tekanan dan mendorong Nasdaq mencatat koreksi lebih dalam dibandingkan indeks utama lainnya.

Pada perdagangan Jumat (30/10/2026), terdapat sejumlah agenda yang perlu diperhatikan trader. Exxon Mobil (XOM) dan Chevron (CVX) dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal III 2026. Kinerja kedua perusahaan energi tersebut diperkirakan didukung oleh kenaikan harga minyak mentah dan kondisi bisnis penyulingan yang kuat.

Selain itu, periode tunggu antimonopoli terkait akuisisi MarineMax (HZO) oleh perusahaan afiliasi Blackstone (BX) akan berakhir. Jumat juga menjadi tanggal penentuan kapitalisasi pasar dalam proses penyusunan ulang Russell U.S. Indexes edisi Desember, yang akan menentukan kelompok konstituen indeks terbaru.

Top Gainers dan Top Losers Saham AS

Pergerakan saham individual di pasar AS menunjukkan perbedaan kinerja yang cukup besar pada perdagangan 29 Oktober 2026. Chipotle Mexican Grill (CMG) memimpin daftar saham dengan kenaikan tertinggi, sedangkan ServiceNow (NOW) mencatat penurunan paling dalam di antara saham yang masuk daftar top losers.

Top Gainer

StockReturn
$CMG+8.88%
$LLY+6.63%
$DASH+5.61%
$KLAC+5.45%

Top Loser

StockReturn
$NOW-26.95%
$FTNT-20.90%
$GOOGL-12.64%
$CAT-9.25%

Amazon Perkuat Bisnis AWS, Pendapatan Q3 2026 Tumbuh 12%

Amazon (AMZN) menegaskan ambisinya dalam bisnis AI dan cloud setelah membukukan pendapatan kuartal III 2026 sebesar US$201,9 miliar, meningkat 12% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kinerja operasional perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan kuat. Operating income Amazon melonjak 61% menjadi US$28,1 miliar, dengan margin operasional mencapai 13,9%, tertinggi sepanjang sejarah perusahaan.

Amazon Web Services (AWS) menjadi salah satu motor pertumbuhan utama. Pada kuartal III 2026, AWS mencatatkan pendapatan US$46 miliar, meningkat 39,3% secara tahunan. Pertumbuhan bisnis tersebut juga mengalami akselerasi selama enam kuartal berturut-turut, sementara nilai backlog mencapai US$578 miliar.

CEO Amazon Andy Jassy memperkirakan AWS dapat tumbuh lebih dari 40% pada 2027 dan 2028. Perusahaan juga menargetkan AWS menjadi bisnis dengan pendapatan US$1 triliun dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.

Namun, ekspansi tersebut membutuhkan investasi infrastruktur yang sangat besar. Amazon memperkirakan belanja modal atau CapEx sepanjang 2026 mencapai sekitar US$220 miliar dan berpotensi meningkat signifikan pada 2027.

Untuk kuartal IV 2026, Amazon memproyeksikan pendapatan berada di kisaran US$240 miliar hingga US$247 miliar. Sementara itu, operating income diperkirakan mencapai US$28,5 miliar hingga US$33,5 miliar.

Besarnya kebutuhan investasi tersebut menjadi perhatian investor. Meskipun AWS mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat, pasar tetap perlu mencermati apakah akselerasi bisnis cloud dan monetisasi AI mampu menghasilkan tingkat pengembalian yang sepadan dengan peningkatan belanja modal serta biaya infrastruktur.

Rekomendasi Saham AS Hari Ini: BLK, SLB, dan AAPL

Di tengah tekanan Wall Street dan meningkatnya perhatian terhadap belanja modal AI, trader dapat mencermati sejumlah saham AS berdasarkan skenario trading yang tersedia. BlackRock (BLK), SLB Limited (SLB), dan Apple (AAPL) memiliki level beli, target harga, serta batas risiko yang dapat digunakan sebagai acuan dalam menyusun strategi transaksi.

SahamBuyTarget PriceStop LossUpside
BLKUS$1.144,10US$1.211,69US$1.104,17+5,91%
SLBUS$53,03US$56,49US$51,36+6,53%
AAPLUS$347,46US$365,26US$338,31+5,12%

1. BlackRock (BLK)

BlackRock (BLK) memiliki skenario trading pada grafik harian (1D) dengan strategi buy on breakout atau trend continuation. Strategi ini memanfaatkan momentum penguatan harga untuk menguji kembali area resistance atas di level US$1.211,69.

Level beli BLK ditetapkan pada US$1.144,10, dengan target harga US$1.211,69 dan stop loss US$1.104,17. Skenario tersebut menawarkan potensi keuntungan sebesar 5,91%, dengan risiko penurunan sekitar 3,49%.

Adapun rasio risk/reward BlackRock tercatat sebesar 1,69. Level tersebut dapat menjadi acuan bagi trader yang ingin memanfaatkan momentum penguatan harga saham BLK dengan tetap memperhatikan batas risiko.

2. SLB Limited (SLB)

SLB Limited (SLB) menggunakan strategi buy on dip atau swing long pada grafik harian (1D). Skenario ini mengandalkan potensi pemulihan harga dari area support konsolidasi lokal untuk menguji kembali area resistance di atasnya.

Level beli SLB ditetapkan pada US$53,03, dengan target harga US$56,49 dan stop loss US$51,36. Berdasarkan skenario tersebut, saham ini memiliki potensi kenaikan sebesar 6,53%, dengan risiko penurunan sekitar 3,15%.

Rasio risk/reward SLB berada di level 2,07. Perbandingan tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan trader dalam menentukan strategi transaksi dan mengelola risiko.

3. Apple Inc. (AAPL)

Apple Inc. (AAPL) memiliki skenario trading dengan strategi buy on breakout atau trend continuation pada grafik harian (1D). Strategi ini mengandalkan momentum penguatan dalam tren naik utama untuk menguji level resistance berikutnya.

Level beli AAPL ditetapkan pada US$347,46, dengan target harga US$365,26 dan stop loss US$338,31. Skenario tersebut menawarkan potensi kenaikan sebesar 5,12%, dengan risiko penurunan sekitar 2,63%.

Rasio risk/reward AAPL tercatat sebesar 1,95. Trader dapat mencermati level beli, target harga, dan stop loss tersebut sebagai acuan untuk memantau pergerakan saham Apple.

Pantau Perkembangan Wall Street dan Rekomendasi Saham AS di Ajaib

Pelemahan Wall Street pada perdagangan Kamis (29/10/2026) menunjukkan meningkatnya perhatian investor terhadap besarnya belanja modal AI, terutama setelah tekanan terhadap saham Alphabet. Di sisi lain, pertumbuhan AWS dan proyeksi ekspansi Amazon memberikan gambaran mengenai besarnya peluang sekaligus kebutuhan investasi dalam industri cloud dan AI.

Pantau pergerakan saham AS dan temukan peluang trading melalui Ajaib. Download aplikasi Ajaib sekarang untuk mengakses saham AS dan ETF Amerika Serikat, serta mengikuti perkembangan pasar dengan strategi transaksi yang mempertimbangkan target keuntungan dan batas risiko.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.

Profil Penulis

Miftahul Khaer
Miftahul Khaer

Financial Expert Ajaib

Miftahul Khaer merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman bertahun-tahun dalam mengikuti perkembangan pasar saham Amerika Serikat. Ia menyajikan analisis dan edukasi mengenai saham AS, kondisi ekonomi global, serta strategi investasi yang membantu investor memahami peluang di pasar internasional.

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!