Laporan Keuangan GOOG: Saham Turun 10%, Ini Pandangan Analis
Pamela•October 30, 2026

Key Takeaways:
- Alphabet (GOOG) membukukan pendapatan US$127,6 miliar pada kuartal III 2026, naik 25%, dengan Google Cloud melonjak 103% menjadi US$30,7 miliar.
- Saham GOOG turun sekitar 10% di sesi pre-market Kamis (29/10/2026) karena EPS US$2,12 di bawah estimasi, pertumbuhan pendapatan search melambat, dan arus kas bebas negatif US$9,1 miliar.
- Sebagian besar analis tetap mempertahankan rating positif, meski banyak yang memangkas target harga ke kisaran US$325-US$405.
Laporan Keuangan GOOG: Google Cloud Melonjak, Saham Justru Tertekan
Alphabet Inc. (Nasdaq: GOOG), induk usaha Google, merilis laporan keuangan kuartal III 2026 setelah pasar tutup pada Rabu (28/10/2026). Bisnis cloud tumbuh lebih dari dua kali lipat, tetapi pasar lebih fokus pada belanja modal yang membengkak dan perlambatan bisnis inti di mesin pencari.
Akibatnya, saham GOOG yang ditutup naik 1,6% ke US$321,89 pada sesi reguler berbalik turun tajam di luar jam perdagangan. Bagi trader yang memantau trading saham Amerika di Ajaib, reaksi ini menjadi contoh bagaimana satu laporan keuangan dapat mengubah arah saham berkapitalisasi hampir US$4 triliun dalam semalam.
Ringkasan Laporan Keuangan GOOG Kuartal III 2026
Pendapatan Alphabet mencapai US$127,6 miliar, tumbuh 25% secara tahunan, sedikit di bawah estimasi sekitar US$127,9 miliar. Laba operasional naik 30% menjadi US$40,6 miliar, dengan margin operasional 31,8%. Berikut rincian per segmen:
| Segmen/Indikator | Kuartal III 2026 | Pertumbuhan Tahunan |
| Total pendapatan | US$127,6 miliar | Naik 25% |
| Google Search & lainnya | US$63,4 miliar | Naik 12% (kuartal II: 17%) |
| Iklan YouTube | US$11,2 miliar | Naik 9% (kuartal II: 13%) |
| Langganan, platform, dan perangkat | US$14,3 miliar | Naik 11% |
| Google Cloud | US$30,7 miliar | Naik 103% |
| Laba operasional Google Cloud | US$11,1 miliar | Dari US$3,6 miliar |
| EPS terdilusi | US$2,12 | Estimasi US$3,01 |
EPS turun dari US$2,87 pada kuartal III 2025, terutama karena kerugian investasi ekuitas sebesar US$8,7 miliar yang mengurangi EPS sekitar US$0,55. Tanpa pos tersebut, EPS berada di kisaran US$2,67, masih di bawah estimasi.
CEO Alphabet, Sundar Pichai, menyebut aplikasi Gemini telah menembus 1 miliar pengguna. Nilai backlog Google Cloud juga mencapai US$561 miliar, menandakan kontrak yang sudah diteken namun belum diakui sebagai pendapatan.
Belanja Modal dan Arus Kas Jadi Sorotan
Belanja modal Alphabet pada kuartal III mencapai rekor US$51,4 miliar, lebih dari dua kali lipat dibanding US$24 miliar setahun sebelumnya. Akibatnya, arus kas bebas (free cash flow) tercatat negatif US$9,1 miliar, setelah negatif US$5,9 miliar pada kuartal II.
Alphabet mempertahankan proyeksi belanja modal 2026 di kisaran US$195–US$205 miliar, tetapi kembali menegaskan angkanya akan naik signifikan pada 2027. Untuk menutup kebutuhan dana, perusahaan menerbitkan saham baru sekitar US$12,4 miliar dan tidak melakukan buyback pada kuartal ini.
Di sisi lain, pertumbuhan pendapatan search melambat sebagian karena monetisasi yang lebih rendah di fitur AI Mode. Kombinasi inilah yang membuat saham GOOG turun sekitar 10% di sesi pre-market Kamis ke kisaran US$290.
Pandangan Para Analis Usai Rilis Laporan Keuangan
Meski harga saham tertekan, mayoritas analis Wall Street tetap memberi rating positif. Namun, sebagian besar ikut menurunkan target harga. Berikut ringkasannya:
| Institusi | Rating | Target Harga | Catatan Utama |
| Morgan Stanley | Overweight | US$375 (dari US$400) | Valuasi tidak mahal, sekitar 16 kali proyeksi EPS 2028 |
| Bank of America | Buy | US$380 | Posisi AI dan permintaan TPU dari pihak eksternal menguat |
| JPMorgan | Overweight | US$375 | Tekanan search dinilai bisa diatasi, bukan permanen |
| Susquehanna | Positive | US$400 | Hasil campuran, cloud kuat tetapi iklan sedikit di bawah |
| Barclays | Overweight | US$405 (dari US$425) | Tetap optimistis meski target dipangkas |
| Bernstein | Market Perform | US$325 (dari US$385) | Pendapatan search di bawah ekspektasi |
Pandangan Optimistis
Analis Morgan Stanley, Brian Nowak, menilai valuasi Alphabet tidak mahal. Menurutnya, kelipatan valuasi ke depan akan ditentukan oleh inovasi search, layanan berbasis agen AI generasi baru, dan kemampuan menjaga pertumbuhan pendapatan selama masa transisi.
Doug Anmuth dari JPMorgan memperkirakan Google Cloud akan menjadi bagian yang makin penting dan mendorong pertumbuhan pendapatan Alphabet sekitar 30% pada 2027 dan 2028. Sementara itu, Justin Post dari Bank of America menyoroti Waymo dan komputasi kuantum sebagai peluang jangka panjang yang belum banyak tercermin dalam valuasi.
Pandangan Hati-Hati
Bernstein mempertahankan rating Market Perform dan memangkas target harga ke US$325, karena pendapatan search melambat baik secara kuartalan maupun tahunan. Citizens bahkan menurunkan rating Alphabet menjadi Market Perform dengan alasan serupa.
Anmuth dari JPMorgan juga mengingatkan bahwa reaksi tajam pasar menunjukkan sempitnya ruang kesalahan bagi perusahaan yang membelanjakan ratusan miliar dolar untuk infrastruktur AI, terlebih ketika arus kas bebasnya berbalik negatif.
Apa Artinya bagi Saham GOOG?
Rata-rata target harga dari enam institusi di atas berada di kisaran US$377. Jika dibandingkan harga pre-market sekitar US$290, selisihnya cukup lebar. Namun, target harga analis merupakan proyeksi 12 bulan dan dapat direvisi kapan saja.
Artinya, pandangan analis sebaiknya diposisikan sebagai salah satu bahan pertimbangan, bukan sinyal beli. Trader tetap perlu memperhatikan reaksi harga di sesi reguler, level support terdekat, serta perkembangan belanja modal pada laporan berikutnya.
Hal yang Perlu Dipantau
Laporan keuangan GOOG kali ini menunjukkan dua sisi yang berlawanan, yaitu bisnis cloud yang tumbuh sangat cepat dan bisnis inti yang mulai melambat di tengah belanja AI yang membesar. Berikut beberapa faktor yang perlu dicermati ke depan:
- Monetisasi AI Mode: apakah pendapatan search kembali tumbuh seiring makin banyaknya pengguna fitur AI.
- Belanja modal 2027: besaran kenaikan yang akan diumumkan dan dampaknya terhadap arus kas bebas.
- Pertumbuhan Google Cloud: seberapa cepat backlog US$561 miliar dikonversi menjadi pendapatan.
- Revisi target harga analis: arah revisi lanjutan setelah reaksi pasar mereda.
Pantau Saham AS Potensial di Ajaib
Laporan keuangan dan pandangan analis sering menjadi dua sinyal yang perlu dibaca bersamaan. Ajaib adalah platform bagi trader aktif yang ingin bertransaksi di saham teknologi global, dengan akses ke saham Alphabet (GOOG) dan lebih dari 600 saham AS lainnya, termasuk di sesi pre-market dan post-market saat reaksi pertama terhadap earnings terjadi.
Pantau pergerakan saham GOOG dan mulai trading saham AS di Ajaib sesuai strategi dan profil risikomu.
Disclaimer: Transaksi US Stocks mengandung risiko dan berpotensi menyebabkan kerugian. Kinerja suatu produk investasi saat ini atau di masa lalu tidak mencerminkan kinerja di masa datang. Informasi yang terkandung dalam tulisan/artikel ini merupakan opini yang disiapkan melalui proses riset pasar dan analisis internal perusahaan. Anda tetap berkewajiban untuk menganalisis setiap produk investasi untuk memastikan setiap keputusan investasi dan keputusan untuk menjual dan/atau membeli produk investasi adalah berdasarkan pertimbangan dan keputusan anda sendiri. Tulisan/artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala bentuk kerugian maupun keuntungan yang timbul dari pengambilan keputusan transaksi.
Sumber: Seekingalpha
Profil Penulis

Writer
Pamela Anisa adalah Writer di Ajaib yang menghasilkan berbagai konten edukasi mengenai investasi, pasar modal, dan keuangan. Ia berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan mudah dipahami untuk membantu pembaca memahami dunia investasi.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!