Dash adalah blockchain dan mata uang kripto sumber terbuka yang berfokus untuk menawarkan jaringan pembayaran global yang cepat dan murah yang bersifat terdesentralisasi. Menurut laporan resmi proyek ini, Dash berusaha memperbaiki Bitcoin (BTC) dengan memberikan privasi yang lebih kuat dan transaksi yang lebih cepat.
Dash, yang namanya berasal dari “uang digital”, diluncurkan pada Januari 2014 sebagai fork dari Litecoin (LTC). Sejak diluncurkan, Dash telah berkembang dengan menyertakan fitur-fitur seperti jaringan dua tingkat dengan node berinsentif, termasuk “masternode”, dan tata kelola proyek yang terdesentralisasi; InstantSend, yang memungkinkan pembayaran diselesaikan secara instan; ChainLocks, yang membuat blockchain Dash tidak dapat diubah secara instan; dan PrivateSend, yang menawarkan privasi opsional tambahan untuk transaksi.
Harga $DASH Naik 15%, Apa yang Menyebabkan Reli?
Pada perdagangan 21 Mei 2026, token $DASH catatkan kenaikan 12,04% dalam 24 jam terakhir, bahkan kemarin sempat menyentuh 15,75% di level 48,77 USD. Breakout harga ini menarik perhatian trader yang dihadapi dengan momentum spekulatif di beragam altcoin. Lalu, apakah reli ini akan berkembang menjadi tren baru atau sebaliknya?
Salah satu penyebab utama bullish adalah proyek $DASH yang lakukan ekspansi terbaru ke kawasan Asia Tenggara. Hal ini didukung oleh aktivitas spekulatif serta volume perdagangan yang mempercepat momentum bullish. Lewat event Southeast Asia Blockchain Week, $DASH akan berpartisipasi dalam panel diskusi, networking session, hingga bergabung dengan aktivitas komunitas.
Dengan begitu, $DASH akan memperkuat visibilitasnya sebagai kripto berbasis payment-focused ecosystem melalui DashPay. Tujuannya adalah meningkatkan visibilitas ekosistem, memperkuat likuiditas, meningkatkan relevansinya di sektor pembayaran digital. Sementara itu, $DASH menargetkan resistance besar di level 50 USD, tepatnya 52 USD hingga 55 USD.
Jika $DASH berhasil tembus level 55 dengan volume kuat, maka peluang reli pemulihan terbuka dengan luas dan kenaikan harga yang lebih tinggi. Namun jika gagal, potensi pullback secara jangka pendek menuju level 40 USD sebagai zona support.
Disclaimer on!
“What's on The Market” 🇺🇸
Pasar saham AS pada pre-market diperdagangkan menguat pada hari ini (07/08), dimana index S&P 500 (+0.50%), DJIA (+0.28%), dan NASDAQ (+0.53%). Indeks S&P 500 diproyeksikan diperdagangkan pada range 6,300-6,500. Saham yang mencatatkan kenaikan terbesar pada pre-market adalah $DASH (+8.90%), $APA (+4.26%), $MU (+3.88%), $AAPL (+2.93%), dan $ASML (+2.16%).
Pasar Asia ditutup menguat pada perdagangan hari ini (07/08) dengan posisi terakhir Nikkei 225 (+0.65), HSI (+0.69%), KOSPI (+0.92%), SSE Composite (-0.18%), dan ASX Australia (-0.14%). Selain itu di pasar Eropa dibuka menguat dimana indeks FTSE 100 (-0.33%), DAX (+0.73%), CAC (+0.69%) dan AEX Amsterdam (+0.49%).
Donald Trump menyatakan akan mengenakan tarif 100 % untuk chip impor dan menambahkan tarif tambahan sebesar 25 % terhadap berbagai barang dari India, sementara tarif 50 % terhadap produk dari Brasil telah mulai berlaku. Presiden Brasil Lula mengajak kerjasama India dan China atas kebijakan ini, Presiden Brasil mengatakan dia tak akan buang waktu dan merendahkan diri dengan mengajak Trump kerjasama. Sementara itu, Rusia menghadapi tenggat sanksi tambahan pada hari Jumat. Dari kebijakan ini, Trump jelas menambah tensi AS dengan negara BRICS dimana seluruh negara BRICS mendapatkan tarif diatas 50% terbesar di dunia.
Alvin Timothy Murthi | Financial Expert Ajaib