IHSG Ditutup Melemah 1,88% Usai AS Kenakan Tarif 10%, Asing Kabur Rp1,25 T
Ratih Mustikoningsih•July 24, 2026

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (24/7), turun 118,88 poin atau 1,88% ke level 6.196. Meski begitu, jika dilihat dalam basis mingguan, IHSG masih mencatatkan penguatan tipis 0,34%. Koreksi tajam hari ini dipicu oleh sentimen negatif dari kebijakan tarif dagang terbaru Amerika Serikat yang berpotensi memperlebar defisit neraca dagang Indonesia.
Sepanjang sesi perdagangan, IHSG bergerak di rentang 6.159 (level terendah) hingga 6.268 (level tertinggi), menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi akibat aksi jual yang masif menjelang penutupan.
Statistik Pasar: Volume Transaksi Tinggi, Mayoritas Saham Melemah
Tekanan jual hari ini tergambar jelas dari data statistik pasar:
- Nilai Transaksi: Rp17,7 triliun
- Volume Transaksi: 379 juta lot
- Frekuensi Transaksi: 2,26 juta kali
Dari total instrumen ekuitas dan derivatif yang diperdagangkan, tercatat 153 saham menguat, 944 saham melemah, dan 240 saham stagnan. Dominasi saham merah ini mengonfirmasi bahwa pelemahan IHSG terjadi secara broad-based, bukan hanya disebabkan oleh segelintir saham berkapitalisasi besar.
Dari sisi sektoral, dua sektor mencatatkan koreksi terdalam:
- Sektor Non-Primer: -3,04%
- Sektor Material Dasar: -3,02%
Sentimen Tarif AS Jadi Biang Kerok Pelemahan Hari Ini
Pasar merespons negatif kebijakan Pemerintah AS yang pada Kamis (23/7) kembali menerapkan bea masuk sebesar 10%-12,5% atas produk impor dari 60 negara mitra dagang, termasuk Indonesia yang dikenakan tarif 10%.
Bagi trader, ini adalah sentimen yang perlu dicermati lebih lanjut karena berpotensi berdampak pada dua hal:
- Pelebaran defisit neraca dagang: Neraca dagang Indonesia pada Mei 2026 tercatat defisit USD 1,61 miliar, defisit pertama sejak Mei 2020.
- Tekanan pada emiten berorientasi ekspor: Sepanjang 2025, ekspor RI ke AS menempati posisi kedua terbesar dengan nilai USD 30,9 miliar (+16,6% yoy), sehingga kebijakan tarif ini berisiko menekan kinerja emiten-emiten yang memiliki eksposur ekspor signifikan ke pasar AS.
Pelemahan IHSG hari ini juga senada dengan pergerakan bursa regional yang kompak tertekan. Indeks Nikkei 225 anjlok 2,79%, sementara KOSPI Korea Selatan terjun lebih dalam hingga 5,72%, mengindikasikan bahwa sentimen tarif dagang AS ini berdampak luas ke kawasan Asia, bukan hanya Indonesia.
Investor Asing Lanjutkan Aksi Jual
Di tengah tekanan sentimen global, investor asing tercatat melakukan outflow sebesar Rp1,25 triliun di pasar reguler pada hari ini. Secara year-to-date (YtD), akumulasi outflow asing telah mencapai Rp93,5 triliun: angka yang cukup signifikan dan menjadi salah satu indikator kewaspadaan bagi trader dalam membaca arah pasar ke depan.
Top Gainer dan Loser LQ45: Volatilitas Tinggi di Saham Big Cap
Di tengah pelemahan indeks secara keseluruhan, pergerakan saham-saham penghuni LQ45 menunjukkan divergensi yang tajam.
Top 5 Gainer LQ45:
Top 5 Loser LQ45:
Menariknya, saham-saham komoditas dan energi seperti CUAN, BUMI, DEWA, dan ADMR mendominasi daftar pelemah terbesar, mengindikasikan tekanan jual yang cukup besar di sektor tersebut.
Sementara itu, BMRI sebagai salah satu bank besar turut mengalami koreksi tajam, yang bisa jadi mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap dampak lanjutan tarif dagang pada sektor perbankan dan kredit korporasi.
Apa yang Perlu Diperhatikan Trader Selanjutnya?
Bagi trader, beberapa hal berikut layak menjadi perhatian dalam beberapa hari ke depan:
- Perkembangan lanjutan kebijakan tarif AS dan kemungkinan respons balasan dari pemerintah Indonesia maupun negara mitra dagang lain.
- Rilis data neraca dagang berikutnya, untuk melihat apakah tren defisit akan berlanjut.
- Pergerakan arus dana asing, mengingat outflow yang masih berlangsung bisa menjadi indikator sentimen pasar jangka pendek.
- Level support IHSG di kisaran 6.159, yang menjadi level terendah hari ini dan berpotensi diuji kembali jika tekanan jual berlanjut.
Pantau Pergerakan Pasar Lebih Dekat Bersama Ajaib
Kondisi pasar yang dinamis seperti ini menuntut trader untuk selalu update dengan data dan analisis terkini. Jangan sampai ketinggalan momentum penting di tengah volatilitas pasar!
Download aplikasi Ajaib sekarang dan pantau pergerakan IHSG, saham-saham LQ45, hingga sektor pilihanmu secara real-time, kapan saja dan di mana saja.
News diolah dari berbagai sumber: BPS, CNBC, Ajaib Research
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!