Ajaib
Menu

Berita

BUMI Jadi Saham Paling Ramai Diperdagangkan Kemarin, Apa yang Bisa Dicermati Trader?

SalsabillaJuly 24, 2026

Key Takeaways

  • BUMI menjadi saham dengan volume perdagangan terbesar di BEI pada 23 Juli 2026 dengan transaksi mencapai 12,1 miliar saham, disertai net foreign buy Rp55,5 miliar.
  • Optimisme pasar didorong ekspektasi kinerja kuartal II 2026, didukung bisnis batu bara yang solid serta kemajuan diversifikasi ke mineral strategis yang mulai memasuki tahap operasional.
  • Selain momentum jangka pendek, pasar juga mulai mencermati potensi transformasi BUMI menjadi perusahaan pertambangan multikomoditas, yang berpeluang memperluas sumber pertumbuhan jangka panjang.

BUMI Jadi Saham Paling Ramai Diperdagangkan Kemarin

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham dengan volume perdagangan terbesar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 23 Juli 2026. Dalam satu hari perdagangan, sebanyak 12,1 miliar saham berpindah tangan dengan nilai transaksi sekitar Rp2,2 triliun, sementara harga saham BUMI ditutup menguat hampir 9% ke level Rp183. Sepanjang sesi perdagangan, saham ini juga bergerak konsisten di zona hijau, mencerminkan tingginya minat pasar terhadap emiten batu bara tersebut.

Aktivitas perdagangan yang tinggi tersebut juga diikuti masuknya dana investor asing. Pada hari yang sama, BUMI mencatatkan net foreign buy sebesar Rp55,5 miliar, yang menunjukkan adanya peningkatan minat dari pelaku pasar terhadap prospek perseroan. Kombinasi volume transaksi yang besar, penguatan harga, dan arus dana asing menjadi salah satu alasan BUMI berhasil menjadi saham paling aktif diperdagangkan pada perdagangan kemarin.

Apa yang Mendorong Penguatan Saham BUMI?

Salah satu faktor yang dinilai mendorong kenaikan saham BUMI adalah ekspektasi positif menjelang rilis laporan keuangan kuartal II 2026. Pasar masih melihat bisnis batu bara sebagai penopang utama kinerja perseroan, tetapi perhatian kini juga mulai bergeser pada strategi diversifikasi perusahaan ke sektor mineral strategis. Berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika diversifikasi masih sebatas rencana, proyek-proyek tersebut kini mulai memasuki tahap operasional sehingga dinilai memiliki peluang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan perseroan.

Optimisme tersebut juga didukung oleh kinerja operasional yang solid pada kuartal I 2026. Pendapatan BUMI tercatat mencapai USD417,7 juta, meningkat sekitar 20% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Di sisi profitabilitas, laba kotor naik 62% menjadi USD82,8 juta, sedangkan laba usaha meningkat 76% menjadi USD49,1 juta. Sementara itu, laba periode berjalan tumbuh 37% menjadi USD41,1 juta, dan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik 35% menjadi USD24,1 juta, menunjukkan perbaikan kinerja yang tidak hanya berasal dari sisi pendapatan, tetapi juga efisiensi operasional.

Transformasi ke Bisnis Multikomoditas Mulai Diperhitungkan Pasar

Dalam beberapa waktu terakhir, reli harga saham BUMI juga mulai dikaitkan dengan perkembangan aset non-batu bara yang memasuki tahap produksi. Melalui Wolfram Limited di Australia, perseroan mengembangkan tambang Mt. Carlton yang memproduksi emas, perak, dan tembaga. Operasi tambang terbuka di area V2 telah menjadi sumber produksi utama sejak April 2026, sementara penambangan bawah tanah di area A39 juga telah dimulai untuk mengakses cadangan bijih berkadar lebih tinggi.

Seluruh konsentrat yang dihasilkan dari proyek tersebut akan dipasarkan kepada Glencore melalui perjanjian offtake selama tujuh tahun. Kontrak ini memberikan kepastian pembeli sekaligus meningkatkan visibilitas komersial proyek dalam jangka menengah. Ke depan, strategi diversifikasi tersebut diarahkan untuk membentuk komposisi EBITDA yang lebih seimbang antara bisnis batu bara dan non-batu bara pada 2031. Apabila implementasinya berjalan sesuai rencana, pasar menilai BUMI berpotensi memperoleh sumber pertumbuhan yang lebih beragam sehingga valuasi perseroan tidak lagi semata-mata bergantung pada siklus harga batu bara.

Hal yang Perlu Dicermati Trader Setelah BUMI Ramai Diperdagangkan Kemarin

Ramainya transaksi dan penguatan harga dalam satu hari perdagangan memang menjadi sinyal yang menarik perhatian pasar. Namun, keberlanjutan tren tersebut tetap perlu dikonfirmasi melalui beberapa indikator penting. Salah satunya adalah laporan keuangan kuartal II 2026, yang akan menjadi pembuktian apakah peningkatan volume produksi, efisiensi biaya, dan pertumbuhan laba pada kuartal sebelumnya masih dapat dipertahankan.

Selain itu, pelaku pasar juga akan mencermati apakah arus dana asing (foreign flow) masih berlanjut setelah perdagangan 23 Juli 2026. Jika minat beli dari investor institusi tetap terjaga dan volume transaksi masih berada di atas rata-rata, momentum kenaikan berpotensi berlanjut. Sebaliknya, apabila aktivitas perdagangan mulai menurun disertai aksi ambil untung, pergerakan harga berpeluang menjadi lebih fluktuatif dalam jangka pendek.

Membaca Aktivitas Smart Money Lewat Broker Summary Ajaib Terminal

Volume transaksi yang besar menunjukkan tingginya aktivitas perdagangan, trader dapat memanfaatkan fitur Broker Summary di Ajaib Terminal untuk analisis aktivitas broker pasca-perdagangan dalam periode tertentu. Cermati broker mana yang paling dominan melakukan pembelian maupun penjualan, lengkap dengan nilai transaksi, volume, hingga rata-rata harga transaksi masing-masing broker.

Salah satu indikator yang menarik pada fitur ini adalah status bar yang bergerak dari Big Dist hingga Big Acc. Indikator tersebut memberikan gambaran apakah perdagangan pada suatu saham lebih didominasi oleh akumulasi atau distribusi broker besar. Trader juga dapat mengaktifkan Net Toggle untuk melihat posisi bersih setiap broker setelah transaksi jual dikurangi transaksi beli, sehingga proses mengidentifikasi akumulasi menjadi lebih praktis.

Melalui Broker Summary di Ajaib Terminal, trader dapat memperoleh beberapa informasi penting berikut:

  • Broker pembeli dan penjual terbesar, berdasarkan nilai maupun volume transaksi.
  • Buy Average (B.Avg) untuk mengetahui rata-rata harga akumulasi broker dominan.
  • Sell Average (S.Avg) untuk melihat rata-rata harga distribusi broker utama.
  • Status Big Acc hingga Big Dist sebagai indikator cepat apakah transaksi lebih didominasi akumulasi atau distribusi.
  • Net Toggle, yang menampilkan posisi bersih setiap broker setelah memperhitungkan seluruh transaksi beli dan jual selama periode yang dipilih.

Pantau Pergerakan Smart Money Lebih Mudah di Ajaib Terminal

Pantau Pergerakan Smart Money Lebih Mudah di Ajaib Terminal

Pergerakan harga dan volume perdagangan sering kali menjadi awal munculnya peluang di pasar saham. Namun, memahami siapa yang melakukan akumulasi atau distribusi dapat memberikan perspektif tambahan sebelum mengambil keputusan. Melalui Ajaib Terminal, kamu dapat memanfaatkan fitur Broker Summary, Multi Orderbook, hingga Broker Distribution untuk memantau aktivitas pelaku pasar lebih cepat dan mudah.

Mulai trading saham BUMI dan download aplikasi Ajaib di Play Store & App Store sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Sumber:
[1] https://www.emitennews.com/news/saham-bumi-paling-ramai-ditransaksikan-di-bursa-ada-apa
[2] https://investasi.kontan.co.id/news/mencermati-prospek-bumi-resources-memasuki-musim-rilis-kinerja

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!