IHSG dan Rupiah Melemah di Tengah Kenaikan Harga Minyak dan Tarif AS
Salsabilla•July 24, 2026

Key Takeaways
- IHSG dibuka melemah di kisaran 6.235–6.255, tertekan lonjakan harga minyak dunia ke atas US$100 per barel dan tarif impor baru AS terhadap 60 mitra dagang, termasuk Indonesia.
- Rupiah ikut terdepresiasi ke level Rp17.930/US$ seiring indeks dolar AS (DXY) yang masih bertahan dekat level tertinggi dalam tiga pekan.
- Di tengah tekanan eksternal, ada penopang dari dalam negeri: pertumbuhan kredit dan M2 yang solid, akuisisi besar Danantara Asset Management, serta kinerja tebal Bank Mandiri (BMRI).
Pembukaan Perdagangan: IHSG dan Rupiah Kompak di Zona Merah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Jumat (24/7/2026) di zona merah, tercermin dari data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menunjukkan IHSG dibuka di level 6.266,98 sebelum terus tergelincir. Hingga sekitar pukul 09.00 WIB, indeks berada di 6.235,81, turun 79,50 poin atau 1,26%.
Pelemahan ini juga diikuti oleh mayoritas bursa saham di kawasan Asia. Nikkei anjlok cukup dalam hingga 3%, disusul Hang Seng yang turun 1,31%, dan Shanghai Composite Index yang melemah 0,64%. Kompaknya pelemahan bursa regional mengindikasikan bahwa tekanan yang terjadi bukan sekadar sentimen lokal, melainkan respons pasar Asia secara luas terhadap dinamika global yang sedang berlangsung.
Sentimen di Balik Pelemahan IHSG
Ada dua sentimen global utama yang membebani laju IHSG pagi ini. Sentimen tersebut dapat dirangkum sebagai berikut:
| Sentimen | Detail | Dampak ke Pasar |
|---|---|---|
| Kenaikan harga minyak | Brent tembus US$100/barel, pertama kali dalam dua bulan, akibat serangan kelompok Houthi terhadap kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah | Memicu kekhawatiran inflasi global meningkat kembali |
| Tarif baru AS | Trump resmi kenakan tarif 10%-12,5% ke 60 mitra dagang, termasuk Indonesia (kena 10%) | Menambah ketidakpastian arah perdagangan dan investasi |
| Ketegangan Timur Tengah | Konflik mulai mengancam jalur perdagangan minyak, yakni Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb | Menekan sentimen risiko di pasar saham global |
Di sisi domestik, kabar tidak sepenuhnya negatif. Bank Indonesia mencatat uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 8,7% secara tahunan pada Juni 2026, sementara pertumbuhan kredit meningkat menjadi 12,1%, menandakan likuiditas perekonomian yang masih terjaga di tengah tekanan eksternal.
Rupiah Ikut Tertekan, Dolar AS Masih Perkasa
Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS pada perdagangan Jumat ini. Berdasarkan data Refinitiv, rupiah dibuka terdepresiasi 0,22% ke posisi Rp17.930/US, melanjutkan pelemahan ddari perdagangan sebelumnya yang ditutup melemah 0,80. Adapun beberapa faktor yang menjaga tekanan terhadap rupiah antara lain:
- DXY masih tinggi. Meski terkoreksi tipis 0,06% ke 101,392 pada pukul 09.00 WIB, indeks dolar AS masih berada dekat level tertinggi dalam tiga pekan terakhir, setelah menguat 0,32% pada Kamis (23/7/2026).
- Yield US Treasury naik. Lonjakan harga minyak turut mendorong kenaikan yield US Treasury, membuat aset berdenominasi dolar AS tetap menarik bagi investor global.
- Tarif dagang baru. Kebijakan tarif AS terhadap 60 mitra dagang menambah tekanan inflasi global yang pada akhirnya menjaga ekspektasi suku bunga tinggi lebih lama.
Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat ruang penguatan bagi mata uang negara lain, termasuk rupiah, menjadi lebih terbatas dalam waktu dekat. Namun, dari sisi korporasi domestik, ada kabar positif yang bisa menjadi penyeimbang: PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) membukukan laba bersih Rp30,4 triliun pada semester I-2026, tumbuh 24,4% secara tahunan, ditopang pertumbuhan kredit hampir 20% dan kualitas aset yang tetap terjaga. Selain itu, PT Danantara Asset Management resmi mengakuisisi empat perusahaan manajer investasi BUMN dengan total dana kelolaan lebih dari Rp170 triliun, sebagai bagian dari pembentukan perusahaan manajemen aset terbesar di Indonesia.
Strategi Trader Menghadapi Fluktuasi Pasar Hari Ini
Kondisi pasar yang volatil seperti ini menuntut eksekusi yang lebih presisi, bukan sekadar menebak arah. Berikut beberapa hal yang bisa kamu terapkan:
- Gunakan strategi scalping dengan time frame eksekusi pendek. Saat IHSG melemah seperti sekarang, pergerakan intraday cenderung lebih cepat dan noise-nya tinggi. Untuk eksekusi entry/exit, chart 5–15 menit jadi acuan yang paling umum dipakai untuk membaca posisi support jangka pendek secara presisi. Agar sinyal tidak bias, kombinasikan dengan chart referensi yang lebih besar (30 menit–1 jam) untuk memastikan arah entry kamu tetap searah tren yang lebih luas.
- Perketat manajemen risiko. Volatilitas tinggi membuat pergerakan harga sulit ditebak, jadi gunakan ukuran posisi yang lebih kecil dari biasanya dan pasang stop loss yang disiplin.
- Cermati saham yang sensitif terhadap kurs. Pelemahan rupiah bisa menekan emiten dengan utang dolar AS atau bahan baku impor besar, sementara emiten berorientasi ekspor dan sektor energi berpotensi diuntungkan oleh kenaikan harga minyak.
- Pantau level psikologis IHSG dan rupiah. Perhatikan apakah IHSG mampu bertahan di atas level 6.200 dan apakah rupiah melanjutkan pelemahan di atas Rp17.900-Rp18.000 per dolar AS, karena penembusan level ini berpotensi memicu aksi jual lanjutan.
- Tunggu konfirmasi sebelum masuk posisi besar. Data inflasi dan laporan keuangan emiten besar bisa mengubah arah pasar dengan cepat, sehingga menunggu konfirmasi arah setelah rilis data sering kali lebih aman daripada menebak arah sebelumnya.
Untuk kamu yang lebih berorientasi jangka menengah, momen koreksi seperti ini juga bisa dimanfaatkan untuk menyusun watchlist saham dengan fundamental solid yang harganya mulai terdiskon, lalu masuk secara bertahap saat sentimen mulai mereda.
Katalis yang Perlu Dipantau Selanjutnya
Selain pergerakan harian IHSG dan rupiah, ada sejumlah katalis lanjutan yang berpotensi menentukan arah pasar dalam waktu dekat. Dari sisi eksternal, perkembangan konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap jalur distribusi minyak lewat Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb masih menjadi perhatian utama, mengingat harga minyak yang sudah kembali menembus US$100 per barel. Implementasi tarif baru AS terhadap 60 mitra dagang juga perlu dicermati, terutama respons balasan dari negara-negara yang terkena dampak serta potensi negosiasi lanjutan yang bisa mengubah besaran tarif final.
Dari sisi domestik, kinerja emiten-emiten besar yang mulai merilis laporan keuangan semester I-2026 (seperti yang sudah ditunjukkan BMRI) bisa menjadi penopang sentimen sektoral di tengah tekanan global. Perkembangan konsolidasi aset di bawah Danantara Asset Management juga layak dipantau, mengingat skala dana kelolaannya yang besar berpotensi memengaruhi arus modal di pasar modal domestik ke depannya.
Mulai Trading Saham di Ajaib Terminal

Fluktuasi pasar seperti hari ini menunjukkan pentingnya punya platform trading yang bisa membaca pergerakan harga secara cepat dan presisi, terutama saat sentimen berubah dalam hitungan menit. Gunakan Ajaib Terminal untuk trading lebih presisi, manfaatkan fitur multi orderbook untuk memantau banyak saham sekaligus berdasarkan sektor atau watchlist yang sudah dibuat, cek fitur broker distribution untuk lihat pergerakan smart money. Mulai trading saham di Ajaib dan download di Play Store & App Store sekarang!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724071113-17-753432/breaking-news-ihsg-dibuka-turun-1
[2] https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8587976/ihsg-dibuka-melemah-ke-6-255-jelang-akhir-pekan
[3] https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724083003-17-753473/dolar-as-perkasa-rupiah-dibuka-melemah-ke-rp17930-us-
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!