Kopi Kenangan Dikabarkan Akan IPO, Bidik Dana hingga Rp17,89 Triliun untuk Ekspansi
Salsabilla•July 22, 2026

Key Takeaways
- Kopi Kenangan dikabarkan menjajaki rencana Initial Public Offering (IPO) dengan target dana hingga US$1 miliar atau setara Rp17,89 triliun, dengan Singapura disebut sebagai salah satu lokasi pencatatan yang dipertimbangkan.
- Sepanjang 2025, pendapatan bersih perusahaan tercatat US$184 juta (tumbuh 45% YoY) dengan laba bersih US$17 juta, dan proyeksi 2026 menunjukkan lonjakan EBITDA yang jauh lebih agresif.
- Rencana ini muncul di tengah pertumbuhan pesat industri jaringan kedai kopi di Asia Pasifik.
Rumor IPO Kopi Kenangan
PT Bumi Berkah Boga, perusahaan di balik jaringan kedai kopi Kopi Kenangan, dikabarkan tengah menjajaki rencana Initial Public Offering (IPO) yang berpotensi menghimpun dana hingga US$1 miliar atau sekitar Rp17,89 triliun. Kabar ini pertama kali dilaporkan oleh The Wall Street Journal, yang menyebut perusahaan telah berdiskusi dengan sejumlah bank investasi terkait rencana pencatatan saham tersebut.
Meski begitu, manajemen menegaskan bahwa belum ada keputusan final mengenai waktu, lokasi, maupun valuasi IPO. Junxian Li, Vice President Corporate Finance and Development Kopi Kenangan, menyampaikan bahwa diskusi dengan lembaga keuangan merupakan bagian rutin dari evaluasi berbagai opsi strategis dan pembiayaan perusahaan, bukan indikasi keputusan yang sudah diambil.
Detail Rencana IPO yang Beredar
Berdasarkan sejumlah sumber yang mengetahui masalah tersebut, berikut rincian yang beredar terkait rencana IPO Kopi Kenangan:
| Aspek | Keterangan |
|---|---|
| Target dana | ± US$1 miliar (setara Rp17,89 triliun) |
| Lokasi pencatatan | Singapura menjadi salah satu opsi yang dipertimbangkan |
| Bank penjamin emisi | Belum ada yang resmi ditunjuk |
| Status rencana | Masih tahap awal, waktu dan ukuran belum ditentukan |
| Valuasi | Belum ditetapkan secara resmi |
Belum ditunjuknya bank penjamin emisi serta belum ditetapkannya lokasi dan valuasi menunjukkan rencana ini masih dalam tahap eksplorasi. Namun demikian, langkah Kopi Kenangan mempersiapkan tata kelola layaknya perusahaan publik, seperti yang disampaikan CEO Edward Tirtanata, mengindikasikan keseriusan perusahaan dalam menyongsong potensi IPO tersebut, terlepas dari kapan realisasinya.
Kenapa Bisnis Kedai Kopi Semakin Dilirik Investor
Rencana IPO Kopi Kenangan tidak lepas dari tren besar industri jaringan kedai kopi yang tumbuh pesat, terutama di kawasan Asia. Beberapa faktor pendorong pertumbuhan tersebut antara lain:
- Pergeseran gaya hidup urban, kedai kopi kini menjadi working space dan social space, bukan sekadar tempat membeli minuman.
- Pertumbuhan pasar global yang signifikan, nilai pasar jaringan kedai kopi ritel dunia mencapai sekitar US$121,4 miliar pada 2024 dan diproyeksikan naik menjadi US$176,65 miliar pada 2032, dengan CAGR 4,8% sepanjang 2025–2032.
- Indonesia sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara, nilai pasarnya sekitar US$3,51 miliar, dikuasai jaringan lokal seperti Kopi Kenangan, disusul Thailand (US$2,25 miliar) dan Vietnam (US$1,34 miliar).
- Akselerasi digital, layanan pemesanan daring, program loyalitas berbasis aplikasi, dan integrasi dengan platform pesan-antar mempercepat ekspansi bisnis.
Sebagai gambaran, langkah serupa sudah lebih dulu ditempuh oleh PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), yang resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 15 April 2024 dengan harga penawaran Rp188 per saham. Per Selasa (21/7/2026), harga saham FORE berada di Rp630, meningkat 235% dibandingkan harga penawaran perdananya, indikasi bahwa minat investor terhadap emiten sektor konsumsi dengan prospek jangka panjang masih cukup kuat.
Kinerja dan Proyeksi Pertumbuhan Kopi Kenangan
Didirikan pada 2017, Kopi Kenangan kini mengoperasikan lebih dari 1.324 gerai di enam negara, yakni Indonesia, Singapura, Malaysia, India, Filipina, dan Australia. Sepanjang 2026, perusahaan menargetkan pembukaan sekitar 550 gerai baru sehingga totalnya menjadi 1.848 gerai. Dari sisi keuangan, pendapatan bersih 2025 tercatat US$184 juta, tumbuh 45% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan laba bersih US$17 juta.
Proyeksi ke depan tidak kalah agresif. Berdasarkan unggahan Edward Tirtanata, pendapatan 2026 diperkirakan naik menjadi US$265 juta, sementara EBITDA diklaim dapat melonjak dari US$18 juta pada 2024 menjadi US$69 juta pada 2026, dengan margin EBITDA diproyeksikan mencapai 26%. Jika terealisasi, hal ini mengindikasikan perusahaan mulai menikmati manfaat skala ekonomi dan efisiensi rantai pasok seiring ekspansi gerai yang semakin masif. Perlu dicatat, angka-angka tersebut masih berupa proyeksi manajemen, bukan realisasi resmi yang telah diaudit.
Yang Perlu Dicermati Sebelum Rencana Ini Terealisasi
Narasi pertumbuhan gerai dan laba memang kerap menjadi daya tarik utama menjelang IPO, tetapi ada beberapa indikator yang belum banyak terungkap ke publik dan layak kamu telusuri lebih jauh, di antaranya:
| Indikator | Kenapa Penting |
|---|---|
| Same-store sales growth (SSSG) | Mengukur produktivitas gerai yang sudah beroperasi, bukan sekadar penambahan jumlah gerai baru |
| Kebutuhan belanja modal & sumber pendanaan ekspansi | Menentukan seberapa sehat struktur pembiayaan pertumbuhan |
| Arus kas operasional | Pertumbuhan penjualan tanpa arus kas yang solid berisiko terhadap keberlanjutan bisnis |
| Ketergantungan pada bahan baku impor | Biaya bahan baku mencapai 85,3% dari total biaya produksi industri makanan dan 64,1% pada industri minuman, sehingga rentan terhadap pelemahan rupiah |
Tantangan dari sisi biaya juga patut diperhitungkan. Harga biji kopi robusta sepanjang 2025 rata-rata berada di US$4,86 per kilogram, jauh di atas rata-rata US$2,63 per kilogram pada 2023, meski mulai melandai ke US$3,85 per kilogram pada semester II-2026. Ditambah proyeksi pelemahan rupiah yang diperkirakan mencapai puncaknya pada kuartal III-2026 di kisaran Rp18.000-Rp18.150 per dolar AS, kombinasi ini berpotensi menekan margin perusahaan di sektor F&B, termasuk Kopi Kenangan, jika tidak diimbangi strategi lindung nilai dan efisiensi rantai pasok yang memadai.
Pantau Peluang Saham IPO di Ajaib
Rumor IPO Kopi Kenangan menunjukkan bahwa sektor konsumsi, khususnya jaringan kedai kopi, masih jadi incaran investor global maupun domestik. Sambil menunggu kepastian rencana ini, kamu tetap bisa memanfaatkan momentum pasar saat ini dengan memantau pergerakan emiten sektor consumer non-cyclicals yang sudah lebih dulu melantai di bursa. Registrasi akun dan siapkan Rekening Dana Nasabah (RDN) di Ajaib, pesan saham IPO dan trading saham lebih mudah dengan fitur order book hingga broker summary di Ajaib. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721132607-17-752572/kopi-kenangan-mau-ipo-incar-rp1789-triliun
[2] https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/115740/kopi-kenangan-dikabarkan-mau-ipo-mari-dalami-ekonomi-kopi/2
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!