Ajaib
Menu

Berita

IHSG Bertahan di Zona Hijau, Rupiah Melemah Menanti Hasil RDG Bank Indonesia

SalsabillaJuly 22, 2026

IHSG Bertahan di Zona Hijau, Rupiah Melemah Menanti Hasil RDG Bank Indonesia

Key Takeaways:

  • IHSG melanjutkan tren penguatan selama 9 hari perdagangan beruntun dan menembus level 6.391, didukung penguatan mingguan 5,68% dan bulanan 8,52%.
  • Di sisi lain, rupiah melemah ke level Rp17.919–Rp17.947 per dolar AS akibat memanasnya konflik di Timur Tengah yang mengerek harga minyak mentah.
  • Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia sore ini diperkirakan akan menaikkan BI rate 25 bps menjadi 6%.

Reli Panjang IHSG Berhadapan dengan Rupiah yang Mulai Goyah

Pasar keuangan domestik menunjukkan wajah yang cukup kontras belakangan ini. Di satu sisi, IHSG hari ini terus mencatatkan performa impresif dengan melanjutkan tren hijau selama sembilan hari perdagangan beruntun, bahkan berhasil bertahan di atas level psikologis 6.300. Momentum ini didukung oleh aksi beli yang cukup merata, tercermin dari 319 saham menguat berbanding 128 saham yang melemah pada perdagangan pagi ini.

Namun di sisi lain, rupiah justru menunjukkan tanda-tanda tertekan. Pelemahan mata uang Garuda ini terjadi bersamaan dengan penguatan IHSG, sebuah kombinasi yang perlu dicermati karena keduanya sama-sama dipengaruhi oleh sentimen global, khususnya dinamika harga minyak dan kebijakan suku bunga.

Sentimen IHSG: Reli Sembilan Hari ke Zona 6.300

Berdasarkan data RTI per Selasa (21/7/2026) pukul 09.05 WIB, IHSG berada di level 6.391, menguat 51,18 poin atau 0,81% dari penutupan sebelumnya. Pada pembukaan, indeks sempat berada di 6.366, lalu bergerak pada rentang 6.360–6.391 dengan nilai transaksi mencapai Rp1,37 triliun yang melibatkan 3,22 miliar lembar saham diperdagangkan sebanyak 217.446 kali.

Jika dilihat dari berbagai rentang waktu, performa IHSG menunjukkan pola pemulihan yang cukup kuat dalam jangka pendek, meski masih tertekan dalam jangka menengah-panjang:

PeriodePerubahan
Harian+0,81%
Mingguan+5,68%
Bulanan+8,52%
3 Bulan-14,86%
6 Bulan-25,21%
Tahunan (YoY)-7,55%

Data ini menunjukkan bahwa meski reli sembilan hari beruntun terlihat kuat secara jangka pendek, IHSG sebenarnya masih dalam proses pemulihan dari koreksi tajam yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Artinya, penguatan saat ini lebih tepat dibaca sebagai fase rebound ketimbang awal dari tren bullish jangka panjang yang sudah mapan.

Rupiah Melemah Jelang Keputusan BI Rate, Ini Pemicunya

Berbeda dengan IHSG, rupiah justru bergerak melemah di pasar spot. Pada pembukaan perdagangan Rabu (22/7/2026), rupiah melemah 0,36% ke level Rp17.947 per dolar AS, sebelum memangkas sebagian pelemahannya menjadi 0,20% ke posisi Rp17.919 per dolar AS pada pukul 09.10 WIB.

Beberapa faktor yang mendasari pelemahan ini antara lain:

  • Konflik Timur Tengah yang kembali memanas, memicu kenaikan harga minyak mentah Brent sebesar 1,69% menjadi US$92,55 per barel, yang pada gilirannya menekan mata uang negara net importir minyak seperti Indonesia.
  • Pelemahan merata di kawasan Asia, baht Thailand melemah paling dalam (0,25%), disusul rupiah (0,26%), ringgit Malaysia, dan dolar Singapura, sementara dolar Taiwan, won Korea Selatan, dan dolar Hong Kong justru berhasil menguat.
  • Arus keluar dana asing dari pasar obligasi, turut menambah tekanan terhadap rupiah dan memperbesar risiko inflasi impor.

Keputusan RDG BI dan Prospek Rupiah

Perhatian pasar hari ini tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan diumumkan pukul 14.20 WIB. Mayoritas pelaku pasar memperkirakan bank sentral akan kembali menaikkan BI rate sebesar 25 basis poin menjadi 6%, sebagai respons atas pelemahan rupiah, kenaikan harga minyak, dan keluarnya dana asing dari pasar obligasi.

Meski begitu, kenaikan suku bunga saja diperkirakan belum cukup untuk membalikkan arah rupiah secara signifikan apabila tensi geopolitik di Timur Tengah terus memanas. Ancaman gangguan pasokan minyak berpotensi mempertahankan biaya energi di level tinggi, yang pada akhirnya bisa membatasi ruang penguatan rupiah meski BI mengambil sikap yang lebih hawkish. Dengan demikian, keputusan BI sore ini berpotensi menjadi katalis jangka pendek yang menentukan arah pergerakan rupiah dalam beberapa hari ke depan.

Strategi Trader Menghadapi Sentimen Ini

Berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk manajemen risiko trading saham:

  • Perketat manajemen risiko. Sentimen yang datang dari dua arah, penguatan IHSG dan pelemahan rupiah, membuat pergerakan harga jadi lebih sulit ditebak. Gunakan ukuran posisi yang proporsional dan pasang stop loss yang disiplin.
  • Cermati saham yang sensitif terhadap kurs. Pelemahan rupiah berpotensi menekan emiten dengan utang dolar AS atau bahan baku impor yang besar, sementara emiten berorientasi ekspor dan sektor energi bisa diuntungkan oleh kenaikan harga minyak.
  • Pantau level psikologis IHSG dan rupiah. Perhatikan apakah IHSG mampu bertahan di atas 6.300 dan apakah rupiah kembali melemah menembus Rp17.950 per dolar AS, karena penembusan level-level ini bisa memicu perubahan arah yang lebih cepat.
  • Tunggu konfirmasi dari hasil RDG BI. Keputusan suku bunga sore ini berpotensi mengubah arah pasar secara singkat, sehingga menunggu konfirmasi arah setelah pengumuman sering kali lebih aman daripada menebak arah sebelumnya.
  • Manfaatkan momen fluktuasi untuk menyusun watchlist. Untuk kamu yang berorientasi jangka menengah, pergerakan seperti ini bisa jadi kesempatan mencermati saham-saham dengan fundamental baik yang harganya masih relatif wajar.

Mulai Trading Saham di Ajaib

Semakin cepat kamu memahami arah sentimen pasar, semakin siap juga kamu menentukan langkah selanjutnya. Mulai trading saham dan pantau pergerakan IHSG lebih cepat dan mudah di Ajaib, manfaatkan berbagai fitur trading yang tersedia untuk maksimalkan strategi tradingmu. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Sumber:
[1] https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8584664/ihsg-terbang-lagi-dekati-level-6-400#google_vignette
[2] https://www.bloombergtechnoz.com/detail-news/115823/jelang-putusan-bi-rupiah-melemah-tertekan-harga-minyak

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!