IHSG Naik Lebih dari 1%, Rupiah Kembali Tertekan ke Level Rp17.990 per Dolar AS
Salsabilla•July 20, 2026

Key Takeaways
- IHSG naik lebih dari 1% ke level 6.245,98 pada awal perdagangan Senin (20/7/2026), ditopang aksi beli merata di hampir seluruh sektor, terutama saham perbankan berkapitalisasi besar.
- Di tengah penguatan IHSG, rupiah justru melemah paling dalam di antara mata uang Asia, tertekan ke level Rp17.990 per dolar AS dan mendekati level psikologis Rp18.000.
- Sentimen pasar turut dipengaruhi ekspektasi keputusan suku bunga Bank Indonesia, PBoC, dan ECB pekan ini, serta risiko dari konflik Timur Tengah yang mengerek harga minyak.
Awal Pekan Positif untuk IHSG, tapi Ada Sinyal yang Perlu Dicermati
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka pekan dengan performa cukup solid. Pada pukul 09.13 WIB, IHSG berada di level 6.245,98, melonjak 70,45 poin atau 1,14% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Penguatan ini didukung oleh mayoritas saham yang menghijau, dengan 385 saham menguat berbanding 149 saham yang melemah, sementara 431 saham lainnya stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp1,93 triliun dengan volume perdagangan 2,58 miliar saham. Namun, di balik penguatan indeks saham, rupiah justru bergerak ke arah berlawanan.
Bank Jumbo Jadi Motor Penggerak, Sektor Properti Paling Kencang
Secara sektoral, seluruh indeks sektor bergerak di zona hijau pagi ini. Sektor properti mencatat penguatan terbesar sebesar 1,48%, diikuti sektor utilitas dan bahan baku yang masing-masing naik 0,89%, kemudian disusul sektor finansial yang menguat 0,72%. Dari sisi kontributor indeks, penguatan IHSG terutama ditopang oleh saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.
Berikut rincian saham-saham dengan kontribusi terbesar terhadap kenaikan IHSG pagi ini:
| Saham | Kode | Kontribusi ke IHSG |
|---|---|---|
| Bank Rakyat Indonesia | BBRI | +14,0 poin |
| Bank Central Asia | BBCA | +8,83 poin |
| Telkom Indonesia | TLKM | +4,61 poin |
| Bank Mandiri | BMRI | +2,45 poin |
| Barito Pacific | BRPT | +2,32 poin |
| Bank Negara Indonesia | BBNI | +1,65 poin |
Di sisi lain, laju penguatan IHSG sedikit tertahan oleh sejumlah saham yang melemah, dipimpin oleh Bayan Resources (BYAN) yang memangkas indeks sebesar 2,44 poin, disusul tekanan dari Multipolar Technology (MLPT), Bank Ina Perdana (BINA), Pacific Strategic Financial (APIC), dan Arkora Hydro (ARKO).
Rupiah Jadi yang Paling Lemah di Antara Mata Uang Asia
Berbeda dengan tren mayoritas mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS pagi ini, rupiah justru mencatatkan pelemahan terdalam. Berdasarkan data Refinitiv per pukul 09.15 WIB, dari 10 mata uang Asia, enam di antaranya menguat terhadap dolar AS, sementara empat lainnya melemah dan rupiah berada di posisi paling tertekan.
Berikut pergerakan sejumlah mata uang Asia pagi ini:
- Rupiah melemah 0,59% ke Rp17.990/US$, mendekati level psikologis Rp18.000/US$.
- Peso Filipina turun 0,24% ke PHP 61,694/US$, dan baht Thailand terkoreksi 0,12% ke THB 33,62/US$.
- Won Korea Selatan justru menjadi mata uang dengan penguatan paling tajam, naik 0,38% ke KRW 1.481,9/US$.
- Ringgit Malaysia dan dong Vietnam kompak menguat 0,12%, sementara yuan China, yen Jepang, dan dolar Singapura juga bergerak positif meski tipis.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) relatif stabil di posisi 100,765. Analis Westpac menilai pasar valuta asing masih relatif tenang meski dolar AS tetap mendapat dukungan di tengah sentimen risiko yang belum sepenuhnya membaik.
Katalis Global yang Membayangi: Suku Bunga hingga Konflik Timur Tengah
Penguatan IHSG pagi ini tidak lepas dari optimisme investor menjelang keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) pekan ini. Konsensus pasar memperkirakan BI akan mempertahankan BI Rate di level 5,75%, seiring mulai stabilnya rupiah dan inflasi yang masih terkendali. Selain itu, pelaku pasar juga menantikan keputusan suku bunga dari People’s Bank of China (PBoC) dan European Central Bank (ECB).
Di sisi lain, tekanan terhadap rupiah dan mata uang Asia turut dipengaruhi oleh meningkatnya konflik di Timur Tengah yang mendorong harga minyak Brent melonjak 3,3% ke US$90,97 per barel. Kenaikan harga minyak ini berpotensi memicu kekhawatiran inflasi kembali muncul, sehingga pasar akan terus mencermati arah kebijakan bank sentral global, termasuk The Federal Reserve yang dijadwalkan mengambil keputusan pada 29 Juli mendatang. Berdasarkan CME FedWatch, peluang The Fed menahan suku bunga kini mencapai 85,6%, meski perdebatan internal terkait potensi kenaikan suku bunga masih berlangsung.
Strategi Trader Saham Menghadapi Kondisi Ini
Buat kamu yang aktif trading saham, kombinasi antara IHSG yang menguat dan rupiah yang melemah menuntut kejelian dalam membaca peluang maupun risiko. Berikut beberapa hal yang bisa kamu perhatikan:
- Cermati saham yang sensitif terhadap kurs. Pelemahan rupiah bisa menekan emiten dengan utang dolar AS atau bahan baku impor yang besar, sementara emiten berorientasi ekspor berpotensi diuntungkan.
- Pantau level psikologis rupiah di Rp18.000/US$. Jika level ini tertembus, ada kemungkinan tekanan lanjutan yang bisa memengaruhi sentimen pasar saham secara keseluruhan.
- Perhatikan saham-saham bank jumbo sebagai penggerak utama IHSG. Selama sektor finansial masih solid, indeks berpotensi mendapat dukungan, tapi tetap perhatikan pergerakan saham-saham yang menjadi pemberat.
- Tunggu konfirmasi dari katalis besar pekan ini. Keputusan suku bunga BI, PBoC, dan ECB bisa mengubah arah sentimen dengan cepat, sehingga masuk setelah ada kejelasan arah kebijakan sering kali lebih terukur.
- Manfaatkan volatilitas untuk menyusun watchlist. Pergerakan dua arah antara saham dan mata uang seperti ini bisa jadi momen mencatat saham fundamental bagus untuk dipantau lebih lanjut.
Mulai Investasi Saham di Ajaib!
Pergerakan pasar yang dinamis seperti hari ini menunjukkan pentingnya punya akses data yang cepat dan akurat sebelum mengambil keputusan. Mulai trading saham di Ajaib, kamu bisa memantau pergerakan IHSG hingga saham-saham unggulan secara real–time. Download Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/market/20260720092517-17-752083/penyebab-ihsg-pagi-ini-ngebut-naik-1-dan-sentuh-level-6200-an
[2] https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260720092432-92-1382602/ihsg-merangkak-ke-level-6213-pagi-ini-ada-325-saham-menghijau
[3] https://www.cnbcindonesia.com/research/20260720092055-128-752086/rupiah-paling-buruk-se-asia-won-yen-hingga-ringgit-malah-perkasa
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!