IHSG Rebound, Rupiah Tetap Menguat Usai BI Pertahankan Suku Bunga
Salsabilla•July 23, 2026

Key Takeaways
- IHSG naik 1,01% ke level 6.398,24 pada Kamis (23/7/2026) pagi, melanjutkan rebound sehari setelah reli sembilan hari beruntun sempat terhenti akibat koreksi tipis.
- Penguatan ditopang nilai transaksi Rp4,50 triliun dan dominasi saham berbasis komoditas serta teknologi, dengan BBRI, AMMN, MLPT, BRMS, dan BUMI sebagai penggerak utama.
- Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 5,75%, sementara rupiah menguat dua hari beruntun ke Rp17.875/US$.
Rebound Berlanjut, Pasar Kembali Percaya Diri
Pasar saham Tanah Air menunjukkan sinyal pemulihan cepat. Setelah IHSG sempat terkoreksi tipis pada perdagangan Rabu (22/7/2026) dan mengakhiri reli sembilan hari berturut-turut, indeks kembali menghijau keesokan harinya dengan kenaikan yang cukup signifikan sejak awal sesi.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.43 WIB pada Kamis (23/7/2026), IHSG naik 63,76 poin atau 1,01% ke level 6.398,24. Sepanjang perdagangan pagi, indeks bergerak di rentang 6.338,24-6.398,31, sekaligus menembus area psikologis 6.380 dan mendekati level bulat 6.400.
Data Perdagangan: Dari Aktivitas Transaksi hingga Kapitalisasi Pasar
Penguatan pagi ini tidak lepas dari aktivitas perdagangan yang cukup ramai sejak awal sesi. Berikut ringkasan datanya dibandingkan dengan penutupan sehari sebelumnya:
| Indikator | Rabu, 22/7/2026 (penutupan) | Kamis, 23/7/2026 (09.43 WIB) |
|---|---|---|
| Level IHSG | 6.334,47 (-0,09%) | 6.398,24 (+1,01%) |
| Nilai transaksi | Rp18,52 triliun | Rp4,50 triliun |
| Volume perdagangan | 44,63 miliar lembar | 13,78 miliar saham |
| Frekuensi transaksi | 2,70 juta kali | 684 ribu kali |
| Kapitalisasi pasar BEI | Rp11.096 triliun | Rp11.185 triliun (+Rp89 triliun) |
| Saham menguat/melemah/stagnan | — | 381 / 182 / 402 |
Dari sisi sektoral, penguatan pagi ini didorong oleh saham-saham berbasis komoditas dan teknologi. Sementara itu, kontributor utama penguatan indeks datang dari BBRI, AMMN, MLPT, BRMS, dan BUMI, kombinasi saham perbankan besar, tambang mineral, teknologi, dan grup energi yang menunjukkan pola pemulihan kompak di awal sesi.
Kilas Balik: Kenapa IHSG Sempat Terkoreksi Sehari Sebelumnya
Pergerakan positif pagi ini terjadi tepat sehari setelah IHSG mengalami koreksi tipis yang mengakhiri tren penguatan panjangnya. Beberapa faktor yang membentuk pola pergerakan Rabu (22/7/2026) tersebut antara lain:
- Investor asing mencatat net sell Rp920,3 miliar di pasar reguler, yang menjadi salah satu pemicu aksi ambil untung setelah reli panjang.
- Saham berkapitalisasi besar jadi pemberat utama: BBRI melemah 1,63% (menekan indeks 7,30 poin), AMMN turun 3,26% (menekan 5,90 poin), dan BMRI melemah 1,34% (menekan 4,90 poin).
- Sejumlah saham justru menahan laju koreksi: BREN naik 6,00% (menopang indeks 8,12 poin), CASA menguat 6,94% (menopang 5,48 poin), dan VKTR melesat 10,32% (menopang 4,92 poin).
- Sektor teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan 1,58%, sementara sektor transportasi dan logistik menjadi penekan terbesar dengan pelemahan 1,73%.
Sentimen IHSG dan Rupiah Pasca Keputusan BI Rate
Salah satu katalis utama yang membentuk sentimen pasar dalam beberapa hari terakhir adalah keputusan Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga acuan. Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 21–22 Juli 2026, BI memutuskan mempertahankan BI Rate di level 5,75%, dengan suku bunga Deposit Facility tetap 4,75% dan Lending Facility tetap 6,50%. Keputusan ini diambil setelah bank sentral melakukan pengetatan kumulatif sebesar 100 basis poin sejak Mei hingga Juni 2026.
Di pasar valuta asing, rupiah ditutup menguat tipis 0,03% ke posisi Rp17.875/US$ pada Rabu, membalikkan pelemahan awal sesi yang sempat menyentuh Rp17.920/US$. Penguatan ini sekaligus mencatatkan apresiasi rupiah selama dua hari perdagangan beruntun, sejalan dengan indeks dolar AS (DXY) yang melemah ke 101,092. Sementara itu, yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun bergerak stagnan di 7,297%, mengindikasikan pasar obligasi masih menunggu arah yang lebih jelas pasca keputusan BI. Ke depan, pelaku pasar juga akan mencermati efektivitas insentif BI dalam menarik aliran modal asing, perkembangan data uang beredar (M2), serta keputusan suku bunga bank sentral Eropa (ECB) yang berpotensi memengaruhi arah dolar AS dan rupiah.
Strategi Trader Saham Menghadapi Kondisi Pasar Saat Ini
Situasi pasar yang bergerak dinamis pasca keputusan BI Rate ini membuka beberapa hal yang bisa kamu perhatikan dalam mengambil keputusan trading:
- Cermati level psikologis IHSG. Area 6.380 sudah tertembus dan indeks mendekati 6.400. Bertahannya IHSG di atas level ini bisa jadi konfirmasi lanjutan rebound, sementara kegagalan menembus bisa membuka ruang konsolidasi.
- Pantau pergerakan rupiah di kisaran Rp17.875–17.920/US$. Apresiasi dua hari beruntun perlu dikonfirmasi lebih lanjut, mengingat arah dolar AS dan kebijakan The Fed masih jadi variabel eksternal yang berpengaruh besar.
- Perhatikan rotasi sektor. Saham komoditas dan teknologi jadi penggerak utama pagi ini, sedangkan sektor transportasi dan logistik masih tertekan, rotasi semacam ini bisa terus bergeser mengikuti sentimen suku bunga dan nilai tukar.
- Tunggu konfirmasi arus dana asing. Net sell asing sempat terjadi sehari sebelumnya; kembalinya net buy bisa jadi sinyal tambahan bahwa rebound punya fondasi yang lebih kuat, bukan sekadar technical bounce.
Pantau Pergerakan IHSG Lebih Mudah Ajaib!
Kondisi pasar yang bergerak cepat seperti ini butuh akses data dan eksekusi yang praktis, apalagi buat kamu yang aktif memantau pergerakan IHSG dan saham-saham pilihan setiap hari. Lewat Ajaib Terminal, kamu bisa monitoring banyak saham sekaligus berdasarkan kategori dan watchlist yang telah dibuat, hingga memantau aktivitas broker lebih mudah. Mulai trading saham di Ajaib dan download aplikasinya sekarang!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/market/20260723094323-17-753165/breaking-news-ihsg-melonjak-1-tembus-level-6380
[2] https://www.cnbcindonesia.com/research/20260722152145-128-752944/minyak-membara-bi-tahan-suku-bunga-bagaimana-nasib-ihsg-rupiah/3
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!