EXCL, ISAT, dan TLKM Menangi Lelang Frekuensi, Bersiap Perluas Jaringan 5G
Salsabilla•July 23, 2026

Key Takeaways
- EXCL, ISAT, dan TLKM resmi menjadi pemenang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Tahun 2026, dengan kewajiban membangun 5G hingga 51% populasi dalam lima tahun serta layanan 4G di 538 desa/kelurahan blank spot.
- Pemerintah memproyeksikan PNBP awal Rp6 triliun dan total Rp29,9 triliun selama 10 tahun dari lelang ini, sekaligus menopang program digitalisasi pendidikan, UMKM, hingga layanan kesehatan.
Tiga Raksasa Telekomunikasi Menangi Lelang Frekuensi 2026
Tiga operator telekomunikasi nasional, yaitu PT Telekomunikasi Selular (TLKM), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), resmi ditetapkan sebagai pemenang Seleksi Pengguna Pita Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Tahun 2026. Penetapan ini dikeluarkan melalui Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang bersifat final dan mengikat.
Seiring kemenangan tersebut, ketiga operator kini memikul sejumlah kewajiban pembangunan infrastruktur telekomunikasi untuk memperluas akses internet sekaligus mempercepat implementasi jaringan 5G di Indonesia. Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa kewajiban ini disusun agar manfaat lelang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke level akar rumput.
Rincian Kewajiban Pembangunan Jaringan
Sebagai konsekuensi dari kemenangan lelang, Komdigi menetapkan sejumlah target pembangunan yang harus dipenuhi ketiga operator dalam periode tertentu. Berikut rinciannya:
| Kewajiban | Target |
|---|---|
| Layanan 4G | Menjangkau 538 desa/kelurahan yang masih blank spot atau bersinyal lemah, dari Sumatera hingga Papua |
| Cakupan 5G | Minimal 51% populasi Indonesia pada tahun kelima |
| Kecepatan mobile broadband | Rata-rata nasional naik menjadi 100 Mbps pada 2029 |
Target-target ini menandai babak baru bagi ketiga emiten, karena pembangunan jaringan tidak lagi sebatas ekspansi bisnis, melainkan juga kewajiban regulasi yang terikat tenggat waktu. Skala pembangunan yang menyasar wilayah blank spot hingga target kecepatan nasional ini otomatis akan memengaruhi arah investasi infrastruktur ketiga perusahaan dalam beberapa tahun ke depan.
Potensi Penerimaan Negara dan Dukungan Program Strategis
Di luar kewajiban pembangunan, pemanfaatan spektrum baru ini juga diproyeksikan memberi kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara maupun program pemerintah:
- PNBP awal sekitar Rp6 triliun, mencerminkan nilai ekonomi dari spektrum frekuensi yang dilepas ke ketiga operator.
- Total potensi PNBP Rp29,9 triliun dalam 10 tahun, menunjukkan aliran pendapatan negara yang berkelanjutan dari sektor telekomunikasi.
- Dukungan program strategis pemerintah, seperti digitalisasi pembelajaran di lebih dari 1.000 lokasi, pengembangan Sekolah Rakyat, digitalisasi UMKM dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga peningkatan akses layanan kesehatan dan pemerintahan digital.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid menyampaikan hal ini langsung di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/07/2026), sekaligus menegaskan komitmen Komdigi agar manfaat lelang frekuensi benar-benar dirasakan secara nyata dan merata oleh masyarakat. Setelah menuntaskan lelang pita 1,4 GHz akhir 2025 serta 700 MHz dan 2,6 GHz saat ini, Komdigi juga telah menjadwalkan persiapan pengelolaan pita frekuensi 900 MHz sebagai tahap berikutnya
Yang Perlu Dicermati Investor Saham Telekomunikasi
Kewajiban membangun jaringan hingga ke pelosok biasanya berjalan beriringan dengan kenaikan belanja modal (capex) dalam beberapa tahun ke depan, sehingga arah guidance capex dan efisiensi operasional ketiga emiten menjadi salah satu indikator yang relevan untuk dipantau pada laporan keuangan mendatang. Selain itu, karena target 51% populasi baru dikejar dalam lima tahun dan kecepatan 100 Mbps ditargetkan pada 2029, dampak dari kewajiban ini lebih bersifat jangka menengah-panjang ketimbang katalis jangka pendek yang langsung tecermin di harga saham.
Dari sisi strategi, ini berarti sentimen dari berita lelang frekuensi perlu dibedakan dari sentimen kinerja kuartalan, keduanya bisa bergerak dengan ritme berbeda. Membandingkan realisasi pembangunan jaringan dengan target yang ditetapkan Komdigi dari waktu ke waktu, serta memperhatikan bagaimana ketiga emiten mendanai ekspansi ini (lewat capex internal, pinjaman, atau kombinasi keduanya), bisa jadi salah satu cara untuk menilai apakah ekspansi ini akan menopang pertumbuhan pendapatan atau justru menekan margin dalam jangka pendek.
Pantau Pergerakan Saham Telekomunikasi di Ajaib
Perkembangan seputar kewajiban 5G dan internet desa ini berpotensi terus bergulir dan memengaruhi sentimen saham telekomunikasi ke depan. Supaya kamu tidak ketinggalan momentum, gunakan Ajaib untuk mendapatkan berita terupdate dan memantau pergerakan harga saham secara real–time. Mulai trading saham di Ajaib dan gunakan fitur yang tersedia untuk maksimalkan strategi. Download aplikasi Ajaib di Play Store & App Store sekarang!
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber: https://www.emitennews.com/news/menang-lelang-tiga-emiten-wajib-bangun-5g-dan-internet-desa
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!