IHSG Anjlok 1,99%, HMSP Setor Cukai Rp63,59 T dan BBCA Raup Laba Rp45,2 T
Ratih Mustikoningsih•October 27, 2026

Key Takeaways
- IHSG melemah 1,99% ke level 5.266,13 pada perdagangan 27 Oktober 2026, seiring aksi jual bersih investor asing Rp708 miliar di pasar reguler.
- HMSP mencatat penjualan bersih Rp87,51 triliun dan laba bersih Rp6,51 triliun pada 9M26, meski beban cukai tembakau mencapai Rp63,59 triliun.
- BBCA membukukan laba bersih Rp45,2 triliun pada 9M26, tumbuh 4,2% secara tahunan (year-on-year/yoy), didukung pertumbuhan kredit dan pendapatan non-bunga.
IHSG Anjlok 1,99% ke Level 5.266, Asing Catat Net Sell Rp708 Miliar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,99% atau turun 106,96 poin ke level 5.266,13 pada perdagangan Selasa (27/10). Pelemahan ini terjadi seiring berlanjutnya aksi jual bersih (capital outflow) investor asing sebesar Rp708 miliar di pasar reguler.

Tekanan pasar juga terjadi di tengah kenaikan harga minyak mentah Brent ke US$116,34 per barel atau menguat 0,46%. Kenaikan harga energi tersebut memicu kekhawatiran terhadap inflasi energi impor (imported inflation).
Di sisi lain, nilai tukar Rupiah berdasarkan kurs JISDOR melemah ke level Rp18.139 per dolar AS, terdepresiasi 8,4% sejak awal tahun. Kombinasi pelemahan nilai tukar dan tingginya beban energi meningkatkan premi risiko pasar (equity risk premium) dan menekan valuasi emiten.
Dalam kondisi tersebut, Ajaib Research menyarankan pelaku pasar untuk bersikap defensif dan lebih selektif, dengan mencermati emiten yang diuntungkan oleh penguatan dolar AS dan tingginya harga komoditas global, seperti sektor batu bara (coal), kelapa sawit (crude palm oil/CPO), serta minyak dan gas (oil and gas).
Saham LQ45 Top Gainers dan Top Losers
Di tengah pelemahan IHSG, sejumlah saham dalam indeks LQ45 masih mencatatkan penguatan. UNTR memimpin daftar top gainers dengan kenaikan 6,00%. Sementara itu, DEWA menjadi saham dengan penurunan terdalam di antara lima saham top losers, yakni 6,92%.
| Top Gainers LQ45 | Perubahan | Top Losers LQ45 | Perubahan |
|---|---|---|---|
| UNTR | +6,00% | DEWA | -6,92% |
| ESSA | +3,88% | MBMA | -6,78% |
| CPIN | +2,58% | WIFI | -6,73% |
| AKRA | +2,50% | BRPT | -6,69% |
| ASII | +1,54% | BUMI | -6,57% |
HMSP Catat Laba Bersih Rp6,51 Triliun, Meski Beban Cukai Tembakau Tembus Rp63,59 Triliun

PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) melaporkan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp87,51 triliun pada sembilan bulan pertama 2026 (9M26), tumbuh 4,5% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Laba bruto HMSP mencapai Rp16,02 triliun, meningkat 3,9% yoy. Namun, marjin laba bruto (gross profit margin/GPM) relatif stagnan di level 18,3%, dibandingkan 18,4% pada 9M25.
Stagnasi marjin tersebut terjadi di tengah tingginya beban cukai tembakau yang mencapai Rp63,59 triliun. Nilai tersebut setara dengan 88,9% dari beban pokok penjualan (cost of goods sold/COGS) dan 72,7% dari penjualan bersih.
Meski marjin laba bruto tertahan oleh tingginya beban cukai, HMSP mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 44,4% yoy menjadi Rp6,51 triliun. Peningkatan ini didorong oleh efisiensi beban operasional, sehingga marjin laba bersih (net profit margin/NPM) naik menjadi 7,4%, dibandingkan 5,4% pada 9M25.
Setelah laporan keuangan tersebut dirilis, saham HMSP ditutup menguat 5,47% ke level Rp675.
Kinerja Keuangan HMSP 9M26
| Indikator | 9M26 | Pertumbuhan yoy |
|---|---|---|
| Penjualan bersih konsolidasi | Rp87,51 triliun | +4,5% |
| Laba bruto | Rp16,02 triliun | +3,9% |
| Beban cukai tembakau | Rp63,59 triliun | — |
| GPM | 18,3% | 9M25: 18,4% |
| Laba bersih | Rp6,51 triliun | +44,4% |
| NPM | 7,4% | 9M25: 5,4% |
| Perubahan saham HMSP pada 27 Oktober 2026 | +5,47% | — |
BBCA Raih Laba Bersih Rp45,2 Triliun pada 9M26, Kredit Tumbuh 12,6%

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat pertumbuhan kredit konsolidasi sebesar 12,6% yoy menjadi Rp1.063,1 triliun pada 9M26.
Pendapatan non-bunga BBCA juga tumbuh 7,6% yoy menjadi Rp20,1 triliun. Pertumbuhan tersebut didukung oleh peningkatan aktivitas pada aplikasi myBCA, dengan nilai transaksi naik 48% yoy, frekuensi transaksi meningkat 40% yoy, dan jumlah pengguna tumbuh 51% yoy.
Dari sisi laba, BBCA membukukan laba bersih sebesar Rp45,2 triliun pada 9M26, meningkat 4,2% yoy. Pada kuartal III 2026 (3Q26), laba bersih tercatat Rp15,7 triliun, tumbuh 9,0% yoy dan 5,6% secara kuartalan (quarter-on-quarter/qoq).
NIM BBCA Tertekan, CASA Tumbuh 10,4%
Dari sisi profitabilitas, marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) BBCA pada 9M26 tercatat 5,4%, turun dibandingkan 5,8% pada 9M25. Meski demikian, NIM mengalami perbaikan secara kuartalan menjadi 5,6% pada 3Q26, dibandingkan 5,3% pada 2Q26.
Kondisi tersebut terjadi di tengah tekanan NIM industri secara keseluruhan. Namun, BBCA tetap ditopang oleh pertumbuhan dana murah atau current account savings account (CASA) yang meningkat 10,4% yoy menjadi Rp1.103,2 triliun, dengan rasio CASA sebesar 85,6%.
Selain itu, kualitas aset BBCA juga menunjukkan perbaikan. Rasio Loan at Risk (LAR) turun menjadi 4,6% pada 9M26, dibandingkan 5,5% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Ringkasan Kinerja BBCA 9M26
| Indikator | Kinerja 9M26 | Pertumbuhan yoy |
|---|---|---|
| Kredit konsolidasi | Rp1.063,1 triliun | +12,6% |
| Pendapatan non-bunga | Rp20,1 triliun | +7,6% |
| Laba bersih | Rp45,2 triliun | +4,2% |
| Nilai transaksi myBCA | — | +48% |
| Frekuensi transaksi myBCA | — | +40% |
| Jumlah pengguna myBCA | — | +51% |
| NIM | 5,4% | 9M25: 5,8% |
| CASA | Rp1.103,2 triliun | +10,4% |
| Rasio CASA | 85,6% | — |
| Loan at Risk (LAR) | 4,6% | 9M25: 5,5% |
Pantau Pergerakan Saham dan Data Pasar di Ajaib Terminal
IHSG ditutup melemah 1,99% pada perdagangan 27 Oktober 2026, di tengah aksi jual bersih investor asing dan tekanan dari harga energi serta nilai tukar rupiah. Sementara itu, HMSP dan BBCA mencatatkan kinerja keuangan 9M26 dengan pertumbuhan laba bersih masing-masing 44,4% dan 4,2% secara tahunan.
Pantau pergerakan saham, data transaksi, dan aktivitas pasar melalui Ajaib Terminal untuk membantu menyusun strategi trading sesuai rencana.
Pantau Saham Potensial dan Mulai Trading di Ajaib.
Sumber: Ajaib Research, Keterbukaan Informasi BEI, Ajaib Terminal.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak mana pun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan, ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis

Financial Expert Ajaib
Ratih Mustikoningsih merupakan Financial Expert di Ajaib yang memiliki pengalaman lebih 10 tahun di pasar modal Indonesia, khususnya dalam analisis saham dan strategi investasi. Melalui artikel dan edukasi yang ia sajikan, Ratih membantu investor memahami fundamental perusahaan, dinamika pasar, serta mengambil keputusan investasi saham yang lebih tepat.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!