Saham Teknologi dan Konglomerasi Terkoreksi, BBRI Jadi Penyangga IHSG, Rotasi Defensif atau Rebound Teknikal?
Afif Alfaris•October 12, 2026

Key Takeaways
- Teknologi dan konsumen non-primer menjadi penekan utama IHSG akhir September, hingga indeks ditutup di 6.009,50 pada 1 Oktober, terendah dalam sekitar dua bulan.
- BBRI menjadi penopang terbesar IHSG pada sesi I 29 September (8,79 poin), dan asing membeli bersih BBRI pada 6 dan 7 Oktober.
- Arus asing di bank besar masih terbelah. BBRI dibeli, sementara BBCA dan BMRI dijual bersih, sehingga sinyal rotasi masih selektif.
- Rotasi defensif dan rebound teknikal dapat dibedakan dari konsistensi net buy asing, volume, kekuatan relatif, dan pola akumulasi di broker summary.
Peta Tekanan IHSG Akhir September hingga Awal Oktober
IHSG terkoreksi pada akhir September hingga awal Oktober 2026 dengan saham teknologi dan konglomerasi sebagai pemberat, sementara BBRI beberapa kali menahan laju penurunan indeks. Berikut pergerakan IHSG dan arus asing hariannya.
Tabel 1. Pergerakan IHSG dan Arus Asing
| Tanggal | IHSG | Perubahan | Net sell asing (seluruh pasar) |
| 29 Sep | 6.121,70 | -0,43% | Rp777,18 miliar |
| 30 Sep | 6.071,14 | -0,83% | Rp1,61 triliun |
| 1 Okt | 6.009,50 | -1,01% | Rp241,86 miliar |
| 2 Okt | 6.036,88 | +0,46% | Rp1,27 triliun |
| 5 Okt | 6.118,86 | +1,36% | Rp205 miliar |
| 6 Okt | 6.192,93 | +1,21% | Rp629,87 miliar |
| 7 Okt | 6.146,72 | -0,75% | Rp871,36 miliar |
*Titik terendah IHSG 2026 tetap 5.342,14 pada 8 Juni. IHSG turun 3,28% sepekan (28 September hingga 2 Oktober), dan net sell asing sepanjang 2026 mencapai Rp82,55 triliun per 2 Oktober.
Teknologi menjadi sektor terlemah dengan koreksi 3,37% pada 29 September dan 2,76% pada 30 September. Konsumen non-primer naik 0,70% lalu turun 2,36%, sedangkan energi melemah 1,10% dan 1,35% pada dua hari tersebut.
Pemberat sepekan juga datang dari saham konglomerasi.
Tabel 2. Pemberat Utama IHSG Sepekan (28 September hingga 2 Oktober
| Saham | Perubahan | Kontribusi (poin) |
| GOTO | -40,00% | -36,71 |
| AMMN | -10,17% | -19,13 |
| TLKM | -6,64% | -14,75 |
| BRMS | -13,64% | -13,74 |
| BBCA | -2,40% | -13,15 |
| BBRI | -2,22% | -10,31 |
| BREN | -7,21% | -8,52 |
Koreksi GOTO berkaitan dengan berlakunya harga minimum Rp1 mulai 28 September, sehingga saham yang tertahan di Rp50 dapat turun lebih jauh.
Baca juga: Floor Price Rp1 Resmi Berlaku, GOTO dan DADA Langsung ARB di Hari Pertama
Di tengah tekanan tersebut, satu saham bank justru beberapa kali menahan indeks.
BBRI Jadi Penopang, Apa Kata Datanya?
Pada sesi I 29 September, BBRI naik 1,91% ke Rp3.200 dan menyumbang 8,79 poin, terbesar pada sesi tersebut, disusul BMRI 2,46 poin, sementara BBCA mengurangi 2,21 poin. Saat penutupan, BBRI naik 0,96% ke Rp3.170 dan IHSG turun 0,43%.
Arus asing di saham bank sebagai berikut.
Tabel 3. Arus Asing di Saham Bank Akhir September hingga Awal Oktober (Rp Miliar)
| Tanggal | BBRI | BMRI | BBCA | BRIS |
| 28 Sep | +49,68 | -241,5 | Tidak dirinci | Tidak dirinci |
| 29 Sep | +58,2 | -276,2 | -138,72 | Tidak dirinci |
| 30 Sep | -78,89 | -205,93 | -176,3 | Tidak dirinci |
| 1 Okt | -41,12 | -68,49 | -38,95 | Tidak dirinci |
| 6 Okt | +45,80 | -127,23 | Tidak dirinci | Tidak dirinci |
| 7 Okt | +129,58 | Tidak dirinci | -299,69 | -30,74 |
*Tanda plus berarti net buy dan minus berarti net sell. Data dari daftar 10 besar harian, sehingga sel “Tidak dirinci” belum tentu berarti nol.
Penyangga ini selektif, karena asing memilih BBRI dan melepas BBCA serta BMRI.
Per Agustus 2026 (laporan bank only, tanpa anak usaha), laba BBRI tumbuh 6,6% secara tahunan menjadi Rp34,77 triliun dengan kredit naik 13,7%, dan PBV atau rasio harga terhadap nilai buku sekitar 1,6 kali (hitungan Ajaib). Laba BMRI tumbuh 22,3% dan BBCA 2,9%. BMRI tetap dijual asing meski labanya tumbuh paling tinggi, sehingga arus dana tampaknya lebih dipengaruhi valuasi dan positioning (pengaturan porsi kepemilikan) ketimbang laba semata.
Anda dapat menggunakan fitur Foreign Flow di Ajaib Terminal untuk membandingkan arus asing harian di BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI dalam satu periode.
Data harian ini perlu diuji lebih lanjut, karena kenaikan satu dua hari belum tentu berarti dana benar-benar berpindah.
Rotasi Defensif atau Technical Rebound? Cara Membedakannya
Rotasi defensif adalah perpindahan dana ke saham yang dinilai lebih tahan gejolak, seperti bank besar. Technical rebound adalah kenaikan jangka pendek setelah koreksi tajam tanpa perubahan arus dana yang berarti. Cirinya sebagai berikut.
Ciri Rotasi Defensif
- Beli bersih asing beruntun. Asing membeli bersih beberapa hari berturut-turut, bukan hanya satu sesi.
- Volume di atas rata-rata. Kenaikan disertai volume di atas rata-rata 20 hari.
- Kekuatan relatif naik. Saham bank mengungguli IHSG, sementara sektor yang ditinggalkan tetap lemah.
- Akumulasi bertahap. Broker summary menunjukkan pembelian bertahap di rentang harga yang konsisten.
Ciri Technical Rebound
- Kenaikan singkat. Harga naik 1 sampai 2 hari setelah koreksi tajam tanpa kenaikan volume.
- Arus asing tidak konsisten. Arah net buy dan net sell berganti antarhari.
- Cepat memudar. Kenaikan didorong pembelian di harga murah atau penutupan posisi jual, lalu memudar.
Indikator tersebut dapat diuji pada BBRI.
Tabel 4. Uji Cepat Rotasi vs Rebound
| Indikator | Rotasi defensif | Rebound teknikal | Kondisi BBRI saat ini |
| Arus asing | Net buy beruntun | Berganti-ganti | Net buy 28-29 Sep, net sell 30 Sep-1 Okt, net buy 6-7 Okt |
| Kinerja mingguan | Mengungguli IHSG | Ikut melemah | -2,22%, lebih ringan dari IHSG (-3,28%) |
| Volume | Di atas rata-rata | Normal atau turun | Hari naik (29 Sep, 5 Okt) sekitar 82% dari rata-rata 20 hari |
| Bank lain | Ikut diakumulasi | Terpisah-pisah | BBCA dan BMRI masih dijual |
*Data per 7 Oktober, kinerja mingguan 28 September hingga 2 Oktober. Volume kedua hari naik sekitar 135 juta saham, rata-rata 20 hari sekitar 165 juta saham (hitungan Ajaib).
Sejauh ini, kekuatan relatif BBRI lebih baik dari IHSG, tetapi arus asing, volume, dan respons bank lain belum memenuhi ciri rotasi defensif secara penuh.
Anda dapat menggunakan fitur Broker Summary di Ajaib Terminal untuk melihat apakah pembelian BBRI terjadi bertahap atau hanya terpusat di satu dua hari.
Baca jejak akumulasi BBRI di Ajaib Terminal
Selain sinyal transaksi, ada sejumlah faktor eksternal yang dapat menguatkan atau melemahkan tren ini.
Faktor yang Perlu Dipantau, dari Minyak hingga Laporan Kuartal III
Harga minyak Brent berada di US$104,74 per barel pada 7 Oktober, naik sekitar 58% secara tahunan di tengah sentimen geopolitik. Kaitannya bagi trader sebagai berikut.
- Inflasi dan rupiah. Minyak mahal dapat menambah tekanan inflasi dan kebutuhan valuta asing untuk impor energi.
- Arah kebijakan BI. Inflasi dan rupiah memengaruhi ruang suku bunga pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI 20 hingga 21 Oktober.
- Margin bunga bank. Suku bunga memengaruhi imbal hasil kredit sekaligus biaya dana tiap bank.
- Kinerja saham energi. Minyak mahal dapat menjadi sentimen bagi emiten energi, meski sektornya masih melemah akhir September.
Rapat FOMC (komite kebijakan moneter The Fed) 27 hingga 28 Oktober turut memengaruhi arus dana global, bersamaan dengan musim laporan kuartal III bank besar.
Tabel 5. Perkiraan Jadwal Rilis Kuartal III Bank Besar
| Bank | Perkiraan rilis |
| BBCA | 20 Oktober |
| BBNI | 23 Oktober |
| BMRI | 27 Oktober |
| BRIS | 29 Oktober |
| BBRI | 30 Oktober, atau akhir November bila melalui penelaahan terbatas akuntan publik |
*Estimasi media per 28 September 2026. Pantau keterbukaan informasi resmi di BEI.
Agenda tersebut dapat dibaca lewat tiga skenario berikut.
Tabel 6. Skenario Jangka Pendek
| Skenario | Konfirmasi | Pembatal |
| Rotasi berlanjut | Net buy asing meluas ke bank lain, laporan kuartal III sesuai ekspektasi | Net sell kembali dominan di BBRI |
| Rebound memudar | Volume turun, asing kembali melepas | Harga menembus resistance dengan volume |
| Campuran | BBRI kuat, bank lain lemah | Arus asing berbalik searah |
*Resistance adalah area harga yang cenderung menahan kenaikan.
Untuk menguji skenario tersebut setiap hari, data yang dibutuhkan tersedia di Ajaib Terminal.
Cara Menguji Rotasi ke Saham Bank di Ajaib Terminal, Langkah demi Langkah
Berikut urutan langkahnya.
Langkah 1, Pantau Bank Besar dalam Satu Layar dengan Pre-Defined Multi-Orderbook Template
Masukkan BBRI, BBCA, BMRI, BBNI, dan BRIS untuk membandingkan harga serta antrean beli dan jual secara bersamaan.

Tangkapan layar Multi-Orderbook lima saham di Ajaib Terminal
Langkah 2, Bandingkan Arus Asing per Bank di Foreign Flow
Buka Foreign Flow setiap bank, lalu hitung berapa hari berturut-turut net buy terjadi.
Langkah 3, Lacak Akumulasi Bertahap di Broker Summary
Di Broker Summary, gunakan filter Semua Investor dan tampilan Net, lalu bandingkan 28 September hingga hari ini dengan Agustus.

Tangkapan layar Broker Summary BBCA pada 28 September hingga hari ini per 9 Oktober 2026

Tangkapan layar Broker Summary BBCA sepanjang bulan Agustus 2026
Langkah 4, Konfirmasi dengan Inventory Analysis
Lewat Inventory Analysis, pastikan posisi bersih pembeli besar terus bertambah, bukan sekadar berpindah tangan.

Tangkapan layar Inventory Analysis di Ajaib Terminal
Langkah 5, Ukur Kekuatan Relatif di Chart
Bandingkan BBRI dengan IHSG, lalu cek volume terhadap rata-rata 20 hari.

Tangkapan Chart BBRI di Ajaib Terminal
Dengan rutinitas ini, sinyal rotasi dapat dikonfirmasi sebelum mengambil posisi.
Bersiap Membaca Rotasi Sektor di Ajaib dan Mulai Trading
Peran bank sebagai penyangga IHSG masih perlu dikonfirmasi oleh konsistensi arus dana dan laporan kuartal III. Berikut persiapannya.
- Simpan bank besar di Watchlist. Kelompokkan lima bank besar agar mudah dipantau.
- Gunakan Fast Trade. Manfaatkan Fast Trade saat volatilitas meningkat di sekitar RDG BI dan rilis laporan.
- Tentukan batas risiko. Tetapkan sebelum masuk posisi.
Pantau pergerakan sahamnya dan mulai trading lebih cepat dan powerful dengan Ajaib. Download sekarang!
Disclaimer: Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber:
- Bloomberg Technoz, “Pelemahan IHSG Menyusut Tersisa 0,21% Berkat Saham BBRI” (29 September 2026)
- Bloomberg Technoz, “Investor Asing Lepas 10 Saham Ini, Tekan IHSG ke Zona Merah” (8 Oktober 2026)
- CNBC Indonesia, “IHSG Lanjut Melesat, Asing Kompak Serok 10 Saham Ini” (7 Oktober 2026)
- Bisnis.com, “Daftar 10 Top Laggards, GOTO hingga MDKA Jadi Pemberat Utama IHSG Sepekan” (3 Oktober 2026)
- Databoks Katadata, sektor saham IDX-IC 29 dan 30 September 2026
- Fortune, “Current Price of Oil as of Oct. 7, 2026” (7 Oktober 2026)
- IDX Channel, “Potensi Jadwal Rilis Kinerja Kuartal III-2026 Bank Besar” (28 September 2026)
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!