Ajaib
Menu

Analisis Saham

Floor Price Rp1 Resmi Berlaku, GOTO dan DADA Langsung ARB di Hari Pertama

Afif Alfaris•September 28, 2026

Key Takeaways

  • Mulai 28 September 2026, harga saham terendah turun dari Rp50 ke Rp1, dan 23 saham langsung ARB ke Rp43, termasuk GOTO dan DADA.
  • Hingga 31 Desember 2026, saham Rp11-Rp200 memiliki ARB 15% dan ARA 35%, lalu ARB melebar ke 35% mulai 1 Januari 2027, sedangkan saham Rp1-Rp10 bergerak Rp1 per hari.
  • Antrean jual GOTO di Rp43 sekitar 1,03 miliar lot (±Rp4,45 triliun, 8,6% saham tercatat), nilai pasar berkurang ±Rp8,4 triliun, dan sahamnya menyumbang ±12,9 poin penurunan IHSG.
  • DADA dimiliki 98.289 pihak dengan antrean jual ±7,8% saham tercatat, sehingga tekanan jual berpotensi berlanjut beberapa hari.

Batas Harga Rp1 Resmi Berlaku, Puluhan Saham Gocap Langsung ARB

Hari pertama aturan harga saham minimum Rp1 langsung menguji saham gocap, yaitu saham yang selama ini tertahan di Rp50.

BEI menerbitkan Kep-00136/BEI/09-2026 untuk saham dan Kep-000137/BEI/09-2026 untuk DINFRA (dana investasi infrastruktur) pada 21 September 2026. Sebelum berlaku, 49 saham diperdagangkan tepat di Rp50, sebagian berstatus suspensi.

Saat pasar dibuka, 23 saham turun serempak 14% ke Rp43 dan terkunci auto rejection bawah (ARB), yaitu batas penurunan harga harian. Antrean jualnya berkisar 48 ribu lot hingga lebih dari 1 miliar lot, dan IHSG sempat turun lebih dari 1% ke 6.174-6.179 pada sesi pertama.

Tabel 1. Contoh Saham Eks-Gocap yang ARB ke Rp43, 28 September 2026

KelompokContoh saham
TeknologiGOTO
PropertiDADA, LPKR, MDLN
Perbankan dan keuanganBBKP, BABP, PNBS, BCAP, PADI
Media dan hiburanKPIG, NETV
LainnyaCPRO, WMUU, WEGE, HOKI, ATLA

*Data sesi pertama 28 September 2026. .

Apa yang Berubah dari Aturan Harga Minimum Rp1?

Selain harga terendah, batas auto rejection juga disesuaikan dalam dua tahap, dan hal ini penting dipahami pemegang saham berharga rendah.

Tabel 2. Batas Auto Rejection Setelah Aturan Baru

Rentang hargaARAARB (28 Sep-31 Des 2026)ARB (mulai 1 Jan 2027)
Rp1-Rp10Rp1Rp1Rp1
Rp11-Rp20035%15%35%
Di atas Rp200-Rp5.00025%15%25%
Di atas Rp5.00020%15%20%

*Kep-00136/BEI/09-2026. Untuk DINFRA, batasnya Rp1 pada rentang Rp1-Rp10 dan 10% untuk harga di atas Rp10.

Mengapa BEI Membuka Batas Rp50

BEI ingin memperbaiki price discovery atau proses pembentukan harga sesuai permintaan dan penawaran, serta mendorong likuiditas. Dengan batas Rp50, banyak saham tertahan tanpa pembeli, sehingga investor sulit keluar dan harga di layar belum mencerminkan nilai sebenarnya.

Rp50 Selama Ini Bukan Lantai yang Aman

Batas Rp50 kerap dianggap harga paling bawah sehingga risikonya terasa terbatas. Kini saham berfundamental lemah dapat terus turun, sementara saham berfundamental membaik tetap punya ruang naik hingga 35% per hari.

GOTO dan DADA di Hari Pertama, Apa Artinya bagi Pemegang Saham?

GOTO adalah emiten teknologi berkapitalisasi besar yang sudah mencetak laba, sedangkan DADA emiten properti berkapitalisasi kecil dengan basis investor ritel besar, sehingga keduanya perlu dibaca berbeda.

Tabel 3. Potret GOTO dan DADA di Hari Pertama

IndikatorGOTODADA
Saham tercatat1.201.409.662.836 lembar7.431.530.800 lembar
Harga sebelum dan saat ARBRp50 ke Rp43 (-14%)Rp50 ke Rp43 (-14%)
Antrean jual di Rp43±1,03 miliar lot (±103 miliar lembar)±5,76 juta lot (±576 juta lembar)
Porsi antrean dari saham tercatat±8,6%±7,8%
Nilai pasar (Rp50 ke Rp43)±Rp60,1 T ke ±Rp51,7 T (-Rp8,4 T)±Rp371,6 M ke ±Rp319,6 M (-Rp52 M)
PBV di Rp43±1,5 kali±0,9 kali
Rentang 52 minggu (sebelum aturan)Rp50-Rp73Rp50-Rp240
Jumlah pemegang sahamTidak diungkapkan98.289 pihak

*Antrean per sesi pertama 28 September 2026. Nilai pasar, porsi antrean, dan PBV hitungan Ajaib.

GOTO, Fundamental Membaik tetapi Pasokan Menumpuk

Pada kuartal II 2026, GOTO membukukan laba bersih Rp252 miliar, pendapatan bersih Rp5,7 triliun, dan EBITDA disesuaikan di atas Rp1 triliun. Manajemen menyebut penurunan harga bersifat teknis, meski antrean 103 miliar lembar menunjukkan besarnya pasokan yang tertahan di Rp50.

Arah harga jangka pendek karenanya lebih ditentukan oleh kapan antrean terserap. Sebagai penyeimbang, kas per saham GOTO sekitar Rp20,6 atau hampir separuh harga Rp43, yang dapat menjadi acuan valuasi.

DADA, Tekanan Lama dengan Basis Investor Ritel yang Besar

DADA sudah turun dari Rp240 ke Rp50 dalam setahun, dan kini di bawah nilai buku per saham sekitar Rp48,8. Antrean 576 juta lembar, hampir 8% saham tercatat, dapat menekan harga beberapa hari, apalagi keputusan jual dari 98.289 pemegang saham cenderung bergelombang.

Seberapa Jauh Saham Eks-Gocap Bisa Turun? Simulasi ARB Beruntun

Simulasi berikut menunjukkan cara kerja batas ARB bagi saham eks-gocap, bukan prediksi harga.

Tabel 4. Ilustrasi Jalur Harga jika ARB Terjadi Beruntun (Batas ARB 15%)

Hari keHargaHari keHarga
0 (sebelum aturan)Rp507Rp18
1Rp438Rp16
2Rp379Rp14
3Rp3210Rp12
4Rp2811Rp11
5Rp2412Rp10
6Rp21SetelahnyaTurun Rp1 per hari

*Simulasi Ajaib dengan batas ARB 15% dan fraksi harga Rp1. Ilustrasi mekanisme, bukan proyeksi harga.

Mengapa Simulasi Ini Penting

Dengan batas 15%, penurunan dari Rp50 ke Rp10 butuh sekitar 12 hari ARB beruntun, jeda yang memberi waktu bagi pembeli dan penjual menilai ulang posisinya. Mulai 1 Januari 2027, ARB rentang Rp11-Rp200 melebar ke 35%, sehingga penurunan serupa dapat terjadi dalam sekitar 4 hingga 5 hari (hitungan Ajaib).

Di bawah Rp10, harga bergerak Rp1 per hari dengan persentase besar, misalnya Rp5 ke Rp4 berarti turun 20%.

Sisi Lain, Ruang Pantul Juga Lebar

Dengan ARA 35%, saham di Rp43 dapat naik ke sekitar Rp58 dalam sehari jika antrean jual habis dan pembeli agresif masuk. Trader perlu membedakan technical rebound atau pantulan teknis dari pembalikan tren yang didukung akumulasi, karena penentunya tetap bisnis, arus kas, utang, dan prospek emiten.

Baca juga: Aturan Baru ARA dan ARB Saham 28 September 2026

Cara Memantau Saham Eks-Gocap di Ajaib Terminal, Langkah demi Langkah

Saat saham bergerak dari ARB ke ARB, keputusan terbaik sering kali datang dari membaca antrean dan jejak transaksi, bukan menebak harga dasar. Berikut urutan pemantauannya di Ajaib Terminal.

Tabel 5. Indikator yang Perlu Dipantau dan Cara Membacanya

IndikatorFiturYang dilihatSinyal yang perlu dicermati
Antrean jualOrder QueueLot di harga ARB dan perubahannyaAntrean cepat menipis, pembeli mulai menyerap
Transaksi nyataDone DetailsVolume dan ukuran transaksi di ARBTransaksi besar di ARB, ada pihak menampung barang
Pembeli dan penjualBroker SummaryNet buy, net sell, dan harga rata-rataPenjualan terkonsentrasi, distribusi besar
AkumulasiInventory AnalysisPerubahan posisi broker harianBroker besar menambah posisi saat harga turun
Orang dalamInsiderTransaksi direksi, komisaris, atau pemegang saham utamaPembelian di harga rendah, sinyal keyakinan

*Sinyal bersifat indikatif dan perlu dikonfirmasi lebih dari satu indikator.

Langkah 1, Cek Antrean di Order Queue Sejak Pra-Pembukaan

Catat lot di harga ARB saat pembukaan, lalu bandingkan di akhir sesi pertama dan menjelang penutupan. Antrean yang bertambah menandakan tekanan jual belum selesai, sedangkan antrean menipis dapat menjadi tanda awal keseimbangan.

Langkah 2, Pastikan Ada Transaksi Nyata di Done Details

Antrean besar belum tentu diikuti transaksi. ARB tanpa transaksi berarti pembeli belum mau masuk, sedangkan ARB dengan transaksi besar menandakan ada pihak yang mulai menampung barang.

Langkah 3, Identifikasi Pembeli dan Penjual di Broker Summary

Atur rentang tanggal mulai 28 September dan aktifkan mode net, lalu perhatikan apakah penjualan didominasi segelintir broker atau tersebar di banyak broker.

Langkah 4, Konfirmasi Akumulasi dengan Inventory Analysis dan Broker Flow

Jika ada broker yang konsisten membeli, pantau apakah posisinya terus bertambah di Inventory Analysis, lalu cek di Broker Flow apakah aliran dana searah dengan harga.

Langkah 5, Pantau Banyak Saham Eks-Gocap Sekaligus

Tampilkan GOTO, DADA, LPKR, dan BBKP dalam satu layar lewat Pre-Defined Multi-Orderbook Template atau Custom Layout dan Widgets untuk membandingkan antrean mana yang lebih dulu terserap, lalu cek menu Insider untuk pembelian orang dalam.

Bersiap Menghadapi Era Saham Eks-Gocap di Ajaib dan Mulai Trading

Batas harga Rp1 membuka babak baru bagi saham berharga rendah, dengan peluang dan risiko yang sama-sama lebih lebar. Berikut persiapannya.

  • Simpan di Watchlist. Masukkan saham eks-gocap yang Anda pegang agar mudah dipantau setiap hari.
  • Gunakan Fast Trade. Pasang atau batalkan order dengan cepat saat antrean ARB terserap atau terjadi pantulan.
  • Tentukan batas risiko. Tetapkan sebelum masuk, terutama menjelang pelebaran ARB pada 1 Januari 2027.

Pantau pergerakan sahamnya dan mulai trading lebih cepat dan powerful dengan Ajaib. Download sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Sumber:

  • Bursa Efek Indonesia, “Siaran Pers Penyesuaian Batas Harga Minimum Saham” (September 2026)
  • Bloomberg Technoz, “GOTO dan DADA Langsung ARB Usai Gembok Saham Gocap Dibuka” (28 September 2026)
  • Bloomberg Technoz, “Sebanyak 23 Saham ARB Usai Rp50 Dilepas, Ada Saham GOTO & DADA” (28 September 2026)
  • Fortune Indonesia, “Harga GOTO Turun 14% ke Rp43, Antrean Jual Tembus 1 Miliar Lot” (28 September 2026)
  • Investor.id, “Puluhan Ribu Investor DADA Bisa-bisa Mengelus Dada” (28 September 2026)

Profil Penulis

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!