Ajaib
Menu

Analisis Saham

Laba AMMN Melonjak ke Rp8,89 Triliun, Ini Kinerja Semester I 2026 dan Faktor yang Perlu Dipantau

Afif AlfarisSeptember 21, 2026

Laba AMMN Melonjak ke Rp8,89 Triliun, Ini Kinerja Semester I 2026 dan Faktor

Key Takeaways

  • Laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk mencapai US$497,93 juta (±Rp8,89 triliun) pada semester I 2026, berbalik dari rugi US$148,72 juta setahun sebelumnya, dengan penjualan naik lebih dari 11 kali menjadi US$2,05 miliar.
  • Beban keuangan naik 52,5% menjadi US$255,7 juta, terutama karena bunga smelter yang tahun lalu masih dikapitalisasi kini dibebankan penuh ke laba rugi.
  • Utang bank turun sekitar US$610 juta sejak akhir 2025, tetapi AMMN kembali menarik pinjaman baru pada Agustus hingga September 2026.
  • Saham AMMN turun sekitar 8% dalam sepekan sebelum rilis laporan dan masih melemah sekitar 27% secara year to date.

Kinerja AMMN Semester I 2026 dan Hal yang Perlu Dicermati Trader 

Laporan keuangan PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) semester I 2026 memperlihatkan pemulihan kinerja yang kuat, dengan emiten tambang tembaga dan emas ini berbalik dari rugi menjadi laba hampir Rp9 triliun dalam setahun.

Pertumbuhan penjualan dan produksi menjadi salah satu faktor utama di balik perubahan kinerja tersebut. Di sisi lain, perkembangan beban keuangan, operasional smelter, serta beberapa pos akuntansi khas industri tambang tetap perlu diperhatikan untuk melihat keberlanjutan kinerja pada periode berikutnya.

Dari Mana Laba AMMN Rp8,89 Triliun Berasal?

Lonjakan laba ini lebih mudah dipahami bila dibandingkan dengan semester I 2025, ketika tambang Batu Hijau masih berada di fase pengupasan dan hampir tidak menjual produk.

Tabel 1. Ringkasan laba rugi AMMN semester I (US$ juta)

PosSem I 2026Sem I 2025Perubahan
Penjualan bersih2.052,4182,6+1.024%
Laba kotor964,255,7+1.631%
Margin kotor47,0%30,5%+16,5 poin
Laba (rugi) operasional909,5(30,2)berbalik positif
Beban keuangan(255,7)(167,6)+52,5%
Laba (rugi) sebelum pajak695,1(191,5)berbalik positif
PNBP(50,6)0pos baru
Laba (rugi) atribusi induk497,9(148,7)berbalik positif

*Sumber: Laporan Keuangan Konsolidasian Interim AMMN 30 Juni 2026. Konversi Rp8,89 triliun memakai kurs Rp17.857 per US$ sesuai pemberitaan media.

Berdasarkan data di atas, peningkatan volume produksi menjadi salah satu penopang kinerja AMMN, selain perkembangan harga komoditas. Bijih segar yang ditambang pada kuartal I 2026 mencapai 38 juta ton, dibanding hanya 1 juta ton pada kuartal I 2025, dengan kadar tembaga naik ke 0,53% dan emas ke 0,54 gram per ton. Kombinasi inilah yang meningkatkan margin kotor hingga ke 47%.

Momentumnya juga menguat antarkuartal. Berdasarkan hitungan Ajaib dari selisih laba semester dan kuartal I, laba kuartal II berada di kisaran US$335 juta, kira-kira dua kali lipat laba kuartal I sebesar US$163 juta.

Tabel 2. Komposisi penjualan AMMN semester I 2026 (US$ juta)

ProdukPasarNilaiPorsi
Katoda tembagaDomestik430,721,0%
Emas murniDomestik311,115,2%
Konsentrat tembagaEkspor491,523,9%
Konsentrat emasEkspor586,928,6%
Katoda tembagaEkspor232,211,3%
Total2.052,4100%

*Sumber: Catatan 24 Laporan Keuangan AMMN. Porsi dihitung Ajaib.

Beban Keuangan Naik 52,5%, Apa Penyebabnya?

Kenaikan beban keuangan terlihat besar, tetapi sebagian angkanya dipengaruhi perubahan perlakuan akuntansi seiring masuknya smelter ke tahap operasi, bukan semata-mata karena bertambahnya utang.

Tabel 3. Rincian beban keuangan AMMN (US$ juta)

KomponenSem I 2026Sem I 2025
Bunga pinjaman jangka panjang219,6148,6
Amortisasi biaya keuangan26,46,0
Bunga pinjaman jangka pendek7,710,4
Bunga sewa dan pembiayaan2,02,6
Beban keuangan di laba rugi255,7167,6
Bunga yang dikapitalisasi ke aset tetap043,2
Total beban pinjaman255,7210,8

*Sumber: Catatan 9, 16, 17, dan 21 Laporan Keuangan AMMN. Baris total beban pinjaman adalah hitungan Ajaib.

Bunga Smelter Kini Masuk Laba Rugi

Pada semester I 2025, bunga US$43,2 juta dari fasilitas pinjaman smelter masih dikapitalisasi ke aset tetap karena smelter belum beroperasi. Pada 2026, angka itu nihil sehingga seluruh bunga menjadi beban, dan bila bunga yang dikapitalisasi ikut dihitung, total beban pinjaman hanya naik sekitar 21%.

Dengan demikian, kenaikan 52,5% pada beban keuangan perlu dilihat bersama perubahan tahap operasional smelter. Beban keuangan masih menyerap sekitar 28% laba operasional dengan rasio laba operasional terhadap beban keuangan sekitar 3,6 kali, sehingga perkembangan posisi utang dan biaya pendanaan tetap menjadi bagian penting yang perlu dipantau.

Utang Turun, Posisi Pendanaan Tetap Perlu Dipantau 

Pinjaman bank turun dari sekitar US$6,52 miliar pada akhir 2025 menjadi US$5,91 miliar pada Juni 2026, sementara kas naik ke US$818,9 juta sehingga utang bersih sekitar US$5,09 miliar. Arus kas operasi mencapai US$762,6 juta, sementara belanja modal tercatat US$130 juta dan perusahaan juga melakukan pembayaran utang.

Namun setelah periode laporan, AMMN menarik fasilitas modal kerja ICBC US$25 juta dan UOB US$42,2 juta serta menambah komitmen Term Loan VIII US$50 juta. Liabilitas derivatif juga naik dari US$81,9 juta menjadi US$174,5 juta, terutama dari cross currency swap yang sensitif terhadap pergerakan rupiah.

Empat Hal yang Perlu Diwaspadai dari Laporan Keuangan AMMN

Di luar beban keuangan, empat faktor berikut dapat menjadi perhatian untuk melihat perkembangan kinerja AMMN pada semester II. 

1. Izin Ekspor Konsentrat Sudah Berakhir

Izin ekspor konsentrat tembaga AMMN berlaku hingga 30 April 2026, sementara produk konsentrat masih menyumbang sekitar 52,5% dari penjualan semester I. Setelah izin berakhir, produksi konsentrat perlu diserap oleh fasilitas smelter domestik.

Smelter sudah mengolah seluruh produksi tambang sejak Juni 2026 dengan kapasitas input 900 ribu ton konsentrat per tahun. Dengan kondisi tersebut, tingkat utilisasi dan stabilitas operasional smelter menjadi salah satu faktor penting untuk memantau kinerja semester II.

2. Porsi untuk Negara Makin Besar

Royalti naik dari US$27,5 juta menjadi US$258,9 juta atau setara 12,6% penjualan, mengikuti tarif progresif dalam PP 19/2025. AMMN juga membayar bea keluar US$87,4 juta dan PNBP US$50,6 juta yang tahun lalu nihil.

Perubahan komponen tersebut perlu diperhitungkan dalam melihat bagaimana peningkatan harga komoditas dan penjualan diterjemahkan menjadi laba bersih.

3. Stockpile Melonjak

Nilai stockpile atau timbunan bijih naik dari US$1,53 miliar menjadi US$2,37 miliar, dan pergerakannya menjadi pengurang beban pokok sebesar US$974,7 juta.

Artinya, sebagian biaya penambangan masih tercatat sebagai persediaan dan baru dibebankan saat bijih diolah. Pergerakan stockpile dan kadar bijih selanjutnya dapat menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam membaca margin AMMN.

4. Konsentrasi Pembeli

Glencore menyerap 61,1% penjualan, disusul Antam 15,1% dan Marubeni 11,3%. Komposisi tersebut membuat perkembangan penjualan, harga, dan jadwal pengapalan dari pembeli utama menjadi faktor yang relevan untuk dipantau.

Kamu dapat menggunakan fitur Chart dengan lebih dari 50 indikator di Ajaib Terminal untuk membandingkan pergerakan AMMN dengan tren harga emas dan tembaga sebelum mengambil posisi.

Bagaimana Respons Saham AMMN dan Apa yang Perlu Dipantau Trader?

Kinerja keuangan yang membaik menjadi salah satu informasi penting bagi investor, sementara pergerakan harga saham memberikan gambaran bagaimana pasar merespons ekspektasi terhadap kinerja tersebut.

Tabel 4. Posisi harga AMMN

IndikatorData
Harga 21 September 2026 (sesi I)Rp4.660 (-0,20%)
Rentang sepekanRp4.610 sampai Rp5.275 (-8,04%)
Kinerja 3 bulan+22,77%
Kinerja year to date-27,00%
Volume sesi I313.580 lot (Rp147,55 miliar)

Sebagai ilustrasi, berdasarkan laba semester I yang disetahunkan secara sederhana, PER AMMN sekitar 19 kali dan PBV sekitar 3,3 kali pada harga Rp4.660 dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp340 triliun, meski angka ini hanya ilustrasi karena laba tambang bersifat siklikal.

Pergerakan harga menjelang dan setelah rilis laporan dapat menjadi konteks tambahan untuk melihat bagaimana pasar merespons pemulihan kinerja AMMN. Katalis berikutnya adalah laporan kuartal III 2026 sebagai periode penjualan penuh dari smelter, data utilisasi smelter, harga emas dan tembaga, serta kurs rupiah. 

Dari sisi level, skenario penguatan membutuhkan harga kembali di atas Rp5.275 dengan volume meningkat. Skenario pelemahan terbuka bila harga menembus ke bawah Rp4.610, sedangkan di antara kedua level itu harga cenderung mendatar sambil menunggu data kuartal III.

Kamu dapat menggunakan fitur Inventory Analysis dan Broker Flow di Ajaib Terminal untuk melihat apakah pelemahan AMMN menjelang rilis laporan diikuti akumulasi atau distribusi oleh broker besar.

Pantau Saham AMMN Lebih Presisi dan Trading di Ajaib Terminal

Pemulihan kinerja AMMN pada semester I 2026 menjadi salah satu perkembangan yang menarik untuk diikuti, terutama setelah penjualan dan laba meningkat signifikan. Karena itu, kamu bisa memantau harga dan informasi saham AMMN di Ajaib untuk mengikuti pergerakan harga, grafik, berita, serta perkembangan kinerja dan operasional smelternya.

Kamu juga bisa mengakses berbagai Saham Indonesia di Ajaib untuk menyesuaikan strategi trading dengan kondisi pasar dan toleransi risiko masing-masing. Download Ajaib sekarang!

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Sumber:

  • PT Amman Mineral Internasional Tbk, “Laporan Keuangan Konsolidasian Interim 30 Juni 2026 dan 31 Desember 2025” (September 2026)
  • Bisnis.com, “Laba Amman (AMMN) Tembus Rp8,89 Triliun Semester I/2026, Ditopang Penjualan Emas” (21 September 2026)
  • Bloomberg Technoz, “AMMN Cetak Laba Bersih Rp8,89 Triliun Semester I-2026” (21 September 2026)
  • CNBC Indonesia, “Smelter Tembaga Amman Mineral Sudah Berproduksi di Juni 2026” (14 Juli 2026)
  • Tambang.co.id, “Sepanjang Kuartal I-2026, AMMAN Sukses Bukukan Laba Bersih sebesar US$163 juta” (4 Mei 2026)

Profil Penulis

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!