ASII Tawar Saham AUTO Rp3.600, Simak Prospek dan Valuasinya
Mikirduit•September 10, 2026

Key Takeaway
- ASII berencana membeli hingga 4,94% saham AUTO melalui Voluntary Tender Offer (VTO) dengan harga Rp3.600 per saham.
- Jika seluruh saham dalam VTO terserap, kepemilikan ASII di AUTO akan meningkat dari 80% menjadi maksimal 84,94%.
- Kinerja AUTO mencatat pertumbuhan laba 22,6% YoY pada semester I 2026 menjadi Rp1,15 triliun.
- Secara teknikal, saham AUTO telah menguat dalam lima minggu dan sempat menyentuh resistance 3.470, sementara secara valuasi PBV berada di atas rata-rata historis tiga tahun dan P/E mendekati +2 standar deviasi.
ASII Buka Tender Offer Saham AUTO Rp3.600 per Saham
PT Astra Internasional Tbk (ASII) membuka opsi mau beli saham anak usahanya, PT Astra Otopart Tbk (AUTO) di harga premium lembar melalui Voluntary Tender Offer (VTO).
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, ASII menyampaikan rencana melakukan VTO atas saham AUTO untuk meningkatkan kepemilikannya di perseroan.
ASII bermaksud membeli sebanyak-banyaknya 238,44 juta saham atau sekitar 4,94 persen dari modal ditempatkan dan disetor AUTO, dengan harga penawaran sebesar Rp3.600 per saham.
Jika seluruh saham tersebut berhasil diperoleh, kepemilikan ASII di AUTO akan meningkat dari 80 persen menjadi maksimal 84,94 persen.
ASII juga menegaskan bahwa VTO ini bukan bagian dari rencana untuk melikuidasi maupun mendelisting AUTO dari BEI. Perseroan justru menyatakan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan kegiatan usaha AUTO di masa mendatang.
Adapun, VTO diperkirakan memperoleh tanggal efektif pada 6 Oktober 2026. Periode penawaran dijadwalkan berlangsung pada 8 Oktober hingga 6 November 2026, sedangkan pembayaran kepada pemegang saham diperkirakan dilakukan pada 13 November 2026.
Sebagai catatan dulu, harga saham AUTO per Selasa hari ini (1/9/2026) berada di Rp3.450 per lembar, dalam sebulan sudah terbang hampir 25 persen, tetapi masih lebih murah 4,12 persen dari harga tender offer oleh ASII.

Katalis VTO oleh pengendali dan gerak sahamnya yang lagi moncer tentu menjadi satu pertanyaan. Apakah menarik untuk ikutan masuk saham AUTO? atau lebih baik tunggu dulu? mari kita coba ulas berdasarkan teknikal dan valuasi.
Teknikal dan Valuasi Saham AUTO
Secara teknikal, dalam basis mingguan harga saham AUTO sudah lima minggu dalam zona hijau. Memasuki September posisinya sudah berada sempat menyentuh resistance di 3.470, didapatkan dari horizontal line yang pernah diuji sekitar tiga tahun lalu, tepatnya pada 7 Agustus 2023.
Bentuk candle sudah membentuk doji dengan volume beli mulai menipis, menunjukkan rawan risiko taking profit.

Meskipun harga saat ini masih lebih murah dari tender offer, bukan tidak mungkin dalam jangka pendek bisa terkoreksi lebih dulu, tetapi kami melihat potensi koreksi sebagai peluang buy on retracement dengan area support terdekat yang perlu dipantau di 2910.
Secara historis, berdasarkan rata-rata valuasi tiga tahun dengan menggunakan metrik PBV dan P/E di platform Ajaib Terminal, valuasi AUTO saat ini dapat dikatakan sudah tidak murah lagi.
Posisi PBV sudah berada di atas rata-rata, sementara P/E sudah mau mendekati +2 standar deviasi.

Meski begitu, secara industri valuasi AUTO masih tergolong atraktif. Dari sisi P/E, AUTO berada di 6,88 kali, menjadikannya yang termurah kedua setelah GJTL dengan P/E 3,10 kali. Sementara dari sisi PBV, valuasi AUTO di 1,04 kali masih dapat dikatakan berada pada level yang wajar.
Jadi, dengan mempertimbangkan lanskap valuasi industri, keputusan ASII untuk menambah investasi di AUTO meski pada harga premium dari pasar menurut kami masih cukup masuk akal. Terlebih, prospek AUTO dapat semakin menarik apabila perseroan mampu mencatatkan pertumbuhan positif ke depan, yang berpotensi membuka ruang bagi rerating valuasi.

Review Kinerja Keuangan dan Prospek Bisnis AUTO
Pertumbuhan kinerja yang positif ini sebenarnya sudah terlihat pada tahun ini, di mana dalam dua kuartal beruntun laba selalu tumbuh positif.
Pada kuartal pertama tahun ini, laba naik 10,6 persen secara tahunan (YoY) menjadi Rp558,95 miliar, kemudian pada kuartal berikutnya tumbuh lebih pesat sampai 36,7 persen YoY mencapai Rp592,49 miliar.

Kalau diakumulasi sepanjang enam bulan tahun ini, laba AUTO mencapai Rp1,15 triliun, melejit 22,6 persen dibandingkan Rp938,9 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, emiten manufaktur di bidang otomotif satu ini juga sangat kuat. Sampai Juni 2026, kas dan setara kasnya mencapai Rp4,29 triliun, sementara utang berbunga hanya sekitar Rp156 miliar. Modal juga sangat kuat mencapai Rp17,19 triliun.
Menurut kami, AUTO ini tipe perusahaan yang sudah di fase mature, tapi masih bertumbuh secara terukur. Momentum pertumbuhan yang positif ini menjadi PR yang harus dipertahankan perusahaan melalui efisiensi, penguatan bisnis yang sudah ada serta inovasi.
Dari sisi inovasi bisnis, AUTO menjalankan tiga strategi diversifikasi.
Pertama, mengembangkan dan memproduksi EV charger Astra Otopower secara mandiri, sekaligus memasok komponen kendaraan listrik untuk Original Equipment Manufacturer (OEM), yakni produsen yang memasang komponen tersebut langsung pada kendaraan baru di pabrik perakitan.
Kedua, AUTO memanfaatkan fasilitas manufaktur presisi tinggi untuk memproduksi berbagai alat kesehatan dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang tinggi, seperti Antivirus Air Purifier, USG 2D, Anthropometry Kit, dan Suction Pump untuk kebutuhan fasilitas kesehatan.
Ketiga, AITO juga memanfaatkan kapasitas pabrik yang masih tersedia dengan memproduksi komponen alat berat untuk sektor pertambangan dan perkebunan. Strategi ini sekaligus membantu AUTO menjaga utilisasi dan efisiensi fasilitas produksinya.
Terkait insentif pemerintah, menurut kami AUTO mendapatkan manfaat secara tidak langsung dari berbagai insentif fiskal di sektor otomotif. Kebijakan insentif PPN DTP (PPN Ditanggung Pemerintah) untuk mobil listrik serta pembebasan PPnBM kendaraan tertentu mendorong volume produksi dan penjualan kendaraan bermotor dari pabrikan (OEM).
Selain insentif penjualan, AUTO juga berpotensi memanfaatkan insentif perpajakan seperti super tax deduction untuk kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) serta pelatihan vokasi.
Kebijakan pemerintah yang gencar mendorong peningkatan TKDN pada produk otomotif dan alat kesehatan juga menjadi angin segar bagi AUTO, karena pabrikan global didorong untuk makin banyak mengikat kontrak pasokan komponen lokal dari manufaktur dalam negeri.
Meski begitu sejumlah tantangan bisnis juga tetap harus diantisipasi, seperti ketergantungan pada volume penjualan kendaraan bermotor domestik yang dinamis, fluktuasi harga bahan baku logam/plastik, serta potensi persaingan dari komponen impor murah.
Dari sisi harga saham yang sudah naik terlalu kencang juga patut diantisipasi jika mulai rawan terjadi koreksi, supaya kita bisa dapat momentum beli yang lebih optimal.
Gimana, menurut kalian menarik koleksi saham AUTO atau masih wait and see?
Pantau dan Trading Saham AUTO di Ajaib
Pantau pergerakan saham AUTO dan saham potensial lainnya, dan susun strategi trading sesuai dengan rencana transaksi kamu melalui Ajaib. Download aplikasi Ajaib dan nikmati kemudahan memantau harga saham serta melakukan transaksi saham dalam satu aplikasi.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!