Kebutuhan Masker Dorong Harga Saham MEDS-OMED Terbang, Trader Harus Gimana?
Mikirduit•September 8, 2026

Key Takeaways:
- Kebutuhan masker kembali menjadi perhatian seiring fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta erupsi gunung Krakatau yang mendorong paparan asap dan debu vulkanik.
- Tiga saham yang terkait dengan bisnis masker adalah MEDS, MMIX, dan OMED, dengan karakteristik bisnis dan pergerakan saham yang berbeda.
- MEDS menjadi saham dengan pergerakan paling atraktif, sempat naik 35% atau ARA pada Senin (7/9/2026) dan sempat menguat sekitar 30% pada Selasa (8/9/2026), sehingga kenaikannya dalam sepekan mencapai sekitar 48%.
- Secara teknikal, MEDS mendekati resistance 131 setelah sempat menyentuh 126, sementara muncul tail panjang ke bawah yang menunjukkan tekanan take profit. Saham ini juga memiliki market cap sekitar Rp151 miliar dan terdapat transaksi repo oleh pengendalinya.
Asap Karhutla dan Debu Vulkanik Dorong Perhatian ke Saham Masker
Ketika udara mulai dipenuhi asap dan debu vulkanik, masker kembali jadi barang wajib. Fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan sampai erupsi gunung Krakatau menodorong kebutuhan masker meningkat.
Sentimen tersebut turut membuat sektor kesehatan, khususnya produsen masker, menjadi perhatian. Menurut kami, ada tiga saham yang paling related masker di bursa, yakni PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS), PT Multi medika Internasional Tbk (MMIX), dan PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED).
Dalam beberapa hari terakhir, gerak tiga saham tersebut terbilang atraktif.
MEDS contohnya yang bergerak paling lincah, pada kemarin Senin (7/9/2026) berhasil cetak Auto Reject Atas (ARA) alias terbang 35 persen, kenaikan ini juga masih berlanjut sampai Selasa hari ini (8/9/2026) yang sempat naik kisaran 30 persenan lagi ke level Rp126 per saham. Alhasil, dalam seminggu ini terbangnya sampai 48 persenan.

Kira-kira yang lain gimana? apakah masih menarik untuk diikuti? mari kita coba ulas satu per satu.
Saham MEDS
Mulai dari MEDS dulu yang geraknya paling liar. Dua hari terakhir ini naiknya sangat kencang, bahkan kemarin sempat ARA.
Secara teknikal, saham ini sempat melonjak ke 126, mendekati resistance 131. Sayangnya, belum sampai kena resistance tersebut, candle nya sudah mulai membentuk tail panjang ke bawah, artinya sudah banyak yang mulai take profit.
Tipe saham seperti ini menurut kami lebih menarik untuk scalping atau trading cepat dalam hitungan jam atau harian saja, karena risiko volatilitas yang sangat tinggi. Jadi, kalau mau masuk perlu atur aset alokasi secara lebih ketat.

Volatilitas MEDS juga tak lepas dari market cap-nya yang masih kecil, sekitar Rp151 miliar. Ditambah lagi, pengendali MEDS, Jemmy Kurniawan, baru saja melakukan repo atas 6,5 juta saham senilai Rp475 juta pada 4 September 2026.
Ini perlu jadi perhatian investor. Pasalnya, jika terjadi gagal bayar, saham yang dijaminkan bisa dieksekusi dan dijual paksa ke pasar, sehingga berpotensi menambah tekanan jual di saham MEDS.
Perlu dicatat, MEDS merupakan produsen di balik merek masker Evo Plusmed, salah satu merek masker kesehatan yang cukup dikenal di Indonesia. Selain masker 3-ply hingga 5-ply, perusahaan juga memproduksi alat kesehatan lain seperti bouffant cap dan mendistribusikan hand sanitizer.
Setelah pandemi, bisnis MEDS tetap ditopang kebutuhan rumah sakit dan meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kualitas udara. Isu seperti polusi dan abu vulkanik juga bisa menjadi katalis jangka pendek karena mendorong permintaan masker.
Saham MMIX
Kedua, ada MMIX yang terkenal sebagai produsen masker fashion dan Kpop, termasuk karakter populer seperti BT21, edisi khusus yang melekat dengan boygrup BTS.
Selain punya merek sendiri seperti MIUMask, MMIX juga memasok produk masker ke jaringan ritel besar seperti Alfamart dan Indomaret.
Setelah pandemi, MMIX memperluas bisnisnya ke produk personal care dan personal hygiene. Tak cuma masker, perusahaan kini juga menjual popok bayi, tisu bambu, tisu basah, hingga air minum alkali.
Maka dari itu, MMIX juga ikut diperhatikan karena permintaan produknya naik karena asap karhutla dan debu vulkanik.
Secara teknikal, gerak sahamnya masih nanjak mengikuti trendline MA20 daily. Namun, volume beli sudah mulai turun dan RSI mulai mendekati area overbought, candle juga sudah membentuk doji.
Jika kenaikan harga tidak mampu menyentuh resistance terdekat di 845, risiko taking profit yang memicu koreksi normal potensi terbuka, setidaknya ke support terdekat di 775.

Ada catatan tambahan untuk saham ini, menurut kami tipe saham MMIX ini juga lebih menarik untuk trading jangka pendek, mengingat valuasi PBV sudah mencapai 20 kali yang artinya sudah terlampau mahal.
Saham OMED
Terakhir, ada saham OMED yang merupakan pemain manufaktur dan masker terbesar di Tanah Air, market capnya juga paling jumbo daripada dua saham sebelumnya, mencapai Rp6,3 triliun. Valuasinya juga masih di level yang cukup wajar, dihargai 2,24 kali PBV.
OMED terkenal dengan merk dagangnya OneMed dan punya bisnis alat kesehatan yang cukup lengkap. Produknya mulai dari masker, sarung tangan medis, plester, antiseptik, jarum suntik, hingga berbagai perlengkapan rumah sakit.
Berbeda dari MEDS dan MMIX yang cukup bergantung pada penjualan masker, bisnis OMED lebih terdiversifikasi dan banyak ditopang kebutuhan medis rutin. Dengan jaringan distribusi yang luas, OMED punya bisnis yang relatif lebih stabil karena produknya tetap dibutuhkan meski tidak ada pandemi.
Beralih ke pergerakan nya secara teknikal, OMED justru sudah mulai koreksi, posisinya saat ini dekat support trendline nya di 232, tetapi patut diantisipasi dengan volume jual yang tinggi, jika support ini ditembus ke bawah, maka peluang ke support selanjutnya di 216 juga masih terbuka.
Meski begitu, jika ada pantulan, peluang rebound ke 250 juga masih potensial. Menurut kami, OMED juga termasuk saham yang risiko volatilitasnya tinggi, terbukti dari candle kemarin yang opening-nya sempat naik signifikan sampai 17 persenan, tetapi closing-nya merah, sehingga penguatannya terkikis, hanya tersisa 1 persenan.

Gimana, dari tiga saham masker itu kalian sudah menuai cuan atau masih pada wait and see?
Trading Saham-saham Sektor Kesehatan Potensial di Ajaib
Pantau saham kesehatan dan berbagai peluang di pasar saham Indonesia melalui Ajaib. Cek pergerakan harga saham secara real-time dan lakukan transaksi sesuai keputusan investasimu.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!