Kenapa Saham Konglo Bisa Menggerakkan IHSG? Begini Penjelasannya
Tika•September 6, 2026

Key Takeaways
- IHSG dihitung dari kapitalisasi pasar yang disesuaikan free float, dan per 31 Agustus 2026 hanya sekitar 24,85% dari total kapitalisasi bursa yang benar-benar menjadi dasar perhitungan indeks.
- Tiga saham Grup Barito milik Prajogo Pangestu, yaitu BREN, TPIA, dan BRPT, menyumbang penurunan gabungan 424,53 poin terhadap IHSG sepanjang 2026 hingga 31 Agustus, setara sekitar 20% dari total penurunan indeks.
- BREN menjadi kapitalisasi terbesar kelima di bursa dengan porsi 3,89%, tetapi bobot efektifnya di IHSG hanya sekitar separuh dari angka tersebut.
- Sejak April 2026, BEI menerbitkan daftar High Shareholding Concentration, dan BREN termasuk dalam rilis perdananya, menegaskan bahwa konsentrasi kepemilikan kini menjadi isu resmi, bukan sekadar pengamatan pasar.
IHSG Bisa Bergerak Tajam Tanpa Berita Besar
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sering bergerak tajam dalam satu sesi tanpa berita ekonomi besar yang menyertainya. Bagi trader yang mencari penyebabnya di headline, penjelasannya kerap tidak ketemu, sebab alasannya bukan di berita, melainkan di struktur indeks itu sendiri.
Sebagian besar pergerakan itu bisa dijelaskan oleh segelintir saham berkapitalisasi raksasa dengan kepemilikan sangat terkonsentrasi. Grup Barito milik Prajogo Pangestu menjadi contoh paling nyata, dan memahami mekanismenya membantu trader memisahkan gerak indeks yang mencerminkan pasar luas dari yang hanya digerakkan beberapa nama.
Ketika Satu Saham Bisa Menggeser Puluhan Poin Indeks
Sebagian penjelasan pergerakan tajam itu terletak pada cara indeks disusun. Berbeda dengan LQ45 atau IDX30 yang hanya memilih 45 dan 30 saham terlikuid, IHSG mencakup seluruh 918 saham tercatat dan menimbangnya berdasarkan kapitalisasi pasar yang disesuaikan free float, yaitu porsi saham yang benar-benar beredar bebas di publik dan dapat diperdagangkan.
Contohnya terlihat pada 31 Agustus 2026. IHSG ditutup menguat tipis 0,11% ke 6.525,478, tetapi BRPT justru menjadi penekan indeks terbesar ketujuh hari itu dengan minus 2,61 poin setelah harganya turun 2,46%. Grup Barito milik Prajogo Pangestu adalah contoh paling jelas dari fenomena ini, dengan lima emiten yang saling terkait, yaitu BREN, TPIA, BRPT, CUAN, dan PTRO.
Konsentrasi Kepemilikan: Mekanisme di Balik Pengaruh yang Tidak Proporsional
Bobot sebuah saham di IHSG tidak dapat dilihat hanya dari kapitalisasi pasar penuh. Struktur saham yang beredar di publik juga menjadi salah satu faktor dalam metodologi pembobotan indeks.
Perbedaan ini terlihat dari data bursa. Per 31 Agustus 2026, total kapitalisasi pasar bursa mencapai Rp11.424 triliun, sementara kapitalisasi pasar yang disesuaikan free float dan digunakan dalam konteks perhitungan IHSG tercatat sekitar Rp2.839 triliun, atau sekitar 24,85% dari total kapitalisasi pasar.
Artinya, tidak seluruh kapitalisasi pasar memiliki bobot yang sama dalam perhitungan indeks. Saham dengan struktur kepemilikan yang sangat terkonsentrasi dapat memiliki perbedaan signifikan antara kapitalisasi pasar penuh dan bobot efektifnya dalam indeks.
BEI kemudian menerbitkan daftar High Shareholding Concentration (HSC) sejak April 2026 untuk memberikan informasi mengenai saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan tertentu. Status HSC sendiri bukan sanksi dan tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran.
Perbedaan antara kapitalisasi dan bobot indeks paling jelas terlihat lewat perbandingan dua saham berikut.
Tabel 1. Kapitalisasi pasar tidak sama dengan bobot indeks (Juli 2026)
| Emiten | Kenaikan harga | Kontribusi ke IHSG | Porsi kapitalisasi pasar | Bobot efektif di IHSG* |
| BREN | +8,41% | +10,08 poin | 4,10% | ±2,12% |
| BRPT | +43,58% | +32,53 poin | 1,58% | ±1,32% |
*Bobot efektif merupakan perhitungan sendiri yang diturunkan dari kontribusi poin dan perubahan harga terhadap level IHSG pada awal periode.
Angka pada tabel itu membalik intuisi banyak orang. Kapitalisasi BREN sekitar 2,6 kali BRPT, tetapi bobot efektifnya di IHSG berdasarkan perhitungan tersebut hanya sekitar 1,6 kali.
Porsi kapitalisasi BREN menyusut signifikan ketika dibandingkan dengan bobot efektifnya, sementara perbedaan BRPT lebih kecil. Hal ini membantu menjelaskan mengapa perubahan harga BRPT pada Juli memberikan kontribusi poin yang lebih besar terhadap IHSG dibanding BREN, meski kapitalisasi pasar BREN jauh lebih besar.
Seberapa Besar Grup Barito Menggerakkan IHSG
Kontribusi grup ini terhadap indeks bisa dilihat dalam dua rentang waktu yang menceritakan hal berbeda.
Tabel 2. Kontribusi Grup Barito terhadap IHSG
| Emiten | Juli 2026 (bulanan) | Sejak awal 2026 hingga 31 Agustus |
| BRPT | +43,58% menjadi +32,53 poin | -45,41% menjadi -84,71 poin |
| TPIA | +30,51% menjadi +10,61 poin | -72,07% menjadi -104,35 poin |
| BREN | +8,41% menjadi +10,08 poin | -65,77% menjadi -235,47 poin |
| Gabungan tiga saham | +53,22 poin | -424,53 poin |
Sumber: IDX Monthly Statistics Juli 2026 dan IDX Daily Statistics 31 Agustus 2026.
IHSG menguat 592,93 poin sepanjang Juli 2026, sehingga tiga saham ini menyumbang sekitar 9% dari kenaikan bulanan tersebut. Sebaliknya, dengan IHSG turun 24,53% sejak awal tahun ke level 6.525,478 pada 31 Agustus 2026, ketiganya menyumbang sekitar 20% dari seluruh penurunan indeks. Dari sepuluh penekan IHSG terbesar sejak awal tahun, tiga di antaranya saham Grup Barito, dengan porsi sekitar 34% dari total poin sepuluh penekan tersebut.
Asimetri ini penting dibaca trader, karena kontribusi grup ini jauh lebih besar saat indeks turun dibanding saat naik. Tekanan itu berlangsung di tengah arus keluar dana asing yang konsisten, dengan net sell Rp434,25 miliar pada 31 Agustus 2026 dan Rp70.795,24 miliar sejak awal tahun. Grup Barito pun bukan satu-satunya.
DSSA dari Grup Sinar Mas justru menjadi penekan IHSG terbesar sejak awal tahun dengan minus 259,56 poin, dan juga berstatus HSC, sehingga konsentrasi kepemilikan adalah fenomena lintas grup, bukan khas satu konglomerat.
Karena lima saham satu grup ini kerap bergerak serempak, mengamatinya berdampingan lebih praktis daripada satu per satu. Anda dapat menggunakan fitur Pre-Defined Multi-Orderbook Template di Ajaib Terminal untuk menampilkan banyak orderbook dalam satu layar tanpa menyusun tata letak dari awal. Pantau banyak saham sekaligus di Ajaib Terminal.
Analisis Saham Konglo Prajogo Pangestu
Kelima emiten ini punya karakter pengaruh berbeda, dan perbedaannya terletak pada kombinasi kapitalisasi dan likuiditas, bukan popularitas namanya. Berikut analisisnya satu per satu.
- BREN

PT Barito Renewables Energy bergerak di panas bumi melalui Star Energy dan merupakan kapitalisasi terbesar kelima di bursa dengan Rp444 triliun atau 3,89% dari total kapitalisasi pasar per 31 Agustus 2026.
Pada Juli 2026, BREN sendirian menguasai sekitar 29% kapitalisasi sektor Infrastruktur, sehingga pergerakannya hampir identik dengan arah indeks sektoralnya yang tercatat turun 28,06% sejak awal tahun. Ketimpangan terlihat jelas pada likuiditas, karena nilai transaksi BREN pada Juli 2026 hanya Rp3.480 miliar atau sekitar 1,06% dari total nilai transaksi bursa, padahal porsi kapitalisasinya 4,10%.
Bobot besar dengan transaksi tipis inilah ciri khas saham berkonsentrasi kepemilikan tinggi. Rangkaian peristiwa 2026 memperkuat gambaran itu, yaitu BREN masuk rilis perdana daftar HSC BEI pada 2 April 2026, dikeluarkan dari indeks MSCI pada Mei 2026, lalu memperoleh perlakuan harga nol dari FTSE Russell mulai 22 Juni 2026.
Trader perlu mengetahui bahwa meski tersingkir dari indeks global, BREN tetap menjadi penekan IHSG terbesar kedua sejak awal tahun dengan minus 235,47 poin. Keluar dari indeks acuan ternyata tidak mengurangi pengaruhnya terhadap IHSG.
- TPIA

PT Chandra Asri Pacific merupakan perusahaan petrokimia dengan kapitalisasi pasar Rp169,1 triliun per 31 Agustus 2026, atau sekitar 1,48% dari total kapitalisasi bursa. Angka ini perlu dibedakan dari kapitalisasi pasar TPIA pada Juli 2026 yang digunakan dalam data kontribusi IHSG.
Yang membuat TPIA menarik adalah aktivitas perdagangannya. Pada Juli 2026, TPIA membukukan nilai transaksi Rp20.761 miliar atau sekitar 6,31% dari seluruh nilai transaksi bursa, sekaligus menjadi salah satu saham dengan nilai transaksi terbesar.
Porsi transaksi yang jauh lebih besar dibanding porsi kapitalisasi pasarnya menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan TPIA relatif tinggi. Namun, tingginya nilai transaksi saja tidak cukup untuk menentukan apakah aktivitas tersebut didominasi trading jangka pendek atau akumulasi investor tertentu.Yang perlu diperhatikan trader, TPIA mengalami penurunan 72,07% sejak awal tahun hingga 31 Agustus 2026 dan menyumbang penurunan 104,35 poin terhadap IHSG.
- BRPT

PT Barito Pacific merupakan perusahaan holding yang memiliki hubungan bisnis dan kepemilikan dengan sejumlah emiten dalam Grup Barito, termasuk TPIA dan BREN. Pada Juli 2026, kapitalisasi pasar BRPT tercatat Rp172,96 triliun atau sekitar 1,58% dari total kapitalisasi pasar bursa.
Meski kapitalisasinya kurang dari setengah BREN pada periode tersebut, BRPT justru menyumbang 32,53 poin ke IHSG pada Juli 2026, lebih dari tiga kali kontribusi BREN yang sebesar 10,08 poin.
Pola tersebut menunjukkan bahwa kapitalisasi pasar penuh saja tidak cukup untuk menjelaskan besar kecilnya kontribusi sebuah saham terhadap IHSG. Pada 31 Agustus 2026, saat IHSG menguat tipis 0,11%, BRPT justru menjadi salah satu penekan indeks dengan minus 2,61 poin setelah turun 2,46%.
Yang perlu diperhatikan trader, BRPT memiliki eksposur terhadap bisnis lain dalam grup melalui struktur kepemilikan dan investasinya. Karena itu, memegang BRPT bersamaan dengan saham-saham lain yang memiliki eksposur pada grup yang sama dapat meningkatkan konsentrasi risiko portofolio.
- CUAN

PT Petrindo Jaya Kreasi bergerak di sektor energi. Pada Juli 2026, kapitalisasi pasarnya mencapai Rp74,76 triliun atau sekitar 0,68% dari total kapitalisasi pasar bursa. Nilai transaksinya sepanjang 2026 hingga Juli mencapai Rp46.706 miliar atau sekitar 1,54% dari total nilai transaksi bursa. Dampak langsungnya terhadap IHSG lebih kecil dibanding BREN, TPIA, dan BRPT karena ukuran kapitalisasi pasarnya juga lebih rendah.
Karena itu, perubahan harga CUAN secara umum memiliki kontribusi langsung yang lebih kecil terhadap IHSG dibanding tiga saham tersebut. Yang perlu diperhatikan trader, sektor Energi turun 26,75% sejak awal tahun. Karena CUAN bergerak dalam sektor energi, pergerakannya dapat dibaca bersama perkembangan sektoral dan faktor fundamental perusahaan, bukan hanya melalui narasi grup.
- PTRO

PT Petrosea adalah kontraktor pertambangan yang tidak masuk sepuluh besar kapitalisasi bursa, sehingga dampak langsungnya terhadap IHSG paling kecil di antara lima emiten grup. Meski begitu, nilai transaksinya sepanjang 2026 hingga Juli mencapai Rp67.446 miliar atau 2,22% dari total nilai transaksi bursa, terbesar ketujuh di antara seluruh saham tercatat.
Kombinasi kapitalisasi menengah dengan transaksi tinggi menjadikan PTRO lebih berfungsi sebagai indikator sentimen terhadap Grup Barito ketimbang penggerak indeks. Yang perlu diketahui oleh trader adalah pergerakan tajam PTRO kerap menyertai atau mendahului emiten grup lainnya, sehingga berguna sebagai sinyal awal, tetapi tidak bisa dipakai memperkirakan arah IHSG secara langsung.
Ketika satu grup bergerak serempak, keputusan sering harus diambil dalam hitungan menit. Anda dapat menggunakan fitur Fast Trade di Ajaib untuk menyatukan order book, panel beli jual, info saldo, dan trade limit dalam satu layar, sehingga tidak perlu berpindah menu saat harga bergerak cepat. Coba Fast Trade di Ajaib.
Apa yang Perlu Diperhatikan Trader
Dari pembahasan di atas, ada beberapa prinsip yang bisa dijadikan pegangan sebelum menyikapi saham konglo berbobot besar.
- Kapitalisasi besar tidak otomatis berarti dampak indeks besar. Bobot IHSG ditentukan kapitalisasi yang disesuaikan free float, sehingga ukuran kapitalisasi penuh bisa menyesatkan. Perbandingan BRPT dan BREN pada Juli 2026 adalah contoh paling jelas, ketika saham berkapitalisasi lebih kecil justru menggerakkan indeks lebih besar.
- Konsentrasi kepemilikan tinggi berarti likuiditas rendah. Saham semacam ini cenderung punya selisih bid-ask lebih lebar dan pergerakan harga yang tidak selalu sebanding dengan volume transaksinya. Konsekuensi praktisnya adalah risiko sulit keluar posisi saat pasar berbalik arah.
- Memegang beberapa saham satu grup bukan diversifikasi. Kelima emiten ini sangat berkorelasi karena berada di bawah satu pengendali dan saling terkait secara kepemilikan. Memegang beberapa sekaligus justru menambah eksposur pada risiko yang sama, bukan menyebarkannya.
- Keputusan penyedia indeks global adalah katalis mendadak. Status HSC serta keputusan MSCI dan FTSE Russell bisa mengubah arus dana pasif secara tiba-tiba, terlepas dari kondisi fundamental emitennya. Perubahan seperti ini perlu dipantau karena dampaknya ke harga bisa besar dan cepat.
- Valuasi agregat bisa menyamarkan perbedaan antaremiten. Dengan Market PER bursa 13,12 kali dan PBV 1,73 kali per 31 Agustus 2026, valuasi pasar secara keseluruhan memang sudah jauh terkoreksi. PER membandingkan harga terhadap laba, sedangkan PBV terhadap nilai buku. Namun angka agregat ini menyamarkan perbedaan besar antaremiten, sehingga tetap perlu diuji per saham.
Hal yang perlu dipantau berikutnya adalah pembaruan daftar HSC, perubahan porsi saham beredar publik, arah arus dana asing, serta apakah kenaikan harga disertai kenaikan nilai transaksi atau terjadi pada volume tipis.
Pantau Pergerakan Saham Konglo Lewat Ajaib
Saham dengan bobot indeks besar bisa bergerak cepat dan menyeret IHSG dalam satu sesi, sehingga pemantauan dan eksekusi perlu berjalan beriringan. Anda dapat menggunakan fitur Fast Trade di Ajaib untuk menampilkan order book, panel beli jual, info cash, trade limit, dan max sell dalam satu panel, sekaligus merevisi dan membatalkan order dengan cepat saat harga bergerak.
Fast Trade juga kompatibel dengan mode Reguler, XTRA Day Trading, XTRA Trade Limit, dan Margin Trading. Mulai trading dengan Fast Trade Ajaib.
Disclaimer: Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Sumber:
- Bursa Efek Indonesia, IDX Daily Statistics (31 Agustus 2026)
- Bursa Efek Indonesia, IDX Monthly Statistics Juli 2026
- Bisnis.com, “Daftar Saham HSC BEI Terbaru 2026: Pengertian, Aturan & Rincian Konsentrasi Kepemilikan” (19 Agustus 2026)
- Ajaib, “Saham Grup Prajogo Pangestu Kompak Melemah Usai Dicoret MSCI” (Mei 2026)
- Revalue Academy, “Apa Itu High Shareholding Concentration List?”
Profil Penulis
SEO Writer
Tika Azaria adalah SEO Writer di Ajaib yang menulis berbagai konten seputar saham, reksa dana, kripto, hingga saham AS dan keuangan secara umum. Ia menggabungkan strategi SEO dengan konten edukatif agar informasi investasi lebih mudah ditemukan dan dipahami oleh masyarakat.
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!