Ajaib
Menu

Analisis Saham

IHSG Naik 15,63% dalam 2 Bulan, Ini Jejak Akumulasi Broker BBCA, BBRI, dan AMMN

Afif AlfarisSeptember 10, 2026

IHSG Naik 15,63% dalam 2 Bulan, Ini Jejak Akumulasi Broker BBCA, BBRI, dan AMMN

Key Takeaways

  • IHSG menguat 882,284 poin atau 15,63% dalam dua bulan, dari 5.643,194 pada akhir Juni menjadi 6.525,478 pada 31 Agustus 2026, meski secara year to date masih tertekan 24,53%.
  • Reli Juli terjadi di atas likuiditas yang mengering, karena rata-rata nilai transaksi harian turun 35,62% dari Rp22.234 miliar menjadi Rp14.313 miliar, lalu baru pulih 10,82% ke Rp15.862 miliar pada Agustus.
  • Tiga penggerak indeks terbesar secara rata-rata adalah BBCA, BBRI, dan AMMN, tetapi nilai transaksi harian ketiganya turun 48% sampai 71% dibanding Juni, sehingga kenaikan harga tidak selalu berjalan seiring dengan peningkatan aktivitas transaksi. 

IHSG Reli, tetapi Likuiditas Tidak Ikut Menguat

Indeks yang naik biasanya dibaca sebagai tanda pasar yang sehat, padahal angka indeks tidak selalu menceritakan apa yang terjadi di balik layar, yaitu siapa yang membeli, seberapa besar transaksinya, dan bagaimana aktivitas perdagangan berubah. Reli pemulihan IHSG pada Juli dan Agustus 2026 adalah contoh yang cukup jelas soal perbedaan tersebut. 

Dalam dua bulan itu IHSG melompat 15,63%, tetapi nilai transaksi harian tiga penggerak utamanya justru anjlok. Bagi trader, perbedaan antara arah indeks dan aktivitas transaksi seperti ini menjadi alasan untuk menggali sampai ke level broker, bukan berhenti di angka indeks. Artikel ini membedah anatomi reli tersebut dan menunjukkan cara membaca jejak akumulasi broker lewat Ajaib Terminal. 

Anatomi Reli Pemulihan: Indeks Naik, Likuiditas Harian Menyusut

Setelah tertekan sepanjang paruh pertama 2026, IHSG membalik arah dua bulan beruntun, tetapi tenaga di balik kenaikan itu berbeda jauh antarbulan.

Tabel 1. Pergerakan IHSG dan kondisi pasar Juni sampai Agustus 2026

IndikatorJuni 2026Juli 2026Agustus 2026
IHSG penutupan5.643,1946.236,126 (+10,51%)6.525,478 (+4,64%)
Indeks LQ45553,105621,244 (+12,32%)643,825 (+3,63%)
Kapitalisasi pasarRp9.897 triliunRp10.923 triliunRp11.424 triliun
Hari bursa20 hari23 hari19 hari
Total nilai transaksiRp444.685 miliarRp329.207 miliar (-25,97%)Rp301.381 miliar (-8,45%)
Rata-rata nilai transaksi harianRp22.234 miliarRp14.313 miliar (-35,62%)Rp15.862 miliar (+10,82%)
Rata-rata volume harian30.560 juta lembar28.504 juta lembar (-6,73%)40.293 juta lembar (+41,36%)
Rata-rata frekuensi harian2.132 ribu kali2.080 ribu kali (-2,44%)2.205 ribu kali (+5,99%)
Market PER11,99 kali12,59 kali13,16 kali
Market PBV1,50 kali1,65 kali1,73 kali

Sumber: IDX Monthly Statistics Juli dan Agustus 2026.

Kenaikan IHSG 10,51% pada Juli justru terjadi ketika rata-rata nilai transaksi harian anjlok 35,62%, sehingga indeks naik di atas partisipasi yang menipis, bukan di atas lonjakan minat beli. Angka Market PER dan PBV di tabel adalah rasio harga terhadap laba dan terhadap nilai buku, yang keduanya ikut naik seiring reli.

Membaca total nilai transaksi tanpa memperhitungkan jumlah hari bursa bisa menyesatkan. Total nilai transaksi Agustus turun 8,45% dibanding Juli semata karena hari bursanya 19 hari dibanding 23 hari, dan setelah dinormalisasi per hari, aktivitas justru naik 10,82% dengan volume harian melonjak 41,36%.

Pola yang sama berlaku terbalik pada Juli, ketika total nilai transaksi turun 25,97% padahal hari bursa bertambah dari 20 menjadi 23 hari, sehingga penurunan per harinya jauh lebih dalam, yaitu 35,62%. Secara keseluruhan, dari 30 Juni ke 31 Agustus, IHSG bergerak dari 5.643,194 ke 6.525,478, atau menguat 882,284 poin setara 15,63%.

Memantau beberapa penggerak indeks sekaligus lebih mudah bila semuanya tampil berdampingan. Anda dapat menggunakan fitur Pre-Defined Multi-Orderbook Template di Ajaib Terminal untuk menampilkan banyak orderbook dalam satu layar lewat template siap pakai, tanpa perlu menyusun tata letak dari awal.

Karakter Transaksi Berubah Dua Kali dalam Dua Bulan

Angka indeks juga menyembunyikan perubahan ukuran dan intensitas transaksi.

Tabel 2. Ukuran rata-rata satu transaksi di bursa

IndikatorJuni 2026Juli 2026Agustus 2026
Total frekuensi42.640 ribu kali47.839 ribu kali (+12,19%)41.888 ribu kali (-12,44%)
Total volume611.197 juta lembar655.598 juta lembar (+7,26%)765.561 juta lembar (+16,77%)
Rata-rata nilai per transaksisekitar Rp10,43 jutasekitar Rp6,88 jutasekitar Rp7,20 juta
Rata-rata lembar per transaksisekitar 14.334 lembarsekitar 13.703 lembarsekitar 18.276 lembar
Harga rata-rata per lembar yang ditransaksikansekitar Rp728sekitar Rp502sekitar Rp394

Catatan: Total frekuensi dan volume bersumber dari IDX Monthly Statistics Juli dan Agustus 2026, sedangkan tiga baris terakhir merupakan perhitungan sendiri dari pembagian nilai, volume, dan frekuensi bursa.

Juli adalah bulan dengan frekuensi transaksi yang meningkat, tetapi nilai rata-rata per transaksi menyusut dari sekitar Rp10,43 juta ke Rp6,88 juta. Agustus menunjukkan pola berbeda karena frekuensi turun 12,44%, tetapi volume naik 16,77%, sehingga rata-rata tiap transaksi memindahkan sekitar 18.276 lembar dibanding 13.703 lembar pada Juli.

Perubahan ini menunjukkan bahwa karakter aktivitas perdagangan tidak sama pada kedua bulan reli tersebut.

Siapa yang Membeli: Asing Berbalik, Ritel Mengambil Alih

Pertanyaan berikutnya adalah dari kantong siapa dana pendorong reli ini berasal, dan jawabannya berubah cukup tajam sejak Juni.

Tabel 3. Arus dana asing Juni sampai Agustus 2026

IndikatorJuni 2026Juli 2026Agustus 2026
Net value asingnet sell Rp19.634 miliarnet buy Rp1.619 miliarnet buy Rp1.192 miliar
Net volume asingnet sell 13.955 juta lembarnet sell 10.960 juta lembarnet sell 28.509 juta lembar
Total nilai transaksi asingRp381.710 miliarRp224.862 miliarRp186.053 miliar
Porsi asing terhadap nilai transaksi42,9%34,2%30,9%
Porsi asing terhadap volume28,7%20,0%26,5%
Net value sejak awal tahunnet sell Rp73.606 miliarnet sell Rp71.988 miliarnet sell Rp70.795 miliar

Sumber: IDX Monthly Statistics Juli dan Agustus 2026.

Istilah net buy dan net sell merujuk pada posisi bersih beli atau jual setelah keduanya saling dikurangi. Titik baliknya terjadi pada Juli, ketika posisi asing berayun Rp21.253 miliar dari net sell Rp19.634 miliar pada Juni menjadi net buy Rp1.619 miliar.

Secara volume, asing tetap net sell di ketiga bulan dan justru makin besar pada Agustus. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan antara arus bersih berdasarkan nilai dan jumlah saham, tetapi data agregat saja belum cukup untuk memastikan saham mana yang menjadi sumber utama perbedaan tersebut.

Nilai transaksi asing juga menyusut dua bulan beruntun dari Rp381.710 miliar menjadi Rp224.862 miliar lalu Rp186.053 miliar.

Tabel 4. Komposisi investor dan porsi antarindeks

IndikatorJuni 2026Juli 2026Agustus 2026
Porsi domestik57%66%69%
Porsi ritel44%53%57%
Porsi nilai transaksi LQ4554%50%42%
Porsi nilai transaksi IDX8073%65%57%

Catatan: Sumber IDX Monthly Statistics Juli dan Agustus 2026, berdasarkan porsi rata-rata nilai transaksi harian.

Porsi ritel naik tiga bulan beruntun dari 44% ke 57%, sementara porsi LQ45 dan IDX80 terus menurun. Pola ini menunjukkan perubahan komposisi aktivitas perdagangan selama periode tersebut. 

Sektor Penggerak dan Konteks yang Sering Terlewat

Reli yang terlihat kuat secara bulanan bisa tampak berbeda ketika dilihat dalam rentang waktu lebih panjang. 

Tabel 5. Sektor penggerak reli dan konteks jangka panjangnya

SektorJuli 2026Agustus 2026Kumulatif dua bulan6 bulan per AgustusVolatilitas
Barang Baku+19,33%+10,12%+31,40%-25,67%42,79%
Energi+15,31%+9,86%+26,68%-21,96%36,07%
Transportasi dan Logistik+2,44%+8,57%+11,22%-16,45%37,18%
Infrastruktur+5,65%+8,09%+14,20%-14,85%33,41%
IHSG+10,51%+4,64%+15,63%-20,76%24,57%
Teknologi+11,79%-2,18%+9,35%-20,18%27,98%

Catatan: Kolom kumulatif dua bulan merupakan perhitungan sendiri, sedangkan kolom 6 bulan dan volatilitas mengacu pada posisi per Agustus 2026 dari IDX Monthly Statistics Agustus 2026. 

Barang Baku dan Energi memimpin di kedua bulan, tetapi keduanya masih minus lebih dari 20% dalam rentang enam bulan. Karena itu, reli dua bulan tersebut perlu dibaca dalam konteks penurunan yang masih terjadi dalam periode lebih panjang. 

Volatilitas Barang Baku mencapai 42,79%, tertinggi di antara seluruh sektor dan jauh di atas volatilitas IHSG yang 24,57%. Sementara itu, Teknologi berbalik menjadi indeks dengan kinerja terburuk pada Agustus dengan minus 2,18%, disusul Industri yang turun 0,29%, menunjukkan reli tidak merata ke seluruh sektor. 

Tiga Saham Penggerak Utama Reli Pemulihan

Ketiganya dipilih berdasarkan rata-rata kontribusi poin terhadap IHSG selama Juli dan Agustus, di antara saham yang masuk dua puluh besar penggerak indeks pada kedua bulan. 

Tabel 6. Rata-rata kontribusi poin terhadap IHSG

PeringkatSahamJuli 2026Agustus 2026TotalRata-rata
1BBCA+68,52 poin+13,24 poin+81,76+40,88
2BBRI+45,27 poin+30,65 poin+75,92+37,96
3AMMN+42,15 poin+9,69 poin+51,84+25,92

Catatan: Kontribusi poin bersumber dari IDX Monthly Statistics Juli dan Agustus 2026, sedangkan kolom total dan rata-rata merupakan perhitungan sendiri.

Ketiga saham teratas punya pola berbeda, dan perbedaannya justru menjadi inti pembahasan.

  • BBCA, penyumbang poin terbesar dengan minat beli yang terus menyusut. PT Bank Central Asia Tbk menyumbang rata-rata plus 40,88 poin per bulan, tertinggi di bursa, dengan plus 68,52 poin pada Juli dan plus 13,24 poin pada Agustus. Kenaikan harganya jauh lebih moderat, hanya sekitar 16,66% kumulatif, karena kontribusi besarnya berasal dari kapitalisasi yang naik dari Rp677,34 triliun pada Juni ke Rp771,92 triliun lalu Rp790,22 triliun, setara 6,92% dari total bursa. Nilai transaksi hariannya justru turun sekitar 71,4%, dari Rp2.473 miliar menjadi Rp708 miliar per hari. Frekuensinya juga menyusut dari 1.413 ribu kali pada Juni menjadi 707 ribu kali pada Juli. Kontribusi poin besar dan tingginya aktivitas transaksi adalah dua hal yang berbeda. Karena itu, kontribusi terhadap IHSG tidak sebaiknya langsung diartikan sebagai bukti kuatnya akumulasi.
  • BBRI, satu-satunya yang konsisten di dua besar kedua bulan. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyumbang rata-rata plus 37,96 poin, dengan plus 45,27 poin pada Juli dan plus 30,65 poin pada Agustus, dan menjadi satu-satunya saham yang bertahan di dua besar penggerak indeks pada kedua bulan. Kenaikan harganya lebih merata, sekitar 19,05% kumulatif, dengan kapitalisasi naik dari Rp409,62 triliun pada Juni ke Rp456,13 triliun lalu Rp487,64 triliun. Pada Agustus BBRI bahkan menjadi penggerak LQ45 terbesar dengan plus 5,83 poin, menandakan perannya melekat pada indeks acuan yang dipakai banyak produk pasif. Namun nilai transaksi hariannya turun dua bulan beruntun ke Rp581 miliar, sekitar 54,7% lebih rendah dibanding Juni, dan frekuensinya turun lebih dalam dari 1.360 ribu kali ke 574 ribu kali, setara penurunan 57,8% dalam dua bulan. Yang perlu diwaspadai trader, kombinasi harga naik dengan frekuensi turun setajam itu menunjukkan kenaikan didorong transaksi besar oleh sedikit pihak, pola yang paling relevan diperiksa lewat data broker.
  • AMMN, satu-satunya dengan likuiditas harian yang bertahan. PT Amman Mineral Internasional Tbk menyumbang rata-rata plus 25,92 poin, dengan plus 42,15 poin pada Juli dan plus 9,69 poin pada Agustus. Kenaikan harganya paling besar di antara ketiganya, sekitar 39,68% kumulatif, dengan kapitalisasi naik dari Rp224,81 triliun pada Juni ke Rp314,00 triliun. AMMN memimpin sektor Barang Baku berdasarkan kapitalisasi dengan porsi sekitar 19% di kedua bulan, dan sektor inilah pemimpin reli dengan kumulatif plus 31,40%. Nilai transaksi hariannya turun tajam pada Juli dari sekitar Rp592 miliar menjadi Rp303 miliar, lalu bertahan pada Agustus dengan naik tipis 1,4% ke Rp308 miliar, satu-satunya dari tiga saham ini yang berhenti menurun. Yang perlu diwaspadai trader, momentum AMMN melandai tajam dari plus 42,15 poin ke plus 9,69 poin, sehingga basis harganya sudah tinggi dan risiko koreksi meningkat bila harga komoditas logam berbalik.

Dua Fase Rotasi Anggota Bursa yang Berlawanan Arah

Perubahan aktivitas selama reli ini juga terlihat pada jajaran anggota bursa, dengan pola berbeda antara Juli dan Agustus. 

Tabel 7. Aktivitas anggota bursa Juli 2026 dibanding Juni

Anggota bursaNilai transaksiPerubahan nilaiPerubahan volumePerubahan frekuensi
Stockbit Sekuritas DigitalRp81.696 miliar (12,41%)+0,87%+42,79%+37,31%
Mandiri SekuritasRp63.791 miliar-48,21%-21,84%-2,03%
UBS Sekuritas IndonesiaRp63.301 miliar-44,09%-28,85%-29,71%
Indo Premier SekuritasRp41.767 miliar+42,92%+49,16%+5,25%
Maybank Sekuritas IndonesiaRp37.742 miliar-44,97%-35,75%-29,48%
CGS International SekuritasRp26.053 miliar-55,82%-38,38%-10,18%
Ajaib Sekuritas AsiaRp21.083 miliar (3,20%)+0,57%+35,76%+39,26%

Catatan: Sumber IDX Monthly Statistics Juli 2026, perubahan dibanding Juni 2026.

Tabel 8. Aktivitas anggota bursa Agustus 2026 dibanding Juli

Anggota bursaNilai transaksiPerubahan nilaiPerubahan volumePerubahan frekuensi
Maybank Sekuritas IndonesiaRp36.683 miliar-2,81%+332,36%-14,37%
Ciptadana Sekuritas Asia+191,86%
CGS International SekuritasRp22.507 miliar-13,61%+64,09%-26,42%
Sinarmas SekuritasRp14.104 miliar+46,08%
Trimegah SekuritasRp18.775 miliar+34,27%+35,56%
Stockbit Sekuritas DigitalRp83.162 miliar (13,80%)+1,79%+7,60%-15,48%
Indo Premier SekuritasRp25.890 miliar-38,01%-11,50%-11,22%
J.P. Morgan Sekuritas IndonesiaRp22.314 miliar-25,71%-3,80%
Ajaib Sekuritas AsiaRp19.388 miliar (3,22%)-8,04%+5,24%-23,74%

Catatan: Sumber IDX Monthly Statistics Agustus 2026, perubahan dibanding Juli 2026. Sel yang dikosongkan menandakan anggota bursa tersebut tidak masuk lima belas besar pada kategori bersangkutan sehingga angkanya tidak dipublikasikan.

Pada Juli, sejumlah anggota bursa dengan nilai transaksi besar mengalami penurunan aktivitas. Nilai transaksi Mandiri Sekuritas turun 48,21%, UBS 44,09%, Maybank 44,97%, dan CGS 55,82%. Di saat yang sama, Stockbit, Indo Premier, dan Ajaib Sekuritas Asia mencatat kenaikan volume dan frekuensi transaksi.

Pola Agustus berbeda. Maybank yang volumenya turun 35,75% pada Juli justru meningkat 332,36%, disusul Ciptadana 191,86% dan CGS 64,09%, sementara frekuensi Stockbit turun 15,48% dan Ajaib 23,74%.

Volume Maybank melonjak lebih dari empat kali lipat sementara nilainya turun 2,81%, menunjukkan perubahan signifikan pada rata-rata ukuran transaksi. Data agregat ini belum cukup untuk memastikan saham tertentu yang menjadi sumber perubahan tersebut.

Data agregat hanya memberi gambaran di level bursa. Untuk melihat pola yang sama pada satu saham tertentu, aktivitas broker perlu ditelusuri lebih lanjut.

Studi Kasus: Membaca Jejak Akumulasi Lewat Ajaib Terminal

Ketiga saham di atas memperlihatkan bahwa data harga saja tidak cukup. BBCA naik dengan nilai transaksi harian anjlok 71,4%, BBRI naik dengan frekuensi turun 57,8%, dan AMMN naik dengan intensitas harian yang berhenti menurun. Tiga pola tersebut dapat ditelusuri sampai ke level broker lewat beberapa fitur di Ajaib Terminal.

  • Inventory Analysis, melihat posisi bersih broker. Fitur ini menampilkan net akumulasi dan net distribusi broker, yaitu posisi bersih tiap broker dalam menambah atau melepas saham selama periode tertentu. Fitur ini membantu mengidentifikasi broker yang secara bersih melakukan akumulasi atau distribusi dan menyandingkan broker flow dengan pergerakan harga. 
  • Broker Summary, melihat broker yang sedang aktif. Jika Inventory Analysis melihat posisi bersih secara kumulatif, Broker Activity menampilkan aktivitas broker yang sedang berjalan, yaitu broker aktif beli dan broker aktif jual beserta perubahan aktivitasnya secara real-time. Kombinasi keduanya membantu melihat posisi bersih broker dalam periode tertentu sekaligus aktivitas perdagangan yang sedang berlangsung. 
  • Broker Flow, melacak pola aliran transaksi broker. Broker Flow membantu melihat aktivitas beli dan jual broker pada sebuah saham. Pada kasus AMMN, misalnya, fitur ini dapat digunakan untuk melihat apakah aktivitas transaksi tersebar di berbagai broker atau lebih terkonsentrasi pada pihak tertentu. 

Apa yang Perlu Diperhatikan Trader

Beberapa kesimpulan praktis bisa ditarik dari perbandingan tiga bulan data bursa ini.

  • Selalu normalisasi data terhadap jumlah hari bursa. Total nilai transaksi Juli turun 25,97% padahal hari bursanya bertambah dari 20 ke 23, sedangkan pada Agustus total turun 8,45% tetapi per harinya justru naik 10,82%. Tanpa normalisasi, arah aktivitas pasar bisa terbaca terbalik.
  • Bedakan kontribusi indeks dari akumulasi. BBCA menyumbang plus 13,24 poin pada Agustus meski nilai transaksi hariannya sudah turun 71,4% dibanding Juni, murni karena bobot kapitalisasinya besar. Sumbangan poin besar tidak selalu berarti ada minat beli yang kuat.
  • Waspadai kenaikan harga dengan frekuensi menurun. Frekuensi BBRI turun 57,8% dalam dua bulan meski harganya naik 19,05%, menandakan partisipasi menyempit dan arah harga lebih ditentukan sedikit pemain besar sehingga rawan berbalik cepat.
  • Perhatikan perubahan ukuran transaksi. Rata-rata satu transaksi memindahkan sekitar 13.703 lembar pada Juli lalu melonjak ke 18.276 lembar pada Agustus dengan nilai hanya naik tipis, tanda dana berpindah ke saham berharga rendah.
  • Perhatikan rotasi antarindeks yang konsisten. Porsi nilai transaksi LQ45 turun dari 54% ke 50% lalu 42%, sehingga peluang akumulasi justru banyak terjadi di saham lapis kedua, bukan indeks utama.
  • Jangan membaca kenaikan bulanan tanpa rentang waktu lebih panjang. Barang Baku yang naik 31,40% dalam dua bulan masih minus 25,67% dalam enam bulan dengan volatilitas 42,79%, sehingga reli ini perlu dibaca sebagai pemulihan, bukan tren baru.

Hal yang perlu dipantau berikutnya adalah apakah net buy asing berlanjut ke September, apakah porsi ritel yang sudah 57% masih bisa naik, serta apakah Maybank dan Ciptadana yang volumenya melonjak pada Agustus bertahan di sisi beli atau mulai mendistribusikan.

Manfaatkan Data Broker dan Eksekusi Cepat di Ajaib

Membaca jejak akumulasi menuntut dua hal sekaligus, yaitu data yang mendalam dan kemampuan bertindak cepat begitu konfirmasi muncul. Anda dapat menggunakan Ajaib Terminal untuk mengakses Inventory Analysis, Broker Activity, dan Broker Flow dalam satu platform, dilengkapi Custom Layout and Widgets untuk menyusun sendiri posisi tiap panel lewat drag, drop, dan resize sesuai strategi Anda.

Untuk eksekusinya, Anda dapat menggunakan fitur Fast Trade di Ajaib untuk menyatukan order book, panel beli jual, info cash, trade limit, serta max sell dalam satu panel, sekaligus merevisi maupun membatalkan order dengan cepat saat harga bergerak. Fast Trade juga kompatibel dengan mode Reguler, XTRA Day Trading, XTRA Trade Limit, dan Margin Trading, sehingga dapat menyesuaikan gaya trading Anda.

Google Play StoreApple App Store

Disclaimer: Investasi mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Sumber:

  • Bursa Efek Indonesia, IDX Monthly Statistics Agustus 2026
  • Bursa Efek Indonesia, IDX Monthly Statistics Juli 2026
  • File referensi Fitur Ajaib (project)
  • Katadata, “Membaca Arah Baru DSSA di Balik Perubahan Pemegang Saham, Bersiap Lepas Treasuri” (4 Agustus 2026)

Profil Penulis

Artikel Populer

Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi

Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!