Iphone 18 Segera Meluncur, Saham ERAA dan MAPI Siap Menyambut Momentum
Mikirduit•September 9, 2026
Key Takeaway
- Apple akan menggelar Apple Event “Surprise and shine” pada 9 September 2026 pukul 10.00 waktu Amerika Serikat atau Kamis (10/9) pukul 00.00 WIB.
- ERAA dan MAPI melalui bisnis Digimap berpotensi mendapatkan momentum dari peluncuran iPhone 18.
- Penjualan smartphone ERAA pada semester I 2026 tumbuh 6% menjadi 5,35 juta unit, dengan harga jual rata-rata meningkat 10%.
- MAPI mencatat SSSG 13,3% pada kuartal I 2026, salah satunya didorong penjualan digital dari iPhone, sebelum normal menjadi 3,3% pada kuartal II.
- Selain iPhone, ERAA dan MAPI memiliki sumber pertumbuhan lain melalui diversifikasi bisnis masing-masing.
Apple Event 2026: iPhone 18 Pro hingga iPhone Foldable Siap Diperkenalkan
Apple akan menggelar Apple Event bertajuk “Surprise and shine” pada 9 September 2026 pukul 10.00 waktu Amerika Serikat, atau Kamis (10/9) pukul 00.00 WIB.
Sejumlah laporan memperkirakan Apple akan lebih dulu meluncurkan iPhone 18 Pro dan Pro Max, bahkan ada kemungkinan iPhone lipat ikut diperkenalkan. Sementara versi standar iPhone 18 disebut baru akan menyusul pada musim semi 2027.
Untuk masuk ke Indonesia, konsumen juga kemungkinan masih harus bersabar. Pasalnya, produk Apple biasanya baru tersedia beberapa minggu setelah peluncuran global, tergantung proses administrasi dan distribusinya.
Meski begitu, buat emiten ritel gadget, kedatangan seri iPhone baru tetap menjadi angin segar. Apalagi, harga iPhone yang semakin mahal ternyata belum cukup untuk membuat konsumen setianya berpaling.
Nah, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) bisa jadi dua emiten yang ikut kecipratan dari momentum ini. Tapi, menariknya, cerita pertumbuhan keduanya bukan cuma soal iPhone.
Saham ERAA
Buat ERAA, peluncuran iPhone baru bisa menjadi salah satu katalis utama untuk mengangkat penjualan. Apalagi, kinerja bisnisnya mulai menunjukkan perbaikan.
Pada Juli 2026, penjualan toko ERAA tercermin dari metrik Same Sales Store Growth (SSSG) masih turun 8,6 persen dibandingkan tahun lalu. Namun, penurunan ini sudah membaik dari 11,6 persen pada Juni.
Sementara itu, penjualan smartphone ERAA pada semester I 2026 tumbuh 6 persen menjadi 5,35 juta unit, dengan harga jual rata-rata naik 10 persen.
Artinya, meski pasar smartphone global sedang menghadapi tekanan, ERAA masih mampu mempertahankan pertumbuhan volume dan harga jual. Kehadiran iPhone 18 pun bisa menjadi tambahan dorongan, terutama jika antusiasme konsumen tetap tinggi.
Menariknya, pertumbuhan ERAA sekarang juga mulai datang dari bisnis di luar smartphone. Erablue mencatat pertumbuhan penjualan toko sebesar 15,9 persen dalam tujuh bulan pertama 2026, sementara pendapatannya melonjak 89 persen.
Memasuki semester II, ERAA juga punya sejumlah program belanja seperti Erafone Festival Belanja, iBox Anniversary, dan Urban Republic Festival yang bisa membantu mendorong penjualan.
Tak hanya itu, bisnis kendaraan listrik XPENG juga terus diperluas. ERAA menargetkan jumlah dealer XPENG mencapai 20 gerai pada akhir tahun, dengan penjualan semester II ditargetkan 50 persen-60 persen lebih tinggi dibandingkan semester I.
ERAA juga semakin agresif masuk ke bisnis gaya hidup melalui merek seperti Levi’s, I Am Donut, dan Oriental Kopi. Jadi, cerita pertumbuhan ERAA sekarang bukan cuma soal iPhone, tetapi juga diversifikasi bisnis.
Sederet prospek itu memberikan katalis bagi harga saham ERAA yang sudah terbang lebih dari 26 persen hanya dalam sebulan. Secara teknikal, saat ini posisinya masih dalam tren naik.
Strategi buy on retracement bisa dipertimbangkan dengan demand area dari rentang support 540 – 565. Sementara target trading jangka pendek, harga saham ERAA potensial menguji ke resistance terdekat di 635.

Saham MAPI
Beralih ke MAPI yang juga punya hubungan dengan prospek iPhone 18 lewat Digimap. Tapi, MAPI punya cerita yang lebih luas karena bisnisnya tersebar di berbagai merek dan segmen.
Lewat Digimap, MAPI memang bisa ikut menikmati momentum setiap kali Apple meluncurkan iPhone baru. Digimap sendiri merupakan Apple Premium Partner dan Apple Premium Reseller milik Grup MAP, dengan sekitar 59 gerai di Indonesia.
Efek iPhone juga sudah terlihat pada kinerja MAPI. Pada kuartal I 2026, SSSG MAPI mencapai 13,3 persen, salah satunya didorong penjualan digital yang kuat dari iPhone. Namun, memasuki kuartal II, SSSG mulai normal menjadi 3,3 persen, karena efek peluncuran iPhone 17 sudah tidak sebesar kuartal sebelumnya. Di sisi lain, segmen Active justru masih mencatat pertumbuhan SSSG 6,5 persen.
Nah, di sinilah menariknya MAPI. Selain Digimap, perusahaan punya bisnis Active yang berisi berbagai merek olahraga seperti Sports Direct, Sports Station, PlanetSports.Asia, Skechers, New Balance, Converse, Crocs, Reebok, HOKA hingga Foot Locker. Segmen ini menjadi salah satu penopang pertumbuhan MAPI ketika efek iPhone mulai normal.
MAPI juga terus memperluas portofolio brand-nya. Salah satu yang cukup menarik adalah kembalinya ACE Hardware ke Indonesia di bawah MAPI. Dua gerai perdana sudah dibuka pada 2026, di Sunter Mall dan AEON BSD, dengan ekspansi berikutnya masih akan dilakukan secara bertahap.
Selain itu, MAPI juga membawa sejumlah brand baru seperti Abercrombie & Fitch, Hollister, Guess, dan Toast Box, sementara bisnis F&B seperti Starbucks, Pizza Marzano, Krispy Kreme, hingga Genki Sushi juga menjadi bagian dari portofolionya. Hingga akhir Juni 2026.
Jadi, kalau iPhone 18 kembali menciptakan lonjakan penjualan Digimap, MAPI tentu bisa ikut kecipratan. Tapi buat MAPI, iPhone hanya salah satu bagian dari cerita.
Pertumbuhan bisnis Active, ekspansi ACE Hardware, penambahan brand baru, dan jaringan gerai yang terus bertambah justru membuat sumber pertumbuhannya jauh lebih terdiversifikasi.
Bicara soal pergerakan harga saham-nya, MAPI malah lagi tenggelam alias downtrend. Risiko penurunan-nya masih bisa berlanjut ke support terdekat di 1350.
Jika bisa rebound dari support itu, resistance yang bisa dijadikan target atau atap yang masih menghalangi penguatan lanjutan ada di 1480.

Kesimpulan
Prospek Iphone 18 potensi menjadi katalis jangka pendek bagi dua saham gadget, ERAA dan MAPI. Tapi efeknya bisa berbeda karena diversifikasi masing-masing perusahaan juga berbeda.
ERAA kemungkinan besar akan lebih banyak dapat efek dari peluncuran Iphone 18, karena lebih dari 70 persen penjualan dihasilkan dari smartphone dan tablet.
Sebaliknya, MAPI punya bisnis ritel gaya hidup yang jauh lebih terdiversifikasi. iPhone memang menjadi salah satu pendorong lewat Digimap, tetapi MAPI juga punya mesin pertumbuhan lain, terutama bisnis Active lewat MAPA, serta berbagai brand fashion, olahraga, F&B, hingga department store.
Terkait efek dari Iphone 18 sendiri, menurut kami tidak akan terasa di kuartal III/2026. Efek yang lebih optimal baru akan terasa pada kuartal IV/2026 sampai kuartal I/2027 mendatang, lantaran Iphone 18 biasanya baru rilis di Indonesia beberapa minggu setelah peluncuran di Amerika.
Meski begitu, dengan kebiasaan pelaku pasar yang lebih forward looking, maka momentum ini bisa dijadikan katalis untuk trading jangka pendek. Meski begitu, tetap perhatikan teknikal dan trading plan sesuai dengan profil risk masing-masing.
Pantau Pergerakan Saham ERAA dan MAPI, Mulai Trading Saham di Ajaib
Pantau pergerakan saham ERAA, MAPI, dan saham potensial lainnya. Pantau juga aktivitas broker secara lebih mendalam di Ajaib Terminal. Gunakan fitur Inventory Analysis untuk melihat jejak akumulasi dan distribusi broker sebelum mengambil keputusan investasi.
Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib Sekuritas membuat informasi ini melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.
Profil Penulis
Writer
-
Artikel Terkait





Artikel Populer
Daftar 100% Online, Tanpa Minimum Investasi
Tentukan sendiri jumlah investasi sesuai tujuan keuanganmu!