Analisa Saham

Bedah Prospektus Initial Public Offering Saham KUAS

saham-kuas

Ajaib.co.id – Hampir setiap benda yang kita miliki pasti memiliki warna. Warna-warna tersebut biasanya bukanlah warna asli dari suatu benda yang kita miliki, melainkan warna tersebut berasal dari lapisan yang bernama cat.

Cat memiliki banyak kegunaan, tidak hanya sebagai dekorasi namun juga sebagai lapisan pelindung atau protection coating dari benda yang diberi cat. Proses pembuatan cat pun membutuhkan banyak alat.

Kali ini kita akan membahas salah satu perusahaan manufaktur yang memproduksi peralatan dan perlengkapan untuk keperluan pengecatan.

Profil Singkat Emiten

Perseroan yang memiliki nama PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) sebelumnya memiliki nama PT Ace Panbrush Industry, berkedudukan di Bogor dan berdiri pada tanggal 1 September 1989. Perseroan sendiri memiliki lini bisnis di bidang manufaktur, tepatnya memproduksi peralatan dan perlengkapan untuk keperluan pengecatan.

Tidak hanya sebagai pemasok untuk kebutuhan lokal, perseroan juga menjadi pemasok untuk kebutuhan mancanegara seperti Australia, Selandia Baru, hingga Eropa.

Saat ini, perseroan memiliki komposisi pemegang modal sebagai berikut: Grace Capital Investment Ltd (39,10%), PT Anugrah Prima Investama (21,28%), PT Bona Deka Java (13,04%), PT MDR Rukun Damai Mandiri (6,60%), PT Nur Sangkara Kamarta (6,00%), PT Jatra Jaya Sena (6,00%) PT Dinamika Nuansa Abadi (4,08%), dan PT Purnama Pradana Usaha (3,30%).

Detail Rencana IPO Saham KUAS

Perseroan melakukan penawaran saham perdana melalui mekanisme elektronic Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menawarkan sebanyak 390 juta saham atau setara 30,17% dari modal ditempatkan dengan harga penawaran setiap lembar saham adalah sebesar Rp195 – Rp250/lembar saham.

Selain itu perseroan juga berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 130 juta Waran Seri I atau sebanyak 14,40% dari modal ditempatkan.

Waran Seri I ini diberikan secara cuma-cuma untuk para pemegang saham KUAS baru yang namanya tercatat ketika melakukan IPO, dengan ketentuan setiap pemegang 3 lembar saham baru berhak menambatkan 1 Waran Seri I, di mana 1 Waran Seri 1 ini memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru yang dikeluarkan dalam portepel ketika masa pelaksanaan hak tiba.

Prakiraan struktur pemegang saham KUAS pasca-IPO akan menjadi Grace Capital Investment Ltd (27,30%), PT Anugrah Prima Investama (14,86%), PT Bona Deka Java (9,11%), PT MDR Rukun Damai Mandiri (4,61%), PT Nur Sangkara Kamarta (4,61%), PT Jatra Jaya Sena (4,19%) PT Dinamika Nuansa Abadi (2,85%), PT Purnama Pradana Usaha (2,30%), dan masyarakat (30,17%).

Penjamin pelaksana emisi efek KUAS adalah PT NH Korindo Sekuritas Indonesia. Sedangkan penjamin emisi efek ditentukan kemudian.

Jadwal Penawaran Saham KUAS

Jadwal penawaran saham KUAS berdasarkan prospektus adalah sebagai berikut:

▪         Perkiraan Tanggal Efektif: 6 Oktober 2021

▪         Perkiraan Masa Penawaran Umum: 8 Oktober – 14 Oktober 2021

▪         Perkiraan Tanggal Penjatahan: 14 Oktober 2021

▪         Perkiraan Tanggal Distribusi Saham secara Elektronik: 15 Oktober 2021

▪         Perkiraan Tanggal Pencatatan Saham di BEI: 18 Oktober 2021

▪         Perkiraan Awal Perdagangan Waran Seri I: 18 Oktober 2021

▪         Perkiraan Akhir Perdagangan Waran Seri I – Pasar Reguler & Negosiasi: 13 Oktober 2022

▪         Perkiraan Akhir Perdagangan Waran Seri I – Pasar Tunai: 17 Oktober 2022

▪         Perkiraan Awal Pelaksanaan Waran Seri I: 18 April 2022

▪         Perkiraan Akhir Pelaksanaan Waran Seri I: 18 Oktober 2022

▪         Perkiraan Akhir Masa Berlaku Waran Seri I: 18 Oktober 2022

Rencana Penggunaan Dana IPO Saham KUAS

Berdasarkan prospektus perseroan, Sekitar 39,40% digunakan untuk pembelian tanah dan bangunan yang berlokasi di Cileungsi, Bogor, dari pihak Afiliasi yaitu Janto Setiono, Dannie Tjiandra, dan Bobby Kandiawan.

Adapun tujuan dari pembelian tanah dan bangunan tersebut adalah untuk mengurangi biaya sewa perseroan dan pengembangan ke depannya. Lalu sisanya sekitarnya 60,60% digunakan perseroan untuk modal kerja seperti pembelian bahan baku, beban operasional, dan marketing di mana modal kerja tersebut masuk ke dalam Operational Expenditure.

Sementara itu, dana yang diperoleh dari pelaksanaan Waran I akan digunakan perseroan sebagai modal kerja.

Kinerja Laporan Keuangan KUAS

Prospektus saham KUAS menunjukkan kinerja positif pada tahun 2019 dan 2020. Namun, Perseroan mencatat penurunan kinerja pada kuartal I-2021. 

Perseroan sempat membukukan kenaikan laba kotor hingga 21.65% pada tahun 2020 dibandingkan tahun 2019 secara Year on Year (YoY). Selain itu, pada bulan Mei 2021, perseroan berhasil membukukan kenaikan laba bersih tahun berjalan sebanyak Rp8.894.908.62 atau naik sebanyak 48% dari bulan Mei 2020. Hal ini dikarenakan meningkatnya pesanan dari penjualan ekspor.

Namun, pada kuartal I-2021, perseroaan mengalami kenaikan beban umum dan administrasi, di mana pada bulan Mei 2021, beban perseroan mencapai Rp7.275.486.509, atau naik sebesar 43% dibandingkan bulan Mei 2020.

Hal ini dikarenakan meningkatnya biaya jasa profesionalisme dan biaya iklan serta promosi pada 31 Mei 2021.

Rasio-Rasio Keuangan KUAS

Berikut merupakan rangkuman rasio keuangan KUAS selama tiga tahun terakhir dan kuartal I-2021:

Data di atas menunjukkan bahwa KUAS memiliki kinerja yang konsisten pada 3 tahun terakhir, namun terjadi penurunan pada kuartal I-2021. Hal ini dikarenakan pandemi yang menyebabkan penurunan demand pada segmen lokal.

Kebijakan Dividen KUAS

Prospektus KUAS menuturkan bahwa pemegang saham KUAS yang tercatat dalam rekening efek berhak atas pembagian dividen, namun skemanya belum dipaparkan dalam prospektus.

Prospek Bisnis KUAS

Sektor properti merupakan salah satu industri yang menjadi konsumen dari perseroan. Sebagai bisnis yang industrinya terkategori sebagai cyclical industry atau industri yang memiliki kaitan dengan makroekonomi. Maka secara langsung maupun tidak, prospek usaha perseroan akan bergantung kepada prospek industri properti.

Memang pandemi membuat penjualan terhadap properti menurun drastis, namun seiring dengan pulihnya perekonomian, sentimen positif mulai terasa pada sektor properti. Indikasi seperti relaksasi DP 0%, tren penurunan suku bunga pinjaman Bank Indonesia (BI Rate) serta angka pra penjualan properti kuartal I-2021 menunjukkan adanya pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya.

Seperti yang dikutip pada prospektus perseroan, terlihat potensi tumbuhnya industri home appliance seperti cat, keramik, dan perlengkapan pendukung pengecatan lainnya dari adanya potensi pertumbuhan presales di kuartal II-2021 seperti yang dapat dilihat pada chart di bawah ini.

Untuk saat ini, kita belum mengetahui secara pasti bagaimana kesuksesan strategi-strategi KUAS ke depannya.

Kesimpulan

Tren pemulihan ekonomi sebagai dampak menurunnya kasus aktif Covid-19 menjadi sentimen positif bagi KUAS. Adanya potensi pertumbuhan pre sales properti mengindikasikan akan meningkatnya permintaan bahan baku bangunan.

Namun risiko yang perlu diperhatikan salah satunya adalah risiko volatilnya kurs mata uang asing, dikarenakan sebagian besar bahan baku yang digunakan perseroan berasal dari produk impor yang didapat dari berbagai negara, salah satunya adalah China.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait