Ajaib, Analisa Saham

Bedah IPO KING, Jasa Cleaning Service Langganan Para Developer

Hoffmen Cleanindo IPO KING

Pasukan cleaning service berjasa menjaga kebersihan gedung-gedung elite di kota-kota besar. Tapi, tahukah kamu, siapa yang mengoordinir dan mengorganisir mereka? Jawabannya adalah perusahaan bidang jasa manajemen fasilitas.  PT Hoffman Cleanindo merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang unik ini dan akan segera melaksanakan pencatatan saham perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Mari membedah prospektusnya untuk mengenal prospek bisnis dan saham IPO KING ke depan.

Profil Singkat Emiten

PT Hoffman Cleanindo berdiri sejak tahun 2008. Perusahaan awalnya berfokus pada sistem kebersihan toilet dan sanitasi, tetapi kemudian mengembangkan lini usaha lebih lanjut untuk memenuhi kebutuhan klien dengan jasa fasilitas yang terintegrasi. 

Perusahaan saat ini menyediakan lima jenis layanan, yaitu: 

  1. Jasa Kebersihan
  2. Jasa Penyedia Pengharum Ruangan
  3. Jasa Keamanan
  4. Jasa Ketenagakerjaan
  5. Jasa Manajemen Parkir. 

Klien dan mitra Hoffman meliputi perusahaan pengembang, manajemen real estate, serta mal dan kantor perusahaan terkemuka. Antara lain Sinarmas Land, Summarecon, Pakuwon Group, Agung Sedayu Group, Leads Property, Colliers International, Lippo Group, TransTV, Bank Mandiri, Shopee, ANTV, Summarecon Mal, dan masih banyak lagi.

Pengendali saham saat ini sebenarnya adalah Rudy Japarto yang mengantongi saham Hoffman Cleanindo secara langsung dan tidak langsung. Rudy memiliki 70% saham PT Japarto Sukses Mandiri, pemilik mayoritas saham Hoffman Cleanindo. Sedangkan 30% saham sisanya dimiliki oleh adiknya, Eddy Japarto.

Detail Rencana IPO KING

PT Hoffman Cleanindo Tbk akan menggunakan kode saham KING. Penjamin pelaksana emisi efek KING adalah PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, sedangkan penjamin emisi efek belum ditentukan saat prospektus dirilis. 

Penawaran perdana saham KING akan dilaksanakan melalui mekanisme e-IPO dengan perkiraan jadwal sebagai berikut:

  • Masa Penawaran Awal: 17-20 Mei 2022
  • Tanggal Efektif: 30 Mei 2022
  • Masa Penawaran Umum: 2-7 Juni 2022
  • Tanggal Penjatahan: 7 Juni 2022
  • Tanggal Distribusi Saham secara elektronik: 8 Juni 2022
  • Tanggal Pencatatan Saham di Bursa Efek Indonesia: 9 Junu 2022
  • Masa Perdagangan Waran Seri I di Pasar Reguler dan Negosiasi: 9 Juni 2022-4 Juni 2025
  • Masa Perdagangan Waran Seri I di Pasar Tunai: 9 Juni 2022-6 Juni 2025
  • Periode Pelaksanaan Waran Seri I: 9 Desember 2022-9 Juni 2025
  • Akhir Masa Berlaku Waran Seri I: 9 Juni 2025

KING akan menawarkan sebanyak-banyaknya 330 juta saham baru, atau sebanyak 24,91 persen dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Harga penawaran sekitar Rp165-Rp170 per saham. Dengan demikian, nilai IPO KING keseluruhan paling banyak adalah Rp56,1 miliar.

IPO bakal diiringi pula dengan penerbitan waran sebanyak 13,27%. Pemegang lima saham baru berhak memperoleh dua Waran Seri I, di mana setiap satu Waran Seri I memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru perseroan yang dikeluarkan dalam portepel. 

Perkiraan komposisi pemegang saham sesudah IPO dan sebelum pelaksanaan Waran Seri I adalah PT Japarto Sukses Mandiri (72,38%), Rudy Japarto (1,36%), Eddy Japarto (1,36%), dan masyarakat (24,91%).

Rencana alokasi penggunaan dana hasil IPO KING terbagi untuk tiga tujuan, yaitu:

  1. Sekitar 32,18% untuk pelunasan utang Bank Perseroan.
  2. Sekitar 6,39% untuk meningkatkan penyertaan saham di Perusahaan Anak, yaitu PT Hoffmen Parkindo (HP). Dana ini selanjutnya akan digunakan untuk modal kerja HP, yaitu untuk pembelian peralatan penunjang seperti water barrier, barrier gate, terminals gate (ticket dispenser), pos ticketing, speed bumb, IP Camera, Computer Set, Air Conditioner dan pembayaran gaji karyawan.
  3. Sekitar 61,43% untuk modal kerja Perseroan seperti untuk pembayaran gaji karyawan, investasi robot pembersih, serta pembelian peralatan penunjang Perseroan seperti scrubber machine, blower machine, polisher machine, vacuum machine, scaffolding, fogging machine, mesin pemotong rumput, dan komputer.

Dana yang terhimpun dari Waran Seri I (apabila dieksekusi oleh pemilik waran) akan dipergunakan untuk menambah modal kerja perseroan.

Kinerja Laporan Keuangan KING

Prospektus KING menunjukkan bahwa perusahaan sempat tekor pada tahun 2019, tetapi kembali meraup laba dalam jumlah besar pada tahun 2020 dan 2021. Berikut ini rangkuman kinerja keuangan KING dari tahun 2021, 2020, dan 2019 (dalam miliar rupiah):

IV/2021* IV/2020 IV/2019
Total Aset 60,27 41,47 38,73
Total Liabilitas 49,19 52,09 49,13
Total Ekuitas 11,08 -10,62 -10,40
Pendapatan 167,02 141,50 180,50
Laba/Rugi yang Dapat Diatribusikan Kepada Pemilik 3,14 1,12 -2,32
*Laporan keuangan belum diaudit.
**Tabel Rangkuman Kinerja Keuangan KING 2021, 2020, dan 2019

Perusahaan berhasil pulih dari kerugian pada tahun 2019 dengan kebijakan efisiensi untuk menghemat beban operasionalnya. Namun, perusahaan kemudian berhadapan dengan pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Pandemi mengakibatkan jumlah pelanggan berkurang akibat kebijakan Work-from-Home (WFH), sementara beban operasional meningkat. 

Lebih penting lagi, rangkuman di atas menunjukkan bahwa Hoffman Cleanindo mengalami defisiensi modal, yakni situasi di mana kewajiban (liabilitas) berjumlah lebih banyak daripada modal (ekuitas). Situasi tersebut bahkan sudah berlangsung selama tiga tahun berturut-turut.

Rasio-rasio Keuangan KING

Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas tentang apakah suatu saham layak dibeli, lazimnya kita perlu meninjau rasio-rasio keuangan. Berikut ini status rasio keuangan yang dinukil dari prospektus KING:

laporan keuangan PT Hoffman Cleanindo

KING memiliki rasio profitabilitas yang baik terlihat pada Return on Equity (ROE) 28,3% . Namun yang perlu diperhatikan Debt to Equity (DER) cukup besar yaitu 4,44 kali, dimana perusahaan kurang mampu mendanai hutangnya menggunakan laba usaha yang dimiliki.

Kebijakan Dividen KING

Prospektus mengungkapkan bahwa KING bermaksud untuk membayarkan dividen kas kepada pemegang saham Perseroan dalam jumlah sebanyak-banyaknya 30% dari laba bersih Perseroan mulai tahun buku 2021 dan seterusnya. Besarnya pembagian dividen KING akan bergantung pada hasil kegiatan usaha dan arus kas Perseroan serta prospek usaha, kebutuhan modal kerja, belanja modal, dan rencana investasi Perseroan di masa yang akan datang dan dengan memerhatikan pembatasan peraturan dan kewajiban lainnya.

Prospek Bisnis KING

Bisnis dalam bidang padat karya seperti jasa manajemen fasilitas yang digarap oleh KING baru saja menghadapi tantangan berat selama pandemi. Dengan demikian, dapat dipahami mengapa kinerja keuangannya kurang baik selama beberapa tahun terakhir. 

Mengingat situasi pandemi saat ini masih belum menentu, selayaknya kita belum dapat memperkirakan dengan jelas tentang kapan dan bagaimana bisnis ini akan bertumbuh kembang kembali. Namun, Hoffman Cleanindo sebenarnya memiliki banyak keunggulan yang dapat membantunya untuk pulih:

  1. Perusahaan sudah berpengalaman lebih dari satu dekade di bidangnya.
  2. Tim dengan SDM berpengalaman dan terlatih, serta berpenampilan sesuai grooming standard. Perusahaan juga mengikutsertakan karyawan dalam berbagai seminar dan training, termasuk pelatihan New Standard Quality Management System ISO 9001:2015, Pelatihan Damkar, Pelatihan P3K, Customer Relationship Management, dan Awareness SMK3.
  3. Perusahaan memiliki gudang untuk memasok peralatan dan perlengkapan, sehingga ketersediaan peralatan dan pendukungnya terjamin dan terawat secara berkala.
  4. Manajemen telah mengantongi serangkaian sertifikat bergengsi, yaitu SNI ISO 9001:2015, SNI ISO 14001:2015, dan SNI ISO 45001:2018. Juga sudah menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Sertifikat SMK3).
  5. Perusahaan memiliki aplikasi teknologi yang dirancang sendiri oleh tim manajemen (App Ops Control) untuk menunjang sistem operasional dan fungsional. Aplikasi dapat diakses melalui android dan terus dimutakhikan dari waktu ke waktu.
  6. Perusahaan menggunakan wewangian impor yang berkualitas dengan banyak pilihan, serta sudah memperoleh izin Kemenkes untuk empat varian aroma.

Strategi bisnis KING ke depan terdiri dari tiga poin, yakni membuka unit bisnis baru labour supply (rekrutmen dan penyaluran tenaga kerja untuk industri atau perkantoran), pemanfaatan teknologi robot untuk mensubstitusi manusia dalam unit-unit bisnisnya, serta melaksanakan cross selling (penjualan silang). Perusahaan menyediakan jasa terlengkap di bidangnya, sehingga klien dapat meningkatkan efisiensi biaya dengan memanfaatkan rangkaian layanan terpadu KING.

Kesimpulan IPO KING

Saham KING memiliki kinerja yang kurang sedap untuk saat ini. Namun, perusahaan memiliki berbagai keunggulan yang menarik dibanding para pesaingnya. Keunggulan-keunggulan tersebut berpotensi mendorong pertumbuhan dengan dana hasil IPO.

Artikel Terkait