Rumah Tangga Masa Kini

Bagaimana Cara Menghemat Listrik Selama WFH? Ini Kiatnya

Ajaib.co.id – Salah satu efek tidak mengenakkan selama kerja dari rumah adalah tagihan listrik melonjak. Apakah PLN yang salah hitung atau penggunaan listrikmu yang boros? Bagaimana cara menghemat listrik? Ini delapan kiatnya.

Tak terasa, work from home (WFH) dan study from home (SFH) sudah berjalan lebih dari delapan bulan. Hal tersebut dikarenakan pandemi Covid-19 yang memaksa banyak perusahaan dan institusi pendidikan menerapkan WFH dan SFH.

Kerja dari rumah sangat menguntungkan para karyawan. Karena meminimalisir penularan covid-19 dan menghemat biaya transportasi sehingga dapat mengurangi polusi. Namun tak dipungkiri, kerja dari rumah menambah pengeluaran tagihan listrik.

Sebenarnya, hal ini wajar. Karena ketika kamu (dan beberapa orang di rumah) kerja akan membutuhkan pencahayaan dan sirkulasi udara. Sehingga kamu akan menggunakan lampu dan air conditioner (AC) atau kipas angin sepanjang hari. Alhasil tagihan listrik melonjak.

Jika kamu tak ingin tagihan listrik membengkak, jangan berbuat curang dengan mengakali kWh meter atau praktik mencuri listrik. Bagaimana cara menghemat listrik? Cek kita-kiat berikut ini.

1. Matikan Peralatan Elektronik Jika Tidak Digunakan

Kiat pertama dan utama adalah matikan peralatan elektronik jika tidak digunakan. Seperti lampu, TV, kipas angin, dan lainnya. Misal kamu kerja di ruang tamu, tetapi lampu, TV, dan kipas angin di kamar masih menyala.

Jika tidak dimatikan, tagihan listrik akan terus bertambah. Jangan lupa, matikan peralatan elektronik sebelum kamu tidur.

2. Mencabut Kabel atau Mematikan Sakelar

Bagaimana cara menghemat listrik selanjutnya? Masih berhubungan nomor pertama, mencabut kabel atau mematikan sakelar jika tidak digunakan.

Misal mematikan sakelar lampu kamar, mencabut kabel charger ponsel, mematikan kipas angin lalu mencabut kabelnya, dan masih banyak lagi.

Karena kabel yang tertancap di stop kontak (meski peralatannya sudah dimatikan) akan memerlukan daya listrik. Sehingga penggunaan listrik di rumah akan bertambah.

3. Memanfaatkan Pencahayaan dan Jendela Rumah

Sebenarnya, kamu tak perlu memerlukan lampu ketika bekerja dari pagi hingga sore hari. Pasalnya, kamu bisa memanfaatkan pencahayaan di rumah.

Jika posisi meja kerjamu tidak mendapatkan sinar matahari, coba geser posisi meja atau pindah ke ruangan lain.

Begitu halnya dengan penggunaan AC atau kipas angin. Untuk menghemat pengeluaran listrik, maksimalkan fungsi ventilasi atau jendela. Misal membuka jendela agar memperoleh sinar matahari sekaligus sirkulasi udara lancar.

4. Menggunakan Timer

Kalau kamu tetap ingin menyalakan AC karena cuaca sedang panas, sebaiknya gunakan timer. Misal menyalakan AC mulai pukul 09.00-16.00 dan atur menggunakan timer. Atur juga suhunya sekitar 22-25 derajat celcius.

Pengaturan suhu lebih rendah memaksa kinerja mesin AC lebih berat, sehingga membutuhkan daya listrik besar. Terapkan hal ini saat kamu tidur.

Di sisi lain, ketika kamu tidur malam, biasanya akan mengisi daya baterai ponsel. Keesokan hari, baterai ponsel telah penuh. Padahal proses pengisian baterai hanya membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam.

Ada baiknya menggunakan charger dengan fitur timer. Dengan menggunakan alat tersebut, charger otomatis akan padam saat baterai ponsel penuh.

5. Produk Elektronik Hemat Listrik

Memang, produk elektronik hemat daya listrik harganya lebih dibanding yang tidak. Namun dalam penggunaan sehari-hari, produk tersebut tidak terlalu banyak memakan daya.

Misal mengganti lampu pijar dengan lampu LED, kulkas dan AC dengan inverter lebih hemat listrik, dan pilih mesin cuci top loading satu tabung dibanding dua tabung.

6. Perhatikan Penggunaan Kulkas

Kulkas adalah salah satu atau satu-satunya barang elektronik yang memerlukan daya listrik besar. Apalagi jika kamu memiliki freezer khusus. Karena lemari pendingin tersebut wajib menyala 24 jam untuk mengawetkan buah, sayur, makanan, dan minuman.

Namun yang harus kamu perhatikan adalah isi kulkas terlalu penuh atau kosong akan membuat mesinnya bekerja lebih keras untuk mengalirkan suhu dingin secara merata. Hal tersebut akan memerlukan banyak daya dan memengaruhi tagihan listrik (yang melonjak). Jadi atur isi kulkas dengan baik.

Hal lain yang tak kalah penting, sering membuka kulkas juga menggunakan daya lumayan besar. Karena mesin kulkas perlu memproses suhu agar stabil ketika pintunya dibuka dan ditutup. Jadi, buka pintu lalu ambil produk-produk yang kamu butuhkan.

7. Setel Pompa Air Manual

Pompa air otomatis sangat memudahkan kamu ketika harus membersihkan rumah. Namun setelah pompa otomatis sangat menguras daya listrik. Karena kabel listrik terus menancap di stop kontak, sehingga ada daya yang terbuang sia-sia.

Untuk menghemat listrik, setel pompa air secara manual. Memang, kamu akan sedikit repot karena harus mengisi tandon air sampai penuh lalu cabut kabelnya.

8. Meminimalisir Penggunaan Pemanas

Buat kamu yang senang mandi dengan air panas, sebaiknya minimalisir cara mandi tersebut. Karena pemanas air selalu menggunakan daya listrik dan jika setiap mandi menggunakan air panas, kamu bisa bayangkan berapa tagihan listriknya, kan?

Selain pemanas air untuk mandi, perhatikan penggunaan pemanas sekaligus pendingin minuman alias dispenser. Benda ini rata-rata berdaya 200 watt sampai 400 watt dan selalu dalam kondisi menyala.

Bagaimana cara menghemat listrik? Sebaiknya gunakan dispenser sebagai tempat mengisi botol minuman satu liter. Simpan air dalam botol di kulkas.

Pemanas lain yang wajib diperhatikan adalah pemanas makanan atau microwave juga menyerap banyak daya, rata-rata 300 watt hingga 800 watt. Jika memungkinkan, minimalisisr penggunaan microwave dan hangatkan makanan dengan wajan di atas kompor gas saja.

Tak ada salahnya menghemat pemakaian listrik selama kerja dari rumah, terlebih saat pandemi seperti ini. Hasil penghematan tersebut dapat kamu gunakan untuk menambah dana darurat atau investasi. Cek Ajaib untuk mendapatkan produk investasi yang sesuai dengan tujuanmu. (Berbagai sumber)

Artikel Terkait