Saham

Analisis Teknikal Saham Lion Air yang Wajib Kamu Ketahui!

Analisis Teknikal Saham Lion Air yang Wajib Kamu Ketahui!

Saham Lion Air dari perusahaan maskapai Lion Air atau PT Lion Mentari Airlines tengah merancang penawaran umum perdana initial public offering atau IPO di PT Bursa Efek Indonesia. Targetnya, Lion Air dapat mengantongi dana hingga US$1 miliar atau setara Rp14 triliun. Komitmen Lion Air akan IPO patut diapresiasi. Lion Air akan terbuka, terlebih kepada calon investornya.

Secara umum untuk industri penerbangan masih belum menarik untuk jadi wadah investasi. Industri ini memiliki biaya operasional yang cukup tinggi serta juga erat dengan kepercayaan konsumen. Menurut kamu apakah saham maskapai penerbangan Lion Air akan berhasil maju? Sebelum menjawabnya, lihat terlebih dulu hasil analisis teknikal terhadap saham Lion Air di 2019.

Peluang Bisnis

Lion Air berencana memulai pertemuan pendahuluan dengan para investor secepatnya minggu ini, untuk menyuarakan minat awal menjelang kesepakatan potensial tersebut. Penjualan saham senilai US$1 miliar akan menjadi IPO terbesar ketiga di Bursa Efek Indonesia (BEI). Beberapa sumber mengungkapkan langkah IPO LION Air adalah upaya manajemen meningkatkan kapasitas bisnis.

Persepsi konsumen terhadap perusahaan terbuka biasanya lebih baik ketimbang perusahaan tertutup. Pasalnya, perusahaan terbuka wajib memenuhi standar yang berlaku, mulai dari tata kelola perusahaan, transparansi keuangan dan lain sebagainya.

Analisis Teknikal Saham Lion Air

Setelah insiden kecelakaan, situasi Lion Air memang tidak bagus. Tidak sedikit penumpang yang tidak percaya lagi dengan keselamatan penerbangan Lion Air. Imbasnya, jumlah penumpang Lion Air turun 3-5% dari kondisi normal, sebulan setelah kejadian kecelakaan Boeing 737 Max 8 penerbangan JT610.

Informasi yang diterima pasar mengenai Lion Air juga masih belum jelas, khususnya terkait dengan pesanan B737 Max 8 dari Lion Air. Pelaku pasar tidak tahu apakah pesanan pesawat itu berpotensi mengganggu keuangan Lion Air atau tidak.

Strategi Lion Air

Lion Air melakukan pemesanan pesawat B737 Max 8 sebanyak 217 unit dengan nilai pesanan sebesar US$22 miliar. Rencananya, pesawat tersebut akan dikirimkan mulai dari 2019 hingga 2035. Sebanyak 10 pesawat B737 Max 8 sudah dioperasikan Lion Air kini sementara waktu dikandangkan pasca kecelakaan Ethiopian Airlines. 

Pemesanan pesawat buatan AS sisanya itu terpaksa ditunda, menyusul dua insiden Boeing 737 Max 8 dalam waktu berdekatan. Namun, tidak menutup kemungkinan bila realisasi IPO terjadi, malah akan berakhir memburuk jika kinerja bisnis babak belur. Artinya, membangun reputasi tidak cukup hanya mengandalkan IPO.

Saham Lion Air Batal Melantai di Bursa Saham Tahun 2019

PT Lion Air telah menyampaikan dokumen kepada pihak bursa saham pada Oktober 2019 dengan menggunakan laporan keuangan 30 Juni 2019. Namun, pihak Lion air menunda penawaran umum perdana tahun ini dan baru akan menggelar penawaran saham perdana pada tahun depan.

Menurut Corporate Communication Strategic Lion Air, Danang Mandala menyampaikan bahwa pihak Lion Air menunda IPO karena harus mempersiapkan dengan baik dan benar, tepat melihat situasi juga dan hal-hal lain.

Jika Lion Air berhasil melantai dan menjial saham Perdana Initial Publicnya, dikabarkan Lion Air akan menargetkan dana US$ 1 miliar atau setara Rp14 triliun. Danang mengatakan dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat kondisi keuangan perusahaan, salah satunya mendanai pembelian pesawat.

Ketika Lion Air berhasil masuk IPO di awal tahun ini, Lion Air akan menjadi maskapai komersial ketiga yang tercatat di pasar modal BEI setelah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) induk dari Garuda dan Citilink, PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP), dan Indonesia Air milik Grup MNC lewat bendera PT Indonesia Transport and Infrastructure Tbk (IATA).

Menurut Suria, dengan melantai di pasar saham, tidak menjadi jaminan saham Lion Air ke depan akan likuid, mengingat tantangan di industri penerbangan masih berat. Ditambah lagi, kecenderungan industri maskapai yang membentuk oligopoli. “Apalagi performa saham maskapai lainnya saat ini belum terlalu kuat,” pungkas Suria Dharma.

Itulah hasil dari analisis teknikal terhadap saham Lion Air. Menurut kamu, apakah Lion Air akan tetap berjaya dan mampu bertahan di pasar Indonesia? Bagi kamu yang yakin, kamu bisa dengan optimis membeli saham Lion dan cek harga saham lion air hari ini. Namun, bagi kamu yang masih belum yakin, kamu bisa membeli saham lainnya lewat aplikasi Ajaib. Di sini, kamu bisa memilih saham yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuanmu berinvestasi!

Bacaan menarik lainnya:

World Bank/International Finance Corporation (2013). Doing business (2013): Smarter regulations for small and medium-size enterprises. 10th Edition. IBRD: Washington, DC


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait