Saham

Analisis Teknikal Saham KPAS, Akankah Terus Naik?

Analisis Teknikal Saham KPAS, Akankah Terus Naik?

Harga saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) menargetkan pendapatan tahun ini tumbuh sekitar 10%-15% dari tahun lalu menjadi Rp110 miliar-Rp115 miliar. Strategi untuk mencapai target tersebut adalah dengan tetap menjaga hubungan kerjasama dengan rekan-rekan private label dan memperkuat home brand dari KPAS. Selain itu, tahun ini saham KPAS berencana untuk menaikkan kontribusi ekspor kapas setengah jadi menjadi 15%. Nah, berikut ini adalah hasil analisis teknikal terhadap saham KPAS di 2019.

Peluang Bisnis

Untuk mencapai target penambahan kontribusi ekspor, perusahaan ini akan meningkatkan kerja sama dengan rekan-rekan lama dari tujuan ekspor di Asia Pasifik seperti Rusia, Arab Saudi, Abu Dhabi, China dan Taiwan dan Vietnam. Negara-negara Asia Pasifik jadi tujuan utama ekspor KPAS. Tapi pasar dalam negeri masih jadi tujuan utama dan menjadi sumber pendapat utama bagi perusahaan.

Sebagai informasi, KPAS menggunakan bahan baku dalam negeri yang tersedia sangat melimpah dan tidak terpengaruh oleh fluktuasi nilai tukar. KPAS merupakan satu-satunya produsen kapas berstatus perusahaan terbuka yang memiliki pabrik terintegrasi dari hulu hingga hilir. Bahan baku yang diolah selanjutnya diproduksi menjadi kapas keperluan kosmetik, kesehatan, dan industri di Indonesia.

Analisis Teknikal Saham KPAS

Menurut analisis Bareksa, secara teknikal candle saham KPAS pada perdagangan kemarin membentuk bullish candle dengan body yang cukup besar serta terdapat short upper shadow. Kondisi tersebut menggambarkan saham ini bergerak positif dalam rentang yang sangat lebar dan mampu ditutup cukup baik dengan berakhir tiga tick di bawah level tertingginya.

Indikator stochastic juga terlihat mulai bergerak naik dan masih berada di sekitar area netral. Mengindikasikan sinyal kenaikan saham KPAS yang cukup kuat dengan target terdekat berada di level psikologis Rp585.

Strategi KPAS

Manajemen PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) berencana meningkatkan kapasitas produksi 300 persen, menjadi 64,8 juta paks produk kapas pada 2019. Hal tersebut untuk mengantisipasi tingginya permintaan kapas dari pasar luar negeri. Saat ini, kapasitas produksi perusahaan yang mengolah dan memproduksi kapas untuk kosmetik, kesehatan dan industri ini baru mencapai 21,6 juta paks per tahun.

Merek utama KPAS di pasar domestik adalah Wellness dan Mawar yang dipasarkan melalui distributor di 34 provinsi. KPAS juga bekerja sama dengan banyak jaringan pasar modern dan mini market seperti Indomaret, Alfamart, Transmart, Carrefour, dan Lottemart.

Saham KPAS Masuk UMA Awal Januari 2019

Pada 15 Januari, Bursa Efek Indonesia menyatakan bahwa saham PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS) masuk ke dalam daftar unusual market activity (UMA). Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI, Irvan Susandy, menjelaskan hal ini dilatarbelakangi karena adanya penurunan harga dan peningkatan aktivitas saham KPAS yang di luar kebiasaan.

Menurut data perdagangan dari RTI pada 15 Januari 2019, saham KPAS terpantau melemah drastis hingga mencapai 3,64% ke level Rp212 per lembar saham. Pelemahan ini sudah berlangsung sejak perdagangan di awal Januari lalu. Dalam sepekan, saham KPAS sudah terkikis sebesar 31,61%. Dan per 3 Januari 2020 kemari, saham KPAS ditutup dengan harga 66 per lembar saham. Meski jauh lebih rendah dibanding harga pada 2019, harga ini telah mengalami peningkatan 1,54% dari hari sebelumnya.

4 Hal yang Harus Dilakukan Saat Saham Turun

Setidaknya terdapat beberapa hal yang harus kamu lakukan saat saham turun. Apa saja itu? Simak selengkapnya di bawah ini yuk!

#1 Cek Ulang Trading Plan

Sebagai investor yang baik, akan lebih bagus jika kamau memiliki trading plan yang berfungsi sebagai rencana yang dapat membantu kamu mengoptimalkan profit serta mengurangi risiko kehilangan uang. Pengecekan ulang terhadap trading plan ini juga bisa membantu kamu sebagai para trader dan investor. Jika trading plan sudah dibuat namun masih mengalami kegagalan, kemungkinannya adalah trading plan yang kamu buat kurang baik, serta kemungkinan kamu tidak bisa mengikuti trading plan tersebut.

Nah, kamu bisa mengubah cara membuat trading plan kamu secara sederhana dengan cukup menargetkan profitnya ingin berapa persen, lalu akan masuk di harga berapa dan kapan saham tersebut akan dijual. Dengan trading plan yang lebih baik, setidaknya kamu bisa menghindari terjadinya penurunan saham yang menukik , seperti yang dialami saham KPAS ini.

#2 Pastikan Selalu Memiliki Kas

Sebagai investor yang baik, cobalah untuk tidak sembarangan memasukan semua uang ke dalam investasi saham. Kenapa? Karena kamu sebagai investor juga membutuhkan kebutuhan sehari-hari yang harus dipenihi, serta sebagai dana atau tabungan jika suatu waktu nanti saham yang kamu miliki mengalami penurunan harga. Pastikan juga untuk mengetahui dengan baik perusahaan yang ingin kamu beli sahamnya, perhatikan laporan keuangannya dengan baik dan cek kondisi perusahaan itu di tahun sebelumnya.

Banyak investor saham yang melakukan stop loss, di mana saat saham mereka mengalami penurunan yang drastis. Hal ini dilakukan untuk tetap memiliki kas untuk membeli saham di harga yang lebih rendah lagi. Tidak semua saham dijual jika memang mengalami penurunan, tapi penjualan bisa dilakukan setengahnya. Bila harga saham terus menurun, kamu bisa melakukan buy back atau beli kembali.

#3 Hindari Melawan Market

Maksud dari melawan market di sini adalah menghindari untuk berpikir bahwa saat kondisi pasar turun, maka kamu bisa memborong banyak saham dengan harga rendah. Pembelian saham yang terburu-buru seperti ini justru bisa merugikan kamu sendiri. Istilah dalam saham, lebih baik cut loss saat rugi sebesar 20%, dibandingkan kehilangan uang hingga 70%.

#4 Jangan Bertahan untuk Tetap Berinvestasi

Hal ini dapat kamu lakukan ketika melakukan investasi saham dan ternyata saham yang kamu mikiki mengalami penurunan. Namun, hal ini dapat dilakukan berdasarkan keyakinan diri kamu sendiri. Misalnya ketika kamu mengawali investasi saham dengan modal 50 juta dan mengalami kenaikan hingga 60 juta untuk waktu 3 bulan. Namun, saat terjadi penurunan indeks hingga lebih dari 40%, hingga nilai portfolio Anda hanya tinggal 30 jutaan saja.

Nilai atau harga saham tersebut memang ada kemungkinan untuk bisa kembali naik, namun itu akan membutuhkan waktu yang cukup lama agar uang kamu menjadi 50 juta kembali. Jika memang kamu ingin bertahan, maka lakukan floating loss dalam jangka waktu yang cukup lama. Sebaliknya, jika tidak ingin bertahan, segera lakukan cut loss.

Namun, saat kondisi saham yang telah kamu beli ternyata mengalami penurunan yang cukup tajam, sebaiknya kamu juga banyak belajar bagaimana menangani kondisi tersebut. Selain tips yang harus dilakukan saat saham menurun, kamu juga dapat menunggu hingga kondisi manajemen dan keuangan dari perusahaan yang sahamnya kamu beli kembali membaik. Dengan begitu, kamu bisa mulai melakukan pembelian saham kembali.

Nah, itulah hasil dari analisis teknikal terhadap saham KPAS yang wajib kamu ketahui. Setelah mengetahui analisisnya, bagaimana menurutmu? Apakah KPAS akan tetap berjaya hingga akhir nanti? Sebelum memulai investasi saham, kamu wajib mengetahui tren pelaku saham di tahun 2019 dan cek harga saham kpas hari ini sebelum berinvestasi.

Ajaib bisa jadi salah satu alternatif platform yang bisa membantu kamu mulai berinvestasi. Aplikasi Ajaib sangat cocok digunakan buat kamu investor pemula. Di sini, kamu bisa belajar investasi dan memilih investasi sesuai dengan kebutuhan dan juga tujuan investasimu.

Bacaan menarik lainnya:

Abdul, Wahab. (2012). Pengantar Ekonomi Makro, Samata:Alauddin University Pers


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait