Saham

Analis Rekomendasikan Beli Saham PWON, Apa Alasannya?

saham pwon

Kinerja PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) pada semester I-2019 hanya mengalami sedikit peningkatan. Kendati begitu, laba bersih Pakuwon (PWON) naik menjadi 20,35% atau Rp1,36 triliun. Sementara pendapatan PWON hanya naik 3,85% atau Rp3,5 triliun. Meski tak signifikan, analis sepakat saham PWON layak untuk dibeli.

Strategi Bisnis dan Dampaknya pada Saham KWON

Peningkatan kinerja Pakuwon ditunjang oleh pendapatan berulang atau recurring income pada semester I-2019. Analis Trimegah Sekuritas Adi Prabowo dalam risetnya pada 5 Agustus 2019 mengatakan, pendapatan berulang Pakuwon menyumbangkan 51% dari total pendapatan di semester I-2019. Bisa dibilang, ini mula titik cerah saham PWON.

Lalu, Pakuwon juga mendapatkan sumbangan pendapatan dari proyek superblok. Saat ini, Pakuwon juga sedang memperluas kawasan superblok Pakuwon City dengan total tiga kondominium.

Salah satu kondominium sudah diluncurkan dan terjual habis pada awal 2019. Selain itu, Pakuwon juga sedang mempersiapkan kawasan superblok di Bekasi yang akan dirilis pada akhir 2019.

Proyek tersebut meliputi mal, apartemen, dan hotel. Perkiraan dari belanja modal untuk proyek tersebut diprediksi mencapai Rp1,8 triliun.

Sementara itu, Analis Kresna Sekuritas Franky Rivan menambahkan, banyaknya proyek Pakuwon yang meluas, menjadikan portofolio bisnis yang menarik. Sejalan itu, proyek-proyek ini juga memantapkan saham PWON.

Namun, masih ada hambatan yang mempengaruhi kinerja Pakuwon pada tahun ini, di antaranya adalah penjualan properti yang sedikit. Untuk ke depannya, jika tren bunga turun, penjualan properti Pakuwon diharapkan bisa mengalami kemajuan.

Hingga akhir 2019, Trimegah telah menargetkan pendapatan Pakuwon di akhir tahun sebesar Rp 7,04 triliun dengan laba bersih mencapai Rp3,99 triliun.

Sedangkan Kresna menargetkan pendapatan PWON sebesar Rp 7,08 triliun dengan laba Rp4,04 triliun. Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji merekomendasikan buy dengan target Rp700.

PWON juga berencana membangun proyek baru pada akhir tahun ini. Manajemen bakal membangun proyek anyar tersebut di Bekasi, Jawa Barat dengan pertimbangan ketersediaan lahan dan akses yang tidak jauh dari Jakarta.

Direktur Utama Pakuwon Jati, Stefanus Ridwan menjelaskan, saat ini pengembang khususnya pusat perbelanjaan kesulitan mengembangkan proyek di Jakarta. Selain harga lahan yang mahal, balik modal pun sulit.

Ia menargetkan, proyek tersebut bisa berjalan di kuartal IV begitu izin bisa didapatkan. Proyek tersebut merupakan proyek yang cukup besar, dengan luas lahan mencapai 60.000 meter persegi. Terdiri dari 1 mal, 2 hotel, dan 4 menara apartemen yang ditargetkan rampung pembangunannya dalam dua tahun.

Selain segmen properti, PWON juga menghitung investasi untuk recurring income dari pusat perbelanjaan. Sebab, beberapa mall milik PWON seperti Gandaria City hingga Kota Kasablanka saat ini memiliki traffic pengunjung yang baik.

Hingga dengan semester I, pendapatan PWON tercatat meningkat 3,79% dari Rp 3,8 triliun menjadi Rp 3,5 triliun. Sementara itu, labanya juga meningkat 27,28% dari Rp1,28 triliun menjadi Rp1,63 triliun. Jadi, apakah kamu pede untuk berinvestasi pada saham PWON?


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait