Properti

Olympic City vs Meikarta, Investasi Properti di Jawa Barat

Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Ajaib.co.id – Jika Lippo Group punya Meikarta, PT Cahayasakti Invesindo Sukses Tbk (CSIS) membangun pusat bisnis bernama Olympic City. Perusahaan yang menjadi salah satu investasi properti ini tergabung dalam Olympic Group ini akan menggarap sekitar 25 hektar lahan di daerah Bogor Utara, Jawa Barat.

Dilansir dari Antara, Direktur Marketing Olympic City Imelda Fransisca mengatakan bahwa 25 hektar lahan tersebut akan dibangun pusat perbelanjaan, perumahan dan apartemen. Semuanya akan dibangun di satu kawasan.

Central Business District (CBD) ini letaknya memang sangat strategis. Tidak sampai 1 km, pengunjung mal atau penghuni sudah bisa masuk Jalan Tol Lingkar Luar Bogor. Didapat dari laman resminya, Olympic City sudah berhasil serah terima hunian bernama Pine Garden. Lalu, CSIS juga sedang membangun mal, kawasan perkantoran hingga pusat edukasi dan kesehatan untuk tahap selanjutnya.

CSIS bersama Olympic Group Mendapat Aliran Dana

Dikabarkan oleh CNBC Indonesia, CSIS bersama dengan Olympic Group sudah mendapat aliran dana sebesar Rp200 miliar. Dana tersebut didapat dari penjualan gudang-gudang di wilayah industri.

Di lain sisi, saham CSIS performanya sangat mengecewakan sepanjang tahun 2019 ini. Sempat stabil di angka Rp300-400 di akhir Desember 2018 lalu, saham CSIS rontok hingga mencapai Rp100 ke bawah.

Kerugian Saham CSIS

Warta Ekonomi sempat memberitakan bahwa PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk membukukan kerugian yang cukup besar di tahun 2018. Kisaran kerugiannya mencapai Rp15 miliar. Penggarapan mega proyek di kota Bogor ini belum berhasil memberikan sentimen positif pada saham CSIS.

Jika Olympic City baru memulai pembangunan, Meikarta sudah dua tahun tidak jelas masa depannya. Banyak desas-desus bahwa mega proyek milik Lippo ini akan berhenti. Pembeli pun mulai ketar-ketir karena beredarnya memo internal yang menginstruksikan penghentian pembangunan 2018 yang lalu.

Investor Meminta Refund

Lebih lanjut lagi, investor mulai meminta refund setelah kasus suap perizinan Meikarta muncul ke permukaan. Mulai dari Eks Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin hingga Mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan terseret ke dalam kasus korupsi ini.

Neneng Hassanah Yasin mengaku menerima Rp10 miliar untuk memuluskan proses perizinan Meikarta. Neneng kemudian menambahkan bahwa pihak Lippo menjanjikan uang sebesar Rp20 miliar untuknya. Neneng divonis 6 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 4 bulan. Selain itu, hak politiknya akan dicabut selama 5 tahun.

Selain Neneng, Billy Sandoro selaku eks Direktur Operasional Lippo Group hanya dihukum 3,5 tahun kurungan dan denda Rp 100 juta subsider 2 bulan kurungan. Atas vonis tersebut, KPK menyatakan tidak puas dan mengajukan banding.

Mengingat rawannya pelanggaran hukum dalam pembangunan mega proyek seperti Meikarta, ada baiknya investor lebih hati-hati dalam memilih investasi properti. Pastikan pengembang (developer) memiliki rekam jejak yang bersih. Jangan langsung tergiur janji-janji yang diutarakan pengembang. Tidak usah segan dalam mencari tahu masalah perizinan dan program KPR atau cicilan.

Investasi Properti Tanpa Membeli Properti

Ketika berbicara tentang investasi properti, pasti banyak orang yang akan berpikir bahwa investasi ini adalah dengan membeli tanah atau membeli rumah, atau properti fisik lainnya. Di mana, investasi ini akan memberikan beban keuangan yang cukup tinggi, di mana kamu harus bisa merawat sebidang tanah kosong untuk dijual suatu saat nanti. Di sisi lain, ada juga properti yang menghasilkan seperti ketika kamu menyewakan apartemen, rumah, ruko, atau indekos. Di mana, kamu akan mendapatkan uang setiap bulan dari penyewa properti.

Namun, ternyata selain itu, ada juga investasi properti tanpa harus membeli properti dan memiliki properti dalam bentuk fisik. Ada beberapa jenis investasi properti yang bisa kamu lakukan, apa saja itu?

1. Saham Properti

Kamu pasti sudah tidak asing lagi bukan dengan investasi saham. Untuk berinvestasi properti lewat instrumen investasi saham, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya operasional untuk perawatan demi menjaga nilai properti dalam jangka waktu panjang.

Nah, kamu bisa membeli saham di perusahaan pengembang properti. Sama seperti investasi saham lainnya, dengan membeli saham di perusahaan properti berarti kamu membeli kepemilikan perusahaan yang bergerak di bidang itu. Sekarang sudah banyak perusahaan properti yang bisa kamu temui di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Kamu hanya perlu membuka rekening efek di perusahaan sekuritas terlebih dulu untuk bisa membeli saham itu lewat aplikasi trading seperti Ajaib. Nah, di Ajaib kamu bisa membeli saham properti dengan mudah, kapan dan di mana saja secara online. Hanya dengan modal awal mulai dari Rp100 ribu kamu sudah bisa memiliki investasi di bidang properti. Lebih murah dan mudah kan? Walaupun terlihat murah, belilah perusahaan properti yang memiliki fundamental dan prospek bisnis cerah di masa depan.  

2. Properti untuk bisnis

Kamu juga bisa membeli properti untuk bisnis. Namun, modalnya jauh lebih besar dibanding saham atau membeli properti untuk orang pribadi. Ada banyak jenis investasi untuk properti yang bisa kamu lakukan seperti membeli gedung untuk dijadikan coworking space, membuka ruko, mall, atau kios, hingga membuka lahan parkir. Ini semua akan sangat menguntungkan, apalagi jika kamu melakukannya di wilayah dan tempat yang strategis.

3. Properti untuk lahan pemakaman

Saat ini banyak oran yang mencari lahan pemakaman baru, di mana lahan pemakaman yang ada telah penuh. Bagi kamu yang ingin untuk memulai berinvestasi di jenis properti ini, kamu bisa menjadikan aset properti menjadi lahan makam. Ini bisa menjadi prospek bisnis yang cerah, lihat saja tempat pemakaman San Diego Hills, Al Azhar Memorial Garden, Graha Sentosa Park, dan lainnya. Di mana, satu lahan makam bisa dihargai miliaran Rupiah.

4. Investasi properti untuk pariwisata

Bagi kamu yang ingin membeli properti secara fisik di dekat tempat pariwisata, kamu bisa mendapatkan banyak keuntungan. Di masa depan, investasi ini menjadi prospek cerah, di mana harga properti pun ikut meningkat. Apalagi, Indonesia terkenal dengan destinasi wisata eksotisnya. Sehingga, kamu bisa mendapatkan penghasilan pasif dengan membeli properti di sekitar tempat wisata.

Kamu bisa coba membuat home stay dan memasarkannya di situs AirBnB, AiryRoom, Traveloka, Booking.com, dan sebagainya. Kamu juga bisa investasi dengan membuat villa, di mana sekali menginap biasanya harga sewanya jutaan bahkan puluhan juta rupiah per malam. Jika memiliki modal besar, kamu juga bisa mendirikan hotel yang tentunya memiliki banyak peminat.

Artikel Terkait