Saham

Begini Kondisi Market Share Emiten Farmasi di Indonesia

Market share
Market Share

Ajaib.co.id – Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak saham emiten yang terdampak hingga harganya ikut anjlok. Namun, hal yang sama tak terjadi pada emiten farmasi. Sejak awal masuknya virus corona di Indonesia, emiten farmasi menunjukkan kenaikan harga saham yang sangat signifikan.

Hal ini dikaitkan dengan kemampuan emiten farmasi dalam memproduksi dan mendistribusikan alat tes, obat antivirus hingga vaksin virus corona.Lalu, apakah hal ini menyebabkan market share emiten farmasi melebar? Tunggu, memangnya apa itu market share? Baca ulasan berikut ini dulu, yuk.

Pengertian Market Share

Market share atau pangsa pasar adalah bagian konsumen yang didata oleh perusahaan berdasarkan kategori pasarnya. Pangsa pasar mengelompokkan konsumen berdasarkan tingkat penghasilan, usia, jenis kelamin status sosial dan pendidikan.

Market share sering dijadikan sebagai indikator daya saing pasar untuk menunjukkan berkembangnya kinerja perusahaan terhadap pesaingnya. Cara ini digunakan untuk mengukur perubahan dalam pendapatan penjualan, termasuk pertumbuhan dan penurunan pasar, tren dalam pasar, maupun pesaing di bidang bisnis yang sama.

Pertumbuhan penjualan dari total pertumbuhan pasar seluruhnya lebih menguntungkan daripada pasar yang didapat dari mengambil bagian para pesaing yang sama.

Sementara kerugian market share menunjukkan indikasi permasalahan serius dalam jangka panjang sehingga memerlukan perubahan strategi yang digunakan. Setiap usaha yang mempunyai market share di bawah rata-rata tidak mungkin berjalan lama. Hasil produk perusahaan dan tren market share masing-masing produk menjadi indikator kemungkinan adanya peluang atau masalah di masa depan.

Market share kemudian dibagi menjadi 2 jenis yaitu:

1.   Primary market atau pasar utama

Pangsa pasar utama adalah segmentasi pasar yang menjadi prioritas karena mampu memberikan pendapatan yang rutin. Konsumen pada kelas ini umumnya adalah pelanggan tetap dan enggan mengkonsumsi produk dari perusahaan lain.

2.   Secondary market atau pasar sekunder

Pangsa pasar sekunder adalah perluasan dari pasar utama. Konsumen dari kelas ini umumnya suka berpindah-pindah dan mengkonsumsi suatu produk hanya sesuai kebutuhan dan keinginan sesaat sehingga tidak menimbulkan pendapatan tetap bagi perusahaan.

Terdapat beberapa cara meningkatkan pangsa pasar suatu produk/brand/perusahaan yaitu:

1.   Memilih bisnis yang masih baru dan belum memiliki banyak pesaing

2.   Mempunyai tekad yang kuat untuk menjalankan usaha sesuai dengan visi dan misi perusahaan di masa depan

3.   Mengukur dan memperhitungkan kekuatan kompetitor dalam sektor bisnis yang sama

4.   Menentukan harga yang paling sesuai dengan pasar

5.   Menciptakan dan membangun jaringan pasar lebih besar

Market Share Emiten Farmasi

Menurut KBBI, emiten adalah badan usaha yang mengeluarkan kertas berharga untuk diperdagangkan. Saham perusahaan diperjualbelikan di pasar modal. Emiten farmasi adalah perusahaan memproduksi obat dan alat-alat medis. Berdasarkan sumber Bisnis.com, terdapat 12 emiten farmasi yang tercatat di bursa, sedang 1 diantaranya masih disuspensi.

Emiten farmasi yang berada dalam bursa yaitu PT Darya Varia Laboratoria Tbk (DVLA), PT Indofarma (Persero) Tbk (INAF), PT Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Merck Tbk (MERK), PT Phapros Tbk (PEHA), PT Pyridam Farma Tbk (PYFA), PT Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC), PT Millennium Pharmacon international Tbk (SDPC), PT Soho Global Health Tbk. (SOHO) dan PT Merck Sharp Dohme Pharma Tbk (SCPI).

Dikutip dari Bisnis, Direktur Utama Phapros Hadi Kardoko mengatakan terjadi trend peningkatan total market size pada sektor farmasi di Indonesia. Peningkatan market size tersebut melonjak dari tahun 2016-2019 sebesar Rp65,9 triliun menjadi Rp88,36 triliun pada tahun ini yang menunjukkan tingginya permintaan dan konsumsi obat-obatan.

Pangsa pasar produk farmasi di Indonesia pun sangat tersegmentasi karena industri farmasi terdiri dari lebih dari 250 perusahaan dalam artian setiap perusahaan memiliki pangsa pasar tidak lebih dari 6 persen. Pangsa pasar perusahaan farmasi dipegang oleh perusahaan swasta yang belum melantai seperti PT Dexa Medica dan PT Sanbe Farma, dan PT Kalbe Farma Tbk.

Adapun, pangsa pasar PT Biofarma Tbk sebagai holding BUMN farmasi jauh lebih besar dibandingkan dengan anak usahanya PT Kimia Farma Tbk. Sementara, pangsa pasar PT Phapros Tbk selaku anak usaha PT Kimia Farma Tbk hanya menggenggam 1,2 persen dari total market share di seluruh Indonesia. Angka ini pun, jauh lebih besar dibandingkan PT Indofarma Tbk. Sementara, kinerja emiten farmasi di tengah pandemi Covid-19 dapat dikatakan membaik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pada semester pertama, terlihat kinerja emiten farmasi pelat merah yaitu PT Kimia Farma Tbk (KAEF) mencatatkan pertumbuhan yakni pendapatan sebesar Rp4,69 triliun pada semester pertama 2020 atau tumbuh sebesar 3,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Namun, KAEF hanya mampu mencetak laba periode berjalan sebesar Rp 48,57 miliar, naik 1,71 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dibandingkan dengan perusahaan swasta, kinerja PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) jauh lebih melesat. Penjualan bersih KLBF tercatat sebesar Rp11,6 triliun atau meningkat sebesar 3,76 persen dibanding periode yang sama tahun 2019. Laba bersih KLBF naik 10,3 persen secara tahunan dari Rp 1,26 triliun kini menjadi Rp 1,39 triliun.

Di tengah harapan penemuan vaksin Covid-19, emiten farmasi memang masih menjadi salah satu primadona pada tahun 2020. Tren ini kemungkinan akan terus berlanjut sampai ditemukannya vaksin corona. Karenanya, investor baru disarankan juga tinggal ketinggalan kereta.

Pastikan juga kamu sudah memiliki akun di aplikasi investasi Ajaib untuk mendapatkan manfaat besar dari keuntungan berinvestasi pada saham farmasi. 

Artikel Terkait