Saham

Cara Mengambil Peluang Investasi Saham Sembari di Rumah

Ajaib.co.id – Di rumah saja bukan dialami oleh dirimu sendiri. Kita dan mereka pun merasakannya. Walau di rumah, kita tetap bisa produktif. Bekerja, menciptakan pekerjaan tambahan, dan mengambil peluang investasi saham.

Pandemi virus korona (Covid-19) yang melanda Indonesia mulai Maret 2020 tak hanya melemahkan kesehatan. Covid-19 juga mampu melemahkan kondisi ekonomi. Hal itu terlihat dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sedang menurun dibandingkan pada Januari lalu.

Masyarakat yang terkena virus semakin bertambah. Hingga 5 Mei 2020, terdapat 12.071 kasus atau yang terpapar covid-19. Beberapa waktu lalu, pemerintah mengambil sejumlah kebijakan untuk menanggulangi virus yang menyerang sistem pernapasan tersebut. Salah satunya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Kebijakan PSBB membuat perusahaan, instansi, serta dunia usaha memberlakukan sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Buat kamu yang bekerja di rumah, mungkin merasa bosan dengan hal tersebut. Tak bisa ke kantor, ketemu teman, nongkrong, ke konser, dan lainnya.

Bersyukurlah. Karena di luar sana, masih ada orang yang harus bekerja. Seperti dokter, perawat, karyawan supermarket dan minimarket, barista, petani, pedagang sayur, hingga pekerja konstruksi.

Di sisi lain, bekerja dari rumah tetap bisa maksimal. Karena selain mengerjakan tugas kantor, kamu bisa memulai usaha (membuat masker, menjual makanan, dan lainnya), plus mengamati kondisi pasar modal.

Peluang Investasi Saham

Tahun 2020 merupakan tahun yang cukup menantang bagi pasar modal. Pasalnya, hampir semua saham-saham rontok. Bahkan saham dengan fundamental baik juga ikut rontok. Namun kondisi tersebut disebut sebagai peluang investasi saham.

Ambil peluang tersebut selagi pasar sedang melemah. Seperti kata investor pasar modal, cara dasar bermain saham adalah membeli saham dengan harga rendah dan untuk menjualnya ketika harganya tinggi. Namun mengambil peluang ada caranya. Tak sekadar melihat harganya saja.

●      Tandai Saham. Jika kamu tertarik dengan saham-saham yang sesuai dengan danamu, dan tandai. Kumpulkan dalam fitur wishlist, jika ada.

●      Fundamental. Selanjutnya, gali informasi fundamental saham-saham tersebut. Lakukan analisis fundamental, setidaknya hitung price to earning ratio (PER) dan price to book value (PBV).

Untuk mengetahui PER, gunakan rumus harga saham : laba per saham atau earning per share (EPS). PER adalah rasio keuntungan perusahaan emiten dibandingkan harga saham yang beredar. PER rendah berarti harga sahamnya murah (undervalue), begitu juga sebaliknya.

Untuk mengetahui rendah atau tinggi PER, kamu harus membandingkan dua emiten atau lebih dari industri yang sama.

Rumus PBV adalah harga saham : nilai buku per saham. Tujuan menghitung PBV untuk mengetahui berapa besar nilai pasar saham perusahaan terhadap nilai bukunya. Sama seperti PER, investor mencari saham dengan PBV rendah.

Namun bandingkan beberapa emiten dari industri sejenis. Semua informasi yang dibutuhkan tentang rasio, kamu bisa mengakses laporan keuangan di laman Bursa Efek Indonesia (BEI).

●      Beli Saham. Setelah melakukan analisis fundamental, saatnya untuk membeli saham. Menurut Budi Frensidy, dosen Universitas Indonesia (UI), investor yang menanamkan modal di saham saat ini akan menikmati keuntungan pada 2022, Kontan.co.id (05/05/2020). Karena pasar sedang bergerak tak pasti dan perusahaan pun mengalami kesulitan.

Jika pandemi masih berlangsung hingga September, lanjut Budi, laporan keuangan kembali bagus akan terjadi pada 2021. Bahkan sangat mungkin terjadi pada 2022.

●    Referensi Saham. Selain fundamental, tak ada salahnya untuk berinvestasi pada saham yang telah teruji kekuatannya. Maksudnya ia telah mengalami krisis ekonomi dan mampu melewatinya.

Namun pada masa pandemi ada saham-saham yang menunjukkan penguatannya dan ada pula yang mengalami penurunan tetapi tak begitu dalam. Seperti saham di sektor farmasi, telekomunikasi, dan consumer goods.

Sedangkan untuk saham yang baru saja melakukan penawaran perdana (IPO), Wisnu Prambudi Wibowo dari FAC Sekuritas mengatakan saham baru belum cocok untuk jangka panjang, Kontan.co.id (09/04/2020).

Jika ingin berinvestasi saham yang baru IPO, ia menyarankan saham sektor consumer goods seperti PT Cipta Selera Murni (CSMI) dan PT Diamond Food Indonesia (DMND).

Referensi Investasi Saat Covid-19

Peluang investasi saham saat covid-19 memang cukup menarik. Terlebih saham adalah investasi untuk jangka panjang dalam mengamankan keuangan. Meski demikian ada investasi lain yang tak boleh dilewatkan.

Kamu bisa memiliki instrumen ini sebagai investasi utama maupun untuk diversifikasi. Referensi investasi tersebut adalah emas dan reksa dana.

●      Emas

Ketika ekonomi tak menentu, investor cenderung memilih investasi yang aman, risiko minim, dan bersifat likuid. Hal tersebut ada pada logam mulia atau emas. Bahkan keuntungan emas berkilau pada kuartal I-2020.

Kenaikan harga emas di Pegadaian, dari awal tahun hingga awal Mei, sekitar 20 persen. Dari harga Rp787.000 menjadi Rp933.000 per gram (06/05/2020).

R. Swasono Amoeng Widodo, Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian (Persero), mengatakan investasi berupa tabungan emas memberikan keuntungan tinggi dan bersifat likuid, sehingga mudah dicairkan bila sewaktu-waktu membutuhkan dana segar, Bisnis.com (28/04/2020).

Cara menabungnya, mulai dari pembukaan rekening, setoran awal, sampai setoran selanjutnya cukup mudah dan terjangkau.

●      Reksa Dana

Reksa dana merupakan investasi yang memiliki beragam jenis portofolio berdasarkan profil risiko. Cara berinvestasinya pun tak kalah mudah dari tabungan emas. Di reksa dana, kamu bisa berinvestasi mulai Rp100,000, bahkan ada yang minimal Rp10.000.

Adapun jenis reksa dana berdasarkan profil risiko adalah tipe konservatif dapat memilih reksa dana pasar uang. Pilihan untuk tipe agresif adalah reksa dana saham. Sedangkan tipe moderat bisa memilih reksa dana pendapatan tetap atau reksa dana campuran.

Sebelum berinvestasi, identifikasi profil risiko dan kebutuhanmu. Mengingat dalam situasi seperti ini, kebutuhan tiap orang berbeda-beda. Untuk membantumu dalam berinvestasi, kamu bisa mengakses Ajaib sembari di rumah saja.

Artikel Terkait