Investor Pemula, Reksa Dana

6 Kesalahan Investasi Reksa Dana yang Sering Dilakukan

Ajaib.co.id – Salah satu jenis produk investasi yang banyak digemari investor milenial pemula adalah investasi reksa dana. Reksa dana merupakan perusahaan investasi yang menghimpun dana dari masyarakat pemodal atau investor. Dana yang telah terkumpul dari para investor kemudian diinvestasikan oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, pasar uang atau deposito. Namun tidak jarang investor pemula melakukan kesalahan investasi reksa dana.

Keuntungan Berinvestasi Reksa Dana

Ada beberapa keuntungan untuk berinvestasi reksa dana bagi pemula. Di antaranya adalah:

  • modal yang terbilang kecil;
  • tidak memerlukan banyak waktu;
  • tidak memerlukan banyak keahlian untuk menghitung risiko atas investasi karena MI yang lebih berpengalaman dan berpengetahuan tentang investasi akan membantu mengelola dana.

Kesalahan investasi reksa dana

Walaupun dalam pengelolaan dana investasi dilakukan oleh Manajer Investasi, bukan berarti reksa dana bebas risiko sama sekali. Kamu sebagai seorang investor, juga bertanggung jawab untuk membuat keputusan atas investasi reksa dana yang kamu miliki.

Kamu dapat memilih jenis investasi reksa dana serta  Manajer Investasi reksa dana yang kamu inginkan. Kamu juga dapat memutuskan untuk menjual, mempertahankan atau menambah jumlah investasi reksa dana yang kamu miliki.

Namun demikian, investor pemula tidak jarang melakukan kesalahan investasi reksa dana. Agar kamu tidak mengalaminya, berikut ini adalah 6 kesalahan yang harus kamu hindari saat berinvestasi reksa dana.

Berinvestasi tanpa tujuan yang jelas

Investasi merupakan bagian dari perencanaan dan pengelolaan keuangan. Oleh karena itu, saat hendak mulai berinvestasi reksa dana, kamu harus menentukan tujuan keuangan yang jelas. Tujuan tersebut meliputi:

  • Berapa lama jangka waktu yang direncanakan untuk berinvestasi? Apakah jangka pendek, jangka menengah atau jangka panjang?
  • Untuk apa tujuan kamu berinvestasi? Apakah investasi tersebut untuk dana pensiun, dana darurat, mengembangkan usaha masa depan dan lain sebagainya.

Dengan mengetahui tujuan berinvestasi, kamu bisa lebih mudah menentukan jenis investasi reksa dana seperti apa yang akan dipilih. 

Tidak memiliki pengetahuan mengenai reksa dana

Investasi bisa menjadi jalan menuju kesuksesan finansial. Tentunya, kamu tidak seharusnya meremehkan apa yang bisa menjadi jalan kesuksesan di masa depan. Demikian juga halnya pada saat hendak berinvestasi reksa dana. Jangan hanya ikut-ikutan atau sekadar menebak-nebak tentang reksa dana. 

Untuk menghindari kesalahan investasi reksa dana, maka kamu wajib memahami prospektus investasi reksa dana, berupa:

  • profil perusahaan reksa dana;
  • jenis-jenis investasi reksa dana;
  • profil Manajer Investasi;
  • pihak-pihak yang terlibat dalam investasi reksa dana;
  • tata cara transaksi;
  • biaya-biaya;
  • risiko;
  • peluang;
  • legalitas dll.

Sebelum memutuskan berinvestasi, pastikan kamu sudah memiliki informasi terkait reksa dana secara lengkap dan mendetail.

Memilih jenis reksa dana secara acak

Banyak yang memilih investasi reksa dana dengan cara “tebak-tebak buah manggis.” Hal ini mungkin tidak terlalu berdampak saat kamu hanya iseng belaka dan menginvestasikan sejumlah kecil dana saja. Tapi, tentu saja ini bukan cara berinvestasi yang bijak.

Cara tersebut tidak akan membawa kamu pada tujuan investasi yang ditetapkan. Padahal, setiap investor pastinya ingin meminimalisir risiko dan meningkatkan peluang imbal balik. Oleh karena itu, agar tujuan investasi dapat tercapai, pilih jenis investasi reksa dana yang sesuai dengan tujuan investasi dan juga profil risiko.

Jika kamu hanya bermaksud untuk investasi jangka pendek serta memiliki profil risiko rendah, maka jangan pernah berinvestasi reksa dana saham yang memiliki risiko tinggi.

Tidak memahami risiko investasi reksa dana

Sekecil apa pun, selalu ada risiko dalam sebuah investasi. Hanya saja, jenis risiko ini bisa rendah, sedang (moderat) atau tinggi. Setiap instrumen investasi memiliki karakter risikonya masing-masing. Oleh karena itu, agar tidak terjadi kesalahan investasi reksa dana, kamu harus memahami risiko setiap instrumen investasi.

Yang juga harus kamu pahami, investasi dengan risiko rendah umumnya merupakan investasi jangka pendek dengan potensi imbal balik yang tergolong rendah juga. Sebaliknya, instrumen investasi yang menjanjikan imbal balik tinggi, biasanya adalah investasi jangka panjang yang juga memiliki tingkat risiko tinggi seperti saham. Oleh karena itu, pahami setiap risiko sebelum mulai berinvestasi dan pastikan kamu sudah siap dengan risiko tersebut.

Tentunya, jika kamu telah memahami karakter risiko masing-masing instrumen investasi, kamu tidak perlu terlalu khawatir melihat harga saham yang sangat fluktuatif. Mungkin kamu akan sering melihat pergerakan nilai sahammu mengalami naik turun. Akan tetapi, emiten saham yang berkualitas (blue chips), umumnya akan bangkit seiring waktu dan memberikan keuntungan dalam jangka panjang.

Menempatkan seluruh dana pada satu investasi

Mungkin saja kamu memiliki kepercayaan tinggi pada salah satu pilihan investasi dan merasa optimis dapat mendapatkan imbal balik tinggi dari sana. Akan tetapi, menempatkan seluruh dana pada satu tempat investasi malah dapat meningkatkan risiko. Karena saat investasi pilihan kamu tersebut merugi, kamu akan kehilangan seluruh modal.

Oleh karena itu, sebaiknya kombinasikan berbagai macam jenis reksa dana untuk mengurangi risiko kerugian. Pada saat salah satu investasi reksa dana sedang mengalami risiko kegagalan, investasi yang lain dapat menjadi cadangan bahkan tidak mustahil memberikan imbal balik lebih tinggi. 

Tergoda untuk melakukan trading

Trading adalah aktivitas transaksi atau jual beli reksa dana dalam jangka pendek. Aktivitas ini dilakukan sebagai upaya mencari keuntungan cepat dari selisih kenaikan harga. Namun demikian, bagi investor pemula, aktivitas ini dapat berisiko tinggi. Pasalnya, kamu harus memiliki kemampuan untuk membaca pasar dan kamu juga harus terus-menerus mengawasi fluktuasi harga pasar.

Pelaku trading harus mengenal fluktuasi pasar, sehingga tahu kapan waktunya menjual saham sebelum kembali turun atau menunggu saham mencapai titik terendah sebelum membelinya. Sementara investor pemula memiliki risiko tinggi terjebak oleh saham gorengan. Pada awalnya kamu mungkin mengira saham tersebut potensial dan harganya bisa terus merangkak naik. Tapi kemudian harga saham gorengan bisa tiba-tiba jatuh dan tidak dapat bangkit lagi.

Itulah 6 kesalahan investasi reksa dana yang sering dilakukan oleh pemula. Sekarang kamu telah mengetahuinya, tentu kamu tidak perlu merasa ragu lagi untuk mulai berinvestasi reksa dana.

Artikel Terkait