5 Saham Indeks LQ45 Catatkan Cuan Lebih Dari 20 Persen

indeks lq45
indeks lq45

Indeks LQ45 yang berisi gabungan saham paling liquid pada Bursa Efek Indonesia (BEI) tidak mampu mencatatkan imbal hasil yang positif sejak awal tahun hingga perdagangan awal November kemarin. Bahkan terkoreksi tipis di angka 0,27%.

Meski demikian, bukan berarti sejumlah emiten yang masuk dalam indeks tersebut tidak dapat menghasilkan imbal hasil yang luar biasa. Tercatat dari 20 emiten yang harga sahamnya sukses menorehkan imbal hasil positif, ada beberapa yang mampu berikan cuan sampai dua kali lipat sepanjang tahun berjalan.

5 Emiten dengan Imbal yang Tinggi

Menurut hasil riset beberapa sumber terpercaya tercatat ada lima emiten LQ45 yang berikan cuan dilihat dari laporan keuangan selama 9 bulan pertama tahun 2019. Kelima emiten ini mampu memperoleh hasil imbal yang tinggi, berikut rangkumannya berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada awal bulan November kemarin.

Perusahaan Kode Saham Imbal Hasil (% YTD) Pendapatan (Triliun Rp) Pendapatan (% YoY) Laba (Triliun Rp) Laba(% YoY)
Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syaria Tbk BTPS 110.58 2.84 26.65 0.98 39.80
Media Nusantara Citra Tbk MNCN 92.03 6.27 13.40 1.67 68.34
XL Axiata Tbk EXCL 77.78 18.72 10.82 0.50 Berbalik Untung
Jasa Marga Tbk JSMR 25.58 21.15 -22.76 1.50 -15.18
Bank Central Asia Tbk BBCA 22.21 47.75 14.56 20.92 13.04

Tabel di atas memperlihatkan bahwa PT Bank Pensiunan Nasional Syaria Tbk (BTPS) berada dalam posisi teratas dengan torehan cuan tertinggi sebesar 110,58%. Tak hanya itu, perusahaan juga tercatat unggul dari segi pendapatannya yang tumbuh dengan pesat mencapai 26,65% secara tahunan di akhir September 2019 lalu dari Rp 2,24 Triliun menjadi Rp 2,84 triliun.

Lalu dari kelima emiten di atas, PT Bank Central Asia (BBCA) juga berhasil memperoleh pendapatan dan laba tertinggi. Walaupun harga sahamnya hanya meningkat 22,21% sepanjang tahun 2019.

Nasib BBCA, EXCL, dan JSMR

BBCA bukukan total pendapatan dengan laju pertumbuhan mencapai 14,56% YoY (year-on-year) yang sebelumnya sebesar Rp 41,68 triliun menjadi Rp 47,75 triliun. Pada periode antara Januari hingga September 2019 perusahaan mengantongi keuntungan sebesar Rp 20,92 triliun, menguat 13,04% dari periode yang sama pada tahun lalu dengan nilai Rp 18,51 triliun.

Selain itu, emiten telekomunikasi yang diwakili oleh PT XL Axiata Tbk (EXCL) juga berhasil menunjukkan kinerjanya yang positif. Menariknya, selain harga sahamnya yang menguat 77,78%, laba yang diperoleh dalam 9 bulan pertama tahun 2019 ini meningkat menjadi Rp 498,41 miliar. Sebelumnya perusahaan ini sempat mengalami kerugian mencapai Rp 144,81 miliar pada tahun 2018 lalu.

Dari kelima emiten tersebut, hanya PT Jasa Marga Tbk (JSMR) yang di periode Januari sampai September tahun ini mencatat pertumbuhan negatif dari sektor pendapatan dan laba bersih. Total angka pendapatan perusahaan turun senilai 22,76% YoY menjadi sebesar Rp 21,15 triliun. Sementara laba bersihnya terkoreksi 15,58% di level Rp 1,5 triliun.

Saham Lain Sempat Great Sale

Sementara itu pada penutupan perdagangan seminggu yang lalu, imbal hasil indeks LQ45 hanya menguat tipis 0,32%. Bahkan dari 45 saham yang tergabung dalam indeks tersebut, 24 diantaranya mengalami penurunan harga saham.

Setidaknya terdapaat dua saham yang terjun bebas hingga 40%, yaitu PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT HM Sampoerna (HMSP). Selain itu beberapa dari saham-saham tersebut terdiskon cukup dalam.

Penurunan harga yang drastis itu bisa disebabkan oleh sentimen pasar domestik dan global yang negatif, kendati kinerja keuangan perusahaan bisa dikatakan cukup baik.

Para analisa dan investor umumnya melihat apakah harga saham dari suatu emiten itu relatif mahal atau murah adalah dengan menggunakan metode price to book value ratio (PBV) dan price to earning ratio (PER).

PBV merupakan rasio perbandingan dari nilai saham terhadap nilai buku per lembar saham. Sedangkan PER adalah metode yang menghitung pembagian harga saham saat ini dengan keuntungan tahunan per unit saham.

Saham bisa dibilang relatif mahal (overvalued) jika PER/PBV lebih besar dibandingkan dengan PER/PBV industri. Lalu dikatakan relatif murah jika nilai PER/PBV lebih rendah ketimbang PER/PBV industri.

Namun, apabila perusahaan merugi, maka PER tidak bisa dihitung. Kendati mengalami penurunan harga yang signifikan, saham-saham tersebut masih layak untuk dikoleksi.

Setidaknya ada beberapa emiten dari indeks LQ45 yang terdiskon cukup banyak namun sahamnya undervalued sehingga layak untuk dikoleksi adalah PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Gudang Garam Tbk (GGRM), dan PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL).

Emiten Cuan Tinggi Tetapi Harga Murah

Kemudian ada pula saham yang bukukan cuan tinggi tetapi harganya termasuk relatif murah diantaranya yakni PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI), PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), serta PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).

Sementara itu, akibat kenaikan harga yang signifikan sepanjang tahun 2019 membuat harga saham seperti PT Bank Pensiunan Nasional Syaria Tbk (BTPS) dan PT XL Axiata Tbk (EXCL) malah menjadi relatif mahal (overvalued). Padahal tercatat awal November 2019, kedua emiten itu beri cuan yang tinggi.

Meski begitu, seperti yang sudah disebutkan beberapa saham dari gabungan indeks LQ45 bisa jadi pilihan menarik untuk kamu yang ingin berinvestasi. Selalu ingat untuk memilih saham dengan harga murah saat ingin membeli.

Bacaan menarik lainnya:

Darmadji, T., & Fakhruddin, H. M. (2011). Pasar Modal Di Indonesia (Edisi 3 ed.). Jakarta: Salemba Empat.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.  

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait