4 Kesalahan Investasi yang Paling Disesali Sepanjang Masa

4 Kesalahan Investasi yang Paling Disesali Sepanjang Masa
4 Kesalahan Investasi yang Paling Disesali Sepanjang Masa

Pernah dengar istilah ‘nasi sudah menjadi bubur’? Istilah ini biasanya sering digunakan ketika kamu merasa telah melakukan kesalahan. Bukan hanya kesalahan dalam menjalankan hidup, ada juga kesalahan ketika kamu mengambil keputusan untuk berinvestasi.

Mungkin sebagai investor pemula, kamu pernah melakukan kesalahan dalam berinvestasi. Pada artikel kali ini, Ajaib akan membahas mengenai kesalahan yang pernah dilakukan perusahaan yang melewatkan kesempatan untuk menaikkan pembelian atau mendapatkan keuntungan yang berlipat-lipat di kemudian hari. 

Ini dia 4 kesalahan strategi investasi yang paling disesali sepanjang masa:

Kodak dan Zona Nyaman

Pada pertengahan 1970-an, Eastman Kodak, yang menguasai 90% pasar film A.S., mengembangkan suatu kamera digital, yang suatu hari akan membuat produk No. 1 mereka saat itu, yakni kamera analog, akan terasa usang.

Takut bahwa produk baru ini akan menyaingi produk unggulan mereka, Kodak memutuskan untuk tidak melanjutkan investasi mereka dalam pengembangan kamera digital.

Upaya untuk bertahan di zona nyaman itulah yang menjadi kesalahan Kodak. Pada awal 1980-an, ketika Fuji memasuki pasar AS dan menawarkan pasokan film dan foto yang lebih murah. Pada 2012, Eastman Kodak akhirnya mengajukan kebangkrutan. Semua karena kesalahan investasi pada diri mereka sendiri.

Perusahaan Permen yang Menolak Film E.T.

Pada tahun 1981, perusahaan permen Mars berpikir bahwa Amblin Productions sungguh besar kepala. Kala itu, studio yang tidak terlalu besar tersebut menawarkan produk permen ‘M&Ms milik Mars untuk menjadi camilan favorit karakter utama di film E.T. the Extra-Terrestrial.

Perusahaan permen Mars tampaknya tidak menganggapnya sebagai investasi yang bijak dari merek tersebut, jadi perannya akhirnya jatuh pada Reese’s Pieces milik Hershey’s.

Mereka tidak menyangka bahwa E.T. akan sukses besar di box office, meraup $800 juta dan menjadi salah satu film paling laris dalam sejarah. Reese’s Pieces? Penjualannya meledak hingga 65% lebih tinggi! Andai Mars tahu…

Google yang Dulu Bukanlah Google yang Sekarang

Saat ini, mungkin sedikit sekali yang pernah mendengar mengenai portal internet Excite.com. Pada era 1990-an, excite.com merupakan mesin pencari nomor dua terpopuler, hanya dikalahkan oleh yahoo.com.

Pada 1999, CEO-nya, yakni George Bell, menolak untuk membeli sebuah startup bernama aneh, Google. Saat itu, harganya hanya $750.000.

Lima tahun kemudian, Excite dijual kepada Ask Jeeves sebesar $343 juta. Menguntungkan? Tentu saja. Tapi, seandainya dia memutuskan untuk membeli Google dulu, hari ini dia akan memegang saham utama dari perusahaan besar multinasional senilai lebih dari $750 miliar.

Co-founder Apple Menguangkan Kepemilikan Saham Sebesar $800!

Ron Wayne merupakan salah satu pendiri Apple Computer pada 1976, yang kemudian menjadi dewa di Silicon Valley.

Dua belas hari setelah bergabung dengan Apple untuk mendapatkan 10% saham di startup tersebut, ia menjual saham bagiannya seharga $800. Sebenarnya, pada saat itu, ia mendapatkan laba jangka pendek yang lumayan.

Hanya saja, jika dia menyimpan saham Apple tersebut hingga hari ini, $800 miliknya akan bernilai lebih dari $80 juta.

Itulah beberapa orang dan perusahaan yang mengalami penyesalan di dunia investasi. Kamu tentu tidak ingin melakukan kesalahan investasi seperti mereka, bukan? Yuk simak tips menghindari kesalahan investasi!

1. Ketahui Tujuan Investasi

Sebelum kamu memulai investasi, cobalah untuk mengetahui tujuan investasi, apakah untuk mendapatkan keuntungan atau hanya untuk menyimpannya untuk menabung, apakah investasi jangka panjang atau jangka pendek, dan sebagainya. Dengan mengetahui tujuan investasimu di awal, kamu bisa lebih mudah melakukan perencanaan keuangan dan investasi dengan baik.

2. Lakukan Riset Sebelum Memilih Perusahaan

Hal selanjutnya yang harus kamu perhatikan adalah melakukan riset terhadap perusahaan yang ingin kamu pilih. Pilihlah perusahaan dengan kinerja baik, ini penting karena akan memengaruhi return dana investasi yang kamu simpan di sana.

3. Tentukan Jenis Investasi

Selain itu, ketahui juga jenis investasi yang bisa kamu coba, apakah investasi pasar modal, pasar saham, emas, pasar uang, dan sebagainya. Jika kamu ingin memiliki return tinggi dengan risiko rendah, kamu bisa memilih investasi saham, namun jika kamu ingin return sedang dengan risiko sedang, kamu bisa memilih investasi pasar uang maupun campuran. Jadi, ini penting kamu tentukan di awal.

4. Cek Harga Saham

Harga saham biasanya akan berbeda setiap harinya, bahkan setiap waktu, karena itulah penting bagi kamu dalam menentukan waktu untuk melakukan investasi. Perhatikan dengan baik pergerakan harga saham sebelum kamu memulai berinvestasi saham.

5. Perhatikan Risiko

Dalam memilih investasi, cobalah untuk memerhatikan risiko yang mungkin kamu dapatkan. Jangan pernah tergiur dengan keuntungan tanpa risiko. Karena dalam investasi, bukan hanya keuntungan, kamu juga akan mendapatkan risiko. Jika jenis investasi menawarkan keuntungan yang menarik, pertimbangkan juga risiko yang mungkin kamu dapatkan.

Perhatikan juga berapa besaran uang yang mungkin bisa kamu tanggung ketika investasimu merugi. Jangan sampai kamu menyimpan dana dengan nominal uang yang kamu sendiri tidak siap kehilangannya apabila merugi.

6. Simpan Dana di Beberapa Perusahaan

Satu hal penting yang harus kamu perhatikan dalam berinvestasi adalah jangan pernah menempatkan seluruh dana investasi di satu tempat saja, karena juka perusahaan merugi, investor juga akan merugi. Sedangkan jika kamu menyebar dana investasi tersebut, kamu bisa memiliki cadangan dana di perusahaan lainnya.

Dengan mengetahui tips di atas dan cara kerja saham yang benar, kamu bisa lebih mudah menentukan saham apa yang dipilih dengan tepat. Selain saham dan emas, kamu juga bisa mulai berinvestasi di Ajaib, platform reksa dana online yang mempermudah kamu dalam memulai investasi dan bisa sesuai dengan tujuan keuangan juga memberi keuntungan sesuai yang kamu harapkan.

Selain itu, melalui Ajaib kamu bisa belajar investasi dengan baik dan melihat tren investasi yang baik. Bukan hanya itu, Ajaib juga bisa membantu kamu memilih jenis investasi sesuai dengan tujuan investasimu, misalnya untuk membeli sesuatu, dana pensiun, dan lain-lainnya Mulai investasi pertamamu di Ajaib sekarang juga!

Bacaan menarik lainnya:

Husnan, Suad. (2009). Dasar-Dasar Teori Portofolio dan Analisa Sekuritas di Pasar Modal. Yogyakarta : UPP STIM YKPN


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Mulai Investasi Reksa Dana Dengan Ajaib.
Ayo bergabung dengan Ajaib, aplikasi investasi online terbaik! Bebas biaya pendaftaran, bisa tarik dana kapan saja. Modal awal min. Rp10.000.
Facebook Comment
Artikel Terkait