Saham

10 Pertanyaan Tentang Jual Beli Saham yang Sering Diajukan

pertanyaan tentang jual beli saham

Ajaib.co.id – Sebelum berinvestasi, ada baiknya kamu bertanya tentang mekanismenya. Termasuk ketika ingin investasi saham. Berikut ini pertanyaan tentang jual beli saham yang sering diajukan oleh investor pemula.

Investasi saham merupakan kegiatan menanamkan modal berbentuk penyertaan modal pada suatu perusahaan go public yang tercatat di bursa efek. Memiliki saham memperlihatkan kepemilikan perusahaan. Dana yang terkumpul melalui saham akan digunakan perusahaan untuk mengembangkan bisnisnya.

Bagi pemula, investasi saham cukup rumit. Namun menjanjikan imbal hasil tinggi dalam jangka waktu lama. Lalu bagaimana cara memulainya? Tanya semua mekanisme dan seluk beluk tentang investasi saham. Pelajari pula dasar-dasar mengenai dunia pasar modal.

Hal tersebut bertujuan melindungi asetmu sekaligus menghindarkan dari risiko. Buat kamu yang sedang mencari informasi tentang investasi saham, inilah pertanyaan tentang jual beli saham yang sering diajukan oleh investor pemula:

Bagaimana Cara Investasi Saham?

Ini adalah pertanyaan tentang jual beli saham yang kerap diajukan. Cara berinvestasi saham adalah membuat rekening efek di perusahaan sekuritas.

Rekening efek adalah rekening untuk menyimpan saham (rekening saham) dan menyimpan dana (Rekening Dana Investor, RDI). Ketika membuat rekening efek, kamu akan diberikan formulir rekening saham dan RDI. Isi formulir dan lengkapi dokumennya. Seperti fotokopi KTP, NPWP, buku tabungan, dan materai Rp6,000.

Untuk membuat rekening efek, kamu harus melakukannya di perusahaan sekuritas. Cek daftar perusahaan sekuritas terpercaya di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), idx.co.id. Beberapa perusahaan sekuritas memiliki fasilitas membuka rekening via daring. Sehingga kamu tak perlu mendatangi kantornya. Bisa pula mengikuti Sekolah Pasar Modal (SPM) yang diselenggarakan BEI.

Bagaimana Transaksi Saham?

Transaksi (beli dan jual) saham tak bisa dilakukan langsung di BEI. Kamu akan bertransaksi melalui perusahaan sekuritas yang bertindak sebagai broker atau pialang. Transaksi dapat dilakukan melalui aplikasi di ponsel dan desktop serta menelpon sang pialang.

Berapa Modal yang Dibutuhkan Untuk Membuka Rekening Efek?

Masing-masing perusahaan sekuritas memiliki persyaratan untuk membuka rekening efek. Ada yang mensyaratkan Rp10 juta dan ada juga yang Rp100,000.

Adakah Biaya Jual Beli Saham?

Ini merupakan pertanyaan tentang jual beli saham yang sering ditemui. Jawabannya, ada. Setidaknya kamu akan dibebankan lima biaya. Mereka adalah brokerage fee (komisi broker), IDX levy (biaya BEI), biaya KPEI, pajak pertambahan nilai (PPN), dan pajak penghasilan (PPh). Pada umumnya, komisi broker sekitar 0,15-0,35 persen dari nilai transaksi. IDX levy sebesar 0,04 persen, KSEI 0,01 persen, PPN 0,03 persen, dan PPh 0,1 persen khusus transaksi jual.

Bagaimana Memilih Saham yang Bagus?

Tak ada ketentuan dalam pemilihan sebuah saham. Yang pasti beli saham sesuai dana yang tersedia. Namun sebelum membeli, kamu harus mencari informasi mengenai emiten tersebut. Hamdi Hassyarbaini, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI 2015-2018, Investor.id (01/03/2020) menuliskan ketentuan umum dalam memilih saham:

  • Perusahaan memiliki fundamental bagus
  • Memahami prospek bisnis perusahaan
  • Perusahaan didukung manajemen yang baik
  • Harga saham murah

Apa Ciri-ciri Saham Murah?

Tak sedikit investor baru yang mengajukan pertanyaan tentang jual beli saham khususnya ciri-ciri saham murah. Kamu bisa melihat Price Earning Ratio (PER) dan Price to Book Value (PBV). PER dihitung dari harga saham terbaru dibagi harga per lembar saham. PBV dihitung dari jumlah total nilai dibagi jumlah saham yang beredar.

Jika nilai PER rendah berarti valuasi saham murah, tetapi bandingkan nilai PER emiten-emiten dari sektor yang sama. Nilai PER tinggi, valuasi saham mahal. Namun hal itu tidak mengindikasikan bahwa harga saham tidak bisa naik dan/atau prospek masa depan emiten stagnan. Hal ini juga berlaku pada PBV.

Dari Mana Keuntungan Saham?

Ada dua keuntungan yang akan kamu peroleh dari investasi saham. Capital gain dan dividen. Capital gain bisa diperoleh ketika harga jual saham lebih tinggi dibanding harga beli. Sedangkan dividen adalah pembagian laba atau keuntungan. Namun tak semua perusahaan yang membukukan laba membagikan dividen.

Kapan Harga Saham Naik?

Ada berbagai faktor yang memengaruhi harga saham naik dan turun. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui sikapiuangmu.ojk.go.id, pergerakan harga saham dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal.

  • Faktor internal meliputi fundamental perusahaan, aksi korporasi, dan kinerja perusahaan.
  • Faktor eksternal mencakup kondisi ekonomi makro, kebijakan pemerintah, kekuatan rupiah terhadap mata uang asing, faktor panik, dan faktor manipulasi pasar.

Kapan Menjual Saham?

Pertanyaan ini sering diajukan investor pemula. Jawabannya sama seperti memilih saham, tak ada pedoman kapan menjual saham. Lalu, kapan?

Sudah Untung

Ya, realisasikan saham ketika harganya sudah menyentuh targetmu. Namun kamu perlu perhitungan cermat. Adakah kemungkinan harga akan lebih naik lagi? Jika ya, harap bersabar. Kecuali kamu membutuhkan uang.

Di sisi lain, kamu bisa menghitung PER-nya. Nilainya sama atau lebih tinggi? Jika tinggi, berarti valuasi saham mahal. Ada baiknya kamu jual, lalu beli saham dengan valuasi murah.

Membutuhkan Uang

Jika kamu tak memiliki dana darurat, merealisasikan aset menjadi pilihannya. Jual saham ketika kamu membutuhkan dana segar. Namun usahakan jual ketika harganya lebih tinggi, kecuali tak ada pilihan lain.

Sekadar tip, sebelum investasi saham, sediakan dana darurat yang jumlahnya tiga atau enam kali dari gaji bulanan. Sehingga ketika ada kebutuhan mendesak, kamu bisa memakai dana darurat. Tek perlu mengutak-atik saham.

Salah Pilih

Salah pilih saham dapat berupa kinerjanya tidak begitu bagus atau PER-nya terlalu tinggi. Jika demikian kondisinya, jual sahammu dan pilih saham lain.

Adakah Alternatif Lain dari Investasi Saham?

Jika kamu belum siap dengan risiko investasi saham di pasar modal, ada cara lain. Kamu bisa berinvestasi melalui reksa dana. Pasalnya, reksa dana memiliki jenis reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, saham, dan campuran.

Pada reksa dana saham, Manajer Investasi (MI) akan mengalokasikan dana di instrumen saham setidaknya 80 persen dan obligasi dan/atau pasar uang minimal 20 persen. Untuk memulai investasi reksa dana, kamu hanya membutuhkan dana Rp100,000 dan Rp400,000 dengan didampingi ahli. Temukan berbagai macam informasi dan portofolio reksa dana di Ajaib.

Bacaan menarik lainnya:

Darmadji, Tjiptono, dan Fakhruddin. (2012). Pasar Modal Di Indonesia. Edisi Ketiga.Jakarta: Salemba Empat


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait