Analisa Saham

Weekly Watchlist: Saham Bank Digital Potensial (13 – 17 September 2021)

Seiring dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang memudahkan bank yang sudah beroperasi lama (existing) untuk bertransformasi menjadi bank digital. OJK menurunkan ketentuan modal inti hanya Rp 3 triliun dibandingkan bank baru dengan kewajiban minimum modal Rp 10 triliun. beberapa bank existing pun terlihat berlomba-lomba untuk menjadi bank digital agar pelayanan menjadi lebih maksimal serta efisien.

Kami merangkum beberapa saham potensial terkait dengan perbankan tanah air yang dihubungkan dengan rencana menjadi bank digital. Disamping itu, kami sertakan sentimen serta analisa pergerakan secara teknikal dari saham-saham tersebut.

Berikut beberapa saham potensial yang berpotensi kembali melanjutkan tren positifnya:

Berikut analisa teknikal yang dibuat pada harga penutupan Jumat, 10 September 2021, serta sentimen positif apa saja yang mempengaruhi saham-saham tersebut dan prospek bisnis emiten tiap-tiap saham.

1. PT Bank Neo Commerce Tbk – BBYB

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham BBYB melesat 418% sejak awal tahun hingga tanggal 10 September 2021 pada harga Rp1.485 per lembar sahamnya;
  • Saham BBYB tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp401 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham BBYB dalam 30 hari terakhir mencapai 76.876.286 lot;
  • PT Bank Neo Commerce Tbk telah mengadakan soft launching mengenai aplikasi layanan digitalnya yakni Neo+ di bulan Maret 2021 dimana aplikasi tersebut saat ini sudah memiliki 6 juta nasabah. BBYB telah mendapat izin untuk melakukan aktivitas perbankan dan pembukaan rekening online melalui layanan aplikasi Neo+ tersebut. Pada periode akhir Juni 2021, BBYB berhasil mencatat kenaikan pendapatan nya sebesar 42% menjadi Rp136 miliar dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp96 miliar.

Analisis Teknikal

BBYB ditutup pada highest levelnya dengan konfirmasi kenaikan volume, BBYB ditutup diatas MA 5 dan akan menguji ke MA – 20 nya di level 1530, jika breakout level tersebut ada potensi penguatan menuju resistance di level 1625. Stochastic di area oversold. Cut loss jika break 1200.

2. PT Bank MNC Internasional Tbk – BABP

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham BABP melesat 596% sejak awal tahun hingga tanggal 11 September 2021 pada harga Rp348 per lembar sahamnya;
  • Saham BABP tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp349 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham BABP dalam 30 hari terakhir mencapai 214.821.864 lot;
  • BABP saat ini sedang melaksanakan aksi korporasi berupa right issue dimana tanggal 14 September 2021 menjadi periode distribusi right issue nya dengan harga pelaksanaan Rp. 318 per saham. BABP mulai mengembangkan inovasi digital melalui motion banking-nya.

Analisis Teknikal

Saham BABP ditutup dengan pola candle bullish engulfing dimana merupakan sinyal untuk rebound setelah fase downtrend jangka pendek nya. Stochastic di area oversold. Jika BABP mampu breakout MA 5 nya di level 354, ada peluang kenaikan di resistance nya level 400. Cut Loss jika break 310.

3. PT Allo Bank Indonesia Tbk – BBHI

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham BBHI melesat 1.821% sejak awal tahun hingga tanggal 10 September 2021 pada harga Rp2.830 per lembar sahamnya;
  • Saham BBHI tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp29 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham BBHI dalam 30 hari terakhir mencapai 3.039.277 lot;
  • BBHI berencana untuk melakukan Penawaran Umum Terbatat II (PUT II) dalan rangka penambahan modalnya dan mengincar dana Rp740,85 miliar untuk memenuhi peraturan bank mengenai aturan modal minimum bank. BBHI akan menerbitkan sebanyak 11.000.000.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham atau 94.15% dari modal disetor penuh atau modal yang ditempatkan. BBHI berencana untuk mengadakan RUPS Luar Biasa pada 15 Oktober 2021.

Analisis Teknikal

Saham BBHI ditutup dengan membentuk long white candle marubozu disertai dengan kenaikan volume yang signifikan dimana hal ini merupakan sinyal bullish continuation. BBHI ditutup diatas MA 5 dan MA 20. Stochastic dan MACD goldencross bergerak naik, ada potensi menguat dengan resistance di level 3000, cut loss jika break 2100.

4. PT Bank IBK Indonesia Tbk – AGRS

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham AGRS melesat 81% sejak awal tahun hingga tanggal 10 September 2021 pada harga Rp260 per lembar sahamnya;
  • Saham AGRS tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp32 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham AGRS dalam 30 hari terakhir mencapai 29.044.986 lot;
  • PT Bank IBK Indonesia Tbk pada kuartal II 2021 ini mencatat kerugian bersih sebesar Rp14,8 miliar, jumlah tersebut membaik dibanding dengan kerugian bersih periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp46,5 miliar. Pada tahun 2019, AGRS telah merger dengan Bank Mitraniaga. AGRS telah melaksanakan right issue sekitar Juli 2021,  dengan dana perolehannya sebesar Rp1,09 triliun dimana sebelumnya di targetkan sebesar Rp1,24 triliun. Dana hasil right issue tersebut akan digunakan AGRS untuk keperluan tambahan modal kerjanya.

Analisis Teknikal

AGRS ditutup tepat di MA-5 nya yaitu di level 260. AGRS memiliki peluang kenaikan ke resistance nya di level 298 terlebih jika AGRS mampu break MA 20 nya di level 274. Saat ini AGRS mencoba untuk bergerak dalam fase konsolidasi jangka pendeknya. Cut Loss jika break level 240.

5. PT Bank Ganesha Tbk – BGTG

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham BGTG melesat 200% sejak awal tahun hingga tanggal 10 September 2021 pada harga Rp228 per lembar sahamnya;
  • Saham BGTG tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp94 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham BGTG dalam 30 hari terakhir mencapai 92.478.076 lot;
  • PT Bank Ganesha Tbk mencatat laba bersih yang turun pada kuartal II tahun 2021 ini sebesar Rp3,5 miliar dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp13,2 miliar. Saat ini PT Equity Development Investment Tbk (GSMF) menjadi pemegang saham pengendali BGTG dimana GSMF telah memiliki 29.86% saham BGTG. Didukung oleh kekuatan GSMF, potensi BGTG untuk meningkatkan aplikasi digital nya yang bernama BANGGA ke depan nya akan semakin berkembang.

Analisis Teknikal

Saham BGTG ditutup diatas MA 5 nya, volume naik signifikan dibanding dengan hari sebelumnya, stochastic golden cross di area oversold dan berpeluang menuju ke resistance MA 20 nya di level 244, jika breakout level tersebut ada peluang kenaikan hingga level resistance selanjutnya di 272. Cut Loss jika break 200.

6. PT BRI Agroniaga Tbk – AGRO

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham AGRO melesat 107% sejak awal tahun hingga tanggal 10 September 2021 pada harga Rp2.120 per lembar sahamnya;
  • Saham AGRO tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp239 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham AGRO dalam 30 hari terakhir mencapai 28.632.761 lot;
  • AGRO merencanakan right issue sebanyak Rp2,15 miliar saham dengan nilai Rp100 per lembarnya dimana jumlah tersebut setara dengan 9.96% dari modal yang ditempatkan atau modal yang disetor. Dana hasil dari right issue ini akan digunakan untuk memperkuat permodalan utama sebagai modal kerja. Dimana pada akhir Juni 2021 ini, AGRO tercatat telah memiliki modal inti sebesar Rp4,21 triliun. AGRO juga telah bersiap untuk mengganti nama dalam waktu dekat ini.

Analisis Teknikal

Saat ini AGRO bergerak dalam fase sideways, Resistance AGRO di MA 20 yaitu level 2250, jika breakout level tersebut ada peluang kenaikan ke level 2470. AGRO berpotensi masih bergerak konsolidasi, cut loss jika AGRO breakdown level 1960.

7. PT Bank QNB Indonesia Tbk – BKSW

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham BKSW melesat 101% sejak awal tahun hingga tanggal 10 September 2021 pada harga Rp218 per lembar sahamnya;
  • Saham BKSW tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp40 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham BKSW dalam 30 hari terakhir mencapai 40.506.907 lot;
  • BKSW pada periode kuartal II 2021 masih mencatat kerugian yaitu sebesar Rp578,4 miliar. Meski masih tercatat rugi namun BKSW telah memiliki beberapa strategi untuk menghadapi tahun 2021 ini diantaranya akan mendorong wholesale banking dengan fokus pada kreditnya, kedua memperbaiki cost income ratio dan optimalisasi biaya jaringan distribusi dan efisiensi serta efektivitas biaya dan beban-bebannya. Ketiga akan inisiatif utama IT melalui migrasi dari kartu kredit yang superior dan sistem treasury nya yang baru, dan keempat BKSW akan fokus digitalisasi dan berinvestasi dalam mobile bankingnya.

Analisis Teknikal

BKSW secara teknikal ditutup membentuk pola candle bullish engulfing, ada sinyal teknikal rebound namun sinyal tersebut akan terkonfirmasi jika BKSW mampu breakout resistance nya di level 238. Stochastic goldencross di oversold area dan MACD bergerak naik. Cut Loss jika break 204.

8. PT Bank Oke Indonesia Tbk – DNAR

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham DNAR melesat 83% sejak awal tahun hingga tanggal 10 September 2021 pada harga Rp338 per lembar sahamnya;
  • Saham DNAR tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp13 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham DNAR dalam 30 hari terakhir mencapai 10.896.302 lot;
  • DNAR pada periode kuartal II 2021 masih mencatat kenaikan laba bersih sebesar Rp4,9 miliar dibanding dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang hanya tercatat sebesar Rp3,4 miliar. Saat ini Apro Financial Co Ltd memiliki 92,26% atau setara dengan 10.667.645.491 saham DNAR, dan sisanya adalah kepemilikan publik. Apro Financial adalah perusahaan pembiayaan dari Korea Selatan yang berfokus di dalam segmen consumer loan nya.

Analisis Teknikal

Saham DNAR ditutup di atas MA 5 dan MA 20 nya, dan saat ini DNAR masih dalam fase konsolidasi jangka pendeknya. Volume menguat dibanding 2 hari sebelumnya, Jika DNAR mampu breakout resistance di level 364, ada peluang penguatan ke level resistance selanjutnya di 400. Cut Loss jika break 290.

9. PT Bank KB Bukopin Tbk – BBKP

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham BBKP masih terkoreksi 24% sejak awal tahun hingga tanggal 10 September 2021 pada harga Rp442 per lembar sahamnya;
  • Saham BBKP tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp360 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham BBKP dalam 30 hari terakhir mencapai 183.941.875 lot;
  • BBKP berencana untuk menerbitkan right issue sebanyak-banyaknya 35.156.418.285 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. BBKP mengungkapkan bahwa dana dari hasil right issue ini digunakan untuk memperkuat modal, menyalurkan kreditnya, dan memperkuat struktur pendanaan jangka panjang. BBKP berencana untuk mengembangkan bisnis segmen UKM dengan porsi 60% dan 40% sisanya adalah segmen konsumer. Pada periode Juni 2021 ini, saham seri A BBKP dipegang oleh PT Bosowa Corporindo dengan porsi kepemilikan 0,02% dan pemerintah RI 0,01%. Saham Seri B BBKP dimiliki oleh Kookmin Bank Co Ltd 67% , Bosowa 8,82% dan pemerintah 3,17%, sementara kepemilikan publik adalah sebesar 20,95%.

Analisis Teknikal

Sejak 18 Agustus 2021, BBKP mulai berada dalam fase bearish nya. Pada perdagangan Jumat, 10 September 2021 gagal ditutup menembus MA 5 nya di level 450. Volume tercatat naik dibanding hari sebelumnya, stochastic goldencross di area oversold, BBKP ada potensi menguat terlebih jika berhasil breakout 450, dan akan menguat menuju level resistance di 496. Cut Loss jika break 424.

10. PT Bank Capital Indonesia Tbk – BACA

Kinerja Saham & Prospek Kedepan

  • Harga saham BACA melesat 16% sejak awal tahun hingga tanggal 10 September 2021 pada harga Rp442 per lembar sahamnya;
  • Saham BACA tergolong likuid di pasar dengan rata-rata volume perdagangan dalam 30 hari terakhir sebesar Rp145 miliar per harinya;
  • Volume perdagangan pada saham BACA dalam 30 hari terakhir mencapai 78.008.130 lot;
  • BACA pada periode Kuartal II 2021 masih mencatat penurunan laba bersih sebesar Rp11.6 miliar dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp. 52.0 miliar.BACA optimis dan menargetkan bahwa laba bersih dapat tumbuh menjadi Rp157.93 miliar pada tahun 2021 ini dibanding dengan realisasi tahun sebelumnya yaitu Rp105.4 miliar. BACA juga terus berinvestasi dalam pengembangan digitalisasi keuangan melalui anak usahanya seperti PT Toko Modal Mitra Usaha (fintech), PT Capital Asset Management, PT Capital Life Indonesia, PT Capital Global Ventura dan PT Capital Life Syariah.

Analisis Teknikal

Sejak tanggal 25 Agustus 2021 BACA berada dalam fase bearish dan di Jumat 10 September mulai muncul long white candle dengan kenaikan volume dibanding hari-hari sebelumnya, indikator momentum stochastic juga goldencross di area oversold, ada potensi teknikal rebound untuk masuk ke fase bullish nya. Resistance di level 470. Cut Loss jika break 414.

Disclaimer: Investasi saham mengandung risiko dan seluruhnya menjadi tanggung jawab pribadi. Ajaib membuat informasi di atas melalui riset internal perusahaan, tidak dipengaruhi pihak manapun, dan bukan merupakan rekomendasi, ajakan, usulan ataupun paksaan untuk melakukan transaksi jual/beli Efek. Harga saham berfluktuasi secara real-time. Harap berinvestasi sesuai keputusan pribadi.

Artikel Terkait