Reksa Dana

Tips Memilih Reksa Dana, Mana yang Terbaik?

Ajaib: Tips Terbaik Memilih Reksa Dana

Apakah kamu berpikir untuk memulai investasi reksa dana tetapi tidak yakin bagaimana memulainya? Atau kamu sedang bingung menentukan jenis reksa dana mana yang paling tepat berdasarkan kebutuhanmu? Banyak artikel dan riset mungkin sudah kamu baca dan dalami namun masih saja belum menemukan tips memilih reksa dana yang sesuai.

Ada banyak jenis reksadana yang bisa dipilih mulai dari reksa dana saham, reksa dana obligasi maupun reksa dana pasar uang. Instrumen investasi ini memang kerap disarankan bagi investor pemula untuk berinvestasi karena memang kelebihannya. Salah satunya ialah resiko yang tidak terlalu tinggi dan kehadiran manajer investasi.

6 Langkah Memilih Reksa Dana yang Tepat

Tips memilih reksa dana terbaik bagi setiap orang bisa saja berbeda. Pasalnya, semua punya kecenderungannya masing-masing sesuai dengan tujuan keuangan yang ingin dicapai. Belum lagi latar belakang dan kondisi finansialnya yang tentu saja sangat signifikan bagi kemampuannya berinvestasi.

Simak artikel berikut dan kamu akan tahu bahwa memilih reksa dana jauh lebih mudah daripada yang kamu pikirkan dan pusingkan selama ini.

#1 Mulailah dengan menentukan tujuan finansial dan toleransi risikomu

Tanyakan kepada dirimu sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut untuk mendapatkan kejelasan tentang tujuan investasi yang ingin dicapai. Apakah kamu mencari penghasilan saat ini atau apresiasi jangka panjang (capital gain)? Apakah uang yang akan kamu investasikan diperlukan untuk membiayai pendidikan perguruan tinggi atau uang ini untuk menyiapkan masa pensiun? Jangka waktu 3 tahun atau 20 tahun tentunya memberikan hasil yang berbeda.

Dalam hal toleransi risiko, penting untuk memutuskan di mana kamu bisa menahan risiko. Bisakah kamu menoleransi portofolio yang mungkin mengalami pasang surut yang ekstrem? Apakah kamu lebih nyaman dengan strategi investasi konservatif?

Terakhir, pikirkan horizon waktu terbaik untuk investasimu, atau berapa lama kamu perlu menginvestasikan dana yang kamu miliki. Apakah kamu membutuhkan dana tersebut untuk menjadi likuid dalam waktu dekat? Apakah kamu menginvestasikan uang yang telah kamu tabung selama bertahun-tahun?

Jika kamu berinvestasi dalam reksa dana yang memiliki biaya penjualan, mereka dapat bertambah jika kamu berinvestasi untuk jangka pendek. Jangka waktu investasi minimal 5 tahun sangat ideal untuk mengimbangi biaya ini.

#2 Perhatikan rasio biaya yang dikenakan pada reksa dana

Menjalankan investasi reksadana membutuhkan uang. Hal-hal seperti manajemen portofolio, gaji para analis, sewa kantor, dan listrik harus diurus sebelum uangmu dapat diinvestasikan. Persentase aset yang digunakan untuk hal-hal ini, baik biaya konsultasi manajemen dan biaya operasional dasar, dikenal sebagai rasio pengeluaran.

Singkatnya, rasio ini adalah biaya memiliki reksadana. Anggap saja sebagai jumlah yang harus diperoleh reksadana untuk mencapai titik impas bahkan sebelum kamu dapat mulai menumbuhkan uangmu.

Jika pengembalian pada dua reksa dana sama, kamu akan ingin memiliki dana dengan rasio pengeluaran serendah mungkin. Jika dua reksa dana memiliki rasio pengeluaran masing-masing 0,50 persen dan 1,5 persen, reksa dana kedua harus melewati rintangan yang jauh lebih besar untuk dilewati sebelum uang mulai mengalir ke dalam dompetmu. Seiring waktu, persentase yang tampaknya kecil ini dapat menghasilkan perbedaan besar dalam bagaimana kekayaanmu tumbuh.

#3 Hindari reksa dana dengan rasio turnover tinggi

Penting untuk fokus pada tingkat turnover, yaitu,persentase portofolio yang dibeli dan dijual setiap tahun, untuk mempertimbangkan reksadana yang akan kamu beli. Alasannya simpel, biaya transaksi dan pajak.

Untuk membeli saham, kamu harus membayar biaya transaksi untuk perusahaan sekuritas (broker fee). Sedangkan untuk menjual saham, kamu akan dikenakan biaya transaksi dan PPh. Biaya transaksi tersebut berbeda-beda di setiap perusahaan sekuritas, namun umumnya 0,2—0,3% dari nilai transaksi pembelian saham termasuk PPN dan ditambah PPh 0.1% khusus untuk transaksi penjualan saham.

Selain itu, rasio turnover di bawah 50% atau kurang menunjukkan bahwa tim manajemen memiliki kepercayaan terhadap investasinya dan tidak berusaha menentukan waktu pasar untuk pengembalian yang lebih besar. Jika kamu melihat rasio yang tinggi, mungkin reksadana tersebut bukan pilihan yang tepat untukmu.

#4 Cari reksa dana dengan tim yang sudah berpengalaman

Dengan meningkatnya akses menuju informasi, seharusnya tidak sulit untuk menemukan informasi tentang manajer portofoliomu. Jika kamu membeli reksa dana yang diolah oleh seorang manajer yang memiliki sedikit atau tanpa rekam jejak atau, lebih buruk, memiliki sejarah kerugian besar ketika pasar saham secara keseluruhan berkinerja baik, pertimbangkan untuk segera pindah ke reksa dana lain. Situasi yang ideal adalah perusahaan yang didirikan di atas satu atau lebih analis investasi atau manajer portofolio yang berperforma kuat yang telah membangun tim individu yang berbakat.

Kamu tentunya ingin seorang manajer yang berpengalaman memanggil tembakan untuk reksa dana milikmu, seseorang dengan setidaknya 5 hingga 10 tahun pengalaman. Terkadang, banyak manajer investasi membimbing penerus mereka selama beberapa tahun. Jadi, reksa dana dengan manajer baru layak dipertimbangkan jika reksa dana tersebut secara konsisten berkinerja baik.

#5 Cari benchmark yang sesuai untuk reksa dana milikmu

Setiap reksa dana memiliki pendekatan dan tujuan yang berbeda. Itulah mengapa penting untuk mengetahui apa yang haruskamu bandingkan untuk mengetahui apakah manajer investasi kamu melakukan pekerjaan dengan baik. Misalnya, jika kamu memiliki reksa dana yang menyimpan 50 persen asetnya dalam saham dan 50 persen dalam obligasi, kamu harus senang dengan pengembalian 10 persen bahkan jika pasar saham memberikan 15 persen. Setelah menyesuaikan dengan risiko yang kamu ambil dengan modal tersebut, pengembaliannya sebesar 10 persen bisa dianggap sangat baik.

Beberapa benchmark populer termasuk Indeks Harga Gabungan Saham (IHSG), LQ45 atau IDX30. Kamu kemudian dapat membandingkan pengembalian reksadana kamu dengan benchmark yang sesuai.

#6 Diversifikasi Aset yang Kamu Miliki

Sangat penting bahwa jika kamu tidak memiliki kemampuan untuk membuat penilaian intrinsik suatu perusahaan, kamu sebaiknya menyebar aset di berbagai perusahaan, sektor, dan industri. Cukup memiliki empat reksa dana berbeda yang berspesialisasi dalam suatu sektor, misalnya sektor keuangan, bukanlah diversifikasi. Jika ada sesuatu yang menghantam sektor perbankan, kamu akan mengalami kerugian yang besar.

Jangan menyimpan semua danamu dalam perusahaan reksa dana yang sama. Dengan membagi asetmu di perusahaan yang berbeda, kamu dapat mengurangi risiko kekacauan internal, pelanggaran hukum, dan masalah lokal lainnya. Kamu juga jangan hanya memikirkan saham. Ada juga reksadana pendapatan tetap, reksadana pasar uang, dan masih banyak lagi.

Memilih reksa dana bisa diibaratkan seperti mengenal seseorang. Satu-satunya cara untuk memisahkan yang baik dari yang tidak terlalu bagus adalah dengan mengenal mereka. Tetapi tidak seperti orang lain, kamu dapat menemukan semua informasi penting tentang reksadana pada prospektus.

Tips Memilih Reksa Dana dengan Kinerja Terbaik

Reksa dana terbaik yang harus kamu masukan dalam portofolio investasimu adalah yang potensial dengan kinerja terbaik. Ada sejumlah cara menentukan apakah reksa dana tersebut memiliki kinerja yang baik atau tidak.

#1 Biaya vs kinerja reksa dana

Secara umum biaya pengelolaan reksa dana adalah salah satu faktor yang menentukan pilihan produk investasi reksa dana. Morningstar memiliki sistem peringkat reksa dana, mereka akan memberikan tanda bintang sesuai dengan kinerja reksa dana tersebut. Semakin banyak tanda bintang, maka semakin baik pula kinerjanya. Tujuanutamanya adalah mencarireksa dana dengan biaya terendah. Namun pemberian tanda bintang menjadi sedikit terbatas karena hanya mengukur kinerja dan risiko di masa lalu.

Artikel lain pun menyatakan bahwa rasio pengeluaran merupakan salah satu komponen yang menentukan kinerja reksa dana. Dalam kurun waktu tertentu, reksa dana dengan biaya pengelolaan rendah mampu mengalahkan reksa dana dengan biaya pengelolaan tinggi. Biasanya kamu akan mendapatkan kualitas yang lebih baik jika kamu membayar lebih, namun mengapa biaya yang lebih tinggi memberikan kinerja yang lebih rendah?

#2 Kinerja Lebih Baik dengan Biaya yang Rendah

Profesor ekonomi terkenal mengatakan bahwa “Tidak ada uang kertas seratus dolar yang tersedia untuk diambil”. Maksud dari perkataan tersebut adalah data keuangan bisa di akses secara cepat dan mudah oleh orang-orang pintar di seluruh dunia. Mereka tidak akan menciptakan uang secara nyata di atas meja mereka, tapi mereka melakukan transaksi yang menghasilkan uang.

Reksa dana yang dikelola secara aktif memiliki biaya yang lebih tinggi, karena manajer investasi harus membayar analis untuk memeriksa data dan kinerja dari perusahaan yang menjadi tujuan investasi. Diperlukan biaya tinggi untuk membayar para analis agar dapat menghasilkan analisa yang tepat sehingga mampu memberikan imbal hasil yang lebih tinggi. Namun ternyata, kinerja dari para analis ini belum tentu mampu memberikan imbal hasil yang lebih baik, jika dibandingkan dengan imbal hasil yang bisa kamu capai dengan cara investasi pasif. Investasi pasif akan memiliki biaya yang lebih rendah karena dana investasi kamu tidak dikelola secara aktif oleh para analis.

Reksa dana yang dikelola secara pasif hanya akan berinvestasi pada saham atau obligasi dengan yang memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan oleh manajer investasi. Misalnya, satu jenis reksa dana saham dengan kapitalisasi besar yang dikelola secara pasif hanya akan berinvestasi pada semua saham dengan kapitalisasi pasar lebih dari 100 miliar. Sehingga manajer investasi tidak perlu membayar banyak orang untuk melakukan analisa, dengan demikian biaya pengelolaan akan tetap rendah dan berdasarkan data kinerja masa lalu, pengembalian dari metode investasi pasif ini lebih unggul dibandingkan investasi aktif.

Jadi bagaimana kamu menemukan reksa dana dengan kinerja terbaik dengan biaya rendah? Jawabannya adalah reksa dana indeks atau reksa dana yang dikelola secara pasif.

#3 Hal yang Harus Kamu Ketahui untuk Investasi

Sering kali agen penjual produk keuangan kekurangan informasi. Mereka hanya mampu menjelaskan produk keuangan dari perusahaan tempat mereka bekerja tanpa merasa perlu menyampaikan informasi lain yang lebih baik.. Kinerja dari reksa dana dengan biaya yang lebih rendah namun mampu memberikan imbal hasil yang tinggi telah didokumentasikan oleh berbagai media selama bertahun-tahun.

Namun kamu harus tetap hati-hati terhadap daftar reksa dana terbaru yang sedang ramai diperbincangkan. Beberapa tahun ke belakang, terdapat informasi tentang daftar “reksa dana terbaik untuk dimiliki”, kamu harus memperhatikannya lebih lanjut. Kinerja ini biasanya tidak akan bertahan lama, karena sebagian besar reksa dana yang memiliki kinerja lebih baik adalah reksa dana dengan portofolio indeks sederhana atau reksa dana yang dikelola secara pasif.

#4 Biarkan Uang yang Bekerja

Apakah kamu suka menjadi pemilik saham suatu perusahaan besar? Apakah kamu menyukai pasar saham atau kamu berencana untuk belajar bagaimana menginvestasikan uang kamu sendiri? Jika kamu belum memahami profil risiko diri, belum punya ilmu yang memadai atau bahkan waktu yang terbatas, maka sebaiknya kamu menjauhi keinginan tersebut. Meskipun kamu akan mendengar banyak cerita dari beberapa orang yang hidup daritrading saham atau investasi jangka pendek yang menguntungkan dan menggairahkan, namun orang-orang seperti sangat sedikit. Dan berdasarkan data dari statistik, mereka cenderung melebih-lebihkan keuntungan mereka. Strategi terbaik dalam berinvestasi adalah dengan memahami instrumen investasi dan menempatkan uang kamu untuk bekerja sendiri dalam jangka panjang dengan menempatkannya pada jenis investasi yang biaya pengelolaannya rendah.

Itulah beberapa tips memilih produk reksa dana dengan langkah terbaik dan kinerja terbaik yang harus kamu ketahui. Dengan mengetahui dan mengikuti beberapa tips di atas, kamu bisa dengan mudah melakukan pembelian reksa dana sesuai dengan tujuan investasi kamu. Selain itu, sebelum membelinya, perhatikan juga untuk mengecek pasar modal dan Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit penyertaan.

Untuk memulai berinvestasi reksa dana, kamu bisa mulai dengan mendownload Ajaib, aplikasi reksa dana terbaik di Indonesia. Dengan Ajaib kamu tidak perlu khawatir masalah keamanan investasi, karena Ajaib telah tersertifikasi Otoritas Jasa Keuangan, sehingga kamu tidak mungkin mengalami risiko kerugian akibat investasi bodong. Selain itu, kamu juga bisa menentukan tujuan investasimu dengan lebih mudah, apalah untuk dana darurat, pensiun, dana pendidikan, dana traveling, dan sebagainya. Itu semua bisa kamu sesuaikan dengan kebutuhan.

Kemudahan lainnya adalah kamu tidak perlu memilih perusahaan atau emiten satu per satu, karena Ajaib telah memilihkan investasi terbaik yang bisa kamu dapatkan. Namun, kembali lagi kepada diri kamu, jenis investasi reksa dana apa yang ingin kamu pilih? Apakah risiko kecil dengan return kecil atau risiko besar dengan keuntungan besar? Jadi, sebelum kamu memilih saham dan reksa dana perusahaan yang ingin kamu pilih, tentukan terlebih dulu tujuan dan jenis investasi reksa dana yang ingin kamu beli. Yuk daftar sekarang juga di Ajaib, dan coba konsultasi dengan manajer investasi terbaik dari Ajaib sekarang jika dirasa kamu masih kebingungan.


Ajaib merupakan aplikasi investasi reksa dana online yang telah mendapat izin dari OJK, dan didukung oleh SoftBank. Investasi reksa dana bisa memiliki tingkat pengembalian hingga berkali-kali lipat dibanding dengan tabungan bank, dan merupakan instrumen investasi yang tepat bagi pemula. Bebas setor-tarik kapan saja, Ajaib memungkinkan penggunanya untuk berinvestasi sesuai dengan tujuan finansial mereka. Download Ajaib sekarang.

Artikel Terkait