Bisnis & Kerja Sampingan

Cara Menjalankan Bisnis Distribusi Agar Bikin Untung

Bisnis distribusi
Bisnis distribusi

Ajaib.co.id – Suatu produk untuk bisa sampai langsung ke tangan konsumen butuh proses dan cara yang beragam. Proses penyampaian barang dari penjual ke pembeli disebut dengan distribusi dan memiliki peran penting agar barang hasil produksi bisa sampai tujuan dengan kondisi selamat.

Di Indonesia ini, sistem distribusinya terbilang cukup unik, dimana sekitar 70% transaksi ritel terjadi di toko-toko kecil atau nama lainnya toko kelontong. Indonesia ini terdiri dari pulau-pulau besar hingga kecil sehingga untuk menyalurkan produk atau barang ke seluruh pelosok negeri, produsen tidak mungkin bertanggung jawab sepenuhnya.

Kota besar seperti Jakarta, Medan, Palembang, serta Surabaya punya akses luas untuk langsung ke pabrik. Akan tetapi sebagian kota besar lainnya ada justru jadi pusat penyaluran barang untuk kebutuhan di daerah mereka sendiri. Contohnya, Makassar, Banjarmasin, Jayapura, dan lainnya.

Bagaimana dengan kota-kota kecil? Di Sebagian kota kecil mungkin sudah terdapat beberapa minimarket franchise. Nah, sementara di pedesaan tentu toko kelontong atau tradisional masih diandalkan masyarakat setempat untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok. Biasanya toko-toko tersebut dikelola pribadi atau kelompok.

Di satu kota saja, mungkin dapat ditemukan ratusan hingga ribuan toko maupun minimarket yang bersaing mendapatkan pelanggan. Nah, kalau kamu ingin berbagai macam produk di toko milikmu, yang kamu butuhkan adalah distributor. Bahkan di beberapa daerah yang permintaannya tinggi, sub-distributor bisa jadi perantara antara distributor dan toko sehingga lebih luas untuk menjangkau konsumen.

Pengertian Distribusi

Distribusi adalah proses pengiriman barang dari produsen ke konsumen dengan jangkauan wilayah geografis yang berbeda-beda. Setiap barang atau produk yang diproduksi harus dihantarkan kepada pembeli.

Misalnya, beras yang diolah petani di desa hasilnya harus dikirim ke kota untuk memenuhi kebutuhan pangan di kota. Atau roti yang sudah diproduksi dan dikemas dengan rapi oleh produsen harus diantarkan ke konsumen akhir, baik itu melalui supermarket, minimarket, grosir, toko kelontong, dan sebagainya.

Proses berjalannya distribusi tidak terlepas dari orang atau kelompok yang melakukannya yakni distributor. Kegiatan ini tidak hanya sebatas mengirim barang saja, melainkan mengelola gudang sementara tempat barang-barang dari produsen disimpan sebelum dikirim ke konsumen.

Jenis-Jenis Distribusi

Dengan semakin banyaknya kebutuhan masyarakat, bisnis ini cukup menjanjikan untuk kamu jalani. Namun, sebelum itu kamu harus tahu lebih dulu apa saja jenis-jenis distribusi.

1.    Distribusi Secara Langsung

Maksudnya adalah proses pendistribusiannya jangka pendek, langsung ke tangan konsumen. Pada jenis ini, produsen bisa melakukan pemasaran, menjual produk atau jasanya, sampai pengiriman barang.

Bagi produsen kecil semakin terbantu dengan adanya media sosial dan marketplace untuk memasarkan produknya lebih luas dan menjangkau konsumen secara digital. Kelebihan dari sistem ini dapat menekan biaya pengiriman sehingga barang yang sampai kepada konsumen lebih murah.

2.    Distribusi Tidak Langsung

Dalam hal ini, produsen lebih mengandalkan jasa distributor seperti grosir, retail, agen, atau pedagang eceran untuk jangkauan pemasaran yang lebih luas. Karena proses pendistribusian barangnya membutuhkan jangka waktu tertentu, biasanya yang dipasarkan adalah produk-produk yang tahan lama.

Kelebihannya sejauh apapun lokasinya, barang tetap bisa sampai kepada konsumen. Selain itu, harga produk atau barangnya jadi stabil.

3.    Distribusi Semi Langsung

Sistem yang satu ini lebih kepada penyampaian barang kepada konsumen melalui perantara atau distributor dengan spesifikasi khusus. Dalam hal ini, produsen memiliki distributornya sendiri untuk menyalurkan barang-barang yang sifatnya perlu penanganan khusus, seperti produk-produk mewah.

Bagi produsen, mereka akan mendapat keuntungan lebih besar dari sistem ini. Karena distributornya dari perusahaan sendiri, maka margin keuntungannya pun akan masuk ke kas mereka.

Tips Bisnis Distribusi

Kegiatan distribusi melibatkan banyak pihak dalam prosesnya sehingga dalam menjalankan bisnisnya perlu strategi yang jelas dan kuat. Komunikasi jadi faktor utama dalam keberhasilan pendistribusian barang. Jika komunikasi lemah, akan ada kesenjangan dan kelebihan stok persediaan dalam rantai pasoknya yang akan memicu berbagai masalah.

Jangan sampai stok menjadi langka karena itu akan menimbulkan fluktuasi harga. Untuk itu ada beberapa tips yang perlu kamu perhatikan jika ingin berkecimpung dalam bisnis distribusi.

1.    Sales Order Harus Dikelola Sebaik Mungkin

Kamu akan disibukkan dengan pemesanan barang yang mungkin muncul setiap waktu. Alih-alih menggunakan PDF atau excel dalam pencatatan pesanan, ada baiknya mempertimbangkan Workforce Management System untuk mengatur dan mengotomatisasikan pesanan kamu.

Dengan begitu semua permintaan pesanan yang masuk bisa langsung diproses lebih cepat karena sistem akan mensinkronkan dokumen dengan aman ke cloud atau komputasi awan.

2.    Stok Persediaan Barang Harus Dikontrol

Jika kamu tidak mampu mengontrol stok persediaan dengan baik, maka bisnis ini tidak akan menguntungkan. Ada beberapa cara dalam manajemen inventori yang umumnya digunakan. Ada perusahaan yang menyimpan safety stock atau stok cadangan untuk produk tertentu apabila tiba-tiba mengalami lonjakan permintaan, dan cara lainnya.

Disini kamu harus menentukan strategi manajemen persediaan mana yang cocok untuk bisnismu sehingga barang di gudang tidak sia-sia begitu saja.

3.    Pastikan Rantai Pasok Terlihat Jelas

Untuk bisa mengkompilasi seluruh data menjadi grafik sederhana yang bisa dengan mudah dipahami oleh kamu maupun karyawanmu, pertimbangkan untuk menggunakan software rantai pasok.

Kalau mengkompilasi data masih menggunakan excel akan memakan waktu yang lama serta menimbulkan banyak masalah dalam memperlihatkan analisisnya. Dengan software rantai pasok, produsen mendapat kemudahan dalam mengakses data-data distributornya di masing-masing area.

Artikel Terkait